logo web

Sinopsis & Review Blood & Gold, Pencarian Emas Penuh Darah!

Ditulis oleh Gerryaldo
Blood & Gold
3.6
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Film dengan tema perang dunia kembali hadir menghibur para penonton lewat platform Netflix. Berjudul Blood & Gold, film karya sutradara Peter Thorwarth (dibawah pengawasan rumah produksi Rat Pack Filmproduktion GmBh) ini dibintangi oleh sederet aktor dan artis prominen seperti Robert Maaser, Maria Hacke, dan lainnya

Baca Juga: 20 Film Terbaik yang Menceritakan Tentang Perang Dunia 2

Film ini menceritakan tentang pencarian harta karun berbentuk emas dengan jumlah banyak yang ditinggalkan oleh warga Yahudi sebelum mereka diusir dari desa Sonneberg. Para tentara Nazi yakin kalau gundukan emas tersebut di kubur di satu tempat, naas, sang tokoh utama yang dicari oleh Nazi terjebak di wilayah itu juga.

Sinopsis

Blood & Gold _Poster (Copy)

Tentara sekutu melakukan invasi ke Jerman (Nazi) pada musim semi di tahun 1945 ketika Perang Dunia II selesai. Saat itu, ada seorang veteran Wehrmacht (angkatan bersenjata Nazi) yang dianggap membelot sehingga ia dikejar oleh sekelompok pasukan elit Nazi yang merupakan pengawal Hitler bernama Waffen-SS.

Veteran bernama Heinrich (Robert Maaser) tersebut berhasil ditangkap dan tidak butuh waktu lama untuk menggantungnya di bawah komando von Strangfeld (Alexander Scheer). Begitu mereka meninggalkan Heinrich sekarat tergantung di pohon, diam-diam seorang penduduk lokal, Elsa (Maria Hacke) datang membantu.

Timingnya tepat sehingga Heinrich tidak meninggal, lantas pria tersebut dibawah ke kediaman Elsa untuk dirawat bersama dengan adik Elsa, Paule (Simon Rupp) yang mengalami down syndrome. Di sisi lain, Strangfeld bersama para tentaranya pergi ke desa Sonneberg. Mereka mendengar bahwa ada harta karun disana.

Harta tersebut merupakan emas dengan jumlah banyak yang ditinggalkan di kediaman sebuah keluarga Yahudi saat mereka disepak keluar dari desa. Setibanya di Sonneberg, Strangfeld disambut walikota yang munafik, Richard (Stephan Grossman). Guna melakukan pencarian emas, Strangfeld bersama prajuritnya tinggal disana.

Satu waktu, perbekalan mereka mulai menipis sehingga satu regu tentara Waffen-SS mulai menjarah desa, hingga mereka sampai di kediaman Elsa. Paule yang sebelumnya melihat ada tentara datang segera memberitahu kakaknya sehingga Heinrich bisa sembunyi. Begitu tentara itu sampai, mereka mulai mengambil ternak Elsa.

Elsa yang melihat hal itu segera mendatangi para tentara yang dipimpin oleh sersan Dörlfer (Florian Schmidtke). Naas, Dörlfer malah menyerang Elsa dan hendak memperkosanya. Mereka bahkan menyakiti Paule. Heinrich yang sedari tadi bersembunyi tidak tahan lagi sehingga ia keluar dan menyerang semua tentara.

Sial, Dörlfer berhasil lolos. Mengetahui hal tersebut, Heinrich mengajak Elsa dan Paule untuk melarikan diri. Paule sedih sekali karena ia harus meninggalkan sapi kesayangannya. Saat tiba di hutan dan beristirahat karena hari sudah malam, Paule malah kembali ke kediamannya untuk melihat sapinya membuat Paule tertangkap.

Paule dibawa ke alun-alun desa dan hendak dibunuh setelah Strangfeld tidak puas dengan jawaban walikota Richard yang tidak tahu tentang keberadaan emas di sebuah rumah warga Yahudi. Sayangnya Walikota Richard tidak peduli, Paule dibunuh atau tidak. Saat dibawa ke puncak untuk digantung, Paule melawan.

Paule berhasil melumpuhkan dua prajurit yang akan membunuhnya, di saat yang bersamaan, Heinrich dan Elsa datang menjemput. Sayangnya, Paule tertembak hingga tewas oleh Strangfeld. Darah Elsa mendidih dan segera menyerang Strangfeld, namun ia gagal dan berujung ditangkap dan dibawa pergi.

Para prajurit lain pun mulai mengincar Heinrich, pertarungan sengit terjadi. Pria itu berhasil melumpuhkan beberapa tentara, begitu ia mendapatkan kesempatan untuk menghabisi nyawa Dörlfer, pesawat tempur menembaki mereka sehingga Heinrich gagal mengeksekusi tangan kanan letnan Strangfeld tersebut.

Memanfaatkan kekacauan tersebut, Heinrich melarikan diri dan bersembunyi di kediaman Irmgard (Petra Zeiser), disana ia bertemu dengan Pendeta (Jochen Nickel) yang menjelaskan mengenai tujuan tentara Waffen-SS datang ke Sonneberg. Sang pendeta menjelaskan bahwa mereka mengincar emas, namun emas itu sudah ia ambil.

31 batang emas di selamatkan selama peristiwa Kristallnacht dan disembunyikan di dalam gereja. Heinrich pun mendapatkan ide, ia menyusun rencana untuk menggunakan emas tersebut sebagai umpan, memancing para tentara Waffen-SS dan membebaskan Elsa yang hendak dilamar oleh letnan Strangfeld.

Sebelum Heinrich sampai di penginapan tempat Elsa disekap, wanita itu berhasil membunuh Strangfeld menggunakan racun. Kematiannya dan kedatangan Heinrich ke penginapan memicu pertempuran antara banyak pihak, mulai dari para tentara sampai penduduk desa yang serakah. Apalagi saat kabar emas telah ditemukan.

Dibantu oleh Irmgard, Elsa datang menyelamatkan Heinrich yang ditangkap jadi bulan-bulanan tentara Waffen-SS. Setelah berhasil membabat habis semua prajurit berikut Dörlfer, Elsa dan Heinrich pun meninggalkan desa. Sementara itu, emas-emas yang bertaburan di tengah para mayat tentara Waffen-SS diambil oleh seseorang.

Kumpulan emas itu dibawa oleh seorang simpatisan Nazi yakni Sonya (Jördis Triebel). Begitu terkumpul, ia melarikan diri dari desa, namun saat dalam perjalanan, mobil yang ditumpangi Sonya tidak sengaja menginjak ranjau hingga meledak membuat Sonya terlempar dan sekarat dengan penuh luka bakar.

Sementara itu, para kru tank Sherman Amerika yang melihat kejadian tersebut menghampiri mobil Sonya dan melihat banyak emas. Awalnya, semua kejadian itu hendak dilaporkan pada pimpinan pusat, namun mereka memilih untuk diam dan membawa semua emas itu untuk dibagikan pada tiap tentara yang ada disana.

Sementara itu Heinrich dan Elsa berhasil tiba di kota Hagen. Mereka segera pergi mencari putri Heinrich, Lottchen. Putri Heinrich diurus oleh tetangga dekatnya sementara dirinya mengikuti perang. Tak lama, Heinrich pun berhasil bertemu dengan putrinya. Mereka berpelukan sementara Elsa tersenyum di belakang mereka.

Kisah Sama

Blood & Gold_Premise (Copy)

Sebelum film Blood & Gold ini rilis, sebuah film dengan genre thriller aksi berjudul Sisu sudah lebih dulu muncul. Film karya sutradara Jalmari Helander yang tayang di tahun 2022 ini mengisahkan tentang mantan anggota Komando Finlandia Aatami Korpi (Jorma Tommila) yang berusaha mengamankan hartanya setelah PD II.

Setelah pensiun, Aatami menjadi seorang pencari emas dan mengumpulkannya sebagai harta hidup. Namun semua kekayaannya dicuri oleh regu maut Jerman yang dipimpin oleh perwira brutal. Ini membuat dirinya harus mempertahankan diri untuk mengambil kembali emasnya. Kisah yang terasa sama dengan film ini bukan?

Elsa si Pemberani

Blood & Gold_Elsa (Copy)

Karakter Elsa di dalam film ini memang sudah digambarkan sebagai gadis yang pemberani dan tidak takut apapun. Mungkin hal ini terjadi karena ia sudah terbiasa dengan perang yang terjadi sepanjang hidupnya, sampai membunuh orang tuanya dan tunangannya. Sementara ia harus mengurus adiknya, Paule, yang menderita down syndrome.

Semua hal itu membuat dirinya menjadi kuat. Ia bahkan tidak gentar menghadapi para prajurit Waffen-SS dan Dörlfer yang datang untuk menjarah hewan ternaknya. Ia bahkan berani menyerang prajurit itu kembali saat mereka menculik Heinrich dan datang ke gereja untuk menjarah emas yang mereka cari.

Lumayan Berdarah

Blood & Gold_Gory (Copy)

Jalan cerita film Blood & Gold ini cukup seru, dari awal film dimulai kita sudah disuguhkan banyak cerita mengenai kejahatan tentara Nazi. Semakin masuk ke dalam inti cerita, kita diberikan beberapa adegan yang cukup gory. Seperti saat Elsa menusuk salah satu tentara dengan garpu kebun hingga ‘bocor’.

Lantas saat Paule berhasil mendorong jatuh tentara yang hendak menggantungnya. Tentara itu jatuh tepat muka lebih dulu hingga seluruh bagian kepalanya rusak. Tak sampai di situ, bagian favorit adalah ketika Heinrich menancapkan batang emas ke mulut Dörlfer hingga tewas sembari mengatakan “Kamu mau emas? Makan ini!”.

Untuk kalian yang doyan dengan film yang mengangkat premis komedi gelap, maka film ini juga bisa jadi rekomendasi tontonan kalian akhir pekan. Selama 100 menit, para penonton dibawa dengan pengalaman seru para tokoh protagonis dalam mempertahankan diri mereka. Showpoiler memberi skor 3.6/5 untuk film ini.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram