logo web

Inilah 10 Film Terbaik Karya Sutradara Taiwan Justin Lin

Ditulis oleh Dhany Wahyudi

Justin Lin yang lahir di Taipei pada 11 Oktober 1971 ini adalah seorang sutradara yang teredukasi dengan baik secara akademis. Dia pernah kuliah di University of California, San Diego selama dua tahun dan menyelesaikan gelar Bachelor of Arts di University of California, Los Angeles.

Di kampus yang sama, dia melanjutkan studinya dan mendapat gelar Master of Fine Arts. Dengan ilmu sinema yang tinggi, Justin Lin membutuhkan pembuktian dengan mengarahkan film pertamanya yang mulai digarap saat dia masih duduk di bangku kuliah.

Baca Juga: 20 Film Anime Action Terbaik yang Sangat Menegangkan

Namun kesuksesan baru menghampirinya ketika dia berhasil membangkitkan kembali franchise Fast & Furious yang hampir pudar. Mau kenal dengan sosok sutradara yang sering menjadikan putranya sebagai cameo di film-filmnya ini? Yuk, langsung simak artikel berikut yang akan memaparkan seluruh film karyanya.

1. Star Trek Beyond

Star Trek Beyond_Poster (Copy)

Eksplorasi angkasa USS Enterprise mencapai wilayah yang belum pernah terjamah. Mereka harus menghadapi musuh yang belum pernah diketahui kekuatannya. Mereka harus bersatu mempertahankan kehormatan Federation di atas permasalahan pribadi antar awak kapalnya.

Justin Lin mendapat kepercayaan J.J. Abrams untuk melanjutkan saga Star Trek setelah dua film sebelumnya sukses besar. Berkat kepiawaiannya mengolah formula blockbuster di franchise Fast & Furious, film ketiga Star Trek versi modern ini tampil dinamis dengan cerita yang memikat dan adegan action spektakuler.

2. Better Luck Tomorrow

Better Luck Tomorrow_Poster (Copy)

Sekelompok remaja keturunan Asia yang berprestasi di sekolahnya merasa bosan dengan kehidupan mereka yang sempurna. Mereka pun mencoba membuat aktivitas menantang yang dianggap sebagai hiburan saja, yaitu melakukan aksi kriminal. Mulai dari membobol rumah kosong hingga berjualan narkoba tanpa menyadari bahaya yang ada.

Justin Lin tampil solo dalam mengarahkan film tentang anak muda keturunan Asia di Amerika Serikat ini. Gaya visualnya yang enerjik, membuat film ini dilirik oleh MTV Films yang membeli hak distribusinya setelah film ini tayang perdana di Sundance Film Festival.

Film ini dibela oleh Roger Ebert yang menanggapi langsung respon negatif dari para penonton yang menganggap Lin menampilkan sisi buruk bangsanya sendiri. Komentar menusuk reviewer terkemuka itu langsung melejitkan popularitas film ini yang kemudian meraih berbagai penghargaan di beberapa festival film internasional.

Dengan jalan cerita yang menggugah pikiran, menempatkan Justin Lin sebagai sutradara potensial dengan masa depan cerah. Majalah Variety sampai memasukkannya ke dalam daftar “Top 10 Directors to Watch” untuk tahun 2002.

3. Fast Five

Fast Five_Poster (Copy)

Dom dan timnya yang berkumpul di Rio de Janeiro merencanakan sebuah pencurian mobil. Namun mereka terjebak dalam perjanjian timpang dengan gembong narkoba Brasil yang membuat mereka harus melakukan pencurian besar lainnya. Aksi mereka mengundang perhatian agen DEA yang ingin menangkap Hernan Reyes, sang gembong narkoba.

Film ini menggeser orientasi ceritanya dari dunia balapan liar ke dunia kriminal secara umum. Hanya menampilkan satu adegan balapan, film ini lebih banyak menghadirkan adegan baku tembak dan aksi menegangkan pemacu adrenalin.

Dianggap sebagai salah satu film terbaik di dalam franchise-nya, film ini tampil dinamis, keras dan spektakuler yang memberikan nyawa baru bagi aksi Dom dan rekan-rekannya.

4. Fast & Furious 6

Fast & Furious 6_Poster (Copy)

Demi menangkap Owen, mantan agen SAS yang kini memimpin sekelompok tentara bayaran, agen Hobbs meminta Dom mengumpulkan kembali timnya.

Mereka membantu misi Hobbs dengan imbalan pengampunan atas aksi kriminal mereka sehingga bisa kembali ke Amerika. Ternyata, Owen menyimpan misteri tentang Letty yang bekerja untuknya.

Melanjutkan keseruan film sebelumnya, adegan action di film ini semakin ditingkatkan. Tidak hanya balapan, mobil keren yang mereka kendarai kini bisa menjatuhkan pesawat dan terbang dari ketinggian. Justin Lin semakin fasih membuat film dengan formula blockbuster dan berhasil meraup penghasilan sebesar $238 juta.

5. F9: The Fast Saga

F9_The Fast Saga_Poster (Copy)

Dom kembali dari masa pensiun dan mengumpulkan kembali anggota timnya untuk menghentikan aksi terorisme yang ternyata dilakukan oleh adik Dom sendiri, Jakob.

Ternyata aksi terorisme ini didanai oleh Otto dan idenya dari Cipher, musuh Dom di film sebelumnya. Tanpa Jakob ketahui, bahwa Otto & Cipher hanya menggunakannya sebagai umpan.

Justin Lin setuju untuk kembali ke franchise yang dibesarkannya setelah absen di dua film. Adegan action semakin dibuat spektakuler, namun cenderung berlebihan sehingga nyaris tidak masuk akal.

Jalinan ceritanya cukup menarik dengan kehadiran anggota keluarga Toretto lainnya yang memicu pertarungan batin Dom ke level tertinggi.

Meski sedikit merugi, namun film ini tetap berjaya di tangga box-office. Dua film sekuelnya akan tetap digarap sebagai penutup franchise.

6. The Fast and the Furious: Tokyo Drift

The Fast and the Furious_Tokyo Drift_Poster (Copy)

Karena memiliki banyak masalah di sekolah, Sean dikirim ke Tokyo untuk tinggal bersama ayahnya yang sedang bertugas disana. Dia berteman dengan Twinkie yang membawanya ke dunia balapan liar.

Merasa memiliki kemampuan balap yang mumpuni, ternyata Sean tidak berdaya dengan keahlian drift para pembalap Jepang. Dengan bantuan Han, Sean menjadi pembalap drift yang handal.

Film action dengan latar belakang balapan liar ini merupakan sekuel lepas dari dua film Fast & Furious sebelumnya. Tidak ada satupun bintang dari dua film sebelumnya muncul di film ini, kecuali Vin Diesel di satu adegan paling akhir, membuat arah ceritanya pun tidak menentu.

Tapi dengan cerdasnya, kisah film ini berhasil disambungkan dengan film-film lainnya di dalam franchise Fast & Furious setelah beberapa film kemudian. Karakter Sean disuntikkan lagi ke dalam alur cerita utama di penghujung film Furious 7 (2015) dan menjadi salah satu karakter utama di F9: The Fast Saga (2021).

Memiliki kekuatan di adegan balapan yang menegangkan sekaligus menghibur, selain naskah yang kurang bertaji, kelemahan lainnya adalah akting para pemerannya yang datar. Performa mereka hanya tertolong dengan berbagai macam mobil modifikasi yang ditampilkan.

7. Finishing The Game

Finishing The Game_Poster (Copy)

Wafatnya Bruce Lee saat syuting film Game of Death mendatangkan masalah dalam produksinya. Demi menyelesaikan 12 menit tersisa, tim casting menyeleksi ratusan aktor untuk menjadi pengganti Bruce Lee di dalam filmnya. Masalah lain pun mulai muncul karena tidak ada yang bisa menyamai sang icon kung fu itu, mendekatinya pun tidak.

Film komedi bergaya mockumentary ini mengembalikan Justin Lin ke ranah perfilman indie. Premis filmnya cukup menjanjikan, namun pemaparan cerita dalam filmnya cenderung membosankan dengan selera humor yang kering. Apalagi terjadi pengulangan terus menerus tentang tipikal aktor keturunan Cina pada era 1970-an di dalam filmnya.

8. Fast & Furious

Fast & Furious_Poster (Copy)

Dom membubarkan timnya untuk menjernihkan keadaan. Namun dia kembali dari persembunyiannya ketika mendapat kabar bahwa Letty tewas dalam kecelakaan.

Penyelidikan Dom membawanya bertemu kembali dengan Brian yang sedang berusaha menangkap gembong narkoba Arturo Braga. Ternyata kematian Letty ada hubungannya dengan Arturo.

Mengembalikan empat pemeran utama dari film pertamanya membuat Fast & Furious membawa semangat baru untuk membangkitkan kembali franchise balapan mobil modifikasi ini.

Adegan action-nya seru dengan keberanian para stuntman dalam menciptakannya. Hanya saja, naskahnya kurang kompeten sehingga para karakternya hadir kurang menarik.

9. Annapolis

Annapolis_Poster (Copy)

Meski sering dicibir oleh ayahnya karena dianggap tidak memiliki masa depan, Jake Huard nyatanya lulus tes masuk Akademi Angkatan Laut Amerika Serikat. Di dalamya, dia ditempa oleh para instruktur yang bersikap keras padanya.

Namun dia tidak pernah menyerah. Jake membuktikan diri bahwa dia mampu untuk menjadi prajurit yang siap membela negaranya.

Film drama dengan latar belakang pelatihan militer ini adalah proyek besar pertama bagi Justin Lin. Diproduksi oleh Touchstone Pictures dengan bujet $26 juta, film ini gagal mencapai ekspektasi dengan hanya mendapat penghasilan sebesar $17 juta saja.

Kelemahan film ini adalah dari jalan ceritanya yang terlalu biasa, meski performa James Franco dan Tyrese Gibson sangat kuat.

10. Shopping for Fangs

Shopping for Fangs_Poster (Copy)

Katherine mendapat panggilan telepon yang menggoda dari seorang pelayan kantin lesbian, Trinh. Sebagai ibu rumah tangga, dia takut hal ini diketahui oleh suaminya.

Sementara itu, Phil merasa dia berubah menjadi werewolf, karena rambutnya tumbuh dengan cepat meski sudah sering dia potong. Mereka berdua mendapati banyak hal mengejutkan ketika terjebak dalam masalah yang semakin dalam.

Film black comedy ini merupakan debut penyutradaraan Justin Lin yang berkolaborasi dengan Quentin Lee. Mereka berdua adalah mahasiswa UCLA pada saat film ini dibuat.

Layaknya film-film indie di era 1990an, film ini memiliki karakter yang unik, editing yang kasar dan pertemuan dua cerita yang awalnya terpisah. John Cho melakukan debut aktingnya di film ini.

Itulah 10 film karya Justin Lin yang kini sudah dianggap sebagai salah satu sutradara papan atas Hollywood berkat film-filmnya yang sukses secara komersial dan beberapa diantaranya memiliki kualitas yang apik.

Kehandalannya dalam mengolah formula blockbuster membuatnya dipercaya banyak produser untuk mengarahkan film-film berbujet raksasa.

Kita tunggu gebrakannya di dua film terakhir Fast & Furious. Semoga menjadi kisah penutup yang sempurna. Sebelum itu, mari kita tonton ulang lagi semua film karyanya yang sudah dibahas di atas, ya! Selamat menonton.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram