logo web

10 Fakta Film Thirteen Lives, Kisah Nyata Penyelamatan Terbesar

Ditulis oleh Gerryaldo

Cerita tentang terjebaknya 1 rombongan grup sepak bola sekolah di Thailand itu sukses membuat para sineas dunia berbondong-bondong untuk menuangkannya ke dalam film.

Hasilnya, hingga artikel ini dimuat sudah ada lumayan banyak film yang mengangkat kisah serupa; misalnya saja The Rescue yang dirilis oleh NatGeo, The Cave, The 13 dan Thai Cave Rescue.

Baca Juga: Sinopsis & Review Film Thirteen Lives

Sutradara Ron Howard pun tidak mau ketinggalan untuk membuatkan kisah tersebut ke dalam film besutannya; dan lahirlah film Thirteen Lives ini. Apakah kalian tahu, selama proses film ini dibuat hingga peluncurannya ke publik, ada beberapa fakta menarik yang tersimpan di dalamnya? Penasaran? Simak artikel ini sampai habis ya!

1. Kisah Nyata

Thirteen Lives_Real (Copy)

Seperti yang kita tahu bahwa film Thirteen Lives ini merupakan film dengan cerita yang diambil dari kisah nyata penyelamatan besar 12 anak dan 1 orang pelatih grup sepak bola yang terperangkap di gua yang berada di dalam gunung. Hal itu disebabkan akibat musim hujan yang datang tak terduga antara rentang Juli hingga November.

Misi penyelamatan besar pun akhirnya dilakukan mengingat medan dalam gua yang sangat sulit ditembus dan tim penyelam Thailand yang kewalahan melakukannya hanya dengan beberapa anggota. Akhirnya negara-negara seperti Britania Raya, Tiongkok, Myanmar, Laos, Australia, Amerika Serikat, Rusia, Finlandia, Swedia dan Israel ikut membantu.

2. Jalan Cerita yang Akurat

Thirteen Lives_POV (Copy)

Anak-anak dan sang pelatih terjebak di sebuah ruang gua sepanjang 4 km dari pintu masuk gua Tham Luang. Butuh waktu hampir 7 jam untuk menyelam masuk dan keluar gua sehingga meskipun mereka ditemukan, proses evakuasi tidak berjalan lancar mengingat anak-anak harus menyelam di medan gelap dan sempit.

Hal evakuasi tersebut benar-benar ditampilkan secara akurat oleh sang sutradara dan juga penulis naskah yakni Don Macpherson dan William Nicholson. Cerita aslinya tidak terlalu di dramatisir meski ada beberapa cerita tambahan yang dipakai untuk membuat cerita berjalan lebih baik dan pesan yang akan disampaikan bisa didapat.

3. Adegan Meditasi

Thirteen Lives_Meditation (Copy)

Untuk kalian yang sudah menonton film Thirteen Lives ini, kalian pasti tahu 12 anak yang terdiri dari Titan (11 Tahun), Mig (13 Tahun), Dom (13 Tahun), Pong (13 Tahun), Mark (13 Tahun), Tern (14 Tahun), Bew (14 Tahun), Dul (14 Tahun), Note (15 Tahun), Nick (15 Tahun), Tee (16 Tahun), Night (16-17 Tahun) dan sang pelatih Eak (25 tahun).

Untuk menenangkan mereka semua, Eak yang sedianya adalah orang Buddha, mengajak semua anak didiknya itu bermeditasi untuk mengusir rasa takut yang berasal dari pikiran masing-masing. Ternyata adegan ini merupakan adegan tambahan yang diminta oleh sutradara terhadap penulis naskah.

4. Gelang Keberuntungan

Thirteen Lives_Plot (Copy)

Pada sebuah adegan lainnya, orang tua dari salah satu anak yang terjebak memberikan sebuah gelang merah yang dimaksudkan untuk keberuntungan kepada salah satu penyelam dari Inggris yakni, Richard (Viggo Mortensen). Gelang itu sudah diberkati oleh biksu setempat yang datang untuk mendoakan supaya anak-anak bisa keluar dengan selamat.

Meski itu hanya ada di dalam naskah, ternyata gelang keberuntungan tersebut memang ada loh! Kenyataannya bukan orang tua yang memberikan gelang itu pada penyelam, melainkan para penyelam lah yang memberikan gelang-gelang tersebut kepada anak-anak mengingat mereka akan menyelam dan besar harapan mereka supaya berhasil.

5. Warga Ikut Membantu

Thirteen Lives_People (Copy)

Dalam film, kita bisa melihat bahwa warga sekitar turut membantu proses evakuasi. Mereka berbondong-bondong untuk membuat galian supaya alat pompa air yang dipakai guna menguras air hujan yang masuk ke gua bisa dialirkan ke tempat lain. Saat mereka kehabisan selang, semua membuat selang dadakan menggunakan potongan bambu.

Hal tersebut ternyata benar adanya loh! Warga sekitar yang hampir hilang harapan karena selang tidak sampai di wilayah tanah yang tak menyerap air, lantas memiliki ide untuk memotong bambu dan menyambungkannya dengan selang utama sehingga air tetap mengalir. Mereka bahkan merelakan sawah mereka hancur diterjang air tersebut.

6. Latihan Menyelam

Thirteen Lives_Poster (Copy)

Apakah kalian tahu kalau aktor yang memerankan tokoh Richard dan John yakni Viggo Mortensen dan Colin Farrell benar-benar melakukan latihan menyelam selama berminggu-minggu untuk kebutuhan pengambilan gambar? Tak main-main, mereka dilatih dengan penyelam profesional loh!

Bahkan para tim pembantu dan aktor lainnya yang ada hubungannya dengan menyelam, semua benar-benar dilatih supaya mereka bisa mendalami peran dan bisa menyelam beneran di dalam setting gua yang sempit dan berliku. Berkat hal tersebut semua bisa memerankan perannya masing-masing dengan baik.

7. Setting Gua Tham Luang

Thirteen Lives_Setting (Copy)

Dalam sebuah wawancara yang dilakukan bersama dengan The Hollywood Reporter, sang sutradara yakni Ron Howard mengatakan ia sempat kesulitan untuk mencari setting gua yang kondisinya mirip untuk dijadikan pengambilan gambar, ia tidak bisa juga melakukannya mengingat hal tersebut sangat berbahaya.

Akhirnya Ron Howard dan timnya membuat gua buatan menggunakan 5 tangki besar yang disuap menjadi lorong gua.  5 tangki tersebut dibuat berbeda dengan tangki lainnya untuk pengambilan gambar yang baik dan mumpuni. Ron memastikan setting yang ia buat untuk film Thirteen Lives tersebut benar-benar memenuhi standar keamanan.

8. Anestesi

Thirteen Lives_Anestesi (Copy)

Sesuai dengan cerita yang ada, Ron Howard memperlihatkan bagaimana cara anak-anak dan pelatih yang tidak bisa berenang apalagi menyelam bisa keluar dari gua dengan selamat. Dalam cerita nyata, cara tersebut sempat disembunyikan oleh para petugas keselamatan yang terlibat mengingat hal tersebut punya resiko tinggi.

Anak-anak dan sang pelatih diberikan anestesi supaya mereka tidak sadar bersamaan dengan beberapa cairan yang disuntikan supaya air liur mereka kering agar mereka tidak tersedak. Adegan itu benar-benar terjadi di real life, ketika salah satu dokter yang bergabung dalam penyelaman mencetuskan ide tersebut.

9. Meninggalnya Penyelam

Thirteen Lives_Saman Kunan (Copy)

Salah satu penyelam yang tergabung dalam Thai NAVY SEALS yakni Saman Kunan meninggal dalam misi penyelamatan tersebut. Hal ini pun diceritakan di dalam film. Hal tersebut membuat banyak orang sedih, termasuk ke 12 anak dan 1 pelatih yang jadi misinya. Anak-anak tersebut mengatakan mereka jadi merasa bersalah akan hal itu.

Untuk mengenang Saman Kunan, sebuah patung perunggu dibuat dan diletakan di Wat Rong Khun; sebuah kuil terkenal yang ada di Provinsi Chiang Rai. Patung setinggi 3,2 meter berdiri di atas dasar 2,5 meter dikelilingi oleh 13 babi hutan untuk melambangkan 12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola yang menjadi misi Saman Kunan.

*Catatan: Babi Hutan atau Wild Boar merupakan nama dari grup sepak bola anak-anak itu 

10. Bertemu Para Tokoh Asli

Thirteen Lives_Real Character (Copy)

Untuk mendalami peran mereka di dalam film Thirteen Lives,  Viggo Mortensen dan Colin Farrell mendapat kesempatan untuk bertemu dengan tokoh aslinya yang mereka perankan yakni Richard Stanton dan John Volanthen. Mereka bertemu dan diajarkan tentang apa yang terjadi di gua Tham Luang.

Bahkan Viggo benar-benar ingin ‘menjadi’ Richard selama dalam film; sehingga ia banyak berkomunikasi dengan Richard untuk belajar cara Richard berbicara dan ritmenya, tampilan fisik sampai kata-kata yang sering diucapkan Richard. Melihat hasilnya dalam film, Richard senang sekali dengan akting Viggo yang benar-benar mirip dengannya.

Film yang tayang di bioskop ini juga sudah bisa kalian saksikan dalam beberapa layanan streaming; salah satunya adalah HBO yang sudah menyiarkan film ini bulan Agustus 2022 dan kemungkinan besar diikuti dengan layanan streaming lainnya seperti Netflix atau Disney+. Untuk kalian pecinta film, jangan sampai melewatkannya ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram