logo web

Sinopsis & Review Jurassic World Dominion, Penutup Trilogi Kedua

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Jurassic World Dominion
3.7
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Empat tahun setelah peristiwa di Isla Nublar dan kastil Lockwood, Owen dan Claire harus mengejar penculik Maisie. Sementara Ellie dan Alan terpaksa terjun kembali ke area dinosaurus atas undangan Ian.

Perusahaan Biosyn yang kini menangani sejumlah dinosaurus dalam suakanya, disinyalir melakukan penyalaghunaan sains untuk keserakahan yang mengundang kehancuran ekosistem di bumi.

Jurassic World Dominion adalah film sci-fi action karya Colin Trevorrow yang dirilis oleh Universal Pictures pada 10 Juni 2022. Menjadi penutup trilogi kedua tentang petaka dinosaurus di era modern, film ini mencoba mengembalikan nostalgia dan meningkatkan kadar aksinya.

Untuk itu, Trevorrow kembali duduk di kursi sutradara setelah kualitas film sebelumnya, yang disutradarai oleh J.A. Bayona, mengalami penurunan jika dibandingkan film pertamanya.

Tapi apakah film yang melakukan syuting di Pinewood Studios ini akan memenuhi ekspektasi semua pihak? Simak terlebih dahulu review berikut sebelum menonton filmnya.

Baca Juga: Review dan Sinopsis Film Jurassic Park 1

Sinopsis

Jurassic World Dominion 2022_

Empat tahun telah berlalu sejak evakuasi beberapa jenis dinosaurus dari Isla Nublar ke kastil Lockwood yang berakhir dengan dilepasnya hewan purba ini ke alam bebas.

Owen dan Claire kini hidup bersama dan mengasuh Maisie di tempat terpencil. Semua ini mereka lakukan agar keberadaan Maisie tidak diketahui oleh pihak-pihak yang menginginkannya.

Sementara itu, Dr. Ellie Sattler sedang mendalami riset terkait wabah belalang purba yang merusak tanaman pangan di Amerika. Dia datang kepada Dr. Alan Grant untuk mengajaknya mencuri sampel darah dari laboratorium Biosyn, perusahaan yang kini menangani habitat dinosaurus.

Ellie curiga bahwa Biosyn dengan sengaja melepas belalang itu untuk membuat kekacauan pangan, sehingga produk pangan darinya bisa menguasai pasar. Ellie dan Alan akhirnya berangkat ke Italia atas undangan dari Dr. Ian Malcolm yang menjadi salah satu pengajar di laboratorium tersebut.

Maisie yang tidak terima diperlakukan dalam isolasi, memberontak kepada Owen dan Claire. Saat mengayuh sepedanya, Maisie diculik oleh sekelompok penjahat pimpinan Rainn Delacourt yang juga menculik bayi dari Blue, raptor asuhan Owen. Mereka kemudian dibawa ke Malta atas perintah Dr. Lewis Dodgson, pimpinan Biosyn.

Dengan bantuan CIA, Owen dan Claire berusaha melakukan sabotase demi mendapatkan Maisie kembali. Owen berkonfrontasi dengan Delacourt di black market, sementara Claire mengejar Soyona Santos, kaki tangan Lewis.

Rupanya kehadiran Delacourt dan Santos di Malta hanya pengalihan saja, sementara Maisie dan bayi raptor sudah sampai di laboratorium Biosyn.

Sementara itu, setelah mendapat gelang akses dari Ian, Ellie dan Alan masuk ke laboratorium terlarang. Mereka berhasil mengambil sampel darah belalang sebelum alarm darurat menyala karena kaburnya Maisie.

Ellie dan Alan bertemu Maisie dan segera dilarikan oleh Ramsay Cole, asisten Lewis yang mencium kebusukan dalam perusahaannya.

Owen dan Claire berhasil terbang atas bantuan Kayla Watts ke Dolomites, suaka dinosaurus sekaligus laboratorium Biosyn.

Meski sempat terpisah karena pesawat yang rusak, mereka bisa bertemu dengan Maise, Ellie dan Alan yang berhasil melarikan diri dari sabotase yang dilakukan Lewis. Ian dan Ramsay kemudian bergabung demi mencari jalan keluar dari tempat itu.

Dengan terlepasnya seluruh dinosaurus dari kandangnya, termasuk yang berjenis karnivora, mereka harus bergerak cepat sebelum semua menjadi terlambat.

Bagaimana cara mereka keluar dari fasilitas Biosyn itu? Apakah ada diantara mereka yang menjadi korban keganasan dinosaurus? Ketegangan semakin tinggi dan kalian harus menonton film ini sampai habis untuk menemukan jawabannya.

Baca Juga: Sinopsis & Review The Lost World: Jurassic Park (1997)

Jalan Cerita Formulaic yang Mudah Ditebak

Jalan Cerita Formulaic yang Mudah Ditebak_

Jurassic World Dominion memang dirancang sebagai puncak dan penutup dari kisah yang sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu.

Melanjutkan akhir film Jurassic World: Fallen Kingdom (2018), dimana Maisie membuka gerbang kastil Lockwood yang membuat dinosaurus lepas ke alam bebas, kini manusia hidup berdampingan dengan hewan purba ini.

Film ini masih mengusung konsep yang sama dengan dua film sebelumnya, dimana ada sosok antagonis yang berpura-pura melindungi dinosaurus tapi ternyata memiliki agenda rahasia yang jahat.

Memang sudah bisa dipastikan dengan fenomena seperti ini banyak pihak yang ingin mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri.

Jika sebelumnya rencana jahat dibuat oleh salah satu staf di perusahaan, maka kini rencana itu langsung dirancang oleh pimpinan perusahaan Biosyn, Dr. Lewis Dodgson. Hanya segelintir dari stafnya saja yang mengetahui rencana besar yang dibuatnya.

Satu hal yang cukup membingungkan ialah alasan Lewis memburu Maisie dan bayi raptor. Karena unsur genetis yang ingin diambil dari mereka ternyata bukanlah bagian dari rencana Lewis, melainkan agenda rahasia Dr. Henry Wu untuk menghentikan penyebaran hama belalang.

Jadi intinya, Lewis hanya dikelabui oleh Henry. Dan di sinilah kelemahan naskah dalam menjalin cerita. Perburuan Maisie dan bayi raptor hanya dimaksudkan untuk menjadi jembatan cerita bagi Owen dan Claire untuk beraksi.

Sedangkan untuk menguak rencana jahat Biosyn, dimunculkanlah tiga tokoh utama dari film Jurassic Park (1993) demi memasukkan nuansa nostalgia dan pengental kesan puncak dari segala cerita.

Kisah yang berjalan paralel ini mudah ditebak waktu dan lokasi pertemuannya. Colin Trevorrow dan Emily Carmichael sepertinya sudah kehabisan ide untuk merangkai cerita yang berbeda dari film-film sejenisnya.

Semua keklisean kisah petaka sains diulang kembali, sehingga film ini tampil layaknya kompilasi dari film-film sebelumnya.

Performa Akting yang Terkesan Biasa

Performa Akting yang Terkesan Biasa_

Sebagai pemuncak cerita dari dua trilogi franchise Jurassic Park, film berdurasi 2 jam 26 menit ini sudah pasti dipenuhi oleh deretan pemeran yang pernah tampil di dua film sebelumnya.

Bahkan kemudian ditambah dengan kehadiran tiga tokoh dari trilogi sebelumnya. Menjadi empat jika Lewis Dodgson yang diperankan oleh aktor lain dimasukkan, semakin menekankan kesan finale film ini.

Tapi sayangnya, performa akting mereka tidak ada yang terlihat maksimal. Hanya Bryce Dallas Howard saja yang mampu menampilkan akting yang ekspresif, baik saat adegan aksi maupun adegan drama.

Padahal semua karakter mendapat porsi yang seimbang dalam setiap adegan, terutama adegan aksi saat berhadapan dengan dinosaurus.

Terkait adegan aksinya, tidak ada hal inovatif yang ditampilkan di film dengan sinematografi yang indah sekaligus mencekam ini.

Jika boleh membandingkan, variasi adegan aksinya masih lebih banyak di film Jurassic World: Fallen Kingdom, hanya saja eksekusinya kurang begitu baik. Sedangkan di film ini, kita seperti merasakan déjà vu, karena pernah melihat sebelumnya dari film-film lain.

Tentu saja Owen akan mengendarai motor demi menghindari kejaran dinosaurus, hanya saja kali ini dia mengebutkannya di jalanan kota.

Adegan aksi ini nyaris terlihat sama dengan yang pernah ditampilkan Jason Bourne dan James Bond di film-film tentang mereka. Oleh karena itu, adrenalin kita kurang terpacu karena merasa sudah pernah melihat adegan seperti ini.

Sementara adegan mereka menghindari kejaran dinosaurus seperti pengulangan saja. Penempatan kamera dan pergerakannya terlihat sama dengan film-film sebelumnya.

Mungkin kita bisa menempatkan alasan bahwa memang naluri menyerang hewan purba ini begitu adanya, sehingga cara menghindarinya pun sudah diketahui.

Tapi bukankah ada jenis lain yang baru muncul? Giganotosaurus namanya. Dengan ukuran yang lebih besar dari Tyrannosaurus Rex, dinosaurus ini disebut sebagai puncak dari rantai makanan, diistilahkan sebagai Apex Predator.

Patut ditunggu pertarungan mereka di akhir film yang bisa membangunkan kalian dari kondisi nyaris tertidur saat tensi ketegangan terasa lemah di pertengahan film.

Suguhan Efek Visual yang Memukau

Suguhan Efek Visual yang Memukau_

Faktor utama yang membuat kita mau menonton film ini adalah pameran efek visual terkini dalam penggambaran dinosaurus. Untuk bidang ini, kerja keras tim efek visual dari Industrial Light & Magic genap terbayarkan.

Dinosaurus jenis karnivora terlihat ganas meski belum mengeluarkan teriakannya dan yang jenis herbivora tampak lemah lembut butuh kasih sayang.

Usaha mereka ini didukung oleh konsultan sains Steve Brusatte, seorang ahli paleontologi, dalam menggambarkan semua jenis dinosaurus yang baru tampil di film ini.

Selain Giganotosarus, ada lagi jenis dinosaurus yang berbulu, seperti unggas, dan jenis belalang yang merupakan rekayasa genetika baru karya Henry. Semuanya hadir dengan begitu rapi dan detail, baik untuk adegan siang hari juga di malam hari.

Hanya saja ada kesalahan kecil di salah satu adegan pembuka ketika Owen mengejar sekelompok Parasaurolophus di pegunungan bersalju. Saat kamera fokus kepada Owen, terlihat sekali efek visual yang kurang rapi yang tidak sinkron antara pemeran dan latar belakangnya.

Untuk adegan ini, efek visual yang ditampilkan terkesan murahan. Tetapi dengan banyaknya adegan setelahnya dengan tampilan special effect yang lebih rapi dan detail, adegan pembuka ini bisa dilupakan.

Hal ini mungkin terjadi karena proses syuting di Kanada terpaksa dihentikan lebih awal karena merebaknya Covid-19, sehingga sisa syuting dilakukan di Pinewood Studios.

Jurassic World Dominion sebenarnya bisa tampil lebih baik lagi, jika saja bisa menyuguhkan jalinan cerita yang lebih erat dan naskah yang lebih kuat.

Colin Trevorrow juga sepertinya lebih fokus kepada aksi dinosaurus dibandingkan akting para pemerannya, sehingga penutup dari semua kelemahan dalam film ini berada di tangan para dinosaurus.

Sebagai finale, film ini menjadi wajib bagi kita yang sudah mengikuti kisahnya sejak dari trilogi pertama. Jadi jangan tunggu lebih lama untuk menyaksikan aksi dahsyat terakhir dari bangsa dinosaurus ini, ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram