logo web

Sinopsis & Review Captain Marvel, Superhero Berkekuatan Kosmik

Ditulis oleh Yanyan Andryan
Captain Marvel
3.3
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Captain Marvel merupakan film ke-21 dalam jagat Marvel Cinematic Universe (MCU). Film yang berada di fase ketiga MCU ini meraup pendapatan lebih dari 1 miliar dollar di seluruh dunia.

Aktris Brie Larson lalu membintangi film ini sebagai Carol Danvers alias sosok Captain Marvel, dan juga Samuel L. Jackson yang kembali mengulangi perannya sebagai agen SHIELD, Nick Fury.

Selain mereka, ada deretan pemain ternama yang ikut terlibat seperti Ben Mendelsohn yang memerankan pemimpin bangsa Skrull yang bernama Talos, dan juga Jude Law sebagai Yon-Rogg, komandan pasukan elit Starforce sekaligus mentornya Carol.

Lalu, ada juga Annette Bening sebagai Dr. Wendy Lawson alias Supreme Intelligence, seorang penguasa Kekaisaran Kree.

Captain Marvel kemudian mendapatkan respon yang cukup baik, dan menjadi film terlaris kelima sepanjang tahun 2019. Di Rotten Tomatoes, film ini memiliki tinjauan yang tidak terlalu buruk dengan rating 79% berdasarkan 544 ulasan, dan nilai 6.80/10.

Selain itu, Captain Marvel bakal mendapatkan sekuel keduanya, The Marvels, yang rencananya tayang di tahun 2023 mendatang. 

Sinopsis

captain marvel-1_

Di planet Kree, Komandan Starforce, Yon-Rog, sedang melatih salah satu anggotanya yang bernama Vers agar ia bisa mengontrol kemampuannya yang luar biasa.

Selepas latihan, Vers lalu menemui seorang kecerdasan buatan penguasa Kree yang dikenal dengan nama Supreme Intelligence. Dalam pertemuan itu, dia menasihati Vers supaya dirinya bisa lebih tenang, dan mengendalikan emosinya.

Ketika Starforce menjalankan sebuah misi, Vers secara tidak sadar berada dalam jebakan, dan ia pun berhasil ditangkap oleh komandan bangsa Skrull, Talos.

Saat dia sedang diinterogasi oleh Talos, ingatan masa lalu Vers lalu muncul kembali, dan memperlihatkan sekilas asal usulnya di planet Bumi. Seketika itu juga, Vers mampu melarikan diri, dan pergi menuju bumi secepatnya.

Sesampainya di Bumi, penampilan eksentriknya menarik perhatian warga Kota Los Angeles, Amerika. Dua agen SHIELD, Nick Fury dan Phil Coulson, mencoba untuk menemui Vers, dan melakukan penyelidikan terhadapnya.

Akan tetapi, investigasi keduanya terhalang karena pasukan Skrull mengubah penampilan menjadi manusia untuk menyerang Vers.

Fury kemudian beraksi kejar-kejaran untuk mengikuti Vers, namun ia juga dihadang oleh seorang Skrull yang menyamar menjadi Coulson. Fury selanjutnya mampu membunuh Skrull tersebut, dan juga menemui Vers, yang sekarang telah mengganti penampilannya dengan berpakaian normal seperti orang-orang Bumi.

Atasannya Fury, Keller, lalu mengistruksikannya untuk mengawasi Vers, dan juga bekerjasama dengannya. Keduanya lalu pergi ke sebuah lokasi tempat pengembangan Project Pegasus di pangkalan Angkatan Udara Amerika serikat. Di sana, mereka pergi ke ruangan arsip untuk mencari informasi tentang jatidiri Vers yang sebenarnya.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, keduanya menemukan sebuah dokumen yang berisikan data diri Vers. Dokumen tersebut menuliskan jika Vers adalah seorang pilot yang telah tewas pada tahun 1989 saat ia melakukan uji coba mesin berkecepatan cahaya yang dirancang oleh Dr. Wendy Lawson.

Sebuah tim militer secara tiba-tiba datang ke lokasi mereka berada untuk menangkap keduanya. Fury akhirnya menyadari jika Keller adalah Talos yang sekarang berubah wujuh menyamar sebagai atasannya itu.

Fury serta Vers lalu berhasil melarikan diri menggunakan sebuah pesawat jet sembari membawa kucing milik Lawson yang bernama Goose.

Keduanya kemudian pergi ke kediaman Maria Rambeau, mantan pilot sekaligus teman baik dari Vers. Maria pun mengungkapkan bahwa Vers mempunyai nama asli sebagai Carol Danvers. Ketika ingatan Vers mulai sedikit demi sedikit kembali lagi, Talos tiba-tiba datang ke lokasi tersebut.

Talos lalu menjelaskan bahwa bangsa Skrull adalah korban kejahatan dari kaum Kree, dan mereka saat ini sedang mencari rumah baru. Ia juga mengatakan bahwa Dr. Wendy Lawson sebenarnya adalah Mar-Vell, seorang ilmuwan Kree yang membangkang karena ingin membantu bangsanya.

Selepas mendengar penjelasan itu, Carol akhirnya bisa mendapatkan ingatannya kembali. Carol juga mampu mengingat bahwa Yon-Rogg ternyata membunuh Mar-Vell saat ia akan menghancurkan mesin berkecepatan cahaya tersebut.

Carol lalu menyerap radiasi dari ledakan mesin itu, dan membuatnya memiliki kekuatan kosmik seperti sekarang ini.

Banyak Adegan Action yang Menggemparkan

captain marvel-2_

Captain Marvel sebenarnya mampu tampil menarik perhatian lewat sebuah alur cerita yang penuh dengan suguhan action superhero yang memukau.

Namun pada menit-menit awal, film ini berjalan sedikit membosankan dengan sejumlah dialog yang terkesan kaku. Namun setelah Carol Danvers beraksi di Bumi, ceritanya lebih meningkat, dan jauh lebih seru untuk dinikmati.

Dalam film solo pertamanya ini, Captain Marvel langsung memperlihatkan kekuatannya secara fantastis. Lewat kemampuan kosmik-nya, ia mampu terbang melintasi galaksi, dan menghancurkan pesawat ruang angkasa dengan tangan kosong.

Dia juga bisa menyerap hingga memanipulasi sejumlah energi kosmik, termasuk mengeluarkan energi foton dari tangannya.

Dengan urutan aksi film yang cepat, dan CGI yang sempurna, semua pertarungan Captain Marvel saat menghadapi lawan-lawannya terasa cukup mempesona, dan memiliki daya tarik yang seru. Dari aspek tersebut, film ini rasanya bisa memuaskan dahaga bagi para penggemar Marvel Cinematic Universe.

Selama dua jam lamanya, film ini banyak sekali menyuguhkan pertempuran, penembakan, hingga ledakan yang destruktif.

Di Bumi, kita akan menyaksikan perkelahian Carol saat berhadapan dengan Skrull yang menyamar menjadi seorang nenek di sebuah kereta. Selain itu, Nick Furry pun tak ketinggalan melakukan aksinya dengan melakukan pengejaran terhadap Skrull juga.

Di luar angkasa, pertarungan jauh lebih riuh, dan juga menggemparkan. Carol pun pada akhirnya mampu menguasai kemampuannya secara baik.

Lalu, para bangsa Skrull yang masih selamat kemudian mesti berperang melawan bangsa Kree, yang diwakili oleh pasukan elit Starfoce. Adegan tembak menembak, dan pesawat ruang angkasa yang saling bertempur mendominasi momen ini. 

Performa Karakter yang Apik

captain marvel-3_

Komandan pasukan elit Starforce, Yon-Rogg, yang diperankan oleh Jude Law, berhasil menjadi seorang spesies Kree yang angkuh, dan juga lebih superior dari bangsa Skrull, bahkan manusia.

Dia terancam oleh kehadiran Vers alias Carol yang mempunyai kekuatan kosmik yang luar biasa. Ia mencoba untuk memanipulasinya walaupun pada akhirnya rencananya itu gagal.

Dalam film ini, Yon-Rogg merupakan villain sesungguhnya yang bakal memicu perang galaksi antara Kree dan Skrull. Di sisi lain, pemimpin sekaligus Jenderal dari bangsa Skrull, Talos, tidak digambarkan benar-benar jahat.

Skrull sendiri diceritakan adalah pengungsi yang sedang mencari rumah baru lewat bantuan dari Mar-Vell, ilmuwan Kree yang membangkang untuk menyelamatkan mereka.

Talos, yang diperankan oleh Ben Mendelsohn, tampil cukup mengejutkan dalam film Captain Marvel ini. Dalam cerita originalnya, ia adalah sosok villain yang berbahaya, dan bersama pasukannya ia meniru wujud para Avengers untuk menguasai Bumi hingga membunuh seluruh superhero di planet tersebut.

Meskipun begitu, karakter ini muncul dengan sesuatu yang lebih segar, dan cukup humoris sebagai salah satu sosok villain yang berbahaya di dunia komik Marvel. Sepanjang film ini, Mendelsohn tampil menawan lewat leluconnya yang jenaka, dan membuat Talos nampak lebih ramah, tidak terlihat berbahaya sama sekali.

Sementara itu, performa dan chemistry antara Brie Larson (Carol Danvers), serta Samuel L. Jackson (Nick Fury) terlihat sangat kuat. Fury belum menjadi Direktur SHIELD, dan ia masih menjadi agen lapangan biasa.

Meskipun begitu, ia sudah memahami betul ancaman yang akan datang dari ruang angkasa, dan tidak terkejut ketika Carol datang ke Bumi dengan membawa kekuatan luar biasanya.

Larson sendiri tampil sempurna sebagai Carol, dan ia rasanya cocok untuk memerankan karakter Captain Marvel. Awalnya, Carol cukup angkuh, keras kepala, dan kemudian berakhir dengan menyenangkan.

Selain itu, persahabatannya dengan sosok Maria Rambeau (Lashana Lynch), membuat film ini memiliki momen emosional, dan tidak melulu menampilkan adegan pertarungan yang fantastis saja.

Brie Larson Pantas Memerankan Carol Danvers

captain marvel-4_

Secara keseluruhan, Captain Marvel menjadi salah satu film superhero yang begitu seru, dan juga sangat menyenangkan dalam fase ketiga MCU.

Brie Larson sebagai Carol Danvers kemudian mampu membuat perannya itu cukup melekat pada dirinya. Tidak hanya dalam film solonya ini, ia pun berhasil tampil baik menjadi Captain Marvel ketika muncul di Avengers: Endgame pada tahun 2019 lalu.

Meski banyak yang meragukan Larson, tetapi ia membuktikan secara cukup mengesankan pada film superhero pertamanya ini. Captain Marvel tentunya memiliki masa depan yang cerah di semesta MCU ini.

Lewat sekuelnya nanti, The Marvels (2023), dan juga di projek MCU selanjutnya, keterlibatan Carol rasanya akan lebih vital lagi seperti sosok Steve Rogers, dan bahkan Tony Stark. 

Pada akhirnya, Captain Marvel masih tetap tampil mempesona seperti sejumlah film MCU lainnya. Lewat visual sinematografi yang solid, dan impresif, film ini memiliki kualitas meyakinkan.

Jalan ceritanya sendiri memang padat, dan cepat, namun tidak mengurangi seluruh keseruannya.  Lewat segala kesenangannya itu, Captain Marvel masih tetap seru untuk ditonton berkali-kali. Selamat menonton kembali!

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram