logo web

10 Film Terbaik Dwi Sasono, Drama, Komedi hingga Horor

Ditulis oleh Syuri K.N.

Sebagai salah satu aktor Indonesia yang telah memulai debut akting di tahun 2006, Dwi Sasono telah cukup banyak membintangi berbagai judul film hingga saat ini.

Film-film yang dibintanginya banyak didominasi dengan film genre komedi, namun aktor yang juga merupakan suami dari Widi Mulia ini juga pernah membintangi film-film dengan genre lainnya.

Dari sekian banyak film yang dibintangi oleh Dwi Sasono, berikut sepuluh film terbaiknya yang bisa menjadi rekomendasi tontonanmu!

1. Father & Son

Father & Son dwi sasono

Film drama petualangan Father & Son ini dirilis tahun 2022. Cassandra Lee, Bio One, dan Dwi Sasono menjadi pion utama dalam film ini.

Kisah film ini berpusat pada Iman (Bio One), seorang anak yang tidak memiliki banyak teman di sekolah. Semua ini bukan karena Iman tidak bisa bergaul, tapi dia menghabiskan hari-harinya untuk merawat ayahnya yang memiliki keterbatasan fisik.

Iman pun hanya memiliki sedikit kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. Suatu hari, Pak Rahman (Dwi Sasono), ayah Iman, meninggal dunia karena penyakitnya. Iman pun jadi anak sebatang kara sekarang.

Ketika hendak berkendara menggunakan mobil mendiang ayahnya, Iman melihat sosok sang ayah di dalam mobil tersebut. Anehnya lagi, hantu ayahnya bisa berbicara! Ternyata setelah meninggal, Pak Rahman tidak langsung pergi ke alam baka, tapi tetap ada di sekitar anaknya.

Ada rasa keakraban yang tumbuh antara ayah dan anak itu setelah kematian sang ayah. Bagaikan roh usil, Pak Rahman sering menasehati Iman tentang bagaimana menghadapi para pengganggu di sekolah dan cara menemukan cinta. Kamu bisa menyaksikan film yang heartwarming ini di KlikFilm.

2. Jin & Jun

Jin & Jun
Tahun Rilis 2023
Genre ,
Sutradara
Pemeran Rey Bong Dwi Sasono

Anggy Umbara menjadi sutradara film komedi fantasi berjudul Jin & Jun ini. Judulnya familiar? Ya, benar, film ini merupakan hasil adaptasi dari sinetron televisi Jin & Jun. Rey Bong berperan sebagai Jun, dan Dwi Sasono berperan sebagai Jin dalam film yang dirilis di bioskop di Indonesia pada tanggal 19 April 2023 ini.

Jin, atau yang lebih akrab dipanggil Om Jin, tidak lagi berpakaian seperti jin Timur Tengah. Di versi filmnya, Jin tampil dengan visual ala rocker (yang sangat mirip dengan band Kuburan) yang merupakan perubahan besar dari karakter originalnya. Mungkin MVP Pictures dan Umbara Brothers Film selaku produser ingin membuat image baru untuk Jin.

Tapi, menurut saya, mereka malah merusak karakter yang selama ini telah bersarang di benak penonton sinetronnya. Karakter Om Jin yang gempal dan polos berubah jadi menyeramkan. Padahal pasar film ini tentunya orang-orang yang sudah menonton dan tumbuh bersama sinetronnya. Jadi, elemen nostalgia seharusnya dipertahankan. Hanya karakter Jun yang bisa dibilang mirip dengan versi aslinya.

Karakter Jun (Rey Bong) digambarkan sebagai siswa SMA berprestasi dari keluarga kurang mampu yang sering diganggu oleh teman-teman sekelasnya. Walau selalu dibully, kehidupan sekolah Jun menyenangkan karena dia memiliki dua sahabat setia, Fachri (Clay Gribble) dan Irdan (Alif Rivelino).

Jun diam-diam naksir Sarah (Davina Karamoy), seorang siswi yang famous dan dari keluarga kaya raya. Ketika teman-teman sekolahnya mengurungnya di sebuah bangunan tak berpenghuni, Jun secara tidak sengaja membebaskan jin yang menggunakan visual musisi rock idolanya.

Jin tersebut akan mengabulkan tiga permintaan Jun dan menjadi pendampingnya yang setia. Sang jin ingin dipanggil dengan julukan Om Jin (Dwi Sasono). Awalnya Jun menganggap Om Jin sebagai makhluk mengerikan, tapi seiring waktu mereka jadi dekat bagai sahabat.

3. Mencuri Raden Saleh

Review Mencuri Raden Saleh_Plot Twist yang Tepat Sasaran_

Lukisan asli berjudul "Penangkapan Pangeran Diponegoro" yang dibuat oleh Raden Saleh dapat ditemukan di Istana Kepresidenan. Lukisan ini konon bernilai jumlah uang yang tak terbayangkan. Piko the Forger (Iqbaal Ramadhan) 'dipaksa' mencuri lukisan tersebut setelah aksinya sebagai pemalsu lukisan membawa marabahaya.

Tidak sendiri, eksekusi skema pencurian lukisan Raden Saleh Piko lakukan bersama sahabatnya, Yusuf Hamdan a.k.a Ucup the Hacker (Angga Yunanda) dan pacarnya Sarah the Brute (Aghniny Haque).

Tim semakin penuh dengan ditambahnya teman-teman baru Piko, Fella the Negotiator (Rachel Amanda), Gofar the Handyman (Umay Shahab) dan Tuktuk the Driver (Ari Irham). Setiap orang memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing dalam misi pencurian lukisan.

Piko nekat mencuri lukisan yang dijaga ketat di Istana Kepresidenan itu karena membutuhkan uang untuk membebaskan ayahnya, Budiman Subiakto (Dwi Sasono), dari penjara. Ada plot twist di akhir film tentang karakternya Dwi Sasono. Apakah itu? Tonton saja film Mencuri Raden Saleh, now available on Netflix.

4. Jailangkung: Sandekala

Jailangkung: Sandekala

Dikenal juga dengan judul Jailangkung 3, diceritakan Adrian (Dwi Sasono), Sandra (Titi Kamal), dan anak-anak mereka, Nicky dan Kinan, sedang berlibur. Naas, Kinan menghilang setelah matahari terbenam ketika mereka menginap di sebuah danau wisata.

Keluarga kecil itu mati-matian mencari Kinan (Muzakki Ramdhan) di daerah yang sama sekali asing bagi mereka. Alih-alih Kinan, keluarga itu malah menemukan sebuah boneka jailangkung. Setelah meyakinkan diri untuk memainkan boneka tersebut, Nicky (Syifa Hadju) dibawa ke alam 'mereka' dan menemukan Kinan dengan selamat.

Setelah keluar dari alam tersebut, pintu gerbang antara dunia gaib dan manusia terbuka. Marabahaya supernatural pun mengincar keluarga yang dikepalai oleh Adrian. Akankah mereka selamat, atau harus ada korban yang gugur dalam malapetaka ini?

5. Budi Pekerti

Budi Pekerti

Film tahun 2023 ini memiliki judul internasional Andragogy. Filmnya berpusat pada kehidupan Prani (Sha Ine Febriyanti), seorang konselor bimbingan.

Prani tengah menghadapi serangan balik setelah sebuah pertemuan yang disebarluaskan secara online, yang mengancam profesinya dan keselamatan keluarganya. Ini semua terjadi karena sebuah video yang menunjukkan Prani tengah bertengkar dengan seorang pelanggan di suatu pasar.

Dengan cepat, video itu menjadi viral di media sosial. Prani dan keluarganya menjadi sasaran perundungan karena perilakunya yang dianggap bertentangan dengan sifat seorang guru.

Semenjak itu juga, Prani diawasi oleh semua orang kalau-kalau melakukan kesalahan lainnya. Bahkan, karena video viral itu, Prani harus menghadapi kemungkinan kehilangan pekerjaannya.

Film ini dimeriahkan oleh jajaran aktor dan aktris ternama, seperti Angga Yunanda sebagai Muklas, Prilly Latuconsina sebagai Tita, dan Dwi Sasono sebagai Didit. Penasaran peran Dwi Sasono seperti apa di film ini? Tonton saja Budi Pekerti di bioskop, ya!

6. Mendadak Dangdut

Mendadak Dangdut

Petris (Titi Kamal), seorang penyanyi rock yang karirnya baru saja melejit, selalu menganggap remeh segala sesuatu, termasuk Yulia. Dia adalah manajer sekaligus kakak kandung Petris. Yulia sering ditegur, dimaki-maki, dan dibentak-bentak oleh Petris yang egois.

Suatu hari saat di jalan pulang, pacar Yulia lah yang membawa mobil. Dia tiba-tiba panik saat ada penggeledahan polisi, dan beralasan agar bisa pergi dari mobil. Jadilah hanya Yulia dan Petris yang ada di dalam mobil tersebut. Ternyata Gerry, pacar Yulia yang brengsek itu, membawa kokain di dalam mobil.

Akhirnya Yulia (Kinaryosih) dan Petris terpaksa melarikan diri karena takut dianggap komplotan Gerry. Petris dan Yulia berhasil menghindari kejaran polisi dengan bersembunyi di pemukiman terdekat. Di sana sedang ada panggung dangdut keliling, dan salah satu penyanyinya baru saja meninggalkan panggung.

Petris yang sedang berdiri di dekat panggung diminta Rizal (Dwi Sasono), pemimpin orkes dangdut keliling Senandung Citayam, untuk bernyanyi. Petris yang 'tidak level' menyanyikan lagu dangdut tentu menolak, tapi Yulia pikir bahwa ini adalah kesempatan untuk menutupi jejak mereka dari pihak berwenang.

Petris yang berubah pikiran, setuju untuk mengambil peran sebagai penyanyi dangdut di Senandung Citayam dengan nama panggung Iis. Hari-hari Petris dipenuhi dengan berbagai kegiatan yang berlangsung di rumah Rizal. Sebagai pemilik Senandung Citayam, Rizal melatih vokal Petris agar memiliki cengkok khas dangdut.

Diam-diam Yulia menyukai Rizal karena kepribadiannya yang ramah. Tapi, tak lama setelah itu, Yulia illfeel karena suatu alasan.

Film Mendadak Dangdut ini ikonik banget, loh! Ada dialog yang tidak bisa saya lupakan, yaitu ketika seorang pria mengatakan "Neng, ikut abang dangdutan, yuk!" dan dijawab "Najis, lu!" oleh Petris. Terus, lagu yang dinyanyikan Titi Kamal, Jablai (Jarang Dibelai), juga memorable banget.

Lagu tersebut juga disinyalir sebagai yang mempopulerkan akronim jablai alias jarang dibelai, yang sampai sekarang masih digunakan oleh orang-orang untuk menghina seseorang yang caper pada lawan jenis atau pelakor. Penasaran dengan filmnya? Tonton saja film Mendadak Dangdut sekarang!

7. Dua Garis Biru

Dua Garis Biru dwi sasono

Drama remaja Dua Garis Biru (judul internasional: Two Blue Stripes) ini menceritakan sepasang kekasih di SMA, Bima (Angga Yunanda) dan Dara (Adhisty Zara). Keduanya memiliki latar belakang akademis dan finansial yang berbeda, tapi sangat klop satu sama lain.

Dara ingin belajar di Korea Selatan karena dia menyukai K-Pop. Sementara Bima tidak memiliki cita-cita, untuk saat ini. Suatu ketika saat tengah berduaan di rumah Dara, mereka melakukan hubungan badan hingga Dara hamil. Mengetahui hal itu, Bima menyarankan untuk melakukan aborsi, namun Dara menolak.

Bima tidak memberi tahu hal ini pada siapa pun, termasuk orang tuanya. Di sekolah, ketika jam olahraga, bola basket mengenai kepala Dara yang menyebabkan rasa tidak nyaman di perutnya. Dia refleks berteriak "Bayi kita gimana?" di hadapan semua orang.

Guru meminta orang tua Dara dan Bima untuk datang ke sekolah. Kedua sejoli itu mengakui semuanya, dan Dara langsung dikeluarkan dari sekolah, sementara Bima tidak karena sebagai laki-laki dia setidaknya harus lulus SMA untuk bisa bertanggung jawab pada Dara nantinya.

Ibu Dara, Rika (Lulu Tobing), tidak bisa menerima semua informasi ini bersamaan. Dia pun mengusir Dara agar tidak kembali pulang. Ayah Dara, David Farhadi (Dwi Sasono) tidak bisa menenangkan sang istri. Dara pun dibawa pulang oleh keluarga Bima.

Ketika Dara kembali tinggal di rumahnya, dia mendengar orang tuanya berencana untuk memberikan bayinya kepada bibi dan pamannya. Setelah mendengar kabar tersebut, orang tua Bima menyarankan mereka untuk menikah. Setelah pernikahan mereka, Bima bekerja di restoran milik ayah Dara setiap sepulang sekolah untuk mencari nafkah.

Bima dan Dara belajar, bahwa umur mereka belum cukup untuk melalui ini semua. Mereka akhirnya sadar dari kesalahan, tapi semuanya sudah terlanjur terjadi.

Jujur, pada awalnya saya skeptis dengan film ini karena saya tidak membaca novelnya. Akan tetapi, setelah menontonnya, film ini bukan mempromosikan seks di luar nikah, justru sebaliknya. Dengan kisah yang realistis dan sarat informasi, Dua Garis Biru menjelma sebagai film edukasi yang baik.

8. Mendadak Kaya

Mendadak Kaya dwi sasono_

Setelah merilis film D.O.A.: Cari Jodoh di tahun 2018, rumah produksi yang sama juga kembali merilis film berjudul Mendadak Kaya satu tahun setelahnya.

Film ini merupakan kelanjutan dari film D.O.A.: Cari Jodoh dan masih menceritakan kisah mengenai tiga sahabat, Doyok, Otoy, dan Ali Oncom.

Setelah dipusingkan dengan permasalahan mencari jodoh di film sebelumnya, di film ini ketiga sahabat tersebut mendapat masalah keuangan.

Ali Oncom dikejar oleh debt collector, Otoy terancam bercerai karena tak pernah memberi nafkah, daan Doyok harus mengganti rugi warung kopi yang ia bakar. Suatu hari, mereka tiba-tiba menjadi kaya setelah membawa kabur uang miliaran rupiah.

9. Losmen Melati

Losmen Melati dwi sasono

Tahun 1997 di pinggiran Jawa Tengah, ada sebuah keluarga yang mencari tempat untuk bermalam setelah menyunat anak mereka yang baru lahir. Ada pula sekelompok teman yang mencari tempat untuk menghabiskan malam bersama dalam rangka berlibur. Mereka semua berkumpul di sebuah wisma bernama Losmen Melati.

Segala sesuatunya tidak sama seperti yang terlihat di losmen. Para tamu di tempat penginapan itu dengan cepat menyadari bahwa begitu mereka masuk, mereka tidak akan pernah bisa keluar lagi. Mereka tidak punya pilihan selain menerima takdir ini.

Nyonya Melati, selaku pemilik losmen, memiliki rencana sendiri untuk memastikan bahwa para tamu yang menginap di motelnya tidak meninggalkan lokasi. Di tengah kengerian yang sedang berlangsung, penonton diberi edukasi tentang sejarah Melati yang misterius dan bagaimana keadilan para pengunjung losmen akan diberikan.

Dwi Sasono sebagai Fadil, polisi dari kota besar yang 'dibuang' ke daerah terpencil karena alasan tertentu. Ketika melewati area Losmen Melati, Fadil menyadari ada yang ganjil dari tempat tersebut. Dia yang sepanjang hidupnya skeptis akan hal mistis, dipaksa untuk percaya setelah terperangkap di Losmen Melati bersama yang lainnya.

10. D.O.A Cari Jodoh

cari jodoh_

D.O.A.: Cari Jodoh merupakan film bergenre komedi yang diadaptasi dari cerita komik strip di harian Pos Kota. Judul D.O.A merupakan singkatan dari tiga karakter utama film ini, yaitu Doyok, Otoy, dan Ali Oncom yang diperankan oleh Dwi Sasono.

Ketiga karakter tersebut dikisahkan dalam tiga frame yang berbeda dan tidak pernah bertemu. Doyok, Otoy, dan Ali Oncom merupakan tiga sahabat pengangguran dengan karakter uniknya masing-masing.

Ali Oncom dikenal sebagai playboy yang sudah memiliki pacar, namun ia selalu menggoda wanita lain. Petualangan ketiganya kemudian dimulai saat mereka berniat mencari jodoh untuk Doyok yang tak kunjung memiliki pacar.

Ternyata Dwi Sasono sudah cukup banyak melakoni berbagai peran di banyak judul film yang dibintanginya ya! Adakah film Dwi Sasono yang sudah pernah kamu tonton dan menjadi favoritmu? Coba ceritakan di kolom komentar ya! Kamu juga bisa melihat rekomendasi film Indonesia terbaik lainnya di Showpoiler.com.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram