logo web

8 Fakta Menarik tentang Film Jurassic World Dominion (2022)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi

Jurassic World Dominion sudah pasti menjadi salah satu film terlaris di tahun 2022, bahkan kepastian ini sudah bisa dinyatakan sebelum film ini dirilis.

Semua terjadi karena film ini dikabarkan menjadi pemuncak dari rangkaian kisah trilogi Jurassic Park dan dua film Jurassic World sebelumnya. Kembalinya Colin Trevorrow sebagai sutradara tentu adalah salah satu faktor utama dalam perbaikan kualitas film ini.

Film ini masih diproduseri oleh Steven Spielberg, sutradara dua film Jurassic Park, yang sudah pasti berpengaruh pada tone film secara keseluruhan.

Dibalik kesuksesan film ini, ada beberapa fakta menarik di sekitarnya. Mau tahu apa saja fakta itu? Yuk, langsung disimak saja artikel berikut!

Baca juga: Sinopsis & Review Jurassic World Dominion, Penutup Trilogi Kedua

1. Penutup Trilogi Jurassic World

Penutup Trilogi Jurassic World

Kemunculan film Jurassic World di tahun 2015 telah menjadi napas baru bagi franchise Jurassic Park. Seperti yang kita tahu bahwa film Jurassic Park III (2001) tidak tampil sesuai ekspektasi secara kualitas, meski masih menghasilkan pundi-pundi uang yang cukup banyak.

Dengan konsep pembukaan taman Jurassic seperti di film Jurassic Park (1993), sebenarnya film ini hanya mengulang kembali kisah lama dengan teknologi yang baru. Satu hal yang membedakan ialah kehadiran dinosaurus hibrida, Indominus Rex.

Tentu saja, terjadi petaka di dalam taman hiburan ini yang menelan banyak korban jiwa. Dua tokoh utamanya berusaha untuk meredam kerusakan tersebut.

Film keduanya, Jurassic World: Fallen Kingdom (2018), berusaha mengungkit dilema umat manusia tentang keberadaan dinosaurus yang terancam punah.

Selagi suara publik terpecah, dua jagoan kita terlibat dalam penyelamatan banyak dinosaurus yang ternyata hanyalah kamuflase keji seorang berhati jahat.

Dan di akhir cerita, berbagai jenis dinosaurus ini lepas ke alam bebas. Sebagai kisah pamungkas, film ini akan membeberkan secara singkat efek dari bertebarannya dinosaurus di alam bebas pada awal film.

Nyaris semuanya berdampak negatif dan justru mengancam kelangsungan hidup umat manusia. Sudah pasti harus ada usaha untuk mengembalikan stabilitas alam seperti semula, dengan atau tanpa dinosaurus adalah pilihannya. Di film inilah pilihan itu terjawab.

2. Kembalinya Tiga Pemeran Utama Film Jurassic Park

Kembalinya Tiga Pemeran Utama Film Jurassic Park

Jurassic World Dominion ternyata tidak hanya direncanakan sebagai penutup trilogi Jurassic World saja, melainkan juga pemuncak dari keseluruhan franchise.

Buktinya adalah dengan menghadirkan kembali tiga pemeran utamanya trilogi sebelumnya, yaitu Jeff Goldblum, Sam Neill dan Laura Dern. Jeff Goldblum sudah lebih dulu hadir di Jurassic World: Fallen Kingdom meski hanya tampil sekilas saja.

Laura Dern menyatakan ketertarikannya untuk kembali memerankan Dr. Ellie Sattler seiring Jeff Goldblum yang ingin lebih berperan banyak dalam cerita di film ketiga ini.

Sam Neill kemudian berhasil dibujuk untuk kembali memerankan Dr. Alan Grant, membuat tiga pemeran utama film Jurassic Park kembali tampil dalam sebuah film secara bersama.

3. Kental Akan Kesan Nostalgia

Kental Akan Kesan Nostalgia

Menurut penuturan dari sutradara Colin Trevorrow sendiri, Jurassic World Dominion akan memiliki beberapa adegan untuk mengungkit kembali nostalgia dari film Jurassic Park.

Setidaknya terlihat dua adegan yang serupa atau mengulang konsep yang sama yang pernah ditampilkan di film karya Steven Spielberg tersebut.

Adegan dimana Dr. Lewis Dodgson hendak melarikan diri dengan masuk ke dalam hyperloop dan diserang oleh Dilophosaurus sama seperti kejadian yang menimpa Denis Nedry di film Jurassic Park.

Mereka sama-sama membawa embrio dinosaurus dalam kaleng Barbasol palsu. Banyak yang menyebut ini adalah karma bagi Lewis yang menyuap Denis untuk mengambil embrio dinosaurus di Taman Jurassic dahulu.

Lalu ada adegan dimana Ian menakut-nakuti Giganotosaurus dengan obor seperti yang pernah dilakukannya di film Jurassic Park dahulu kepada Tyrannosaurus Rex. Tapi kali ini aksinya berhasil membuat dinosaurus predator itu pergi.

4. Melakukan Syuting di Masa Pandemi Covid-19

Melakukan Syuting di Masa Pandemi Covid-19

Syuting Jurassic World Dominion dimulai di Kanada pada bulan Februari 2020. Kemudian di bulan Maret, seluruh kru memulai syuting di Inggris. Pandemi Covid-19 yang merebak cepat membuat proses syuting dihentikan sementara.

Beberapa minggu kemudian, pihak Universal Pictures membuat keputusan untuk melanjutkan syuting di masa pandemi mulai bulan Juli 2020.

Para pemeran hanya melakukan syuting di studio Pinewood. Sedangkan untuk pengambilan gambar outdoor, dilakukan oleh kru dalam sebuah tim kecil. Universal Pictures menggelontorkan dana sebesar $5 juta untuk pengadaan protokol kesehatan.

Di dalam 100 set syuting yang dibangun di Pinewood, terdapat 150 alat hand sanitizer dan 1.800 tanda peringatan yang dipasang di banyak lokasi.

Alat pengukur suhu tubuh tersedia di setiap pintu masuk lokasi syuting. Masing-masing pemeran diberikan buku setebal 109 halaman tentang tata cara syuting selama masa pandemi.

Seluruh pemeran dan kru ditempatkan di beberapa hotel yang disewa khusus oleh Universal. Protokol kesehatan yang ketat membuat semua yang terlibat dalam produksi ini dikarantina terlebih dahulu selama dua minggu.

Ketika melakukan syuting di Malta pada bulan Agustus 2020, beberapa kru dinyatakan positif covid dan proses syuting dihentikan. Kembali ke Inggris, seluruh kru dari Malta dikarantina selama 14 hari, meski semua dinyatakan negatif.

Akibatnya, Trevorrow menyusun ulang naskah dengan seting lokasi di Malta tersebut. Berikut gagalnya Jake Johnson bergabung sehingga karakternya terpaksa dihilangkan.

Dengan segala kerumitan dan perubahan ini, keseluruhan syuting berhasil diselesaikan di bulan November 2020. Beberapa jeda waktu penghentian dan karantina dimanfaatkan oleh tim efek visual untuk merapikan special effect yang akan ditampilkan.

5. Tidak Ada Dinosaurus Hibrida

Tidak Ada Dinosaurus Hibrida

Jika di dua film sebelumnya, kita diperlihatkan jenis baru dinosaurus hasil rekayasa genetika oleh Dr. Henry Wu. Di Jurassic World ada Indominus Rex dan di Jurassic World: Fallen Kingdom ada Indoraptor. Sedangkan di Jurassic World Dominion, tidak lagi dimunculkan dinosaurus hibrida.

Konsep “back to nature” kembali disuguhkan sesuai dengan semangat yang dibawa di film Jurassic Park dahulu. Tentu saja Tyrannosaurus Rex menjadi ancaman, tapi dia memiliki lawan tangguh pada diri Giganotosaurus. Bisa disaksikan pertarungan seru mereka menjelang akhir film.

6. Kehadiran Perusahaan Biosyn

Kehadiran Perusahaan Biosyn

Mungkin banyak yang bertanya darimana datangnya perusahaan Biosyn ini sehingga bisa dipercaya pemerintah untuk membuat suaka alam bagi dinosaurus.

Sebenarnya nama perusahaan ini sudah disebutkan di novel Jurassic Park sebagai pesaing InGen milik John Hammond. Namun di dalam filmnya tidak disebutkan, hanya menampilkan Lewis Dodgson yang menyuap Denis Nedry.

Dengan tumbangnya Masrani Global Corporation sebagai penerus InGen, tidak ada lagi yang menghalangi Biosyn untuk menangani bangsa dinosaurus.

Pemerintah pun menyetujui dan mengizinkan untuk membuka suaka alam di pedalaman Italia. Dan di akhir film, suaka alam ini tetap dilestarikan membuat dinosaurus bisa hidup di alam bebas.

7. Memaksimalkan Penggunaan Animatronic

Memaksimalkan Penggunaan Animatronic

Konsep nostalgia diterapkan juga di dalam penggunaan efek visual dalam menampilkan dinosaurus. Di dua film sebelumnya, dinosaurus lebih banyak ditampilkan oleh CGI yang digarap Industrial Light & Magic.

Dan untuk film ketiga ini, Trevorrow mengambil langkah untuk memaksimalkan penggunaan animatronic, terutama di banyak adegan yang membutuhkan close-up.

John Nolan sebagai desainer, membuat 18 animatronic dinosaurus utuh dalam berbagai ukuran. Selain itu, dia juga membuat animatronic hanya beberapa bagian tubuh saja sesuai kebutuhan adegan.

Dua ahli paleontologi hadir sebagai konsultan untuk menyempurnakan pergerakan dinosaurus yang ditampilkan.

Satu-satunya jenis dinosaurus yang dihadirkan murni hanya menggunakan animatronic dalam film ini tanpa bantuan CGI adalah Dilophosaurus.

8. Peran Penting Dr. Henry Wu

Peran Penting Dr. Henry Wu

Dr. Henry Wu hanyalah karakter kecil di film Jurassic Park. Tapi sebenarnya, peran Henry sangat besar dalam merekayasa genetika dinosaurus hingga bisa hidup kembali di masa kini.

Setelah InGen runtuh, keahliannya digunakan Masrani untuk membangun Taman Jurassic World. Dia bahkan dipercaya untuk membuat dinosaurus hibrida, Indominus Rex.

Di film keduanya, dibawah pendanaan dari Lockwood, dia membuat Indoraptor yang dirancang dari gen DNA Indominus Rex yang sudah mati digabungkan dengan Velociraptor. Tapi dia merasa tertipu oleh tindakan Eli Mills yang ambisius.

Dan ketika Biosyn mengambil alih pengawasan dinosaurus, Dr. Henry kembali direkrut. Namun jiwanya resah karena merasa yang dilakukannya selama ini adalah kesalahan, terutama menyebar belalang sebagai hama.

Di akhir film, dengan kesuksesannya menggunakan sampel DNA Maisie, Henry berhasil menyeimbangkan kembali rantai makanan. Sebuah akhir yang indah dan menenangkan baginya.

Itulah beberapa fakta menarik yang ada di film Jurassic World Dominion. Menjadi film penutup dari seluruh franchise Jurassic Park dan Jurassic World, film ini layaknya seperti The Avengers, karena menampilkan nyaris seluruh pemeran utama dalam franchise ini.

Tapi apakah kalian percaya film ini adalah akhir dari kehidupan dinosaurus di dunia film? Kita tahu bahwa Tyrannosaurus Rex belum mati di akhir film.

Akankah dia menebar ancaman baru kelak? Daripada terus berspekulasi, sebaiknya tonton saja film ini segera. Akan lebih baik apabila kalian menonton ulang lima film sebelumnya demi kelengkapan cerita. Selamat menyaksikan, ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram