logo web

Inilah 10 Film Tentang Guru yang Sangat Menginspirasi

Ditulis oleh Linda
ARTIKEL INI ADA VERSI INGGRISNYA!
Jika meng-update artikel ini, WAJIB tulis link-nya di sheet ini

Guru adalah seorang yang berperan penting dalam memberi bekal ilmu pengetahuan untuk muridnya. Perjuangan seorang guru yang berat dan penuh tantangan tak bisa dianggap mudah. Selain harus menghadapi berbagai karakter siswa yang berbeda, seorang guru juga harus memastikan ilmu yang diberikan bisa dipahami dengan baik oleh muridnya.

Menjadi guru adalah tugas yang mulia. Tak heran bila guru mendapat predikat sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Berkat gurulah kita mendapat ilmu yang mungkin tidak kita dapatkan di rumah. Berikut Showpoiler merangkum beberapa film bertema guru yang wajib ditonton.

1. Precious

Precious

Kehidupan Claireece "Precious" Jones, seorang remaja Afrika-Amerika yang tinggal di Harlem pada akhir 1980-an ini begitu memilukan. Lahir dalam sebuah keluarga miskin, Precious dianiaya secara fisik dan mental oleh ibunya. Bahkan, ia juga diperkosa oleh ayah kandungnya sendiri hingga melahirkan dua orang anak.

Pada saat kehamilan anak keduanya, kepala sekolahnya mengatur agar Precious bisa menempuh pendidikan di sekolah alternatif. Di sekolah tersebut, Precious bertemu dengan Miss Rain, guru yang sangat peduli dan berusaha mengubah kehidupan Precious agar jadi lebih baik.

Dengan pendekatan yang lembut, namun tegas, Miss Rain berhasil membangkitkan keinginan Precious untuk belajar dan berkembang, meskipun dirinya telah melalui berbagai macam kesulitan hidup.

Miss Rain tidak hanya mengajarkan pendidikan akademik, tapi ia juga memberikan pelajaran berharga mengenai kehidupan, harga diri, dan kepercayaan pada diri sendiri.

2. Akeelah and the Bee

Akeelah and the Bee

Seorang gadis kulit hitam bernama Akeelah Anderson memiliki talenta yang luar biasa dalam mengeja. Sayangnya, bakat Akeelah tidak didukung oleh lingkungan dan orang-orang terdekatnya. Beruntung ada Dr. Joshua Larabee, seorang profesor dan mantan juara ejaan, yang melihat potensi dalam diri Akeelah dan bertekad untuk melatih gadis itu.

Dengan bantuan Dr. Larabee, Akeelah mulai berlatih dan mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi ejaan nasional. Dr. Larabee berhasil menjadi seorang guru yang tak hanya membekali Akeelah dengan kepiawaian mengeja, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri Akeelah.

Pada saat kompetisi berlangsung, Akeelah harus berhadapan dengan lawan yang sepadan, Dylan. Anak laki-laki tersebut ternyata sering mendapat tekanan dari ayahnya untuk bisa memenangkan kompetisi ini. Di sinilah batin Akeelah bergejolak, antara tetap konsisten meraih mimpinya atau mengalah kepada Dylan.

3. School of Rock

School of Rock

Film tentang guru tidak harus selalu serius. School of Rock adalah film yang mengisahkan tentang guru dengan sentuhan genre komedi. Jack Black yang dikenal sebagai aktor spesialis film-film komedi dipilih untuk memerankan karakter utama dalam film ini, Dewey Finn.

Dewey Finn adalah seorang musisi yang gagal dan tidak punya pekerjaan tetap. Suatu hari, Finn mendapat tawaran untuk bekerja sebagai guru pengganti di sebuah sekolah. Tanpa berpikir panjang, Finn mengambil pekerjaan tersebut.

Sekolah tempat Finn mengajar adalah sekolah dengan peraturan yang cukup ketat dan murid-muridnya sangat disiplin. Alih-alih mengajar secara konvensional, Finn justru mengajarkan musik kepada murid-muridnya di sana.

Tak disangka, murid-murid Finn memiliki bakat bermusik yang luar biasa. Finn akhirnya membentuk sebuah band beranggotakan para murid tersebut dan mendorong mereka untuk mengikuti kompetisi musik.

Meskipun awalnya memiliki motif yang egois, akhirnya Dewey Finn menjadi guru yang sangat berpengaruh bagi murid-muridnya. Finn menginspirasi mereka untuk percaya pada diri sendiri dan mengejar mimpi masing-masing.

4. Freedom Writers

Freedom Writers

Disutradarai oleh Richard LaGravenese, Freedom Writers mengambil latar di Long Beach, California, setelah kerusuhan rasial tahun 1992. Film ini menceritakan kisah nyata seorang guru baru, Erin Gruwell (Hilary Swank), yang ditugaskan mengajar di kelas yang penuh dengan siswa yang berasal dari latar belakang keras dan bermasalah.

Menyadari bahwa metode pengajaran konvensional tidak efektif, Gruwell mencari cara inovatif untuk bisa ‘terhubung’ dengan siswanya, termasuk mengajak menulis jurnal tentang pengalaman mereka. Melalui usaha dan dedikasi yang luar biasa, Gruwell mampu mengubah perspektif dan kehidupan murid-muridnya.

Erin Gruwell tidak hanya mengajari murid-muridnya pelajaran akademik, tetapi juga tentang nilai-nilai penting seperti toleransi, tenggang rasa, dan pengertian bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk mengubah hidupnya sendiri.

5. Dead Poets Society

Dead Poets Society

Ketika membahas seputar film tentang guru, tentu kita harus memasukkan Dead Poets Society di dalamnya. Film yang disutradarai oleh Peter Weir ini mengambil latar di sebuah sekolah laki-laki konservatif, Welton Academy, pada tahun 1959.

Narasinya berfokus pada John Keating, seorang guru bahasa Inggris baru yang diperankan oleh Robin Williams. Keating membawa metode pengajaran yang non-konvensional dan inspiratif. Ia menantang para siswa untuk keluar dari norma-norma konvensional dan menyadarkan mereka bahwa setiap individu memiliki kebebasan berpikir.

Salah satu cara Keating menginspirasi murid-muridnya adalah melalui pembentukan "Dead Poets Society," sebuah klub rahasia yang mendorong eksplorasi puisi, filosofi, dan ekspresi diri yang bebas.

Film ini tidak hanya menggali tentang bagaimana pendidikan dapat memberikan kebebasan berpikir, tapi juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para guru yang mencoba untuk mendobrak sistem pendidikan yang terlalu kuno dan kaku.

6. To Sir, with Love

To Sir, with Love

Mark Thackeray (Sidney Poitier) adalah seorang insinyur yang menjadi guru di sebuah sekolah menengah di London Timur. Thackeray awalnya kesulitan menghadapi murid-muridnya yang bermasalah dan tidak berminat pada materi pelajaran. Namun, ia memutuskan untuk memperlakukan mereka sebagai orang dewasa.

Sebagai guru, Thackeray mengajarkan keterampilan hidup dan nilai-nilai yang mereka perlukan untuk menjadi anggota masyarakat yang produktif. Dengan metodenya, dia berhasil mengubah perspektif para siswanya tentang pendidikan dan hidup.

7. Lean on Me

Lean on Me

Film Lean on Me dirilis pada tahun 1989 dan disutradarai oleh John G. Avildsen. Morgan Freeman didapuk untuk memerankan karakter utamanya, Joe Clark. Clark adalah kepala sekolah yang dipekerjakan untuk memperbaiki sistem pendidikan Eastside High School di Paterson, New Jersey.

Sudah menjadi rahasia umum jika Eatside High School terkenal dengan siswa-siswanya yang nilai akademiknya buruk, menggunakan narkoba, dan melakukan kekerasan.

Untuk mendisiplinkan murid-muridnya, Clark akhirnya menggunakan metode pengajaran yang keras dan kontroversial, seperti memberikan perintah dengan menggunakan megafon dan memakai tongkat baseball untuk memukul mereka. Bahkan, Clark tidak ragu untuk mengeluarkan 300 siswanya yang terlibat narkoba, kekerasan, dan tidak lulus hingga bertahun-tahun.

Meskipun awalnya ditentang oleh para muridnya, pada akhirnya cara Clark dalam mendidik para siswanya ini membuahkan hasil, tingkat kelulusan di Eatside High School meningkat dan perangai buruk siswa-siswa di sana juga perlahan berubah menjadi lebih baik.

8. Stand and Deliver

Stand and Deliver

Dirilis tahun 1988, film karya sutradara Ramón Menéndez ini diangkat dari kisah nyata Jaime Escalante, seorang guru matematika di sebuah sekolah menengah di Los Angeles Timur.

Escalante bertekad untuk mengubah nasib para siswanya, yang sebagian besar adalah imigran Hispanik dari lingkungan berpenghasilan rendah. Ia mengajarkan kalkulus tingkat tinggi dan mempersiapkan mereka untuk ujian Advanced Placement (AP).

Melalui pendekatan yang unik, Escalante berhasil mendorong siswa-siswanya untuk mengejar kesuksesan akademik meskipun mereka awalnya kurang percaya diri dan ragu.

Stand and Deliver menggambarkan bagaimana seorang guru yang berdedikasi dapat membantu siswa-siswanya memperoleh prestasi dalam bidang pendidikan agar dapat mengubah nasib mereka menjadi lebih baik.

9. To Be and to Have

To Be and to Have

Ini adalah sebuah dokumenter Prancis yang menampilkan kisah mengharukan dari sebuah sekolah dasar kecil di pedesaan Prancis dan guru tunggalnya, Georges Lopez.

Melalui kacamata sutradara Nicolas Philibert, kita dapat melihat betapa eratnya hubungan antara guru dan murid, serta bagaimana sosok guru menjadi tokoh sentral dalam kehidupan anak-anak tersebut.

To Be and to Have memberikan pandangan bahwa koneksi antara guru dan para muridnya bisa menjadi sangat kuat berkat kasih sayang dan kesabaran. Ketika koneksi tersebut semakin solid, akan mudah bagi sang guru untuk memberikan berbagai pelajaran kepada para muridnya, baik itu dalam hal akademis atau nilai-nilai kehidupan.

10. Goodbye, Mr. Chips

Goodbye, Mr. Chips

Old but gold, itulah kalimat yang dapat menggambarkan tentang film jadul yang dirilis pada tahun 1939 ini. Dikisahkan Charles Chipping atau yang akrab disapa Mr. Chips adalah seorang guru yang telah mendedikasikan 50 tahun hidupnya untuk mengajar di sebuah sekolah khusus laki-laki di Inggris.

Pada awalnya, Mr. Chips mengawali kariernya sebagai guru muda yang kaku dan tidak populer. Namun seiring berjalannya waktu, Mr. Chips mengalami transformasi menjadi guru yang sangat disegani dan dicintai dari murid-muridnya.

Perjalanan kehidupan Mr. Chips sebagai guru sangat inspiratif dan mengharukan. Film ini mengungkapkan betapa dalamnya pengaruh seorang guru dapat bertahan dalam ingatan siswa, bahkan setelah mereka dewasa dan meninggalkan lingkungan sekolah.

Film yang memiliki interpretasi dalam mengenai dunia pendidikan ini menjadi film yang wajib untuk ditonton di akhir pekan. Itulah kompilasi film bertema guru yang penuh inspirasi dan menarik untuk ditonton. Mana yang akan kamu tonton terlebih dahulu?

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram