showpoiler-logo

Sinopsis & Review Suzume no Tojimari, Perjalanan untuk Menutup Pintu

Ditulis oleh Mutiara Dwi C.K.
Suzume no Tojimari
4.8
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Suzume no Tojimari atau yang dikenal juga dengan Suzume saja merupakan film terbaru dari Makoto Shinkai. Film ini telah tayang di Jepang pada 11 November 2022 lalu di Jepang, sementara di Indonesia baru tayang perdana pada 8 Maret 2023.

Cerita pada film Makoto Shinkai kali ini akan mengikuti kisah seorang gadis SMA bernama Iwato Suzume. Dia pergi ke beberapa tempat bersama seorang pemuda yang bernama Munakata Souta untuk mencari sebuah pintu.

Seperti apakah perjalanan Suzume dan Souta untuk menemukan pintu tersebut? Ikuti terus ulasan dari Showpoiler berikut ini, ya!

Sinopsis

Suzume no Tojimari_sinopsis_

Cerita berawal ketika Suzume memimpikan dirinya semasa kecil dan mencari ibunya. Kemudian setelah beberapa saat, akhirnya Suzume terbangun dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. 

Dalam perjalanannya, Suzume bertemu dengan seorang pemuda yang menanyakan sebuah tempat yang ditinggalkan. Pemuda itu menyebutkan tengah mencari sebuah pintu di sana. Suzume kemudian menyebutkan sebuah reruntuhan onsen (pemandian air panas) tua yang berada di sekitar gunung.

Merasa penasaran, Suzume pun memutuskan untuk pergi ke reruntuhan onsen tersebut. Di sana Suzume menemukan sebuah pintu tua yang berdiri tegak dan berada di tengah-tengah reruntuhan onsen

Suzume membuka pintu tersebut dan menemukan sebuah dunia yang sangat berbeda. Dia pun mencoba memasuki pintu tersebut, namun tidak pernah berhasil memasuki dunia berbeda itu.

Lalu, secara tidak sengaja dia tersandung sebuah patung kucing yang tiba-tiba berubah menjadi kucing. Merasa ketakutan, Suzume melarikan diri.

Pada jam istirahat, Suzume dan teman sekelasnya sedang memakan bentou (bekal makanan) mereka. Tiba-tiba masuk sebuah peringatan gempa ke handphone mereka dan tak lama, gempa kecil pun terjadi.

Melihat sebuah asap merah yang hanya dilihat oleh dirinya, Suzume bergegas berlari menuju arah asap merah itu. Ujung dari asap merah yang dia lihat ternyata menuju onsen tua yang sebelumnya didatangi.

Sesampainya di onsen tua itu, dia melihat pemuda yang sebelumnya dijumpai tengah berusaha menutup pintu yang menjadi sumber keluarnya asap merah.

Melihat pemuda itu berjuang, Suzume memutuskan untuk membantu. Setelah berusaha beberapa saat, akhirnya pintu itu berhasil ditutup, dikunci dan asap merah itu pun menghilang. Pemuda itu lalu memperkenalkan dirinya sebagai Munakata Souta.

Lebih lanjut, Souta menjelaskan kalau asap merah yang Suzume lihat adalah “cacing” yang bisa menyebabkan bencana, gempa. 

Melihat lengan Souta terluka setelah menyelamatkannya, Suzume memaksa Souta ikut ke rumahnya untuk diobati. Ketika selesai mengobati, Souta menceritakan lebih lanjut mengenai pintu, cacing dan tugasnya untuk menutup pintu tersebut. 

Ketika berbincang-bincang, tiba-tiba ada seekor kucing muncul. Kucing itu tampak kurus dan kelaparan. Suzume kemudian memberikan kucing itu makanan. Lalu tiba-tiba kucing itu berbicara dan mengubah Souta menjadi sebuah kursi anak yang didudukinya.

Merasa marah, Souta pun kemudian mengejar kucing itu. Tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Suzume mengejar Souta dan kucing yang pergi menuju sebuah kapal feri dengan tujuan Ehime.

Orang-orang di sekitar pun terkejut melihat pemandangan kursi yang mengejar kucing. Dan pemandangan itu pun langsung tersebar di dunia maya.

Setelah berhasil ditemukan, kucing itu kembali melarikan diri. Suzume dan Souta yang terjebak di kapal feri yang telah berlayar pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Souta menjelaskan, kalau kucing tersebut pernah menjadi sebuah batu kunci yang bisa mencegah cacing keluar. Tapi ketika kucing itu dilepaskan, maka cacing pun bisa keluar.

Sesampainya di Ehima, karena merasa bersalah, Suzume memutuskan untuk membantu Souta untuk menemukan kucing tersebut. Tak butuh waktu lama, Suzume berhasil menemukan posisi kucing yang kini dikenal dengan “Daijin” melalui media sosial. Tapi dalam perjalanan mencari Daijin, gempa kembali terjadi.

Suzume dan Souta bergegas mencari pintu baru yang kembali terbuka di suatu tempat. Mengikuti arah keluarnya cacing, mereka pun bergegas pergi menuju ke tempat tersebut untuk menutup pintu untuk mencegah terjadinya gempa.

Menceritakan Perjalanan Suzume untuk “Menutup Pintu”

Menceritakan Perjalanan Suzume Untuk “Menutup Pintu”__

Alur cerita Suzume no Tojimari sebenarnya cukup simpel dan mudah ditebak. Meski begitu, premis film ini berhasil membuat saya terhanyut ke dalam ceritanya. Bahkan setelah menonton pun kesan mendalam film ini masih sangat terasa.

Secara garis besar, ini merupakan kisah petualangan Suzume untuk mencari sebuah pintu dan menutupnya. Sebuah petualangan untuk mencegah terjadinya bencana gempa di bumi. Lalu dalam petualangannya itu, Suzume mengalami berbagai peristiwa yang tak terduga. 

Seperti perjalanan dari satu kota ke kota lainnya yang bahkan sangat jauh dari tempat tinggalnya di Miyazaki. Dan dalam perjalanannya, Suzume bertemu dengan banyak orang dari beragam umur dan latar belakang.

Walaupun film ini dikatakan sebagai sebuah film fantasi, tapi ada cukup banyak adegan aksi yang ditampilkan. Tapi bukan aksi pertarungan layaknya animeaksi. Adegan aksi dalam film ini seperti ketika Suzume harus berlari mengejar Souta dan Daijin, lompat dari suatu tempat dan lain sebagainya.

Secara keseluruhan untuk alur ceritanya, dari awal hingga akhir, terasa jelas dan tidak menggantung. Untuk perkembangan karakternya pun diceritakan dengan sangat baik. 

Interaksi Suzume dengan karakter lainnya terlihat sangat nyata dan mengalir. Hingga akhirnya perjalanan Suzume pun berhasil membuatnya tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang lebih dewasa. Oh iya, pada adegan tertentu mengingatkan saya pada dua film Makoto Shinkai sebelumnya.

Seperti ketika memakai seragam dan memakai sebuah tali merah, ini mengingatkan saya pada film Kimi no Na Wa. Sementara ketika adegan seperti air hujan saat Suzume dan Souta berhasil menutup pintu, mengingatkan saya pada film Weathering with You.

Sinematografi yang Tak Perlu Diragukan Lagi

Sinematografi yang Tak Perlu Diragukan Lagi__

Seperti film-film Makoto Shinkai yang lainnya, film ini pun sinematografinya tidak perlu diragukan lagi. Semua visualnya terlihat luar biasa dan hidup. Dan menurut saya, ini merupakan film dengan visual terbaik yang dibuat oleh Makoto Shinkai sejauh ini. 

Berbeda dengan beberapa film sebelumnya yang hanya memperlihatkan di satu wilayah tertentu. Di film ini kamu akan melihat berbagai tempat di Jepang seperti Miyazaki, Ehime, Kobe, Tokyo dan Tohoku. 

Seperti biasa, Makoto Shinkai mendapatkan ide film ini setelah mengelilingi Jepang. Shinkai mengatakan ada banyak tempat terbengkalai di Jepang akibat bencana dan depopulasi di Jepang. Sehingga, tempat-tempat terbengkalai dalam film ini pun memang nyata ada di Jepang.

Gempa dan tsunami yang terjadi pada tahun 2011 di Tōhoku Jepang, menjadi salah satu inspirasi dalam pembuatan film ini. Dan semua dampak akibat dari bencana yang terjadi pun berhasil digambarkan dengan baik oleh Shinkai.

Selain itu, musik dari Radwimps kembali mengiringi karya Makoto Shinkai kali ini. Setelah sebelumnya pernah mengisi soundtrack film Your Name. dan Weathering with You. Kali ini Radwimps pun berhasil membuat Suzume no Tojimari terasa makin hidup. 

Komposer musik ternama Kazuma Jinnouchi pun ikut bergabung dalam projek film ini, bersama Toaka, seorang penyanyi TikTok yang ikut menyumbangkan suaranya di film ini, yaitu pada scene yang sedih. Sehingga sinematografi, visual, alur cerita dan musik bersatu dan menghasilkan karya yang luar biasa.

Highly Recomended Film!

review Suzume no Tojimari_Highly Recomended Film_

Sama seperti film-film Makoto Shinkai yang lainnya, film kali ini pun memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Terutama tentang “menutup pintu”. Dan seperti Makoto Shinkai sebutkan dalam konferensi persnya, memulai sesuatu itu akan lebih mudah dibandingkan dengan menutupnya.

Film ini memperlihatkan sebuah cara untuk mengidentifikasi peluang seseorang mencari sesuatu yang hilang dan menemukan penutupnya yang tepat. Sehingga baru bisa bergerak maju dan benar-benar menemukan tempat baru.

Ketika menonton film ini, kamu akan diajak ke dalam berbagai emosi. Mulai dari adegan komedi, bahagia, sedikit kisah romansa yang manis, hingga adegan sedih bercampur menjadi satu. 

Dan salah satu adegan yang selalu berhasil membuat saya merinding ketika menonton adalah saat Suzume menutup pintu. Sebuah adegan yang memberikan kesan paling mendalam dalam film ini bagi saya. 

Bagi saya, film ini merupakan film terbaik tahun ini. Meskipun sebenarnya film ini ditayangkan pada tahun 2022 di Jepang. Tapi berhubung di Indonesia baru ditayangkan, sehingga ini menjadi film terbaik tahun 2023.

Secara keseluruhan film ini sangat saya rekomendasikan untuk kamu tonton. Mulai dari penggemar karya-karya Makoto Shinkai dan yang lainnya pun wajib menonton film ini. Bahkan saya pun ingin kembali menonton film ini. Jadi, jangan sampai kelewatan untuk menyaksikan film ini di bioskop, ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram