showpoiler-logo

Inilah 7 Fakta Serial The Crown yang Menarik untuk Diketahui

Ditulis oleh Dhany Wahyudi

Sejak dirilis pertama kali di Netflix pada akhir 2016, serial The Crown telah mencuri perhatian penonton juga para kritikus. Ramuan cerita yang memadukan fakta sejarah kerajaan Inggris di masa pemerintahan Ratu Elizabeth II dengan kisah fiktif yang diselipkan di dalamnya begitu nikmat untuk disimak.

Hingga tahun 2022, serial ini sudah memasuki season ke-5 yang tentu saja sangat dinanti oleh para penonton Netflix sedunia.

Rencananya, serial ini akan berakhir di season ke-6 yang proses syutingnya sudah berjalan di tahun 2022. Serial sebesar ini tentunya memiliki beberapa fakta menarik yang harus kita ketahui. Mau tahu fakta apa saja itu? Yuk, langsung simak artikel berikut!

1. Naskahnya Ditulis oleh Peter Morgan

Naskahnya Ditulis oleh Peter Morgan

Dalam sebuah produksi film, peran penulis naskah seringkali terpinggirkan. Padahal, naskah adalah pondasi awal dari sebuah film. Tanpanya tidak akan ada cerita yang memikat hati penonton.

Serial The Crown lahir berdasarkan ide seorang penulis naskah dan dramawan Inggris yang sangat brilian, Peter Morgan.

Bagi yang belum begitu familiar dengan namanya, Peter Morgan adalah penulis naskah untuk film-film drama dengan kualitas cerita yang sangat baik, antara lain Frost/Nixon (2008), The Damned United (2009) dan Rush (2013).

Selain itu, dia juga menulis tiga film yang dijuluki “Blair Trilogy”, karena menceritakan sosok PM Inggris Tony Blair. Ketiga film itu ialah The Deal (2003), The Queen (2006) dan The Special Relationship (2010).

Serial The Crown sendiri adalah pengembangan dari film The Queen yang menitikberatkan kisahnya pada pemerintahan Ratu Elizabeth II sejak awal naik tahta.

Karena prestasinya yang mengharumkan perfilman Inggris, Peter Morgan diberikan anugerah kehormatan Commander of the Order of the British Empire (CBE) dari kerajaan. Selain itu, dia juga mendapat penghargaan British Film Institute Fellowship.

2. Menggelar Kisah Lengkap Pemerintahan Ratu Elizabeth II

Menggelar Kisah Lengkap Pemerintahan Ratu Elizabeth II

Ratu Elizabeth II adalah salah satu kepala negara yang terkenal. Sosoknya sangat disegani oleh para pemimpin negara lainnya, terutama karena kebijaksanaannya dalam memerintah.

Serial The Crown menggelar kisah Ratu Elizabeth II dalam menjalankan pemerintahan sejak awal dia naik tahta hingga di usia senjanya, dan kemungkinan di season terakhir juga akan diceritakan hingga ke akhir hayatnya.

Season perdana memulai kisahnya dari pernikahan Elizabeth dengan Philip di tahun 1947 hingga kekisruhan pertunangan Putri Margaret dengan Kapten Peter Townsend di tahun 1955.

Season ke-2 memaparkan periode antara krisis Suez di tahun 1956 hingga pensiunnya PM Harold Macmillan di tahun 1963 dan kelahiran Pangeran Edward di tahun 1964.

Season ke-3 mengisahkan periode antara tahun 1964 hingga 1977, dimana Harold Wilson menjabat sebagai PM selama dua periode dan memperkenalkan sosok Camilla Shand. Season ke-4 melanjutkan kisah dari tahun 1979 hingga awal 1990an.

Ada beberapa peristiwa penting yang ditunggu para penonton di season ini, yaitu pemerintahan Margaret Thatcher sebagai PM Inggris dan pernikahan Pangeran Charles dengan Putri Diana.

Sementara season ke-5 dan ke-6 yang direncanakan sebagai penutup serial, melanjutkan kisah kisruh pernikahan Pangeran Charles dengan Putri Diana hingga berbagai kejadian setelah wafatnya sang putri.

3. Diperankan oleh Deretan Bintang Terkenal

Diperankan oleh Deretan Bintang Terkenal

Sebagai serial yang menggelar kisah dalam rentang waktu yang panjang, setidaknya melalui tiga zaman, The Crown harus memiliki banyak pemeran di dalamnya.

Dianggap proyek ambisius dengan kesan autentik yang tinggi, serial ini berhasil menggaet aktor dan aktris papan atas Inggris untuk berakting di dalamnya.

Ratu Elizabeth II diperankan oleh Claire Foy, Olivia Colman dan Imelda Staunton. Ketiga aktris ini sudah tidak perlu diragukan lagi kapasitas aktingnya.

Pangeran Philip diperankan oleh Matt Smith, Tobias Menzies dan Jonathan Pryce. Lalu para aktris dengan akting gemilang, yaitu Vanessa Kirby, Helena Bonham Carter dan Lesley Manville, berperan sebagai adik Ratu Elizabeth II, Putri Margaret.

Karakter lain satu generasi di bawahnya juga tidak kalah mentereng. Pangeran Charles diperankan oleh Josh O’Connor dan Dominic West. Putri Diana diperankan oleh Emma Corrin dan Elizabeth Debicki.

Sedangkan Camilla Parker Bowles diperankan oleh Emerald Fennell dan Olivia Williams. Lalu masih ada para pemeran populer lainnya yang membawakan karakter di satu periode saja yang juga tidak kalah berkilau.

Jared Harris berperan sebagai Raja George VI dan John Lithgow sebagai Winston Churcill. Sosok Antony Armstrong-Jones diperankan oleh Matthew Goode dan Ben Daniels. Sedangkan Gillian Anderson dipercaya sebagai Margaret Thatcher, PM Inggris wanita pertama.

4. Para Aktrisnya Pernah Berperan Sebagai Ratu Inggris

Para Aktrisnya Pernah Berperan Sebagai Ratu Inggris

Ada hal yang unik dari para aktris yang berperan sebagai anggota kerajaan di serial The Crown ini. Sebagian besar dari mereka pernah berperan sebagai Ratu Inggris di berbagai film sebelumnya.

Olivia Colman yang berperan sebagai Ratu Elizabeth II pernah memerankan Elizabeth the Queen Mother di film Hyde Park on Hudson (2012) dan Ratu Anne di film The Favourite (2018).

Sedangkan Helena Bonham Carter yang berperan sebagai Putri Margaret, juga pernah menjadi Elizabeth the Queen Mother di film The King’s Speech (2010). Sementara Claire Foy, pemeran Ratu Elizabeth II, juga pernah memerankan Anne Boleyn yang kelak menjadi ratu Inggris juga di serial Wolf Hall.

Karena itulah, para aktris ini sudah terbiasa memainkan karakter anggota kerajaan Inggris sehingga bisa menampilkan sisi elegan para keturunan bangsawan tersebut dengan baik.

5. Salah Satu Serial Termahal

Salah Satu Serial Termahal

Serial The Crown dikenal dengan nuansa kerajaan Inggris yang kental dan kesan autentik yang apik. Di setiap periode dalam pemerintahan Ratu Elizabeth II, setiap adegan disuguhkan dengan tingkat kedetailan yang tinggi.

Salah satunya adalah kostum dan lokasi yang disesuaikan dengan masing-masing zamannya. Tentu saja, semua itu tidak akan bisa diwujudkan dengan biaya yang murah. Pasti dibutuhkan bujet produksi yang cukup besar, apalagi ditambah dengan kehadiran para pemeran terkenal di dalamnya.

Maka tidak heran apabila Netflix menggelontorkan dana sebesar $130-$140 juta untuk setiap season-nya yang langsung membuat The Crown menjadi serial dengan biaya produksi termahal dalam sejarah.

6. Masih Terdapat Fakta Sejarah yang Tidak Akurat

Masih Terdapat Fakta Sejarah yang Tidak Akurat

The Crown memang menggelar kisah pemerintahan Ratu Elizabeth II sesuai kronologis sejarah. Namun ternyata, menurut para ahli sejarah sendiri, masih banyak beberapa bagian yang menampilkan fakta sejarah yang tidak akurat.

Seperti di season perdana, Putri Margaret diceritakan berperan sebagai pengganti ratu ketika Elizabeth II sedang melakukan kunjungan ke luar negeri. Padahal kenyataannya tidak seperti itu dan juga membuat pidatonya di penyambutan duta besar negara lain tidak mungkin terjadi.

Di season ke-2, Duke of Windsor diasingkan dari Inggris setelah membaca Marburg Files. Padahal kenyataannya, Duke of Windsor masih tetap menjalin hubungan dengan keluarganya dan tampil di depan publik.

Di season ke-3, digambarkan bahwa Ratu Elizabeth II dan Presiden Amerika Lyndon B. Johnson menghina John F. Kennedy di acara makan malam. Menurut ahli sejarah, hal ini tidak mungkin terjadi, karena salah satu anggota keluarga Kennedy, John Connally, juga hadir di acara tersebut.

Dan di season ke-4, banyak ahli sejarah menganggap season ini paling banyak menampilkan fakta sejarah yang tidak akurat. Hampir seluruh anggota kerajaan digambarkan memiliki sikap yang buruk, kecuali Putri Diana.

Terdapat juga adegan dimana Margaret Thatcher memohon kepada Ratu Elizabeth II untuk membubarkan parlemen agar dia tetap menjadi PM. Adegan ini dianggap tidak mungkin terjadi. Hal ini sudah dipastikan oleh penulis biografi Margaret Thatcher sendiri, Charles Moore.

Meski banyak fakta sejarah yang tidak akurat, namun hal ini tidak mengurangi intensitas cerita dan keautentikan elemen lainnya. Bahkan dramatisasi kejadian nyata yang ditambahi dengan unsur fiksi ini semakin membuat ceritanya lebih mengikat.

7. Banyak Meraih Penghargaan

Banyak Meraih Penghargaan

Dengan gelontoran bujet produksi yang mewah, serial The Crown membuktikan hasilnya dengan mengedepankan sisi kualitas di segala lini.

Deretan pemeran dengan performa terbaik, desain kostum beragam yang disajikan sesuai dengan zamannya, dan naskah yang kuat dengan kedalaman cerita yang baik hanyalah beberapa diantaranya saja. Sehingga sangat wajar jika serial ini berjaya di berbagai ajang penghargaan pertelevisian.

Di season perdana, The Crown berhasil menang di Golden Globe Awards sebagai Best Television Series (Drama) dan Best Actress (Drama) untuk Claire Foy. Selain itu, John Lithgow juga menang sebagai Outstanding Supporting Actor in a Drama Series di Emmy Awards.

Di season ke-2, Claire Foy menang sebagai Outstanding Lead Actress in a Drama Series dan Stephen Daldry sebagai Outstanding Directing for a Drama Series di ajang Emmy Awards. Sedangkan Vanessa Kirby berhasil keluar sebagai Best Supporting Actress di British Academy Television Awards.

Di season ke-3, giliran Olivia Colman yang menang sebagai Best Actress (Drama) di Golden Globe Awards. Di season ke-4, lebih banyak lagi kemenangan yang diraih The Crown.

Dari Emmy Awards, serial ini menang sebagai Outstanding Drama Series, Outstanding Lead Actor in a Drama Series untuk Josh O’Connor dan Outstanding Lead Actress in a Drama Series untuk Olivia Colman.

Lalu Outstanding Supporting Actor in a Drama Series untuk Tobias Menzies dan Outstanding Supporting Actress in a Drama Series untuk Gillian Anderson. Jessica Hobbs juga keluar sebagai Outstanding Directing for a Drama Series dan Peter Morgan berhasil menang di kategori Outstanding Writing for a Drama Series.

Sementara di Golden Globe Awards, The Crown sekali lagi keluar sebagai pemenang di kategori Best Television Series (Drama), Best Actor (Drama) untuk Josh O’Connor, Best Actress (Drama) untuk Emma Corrin, dan Best Supporting Actress untuk Gillian Anderson.

Itulah 7 fakta menarik yang ada di serial The Crown. Kualitas yang tetap terjaga adalah factor utama kesuksesan serial yang direncanakan akan berakhir di season ke-6 ini.

Bagi kalian penikmat cerita tentang kerajaan Inggris, maka serial ini wajib dimasukkan ke dalam daftar utama tontonan kalian. Luangkan waktu dan pikiran, langsung simak semua episodenya di Netflix sekarang juga!

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram