logo web

17 Film Motivasi Indonesia Terbaik yang Penuh Makna

Ditulis oleh Aditya Putra

Motivasi nggak cuma bisa didapatkan melalui buku atau seminar, kita juga bisa mendapatkan motivasi dari menonton film. Apalagi belakangan ini industri film di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Entah itu dari segi kualitas ataupun kuantitas, kita seolah nggak pernah kehabisan film bagus untuk ditonton.

Drama dan komedi sedang naik daun karena memang permintaan penontonnya sangat tinggi. Selain film-film itu ada beberapa film yang sangat memotivasi bagi para penontonnya. Jadi para penonton nggak cuma mendapat hiburan saja. Namun, para penonton juga akan mendapat sudut pandang baru setelah menonton filmnya.

Apa kamu tertarik menonton film motivasi buatan dalam negeri? Jangan salah, film buatan dalam negeri nggak kalah kualitasnya dengan film-film luar.

Semakin hari, semakin banyak orang-orang berbakat yang menghasilkan film-film bagus. Untuk mengisi waktu luangmu, inilah beberapa film motivasi Indonesia rekomendasi dari Showpoiler yang layak kamu tonton.

Baca juga: 20 Film Pendidikan Indonesia yang Berkesan dan Penuh Makna

1. Like & Share

Like & Share

Like & Share (2022) menjadi film yang menunjukkan kepada para remaja, bahwa tidak ada yang bisa melindungi perempuan selain dirinya sendiri.

Film garapan Gina S. Noer ini memberikan banyak sekali pesan-pesan penting mengenai bahayanya media sosial bagi remaja perempuan. Aurora Ribero dan Arawinda Kirana berhasil membawakan karakter masing-masing dengan sangat baik.

Salah satu plot yang paling menggugah adalah ketika Sarah menjadi korban pelecehan seksual dari kekasihnya. Sang kekasih diam-diam membuat video saat dirinya memaksa Sarah untuk berhubungan intim dan menyebarkannya ke media sosial. Sarah harus memilih, apakah ia menerima tawaran damai yang disarankan polisi atau berjuang untuk mendapatkan keadilan.

2. Yuni

Yuni

Satu lagi film motivasi yang dibintangi oleh Arawinda Kirana, inilah Yuni (2021). Film garapan Fourcolours Films dan Kamila Andini ini memang sangat penting untuk remaja Indonesia.

Salah satunya motivasi untuk terus mengejar cita-cita dan jangan mudah terpengaruh dengan nilai sosial yang tabu. Yuni diceritakan sebagai gadis berusia 17 tahun yang bingung menentukan masa depannya.

Ketika teman-teman seusianya sudah berpacaran, menikah dan punya anak, Yuni malah berani menolak lamaran yang datang padanya.

Pandangan masyarakat padanya seketika menjadi buruk, apalagi ada mitos kalau perempuan tidak boleh menolak lamaran hingga tiga kali. Namun Yuni hanya ingin mencari tahu sendiri masa depan seperti apa yang diinginkannya.

3. Penyalin Cahaya

Penyalin Cahaya

Penyalin Cahaya (2021) adalah film yang menunjukkan usaha seorang mahasiswi yang berusaha melawan ketidakadilan institusi pendidikan.

Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini dibintangi oleh Shenina Syawalita Cinnamon, Lutesha, dan Chicco Kurniawan. Kisahnya berawal ketika Suryani kehilangan beasiswanya, pasca foto-fotonya saat mabuk tersebar di media sosial.

Suryani berusaha mencari tahu dan faktanya, ternyata ia adalah korban perpeloncoan dan pelecehan seksual dari seniornya. Suryani berusaha meminta bantuan pihak universitas, namun institusi yang seharusnya melindungi korban malah berpihak kepada pelaku.

Keluarga sang senior yang berpengaruh, berhasil membuat pihak universitas menjadikan Suryani dan korban lainnya sebagai kambing hitam.

4. Laskar Pelangi

Laskar Pelangi

Film yang sangat fenomenal waktu dirilis tahun 2008 silam. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Andrea Hirata ini sukses menarik orang-orang ke bioskop. Hingga Maret 2009, sudah 4,6 juta orang yang menonton. Angka yang sangat besar pada waktu itu dan menjadikan Laskar Pelangi sebagai film terlaris keempat.

Riri Riza menggarap film ini dengan sangat cantik. Mengambil latar di pulau Belitung, bahkan melibatkan orang-orang lokal untuk berperan di dalam film itu. Maka terjadilah perpaduan antara 12 aktor Indonesia dengan 12 anak-anak Belitung asli yang bertalenta. Hasilnya luar biasa, kamu bisa buktikan sendiri dengan menonton filmnya.

Ceritanya tentang sekelompok anak dari keluarga miskin di sebuah pulau pesisir Indonesia yang ingin sekolah. Mereka dihalangi berbagai keterbatasan yang kemudian memacu semangat mereka untuk terus sekolah. Sangat memotivasi kamu yang mungkin sebagian besar nggak pernah mengalami apa yang mereka alami.

5. Melukis Pantai

Melukis Pantai

Melukis Pantai (2021) adalah film pendek yang disponsori oleh pemerintah untuk meningkatkan minat baca kepada anak-anak. Berdurasi 30 menit, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Busan Foundation for International Cooperation untuk merilis film ini.

Ceritanya sendiri terinspirasi dari kisah hidup penulis populer Indonesia yaitu Gol A Gong. Film ini mengisahkan seorang ibu tunggal bernama Indi yang ingin sekali membahagiakan kedua anaknya Kirana dan Risang.

Putra bungsunya yaitu Risang adalah anak berkebutuhan khusus dan sangat berbakat dalam melukis. Tak bisa mengajak putranya untuk melihat pantai secara langsung, Indi mengajak putranya mengenal pantai lewat buku yang dibacakannya dan imajinasi sang putra.

6. Kulari ke Pantai

Kulari ke Pantai

Anak-anak jaman sekarang memang mudah terhasut untuk mengikuti budaya barat dan melupakan kebudayaan aslinya. Hal serupa juga bisa kamu tonton dalam film Kulari Ke Pantai (2018) yang disutradarai oleh Riri Riza.

Film yang dibintangi oleh Maisha Kanna, Lil’li Latisha dan Marsha Timothy ini mengisahkan seorang anak yang lupa dengan kebudayaan aslinya.

Karena terbiasa hidup di luar negeri, Happy berubah menjadi anak yang sombong dan arogan. Namun perjalanannya berama Tante Uci dan putrinya Sam ke Banyuwangi membuat Happy tersadar.

Ternyata pemikirannya soal orang Indonesia itu salah. Ada banyak keindahan alam dan masyarakatnya yang membuat Happy merasa damai dan nyaman.

7. Hafalan Shalat Delisa

Hafalan Shalat Delisa

Hafalan Shalat Delisa (2011) menunjukkan usaha keras seorang anak perempuan bernama Delisa untuk mencari keluarganya pasca bencana tsunami melanda Aceh. Disutradarai oleh Sony Gaokasak, film ini dibintangi oleh Chantiq Schagerl, Nirina Zubir, Reza Rahadian, Al Fathir Muchtar dan Mike Lewis.

Kisahnya berawal ketika Delisa berusaha untuk terus melafalkan bacaan sholatnya saat gempa datang. Gadis ini tidak tahu, bahwas tsunami tengah mendatangi mereka hingga ia ditemukan oleh seorang tentara Angkatan Darat Amerika.

Awalnya Delisa akan diadopsi oleh sang tentara, hingga sang ayah datang dan mereka berusaha mencari keberadaan ibu dan kedua adiknya. Delisa dalam segala keterbatasannya selalu percaya, bahwa ia bisa bertemu lagi keluarganya dan tetap taat beribadah.  

8. Denias, Senandung di Atas Awan

Denias, Senandung di Atas Awan

Diproduksi oleh Alenia Pictures, Denias, Senandung di Atas Awan (2006) menjadi salah satu film underrated Indonesia. Disutradarai oleh John de Rantau, film ini bakalan dibintangi oleh Albert Thom Joshua Fakdawer, Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen hingga Marcella Zalianty.

Menunjukkan keindahan Papua yang jarang tersorot, di Pulau Cendrawasih ada  seorang anak laki-laki yang begitu semangat bersekolah. Anak ini tidak peduli, bahkan jika ia harus menempuh perjalanan jauh untuk sampai ke sekolah.

Denias sendiri dikenal sebagai anak yang rajin, pandai, cekatan dan sangat berbakti pada orang tua. Sayangnya satu-satunya sekolah di Honei kehilangan guru mereka, sehingga Denias kini tidak bisa bersekolah lagi. Untungnya ada seorang tentara perbatasan yang akhirnya mau menggantikan sang guru mengajar.

9. Kartini

Kartini

Ngobrol soal film motivasi, tentu saja Kartini (2017) tidak boleh dilewatkan dalam list ini. Diproduksi oleh Legacy Pictures dan Screenplay Films, film ini digarap dengan sangat baik oleh Hanung Bramantyo.

Kisahnya sendiri di adaptasi dari biografi R. A Kartini dan sosok wanita paling dihormati di Indonesia ini bakalan diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.

Tak rela melihat ibu kandungnya diperlakukan bak seorang pembantu, Kartini melakukan aksi protesnya terhadap budaya yang tidak adil ini.

Sepanjang hidupnya, Kartini berusaha memberdayakan para wanita yang ada di sekitarnya. Ia mengajarkan mereka membaca, menulis, berhitung dan membekalinya dengan keahlian lainnya, agar para perempuan bisa mandiri.

10. Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang

Buat kamu si anak rantau yang muak dengan masalah keluarga, Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang (2023) adalah visual yang pas dengan kondisi tersebut.

Sekuel dari film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (2020) ini masih digarap oleh Angga Dwimas Sasongko. Kali ini Sheila Dara Aisha akan beradu akting dengan Lutesha, Jerome Kurnia dan Ganindra Bimo.

Hidup di London, Aurora harus mengakui bahwa dirinya sudah mengambil keputusan dengan hidup bersama Jem. Gadis ini berusaha memperbaiki hidupnya, ditemani oleh kedua sahabatnya yang bernama Honey dan Kit.

Namun hal ini malah membuat keluarganya di Indonesia khawatir, hingga mereka mengirim kakak dan adik Aurora ke London dan masalah pun kembali datang.

11. Sang Pemimpi

Sang Pemimpi

Masih dari novel karya Andrea Hirata dan disutradarai oleh Riri Riza. Sang Pemimpi merupakan lanjutan dari film Laskar Pelangi yang rilis setahun sebelumnya. Sang Pemimpi juga menjadi film terlaris kedua tahun 2009 dengan total capaian 1,9 juta penonton.

Sang Pemimpi dibintangi oleh beberapa artis terkenal dan artis pendatang baru dari Belitung asli. Hanya beberapa pemeran dari Laskar Pelangi yang dipertahankan di film ini. Berkisah tentang Ikal, Arai yang merupakan saudara sepupunya, dan Jimbron, sahabatnya. Ini tentang mereka di masa remaja yang sedang menari identitas jati diri.

Ikal merindukan cinta pertamanya yang telah pergi dari Belitung. Arai jatuh cinta pada teman sekelasnya. Sementara itu, Jimbron berangan-angan untuk menyelamatkan Laksmi yang bekerja di pabrik cincau. Di antara konflik masa muda yang mereka hadapi, Ikal dan Arai punya mimpi besar untuk melanjutkan pendidikan setinggi mungkin.

12. 5 cm

5cm

Film ini memotivasi orang banyak untuk naik gunung. Namun, pesan yang disampaikan jauh lebih besar dan dalam daripada itu. Dirilis tahun 2012, diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Donny Dhirgantoro. Rizal Mantovani yang menyutradarai film ini dan bisa dibilang sangat berhasil menyentuh bagian terdalam para penontonnya.

Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Denny Sumargo, dan Saykoji berperan sebagai lima orang yang sudah sangat lama bersahabat. Suatu hari mereka membuat kesepakatan untuk tidak bertemu sementara waktu. Nanti, ketika mereka bertemu lagi mereka akan melakukan sesuatu yang nggak biasa.

Mereka nggak cuma libur bertemu, tetapi juga dilarang untuk saling menghubungi. Ini memberi mereka waktu untuk fokus pada kehidupan masing-masing.

Menyelesaikan apa yang belum selesai. Pada waktu yang telah disepakati, mereka berlima ditambah Pevita Pearce yang berperan sebagai adik Denny Sumargo bersama-sama mendaki puncak Mahameru.

13. King

King

Kamu suka bulu tangkis nggak? Kalau suka film ini pasti cocok buat kamu. Dirilis tahun 2009 dan disutradarai oleh Ari Sihasale. Atlet bulu tangkis muda yang sedang naik daun sekarang ikut bermain di dalam film ini. Kenal Jojo, kan? Dia ada di film ini.

Ceritanya tentang perjuangan seorang anak bernama Guntur yang ingin mengikuti jejak idolanya yaitu Lim Swie King. Dia dihadang oleh banyak masalah ketika hendak mewujudkan mimpinya itu. Mulai dari biaya, hingga lokasi tempat tinggalnya yang agak jauh dari kota. Namun, Guntur tetap berjuang.

Film ini sangat asyik untuk ditonton. melihat perjuangan Guntur membuat semangat juang para penonton ikut terpacu dan termotivasi. Penggambaran karakter Guntur yang sederhana dan sangat manusiawi membuat penonton merasa dekat dengan karakter itu.

14. Garuda di Dadaku

Garuda di Dadaku

Kalau King mengangkat cerita tentang bulu tangkis, film yang satu ini mengangkat cerita tentang sepak bola. Dirilis tahun 2009, naskah film ini ditulis oleh Salman Aristo dan disutradarai oleh Ifa Isfansyah.

Film ini tentang seorang anak kelas 6 SD bernama Bayu yang sangat menyukai sepak bola. Dia punya keinginan kuat untuk bisa menjadi bagian dalam tim nasional Indonesia. Namun, kakeknya nggak merestui keinginan Bayu itu. Satu orang yang percaya pada kemampuan dan bakat Bayu adalah Heri, sahabatnya yang gila bola.

Heri meyakinkan Bayu untuk ikut seleksi tim nasional U-13, namun kakek Bayu menentang itu. Dia menganggap kalau menjadi pemain sepak bola di negeri ini identik dengan hidup miskin dan nggak punya masa depan cerah.

Dibantu oleh Zahra, teman misterius mereka, Bayu dan Heri mencari berbagai cara supaya Bayu bisa terus berlatih untuk mengikuti seleksi itu. Namun, jalannya memang nggak selalu mudah. Ada hambatan-hambatan yang menghalangi mereka, bahkan sampai membuat persahabatan mereka terancam putus.

15. Garuda di Dadaku 2

Garuda di Dadaku 2

Film ini lanjutan dari film pertamanya. Dirilis tahun 2011, naskahnya masih ditulis oleh Salman Aristo. Sementara itu yang menyutradarai film ini adalah Rudi Soedjarwo. Para pemeran utamanya masih sama, ada Bayu dan sahabatnya Heri juga sopir kesayangan mereka.

Di dalam film ini bayu sudah menjadi pemain dan kapten tim nasional U-15. Dia ingin membuktikan kalau dia mampu membawa timnya menjadi juara di kompetisi junior tingkat ASEAN di Jakarta.

Kamu akan melihat Rio Dewanto yang berperan sebagai pelatih dengan gaya melatih yang unik. Kamu juga akan melihat Aliando Syarif yang menjadi pemain hebat di film ini.

Aliando Syarif berperan sebagai Yusuf yang menjadi rising star di dalam tim itu. Apalagi dia bisa langsung dekat dengan Heri. Situasi tim yang sedang porak poranda membuat Bayu merasa semakin terancam dan memilih untuk kabur. Konflik yang diangkat kebanyakan merupakan konflik batin yang dialami Bayu.

16. Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar

Merry Riana Mimpi Sejuta Dolar

Motivasi bisa datang dari mana saja, termasuk dari gadis yang tadinya biasa-biasa saja dan kemudian ia mendapatkan satu juta dolar pertamanya dengan usaha dan keyakinan. "Mimpi Sejuta Dolar" adalah film biografi Merry Riana.

Sinopsis film ini menceritakan tentang perjuangan Merry (Chelsea Islan) yang menempuh pendidikan di Singapura tepat pada waktu kerusuhan terjadi di Indonesia pada Mei 1998 silam.

Di usianya yang masih sangat muda, Merry menjajal pekerjaan yang tak umum dilakukan oleh anak-anak muda seusianya. Tak disangka-sangka pekerjaan tersebut lah yang mengantar dirinya meraih satu juta dolar pertamanya.

17. Habibie & Ainun

Habibie & Ainun

Film tentang motivasi dari Indonesia memang menarik untuk ditonton. Selain menawarkan pesan moral yang membangun motivasi untuk penontonnya, film-film tersebut juga tak jarang dibumbui dengan kisah cinta pemeran utamanya. Habibie & Ainun adalah sebuah film motivasi yang juga diselingi dengan kisah cinta tokohnya.

Dari judulnya saja kamu pasti sudah bisa menebak kalau film ini merupakan biografi dari Presiden RI ketiga, yakni Bapak B.J. Habibie dan istrinya, Ibu Ainun.

Film ini tak hanya menceritakan awal perjalanan cinta keduanya, tetapi juga menawarkan perjalanan karir B.J. Habibie untuk mencapai kesuksesan, mulai dari menempuh studi di negeri orang sampai akhirnya mampu membuat pesawat terbang.

Habibie & Ainun juga memotivasi penontonnya untuk tetap berusaha mengharumkan nama bangsa. Bahkan, kisah cinta Habibie dan Ainun juga menginspirasi kita semua untuk tetap setia dan mendampingi pasangan dalam suka dan duka.

Film ini dapat memotivasi penontonnya untuk gigih dan yakin dalam menggapai cita-citanya. Kamu juga bisa menonton film-film lain dari Chelsea Islan dengan mencari referensinya di artikel film yang dibintangi Chelsea Islan.

Itulah beberapa film motivasi terbaik Indonesia yang bisa menjadi tontonan kamu untuk mengisi waktu luang. Sangat layak ditonton karena nggak cuma menghibur tetapi juga memotivasi kamu. Cocok banget ditonton kalau kamu sedang kurang bersemangat, film-film itu akan membantu kamu membangkitkan semangatmu lagi.

Ada yang sudah kamu tonton? Atau ada film motivasi Indonesia lain yang ingin kamu rekomendasikan? Kamu boleh menuliskan itu di kolom komentar ya. Para pembaca pasti akan senang membaca hal menarik yang kamu bagikan.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram