logo web

13 Film Terbaik Will Poulter, Aktor yang Bertalenta

Ditulis oleh Syuri K.N.

Aktor asal Inggris, William Jack Poulter, menjadi terkenal setelah memerankan Eustace Scrubb dalam The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader (2010). Tapi, bisa dibilang namanya semakin diperhitungkan di industri perfilman setelah berakting dalam film komedi We're the Millers (2013).

Lewat film tersebut, untuk pertama kalinya Will Poulter meraih penghargaan yakni BAFTA Rising Star Award. Setelah itu, Will dihujani proyek film layar lebar yang semakin mengharumkan namanya, seperti drama kriminal Detroit (2017), fiksi ilmiah interaktif Black Mirror: Bandersnatch (2018), horor Midsommar (2019), dan masih banyak lagi.

Ingin mengenal penggemar Arsenal F.C. ini lebih dekat lewat film-filmnya? Showpoiler akan memberi tahumu sepuluh film terbaik yang pernah Will Poulter perankan, berikut di antaranya.

1. The Maze Runner

Maze Runner

"Everything started going wrong the minute you showed up: First Ben, then Alby, and now the girl. Everybody saw she recognized you. And I'm betting you know who she is." — Gally kepada Thomas.

Dialog tersebut masih hafal saya rapalkan, ya, selain karena saya penggemar The Maze Runner, karakter Gally sangat menarik bagi saya. Walau menyebalkan, saya percaya tokoh Gally yang diperankan oleh Will Poulter tidak jahat. Sayang, Gally dibenci oleh sebagian besar Glader (dan juga penonton) karena sifatnya yang arogan.

Padahal Gally adalah Keepers (penjaga Glade), yang berarti dia bertanggung jawab dan memiliki jiwa kepemimpinan. Buat yang belum pernah menonton The Maze Runner pasti bingung, apa itu Glade, apa pula 'maze runner'?

Jadi, di dunia apokaliptik di mana sebagian besar dunia telah hancur, diciptakan lah Glade untuk menguji kemampuan manusia bertahan hidup.

World In Catastrophe: Killzone Experiment Department (Departemen Eksperimen Wilayah Pembunuhan di Dunia yang Mengalami Bencana) atau yang disingkat WCKD, merupakan organisasi yang menjadi sentral dalam plot cerita.

WCKD lah yang bertanggung jawab atas penciptaan labirin dan eksperimen yang melibatkan para remaja yang terjebak di dalamnya. Tujuan WCKD adalah mencari solusi untuk mengatasi penyakit misterius yang mengancam umat manusia.

Labirin itu sendiri adalah bangunan seperti benteng raksasa yang kompleks dan berbahaya. Di dalam labirin dan di luar Glade, ada makhluk-makhluk mengerikan yang disebut Grievers. Tak terhitung berapa Glader yang tewas di tangan monster tersebut. Gally lah yang sering menuliskan nama para Glader yang gugur dalam pencarian jalan keluar dari labirin.

Setiap harinya, para Glader berlari di dalam labirin, mencoba memahami struktur labirin, mencari jalan keluar, dan mengungkap misteri di balik situasi mereka. Dua tahun setelah dimulainya Ujian Labirin, Gally menyaksikan kedatangan seorang lelaki bernama Thomas.

Glader lainnya (dan juga penonton) mungkin keheranan mengapa Thomas (Dylan O'Brien) langsung dimusuhi oleh Gally? Padahal, ada alasan di balik sikap Gally membenci Thomas.

Gally pernah disengat oleh seekor Griever beberapa saat sebelum kedatangan Thomas. Dia selamat, tapi kemudian dia mendapatkan kembali beberapa ingatannya (para Glader tidak mengingat apa pun ketika dikirim ke Glade). Karena hal ini, *spoiler alert* Gally mengingat bahwa Thomas pernah bekerja untuk/dengan WCKD.

2. Guardians of the Galaxy Vol. 3

guardians of the galaxy vol. 3 adam_

Walau Guardians of the Galaxy Vol. 3 merupakan film superhero, tapi berhasil membuat saya menitikkan air mata ketika menontonnya. Film ini merupakan angsuran ketiga sekaligus terakhir dari franchise film GOTG. Diceritakan Star-Lord (Chris Pratt) masih berduka karena kehilangan kekasihnya, Gamora (Zoe Saldana).

Keterpurukan pria bernama asli Peter Quill itu membuat suasana di Knowhere, markas para Guardian, menjadi kurang menyenangkan. Peter tidak bisa dihibur oleh anggotanya: Drax, Nebula, Mantis, Groot, atau pun Rocket. Karena kondisi yang canggung itu, markas Guardian jadi rentan ketika Adam Warlock (Will Poulter) datang menyerang.

Adam merupakan seorang Sovereign yang baru saja 'dilahirkan'. Walau begitu, berbeda dari Sovereign lainnya, Adam jauh lebih kuat dan memiliki super power yang dahsyat. Rocket (Bradley Cooper) mengalami kerusakan parah akibat serangan brutal Adam.

Rupanya Adam tidak hanya menyerang atas dasar Sovereign, tapi ada kaitannya dengan The High Evolutionary (Chukwudi Iwuji). Dan, semua ini berkaitan pula dengan latar belakang Rocket yang mengerikan.

Setelah adegan pasca-kredit di Guardians of the Galaxy Vol. 3, semua orang bertanya-tanya bagaimana MCU akan memperlakukan karakter Adam Warlock?

Will Poulter berhasil menunjukkan Adam yang masih 'anak-anak' dengan ketidakmampuannya mengontrol kekuatannya sendiri, hingga akhirnya Adam menemukan jati dirinya. Saya harap kita masih bisa melihat aksi Will sebagai Adam Warlock di film MCU lainnya walau GOTG sudah tamat, ya!

3. Maze Runner: The Death Cure

the death cure gally_

The Maze Runner memiliki tiga angsuran film, tapi Will Poulter hanya muncul di film pertama dan ketiga saja. Will tidak ada di film kedua karena pada latar tempatnya memang tidak ada karakter Gally.

Dalam The Death Cure, film ketiga The Maze Runner, dijelaskan kalau selama ini Gally ditangkap dan dipenjara di markas WCKD. Hal ini tentu saja tidak diketahui Thomas dan para Glader lainnya, karena mereka memang meninggalkan Gally di akhir film yang pertama.

Selama di penjara, Gally merasa sangat bersalah karena telah membunuh Chuck, meskipun dia berada di bawah kendali WCKD. Gally beberapa kali mencoba melarikan diri, namun selalu dihentikan oleh para penjaga. Hingga suatu ketika, sekelompok mata-mata menyelinap masuk ke dalam fasilitas tersebut dan memberi tahu Gally sesuatu.

Jika dia bertindak 'cukup gila', WCKD akan percaya bahwa dia memiliki Flare (penyakit menular dan mematikan) dan menendangnya keluar. Gally pun melakukannya dan berakhir bergabung dengan mata-mata tersebut, Right Arm.

Gally kemudian menjelaskan pada teman-teman lamanya: Thomas, Newt, Minho, Brenda, dan Jorge, bagaimana dia melarikan diri dan memberitahu bahwa WCKD mengincar mereka. Pada akhirnya, sekali lagi Gally bersatu dengan Thomas dan kawan-kawan untuk melawan WCKD.

4. Black Mirror: Bandersnatch

Black Mirror: Bandersnatch

Pada tahun 1984, buku "Bandersnatch" yang memungkinkan pembaca untuk membuat keputusan yang berdampak pada jalannya cerita, telah mengilhami Stefan Butler (Fionn Whitehead) untuk membuat game komputer berdasarkan buku tersebut.

Untunglah game-nya membuat perusahaan software Tuckersoft tertarik, dan game buatannya akan segera diterbitkan. Anehnya, semakin dia mengerjakan game tersebut, semakin kehidupan nyatanya mulai menyerupai game yang dia buat sendiri, lengkap dengan keputusan-keputusan yang dibuat untuknya yang tidak dapat dia batalkan.

Stefan pun kehilangan akal sehatnya. Sementara Will Poulter memerankan Colin Ritman, pencipta game yang berbakat dan memilih sifat aneh. Sama seperti Stefan, Colin juga terlibat dalam misteri kehidupan mereka yang lama kelamaan berubah jadi seperti game.

Lewat persepsi Colin, kita jadi mengerti kalau setiap game memiliki pesan. Seperti permainan Pac-Man yang ternyata singkatan dari 'Program and Control', game tersebut merupakan metafora. Pac-Man terikat dalam labirin dan sistem. Walaupun dia berhasil menembus salah satu sisi labirin, dia hanya akan kembali dari sisi yang lain.

Jika sebelumnya mungkin kita berpikir Pac-Man adalah permainan yang menyenangkan, bukan, itu game yang menyedihkan. Black Mirror: Bandersnatch mengajarkan kita analogi tersebut lewat karakter yang Will Poulter perankan.

5. Midsommar

Midsommar

Selain The Maze Runner, Will Poulter juga bergabung dengan film beken lainnya, yaitu Midsommar. Walau dia tidak menjadi pemeran utamanya, tapi peran Will sebagai Mark, teman dari protagonis film ini, membuatnya cukup disorot juga.

Kisah film ini berfokus pada Dani Ardor (Florence Pugh) yang mengalami depresi setelah saudarinya membunuh orang tuanya kemudian bunuh diri. Kejadian ini merenggangkan hubungan Dani dengan pacarnya yang tidak peka, Christian Hughes.

Christian sempat ingin berpisah namun mengurungkan niatnya karena merasa bertanggung jawab terhadap Dani. Suatu hari, Dani mengetahui rencana Christian beserta dua temannya Mark dan Josh, untuk pergi ke festival midsommar—tengah musim panas—di dusun Hårga, Hälsingland, Swedia.

Rupanya Christian diundang oleh teman mereka yang berkebangsaan Swedia, Pelle (Vilhelm Blomgren). Christian tertarik karena Pelle mengatakan festival ini hanya diadakan setiap 90 tahun sekali. Christian dan Dani bertengkar karena Christian tidak memberi tahu Dani tentang perjalanannya.

Sebagai permintaan maaf, Christian harus mengajak Dani juga. Mereka berempat pun terbang ke Swedia. Semua tampak indah di Desa Hårga. Tapi, segera setelah itu, dua tetua desa melompat dari tebing untuk bunuh diri. Dan, ketika ada salah satu tetua yang selamat, orang-orang malah memukul tengkoraknya hingga dia tewas.

Upacara ini membuat Dani CS ketakutan, tapi Pelle membujuk mereka untuk tetap tinggal agar bisa menggunakan festival ini sebagai topik tesis mereka. Pada suatu waktu, Mark (Will Poulter) buang air kecil di pohon keramat dan menyinggung perasaan penduduk. Dia pun dibunuh dengan cara dimutilasi oleh warga.

Para penduduk desa memberi tahu Dani bahwa sembilan orang harus dikorbankan untuk membersihkan desa dari kejahatan. Dani, yang diangkat sebagai Ratu Mei oleh penduduk desa, dapat memilih korban kesembilan di antara mereka. Kira-kira siapa yang akan Dani korbankan?

6. The Little Stranger

The Little Stranger

Will Poulter memerankan karakter Roderick 'Roddy' Ayres dalam film The Little Stranger. Film ini merupakan drama-gothic yang diangkat dari novel karya Sarah Waters. Roderick, yang diperankan oleh Will Poulter, adalah seorang veteran militer yang tinggal di sebuah rumah yang runtuh bersama keluarganya.

Selain separuh tubuhnya yang mengalami luka bakar, Roderick juga menyimpan sejumlah rahasia menyeramkan untuk dirinya sendiri. Dengan horor yang mencekam, film ini menyelidiki kompleksitas kelas sosial, trauma, dan hal-hal gaib yang terjadi di era 1940-an.

Berlatar belakang pedesaan Inggris pasca-Perang Dunia II, film ini berfokus pada dr. Faraday (Domhnall Gleeson), seorang dokter desa yang terhormat dengan latar belakang sederhana. Suatu hari, dr. Faraday dipanggil ke Hundreds Hall, rumah besar yang dulunya merupakan rumah bangsawan yang kini telah hancur.

Rumah tersebut dihuni oleh keluarga Ayres, yang terdiri dari Ny. Ayres (Charlotte Rampling) dan anak-anaknya yang sudah dewasa, Caroline (Ruth Wilson) dan Roderick (Will Poulter). Keluarga Ayres, yang dulunya pemilik tanah yang makmur, kini berjuang untuk mempertahankan tanah mereka.

Roderick Ayres adalah seorang veteran perang yang telah terluka secara fisik dan mental. Dia menanggung beban fisik dan emosional dari pengabdiannya, yang membuatnya pincang dan memiliki luka bakar di sekujur tubuhnya. Luka perang Roderick membuat dia bergulat dengan trauma masa lalunya.

Sayang, meskipun penampilan Will Poulter dalam film ini dipuji oleh beberapa kritikus, namun dia tidak mendapatkan nominasi apalagi penghargaan.

7. Detroit

Detroit

Detroit adalah drama kriminal yang menarik latar belakang kerusuhan Detroit pada tahun 1967. Film ini berlatarkan Algiers Motel, saksi bisu ketika ketegangan polisi dan warga Afrika-Amerika memuncak. Sekelompok pemuda dan pemudi Afrika-Amerika melarikan diri dari kerusuhan ke motel tersebut.

Philip Krauss yang diperankan oleh Will Poulter memimpin penggerebekan polisi yang mengerikan di motel tersebut. Malam itu, dia dan pasukan petugas bersenjata memasuki motel dan menginterogasi 12 orang: 2 wanita kulit putih dan 10 pemuda kulit hitam. Philip juga menyiksa dan melecehkan mereka secara seksual.

Seiring berjalannya waktu, keadilan dan kekejaman menjadi tidak jelas sehingga membuat para kaum muda harus bertahan hidup di tengah ketidakadilan. Tiga petugas polisi Detroit dan satu petugas keamanan swasta didakwa melakukan pembunuhan. Juri yang semuanya berkulit putih membebaskan mereka. Lalu, bagaimana dengan nasib lainnya?

Film Detroit mengungkapkan rasisme, penyalahgunaan kekuasaan, dan kekerasan yang membentuk era tersebut. Film ini terutama menyoroti sistem peradilan pidana dan tantangan sosial. Jadi, ya, film ini mengandung cerita yang berat. Jika kamu tidak nyaman dengan tema yang sudah saya sebutkan tadi, silakan pertimbangkan kembali sebelum menontonnya.

8. We're the Millers

We're the Millers

We're the Millers merupakan film komedi yang sangat sukses. Film ini mendapat skor 7/10 dari ‎472.374 suara di IMDb. Diceritakan ada seseorang bernama David Clark (Jason Sudeikis), seorang pengedar ganja tingkat rendah. Karena hasil penjualannya dicuri, bosnya menyuruh David pergi ke Meksiko untuk mengambil kiriman ganja baru.

Karena harus menyeberangi perbatasan negara dengan aman, David berpikir untuk 'merakit' keluarga instan karena jika sebuah keluarga traveling melintasi negara pun, mereka tidak akan dicurigai. Jadi, dia mengajak Rose (Jennifer Aniston), seorang penari strip yang bangkrut, dan dua remaja dari lingkungan sekitar untuk ikut bersamanya.

Dengan menaiki camper van, David, Rose, Casey (Emma Roberts) dan Kenny (Will Poulter) pun berpura-pura sedang liburan keluarga. Kenny Rossmore, tokoh yang diperankan oleh Will Poulter, merupakan seorang remaja yang canggung secara sosial.

Dia setuju bergabung dengan keluarga fiktif ciptaan David untuk menyelundupkan narkoba melintasi perbatasan Meksiko karena menurutnya itu sangat seru. Upaya 'keluarga' ini untuk menyesuaikan diri dan melalui berbagai rintangan memberikan skenario komedi menarik.

Will Poulter menerima pujian dan penghargaan atas penggambarannya tentang remaja yang awkward dan sisi humorisnya selama berakting sebagai Kenny. Walau dirilis pada tahun 2013, We're the Millers masih seru untuk ditonton.

9. War Machine

War Machine (film) will_

Selain menjadi petugas polisi di film Detroit, Will Poulter juga pernah menjadi tentara di film War Machine. Karakternya, Ricky Ortega, adalah seorang tentara pemula. Film ini berpusat pada keterlibatan Amerika dalam Perang Afghanistan dan menampilkan Brad Pitt sebagai versi fiksi dari Jenderal Stanley McChrystal.

Film ini mengikuti Stanley saat dia menjadi komandan umum. Dengan semangatnya, dia mampu mengalahkan orang-orang Inggris. Menambah jumlah pasukan adalah prioritasnya. Dia pun melakukan tur diplomatik ke Eropa untuk meyakinkan para pemimpin agar mengirim tenaga tambahan untuk bergabung dengan pasukan tempurnya.

Salah satu tentara tambahan Stanley adalah Ricky Ortega, yang baru saja ditempatkan di Afghanistan. Ricky mewakili kesulitan dan kerumitan yang dihadapi oleh pasukan Amerika di negara tersebut.

Film satir ini membahas kebodohan dan paradoks latar belakang geopolitik yang lebih besar, serta dinamika politik dan militer dari peperangan. Dengan perpaduan drama dan dark comedy, penampilan Will Poulter dalam film War Machine berkontribusi banyak pada penggambaran keseluruhan film ini.

10. The Revenant

The Revenant

Will Poulter juga pernah tampil dalam film The Revenant, loh! Jim Bridger, seorang pemburu muda yang belum berpengalaman, adalah karakter yang dia mainkan dalam film tersebut.

The Revenant adalah sebuah film survival epik sejarah yang dirilis pada tahun 2015. Kisah ini terjadi di Louisiana Purchase, sebuah perbatasan yang belum ditemukan di awal abad ke-19. Film ini menggambarkan Pegunungan Rocky yang parah dan kehancuran di hulu Sungai Missouri.

Plotnya berpusat pada penjebak bulu dan penjelajah Hugh Glass (Leonardo DiCaprio). Dia terluka parah oleh seekor beruang dan 'ditinggal mati' oleh timnya. Film ini mengisahkan kelangsungan hidup Hugh Glass di hutan yang membeku dan juga keinginan balas dendamnya.

Film ini sukses membawa kita sebagai penonton ikutan tegang menonton kelangsungan hidup Hugh Glass di hutan setelah teman-temannya pergi. Dia bertahan dalam suhu yang sangat dingin, kekurangan gizi, dan suku-suku asli Amerika yang tidak bersahabat.

Karakter yang diperankan Will Poulter, Jim Bridger, adalah anggota tim ekspedisi yang terlibat dalam menyebabkan tragedi Hugh Glass. Film The Revenant terkenal dengan narasinya yang mencekam, sinematografi yang memukau, dan penampilan para pemerannya yang totalitas. Film ini juga diperkuat oleh penampilan Will Poulter sebagai Jim Bridger.

11. The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader

The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader

Ya, kamu tidak salah baca. Will Poulter, pada kenyataannya, pernah tampil sebagai kameo dalam The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader, film ketiga dalam angsuran film Narnia. Dalam film tersebut, Will Poulter yang masih kecil memainkan peran Eustace Clarence Scrubb.

Filmnya sendiri terjadi tiga tahun setelah film sebelumnya. Edmund dan Lucy Pevensie (Georgie Henley), dua anak bungsu keluarga Pevensie, serta sepupu mereka Eustace Scrubb, dibawa kembali ke Narnia. Mereka bergabung dengan raja baru Narnia, Pangeran Caspian, dalam misinya untuk menyelamatkan tujuh penguasa yang hilang.

Mereka juga sekaligus menyelamatkan Narnia dari kejahatan yang mengintai di dark island. Saat mereka melakukan perjalanan ke ujung dunia, tempat di mana Aslan tinggal, setiap karakter diuji dengan berbagai cara.

Eustace merupakan salah satu karakter terpenting dalam film ini. Untuk pertama kalinya dia melakukan perjalanan dengan kapal Dawn Treader ke tanah Narnia. Dia dan dua sepupu Pevensie-nya berlayar dalam ekspedisi berisiko mengarungi samudra untuk menyelamatkan negeri ajaib tersebut.

Penggambaran Will Poulter sebagai Eustace, yang karakter awalnya adalah seorang anak muda yang egois, berkembang menjadi individu yang lebih simpatik dan berani. Evolusi karakter Will Poulter adalah komponen penting dari film Narnia, dan penampilannya dalam film ini dihargai sangat baik oleh para kritikus dan penonton.

Sayang, The Chronicles of Narnia: The Voyage of the Dawn Treader merupakan penutup dari series film Narnia, sehingga kita tidak bisa melihat aksi Will Poulter sebagai Eustace lagi selain di film ini.

12. Kids in Love

Kids in Love

Kids in Love (2016) merupakan film drama asal Inggris yang disutradarai oleh Chris Foggin. Will Poulter berperan sebagai Jack, salah satu protagonis utama dalam film ini.

Narasi film ini berpusat pada sekelompok anak muda yang tinggal di London yang menavigasi kehidupan, cinta, dan perkembangan pribadi mereka. Film ini membahas topik-topik seperti kedewasaan, menemukan jati diri, dan menjadi mandiri.

Kids In Love menata ulang kisah coming-of-age di bawah tanah bohemian di tepi Kota London. Jack (Will Poulter) selalu berpikir bahwa ada yang lebih dari kehidupan saat dia menjalani gap year dengan magang.

Hidupnya benar-benar berubah ketika dia bertemu Evelyn (Alma Jodorowsky) dan teman-temannya, terutama Viola (Cara Delevingne) yang berjiwa bebas. Jack yang awalnya ambis jadi terjebak dalam pesta sepanjang malam di tempat tersembunyi di London.

13. The Score

The Score

Adakah film yang menggabungkan genre kriminal, romansa, dan musikal? Ada, kok, The Score buktinya. Film asal Inggris ini menampilkan perampok kelas teri yang merencanakan pencurian besar. Uniknya, terkadang perasaan para karakter ditunjukkan dengan cara bernyanyi, makanya saya bilang ini film musikal.

Mike (Johnny Flynn) dan Troy berencana untuk bertemu dengan seseorang misterius di kafe di sebuah pedesaan. Mike yang lelah dengan dunia bersikap kasar terhadap Gloria (Naomi Ackie), pelayan di kafe tersebut. Sementara Troy (Will Poulter) yang ceria malah mencoba merayu Gloria. Sisi romantis film ini bisa kita saksikan dari adegan Gloria dan Troy.

Flynn yang sejak awal meragukan kemampuan Troy dalam merampok semakin kesal setelah melihat dia kasmaran dengan Gloria. Padahal dia dan Troy seharusnya melakukan kesepakatan dengan gangster besar di area tersebut.

Dilansir dari The Independent, Will Poulter mengalami disleksia dan masalah koordinasi perkembangan menghambat kinerja akademisnya. Bahkan Will sendiri merasa kalau dia tidak akan pernah berhasil. Barulah semenjak dia mengenal dunia perfilman, semangat hidupnya menanjak.

Akhirnya, walau sempat berhenti sekolah selama satu tahun, Will Poulter belajar drama di Universitas Bristol pada tahun 2012. Jadi, jangan patah semangat, ya!

Kamu bisa mendapatkan inspirasi dari Will yang mengubah kekurangannya menjadi kelebihan di dalam dirinya, yang sekarang membuat dia menjadi aktor muda kelas A di dunia. Apa, nih, karya Will Poulter favoritmu?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram