logo web

Sinopsis & Review Film Road to Boston, Dedikasi Sang Pelari

Ditulis oleh Gerryaldo
Road to Boston
4.7
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Untuk kalian yang senang berolahraga, khususnya lari marathon, maka film ini cocok untuk jadi pengingat dan penyemangat kalian untuk terus berlari. Bahkan, bagi kalian yang punya cita-cita menjadi atlet lari, akan sangat termotivasi setelah menyaksikan film ini.

Road to Boston menceritakan kisah dari tokoh nyata bernama Suh Yun Bok, seorang atlet marathon Korea yang mengharumkan nama negaranya.

Lewat bantuan dari mantan atlet, Son Kee Chung, yang kini jadi pelatihnya, Suh Yun Bok berhasil melewati banyak rintangan untuk mengikuti olimpiade di Boston. Kisahnya sangat inspiratif, menumbuhkan rasa cinta negara, dan juga mengharukan. Penasaran dengan kisahnya? Simak ulasannya berikut ini!

Sinopsis

Road to Boston_Poster (Copy)

Son Kee Chung (Ha Jung Woo) merupakan seorang atlet asal Korea Selatan. Ia mengikuti cabang olahraga lari marathon dalam ajang Olimpiade di Berlin tahun 1936 dan berhasil menang. Namun, karena saat itu Korea masih dijajah oleh Jepang, Son Kee diminta untuk menggunakan atribut negara matahari terbit.

Son Kee yang enggan pun melanggar peraturan dengan menutupi bendera Jepang di bajunya menggunakan daun laurel. Alhasil, dia disingkirkan dan nama Son Kee diganti oleh pelari Jepang. Jepang pun membuat Son Kee tidak bisa berlari lagi dalam semua pertandingan. Sejak itu, hidupnya hancur.

Pelanggaran ini pun berefek panjang, karena 10 tahun kemudian, Korea jadi tidak bisa mengikuti ajang Olimpiade London akibat syarat yang berlaku; yakni negara terkait harus setidaknya sudah pernah mengikuti Olimpiade Internasional. Sialnya, di Olimpiade Berlin, meski Korea menang, negara yang terdaftar adalah Jepang.

Rekan Son Kee, Nam Seung Ryong (Bae Seong Woo), yang merupakan bagian dari asosiasi atlet sangat menyayangkan hal itu. Namun kesempatan lain ternyata datang, ajang Olimpiade di Boston yang diadakan setiap setahun sekali di bulan April mulai digelar. Nam Seung riang bukan main dan membujuk Son Kee untuk bertanding.

Awalnya Son Kee tidak mau karena masih ada rasa kesal dengan kejadian 10 tahun lalu. Namun, Nae Seung berhasil meyakinkan Son Kee dengan mengatakan bahwa ajang tersebut merupakan kesempatan besar bagi Korea untuk dikenal di mata dunia sebagai negara merdeka dan mampu mengalahkan negara lain.

Mendengar adanya unsur bela negara, Son Kee pun akhirnya mau dengan catatan ia menjadi pelatih utama. Nam Seung gembira bukan main, ia mulai mengumpulkan banyak kandidat pelari. Salah satunya adalah Suh Yun Bok (Im Si Wan), pelari yang harus mengubur impiannya karena bekerja.

Yun Bok harus menghidupi dirinya dan ibunya yang sedang sakit. Mengetahui situasinya yang serba susah, Nam Seung mencoba membujuk Yun Bok dengan bayaran. Mengetahui bahwa ia akan mendapatkan uang, Nam Seung pun setuju. Ia segera ikut serta dalam pemilihan calon pelari yang akan bertanding mewakili Korea Selatan.

Satu waktu, Son Kee mengetahui bahwa Yun Bok dibayar oleh Nam Seung, yang menyebabkan kemarahannya meluap dan Yun Bok mundur dari pemilihan. Nam Seung pun menjelaskan bahwa alasan dia membayar Yun Bok adalah untuk mengobati Ibunya yang sakit liver di Rumah Sakit.

Son Kee akhirnya melunak dan mengajak kembali Yun Bok bergabung tepat setelah ibu Yun Bok akhirnya meninggal. Yun Bok setuju, ia ingin membuat Ibunya bahagia dengan pencapaiannya.

Namun, begitu masalah Yun Bok selesai, masalah lain muncul. Korea harus menyerahkan deposit sebesar $ 2,000 untuk ikut pertandingan. Hal ini dikarenakan Korea belum diakui sebagai negara merdeka, dan setiap negara yang belum dianggap bisa berdiri sendiri harus mengikuti peraturan itu.

Selain itu, Korea harus mencari sponsor yang akan menampung para atlet selama pertandingan berlangsung. Untungnya dalam keadaan tersebut muncul sebuah harapan.

Rekan dari Nam Seung yang ada di Amerika mengajukan diri untuk jadi sponsor atlet. Para warga juga saling bantu untuk mengumpulkan donasi deposit yang diminta. Impian yang tadinya lenyap kini muncul kembali. Son Kee berangkat sebagai pelatih, sementara Yun Bok dan Nam Seung menjadi peserta marathon.

Sesampainya di Boston dan melakukan registrasi peserta, masalah yang pernah dihadapi oleh Son Kee kembali terulang. Korea tidak bisa menggunakan atribut negaranya sendiri karena Amerika yang menjadi afiliasi mereka. Son Kee murka, ia tidak mau anak didiknya pun mengalami hal serupa dengannya 10 tahun lalu.

Son Kee, Nam Seung, dan Yuk Bon akhirnya memohon kepada sponsor mereka, Baek Nam Hyeon (Kim Sang Ho) untuk bisa negosiasi masalah tersebut. Mereka bertiga bahkan mengadakan jumpa pers dan mengumpulkan para petinggi asosiasi atlet internasional dan berlutut supaya bisa mengenakan atribut negara mereka.

Usaha mereka pun tidak sia-sia, berkat hal itu, semua orang yang ada di ruang konferensi mendukung pilihan ketiganya, meminta pihak asosiasi mengizinkan bendera Korea dan atributnya ada selama di ajang Olimpiade Boston. Kini, Yun Bok dan Nam Seung bisa ikut pertandingan menggunakan atribut negara Korea.

Tanggal 19 April 1947, Olimpiade Boston dimulai. Seluruh cabang olahraga dipertandingkan, termasuk lari marathon. Pelatihan yang diberikan oleh Son Kee dan Nam Seung selama ini benar-benar diingat oleh Yun Bok. Begitu marathon berjalan, Yun Bok dan Nam Seung berlari bersama dengan seluruh peserta.

PR besar mereka adalah mengalahkan atlet lari Yunani, Finlandia dan Amerika yang sudah jadi langganan juara di tiap pertandingan marathon. Perlahan tapi pasti menghadapi banyak rintangan, Yun Bok berhasil berlari dari titik pertama di Hopkinton sampai di titik akhir di Boston City Center dan menjadi juara pertama.

Dengan keberhasilan Yun Bok yang memukau banyak peserta, komentator, dan tamu dari seluruh negeri, kini Korea Selatan pun dianggap sebagai negara merdeka dan diikutsertakan sebagai member Komite Olimpiade Internasional. Sementara itu, Son Kee, Yun Bok, dan Nam Seung jadi pahlawan di negaranya.

Undangan Premiere

Road to Boston_Premiere (Copy)

Kisah dari Son Kee, Nam Seung dan Yun Bok ini bisa kalian saksikan dalam film Road to Boston. Kebetulan di Indonesia sendiri film ini baru saja tayang dan Showpoiler diundang untuk menjadi salah satu peserta yang beruntung untuk menyaksikan gala premiere di bioskop CGV tepatnya di CGV Paskal 23.

Animo penonton yang datang sangat besar. Mungkin sebagian orang akan berpikir bahwa film Korea ini penuh dengan drama yang bikin ngantuk, namun anggapan itu salah besar. Selama 1 jam 53 menit, para penonton dibuat semangat dan terus mendukung karir Yun Bok! Bahkan, satu studio menjerit saking girangnya saat Yun Bok menang di Olimpiade Boston.

Antagonis yang Tobat

Raod to Boston_Im Si Wan (Copy)

Sudah sejak lama Im Si Wan mendapatkan karakter jahat atau antagonis, entah itu sebagai pembunuh, psikopat atau stalker. Ini membuat penampilannya melekat sebagai orang tak berbudi. Namun kalian harus putar semuanya itu begitu menyaksikan film ini! Kita bisa melihat sisi lain dari seorang Im Si Wan.

Merupakan langkah tepat bagi sutradara, Kang Je Gyu, dalam memilih aktor kelahiran tahun 1988 itu. Ternyata Im Si Wan bisa menunjukan akting lainnya yang tidak melulu jadi orang jahat. Ia bisa menjadi sosok yang begitu sayang pada Ibunya, sangat berdedikasi pada yang dilakukannya sebagai seorang atlet. Keren banget!

Kisah Inspiratif

Road to Boston_Plot (Copy)

Plot film Road to Boston dibuat berdasarkan kisah nyata yang plek-ketiplek dengan apa yang terjadi sebenarnya. Ini membuat kita bisa merasakan bagaimana warga Korea mau saling bantu dalam hal apa pun yang menjadi martabat mereka. Apalagi ketika adegan di mana permohonan Son Kee, Nam Seung dan Yun Bok diterima banyak pihak.

Sang sutradara membuat kisahnya jadi mudah dicerna, tidak bertele-tele. Komedi ringan khas film drama Korea pun diselipkan tanpa mengubah vibes ceritanya. Kalian akan dibuat merinding saat Yun Bok berhasil menjadi juara pertama dengan tambahan backsound yang super keren. Wajib banget ditonton deh!

Untuk saya, film Korea satu ini layak mendapatkan banyak penghargaan seperti film-film Korea terbaik lainnya yang berhasil menembus pasar internasional. Upaya mereka untuk memperlihatkan lagi sejarah yang tenggelam patut diapresiasi dan mendapat standing ovation serta dijadikan contoh besar bagi negara lainnya.

Salut sekali untuk Kang Je Gyu yang membawakan kisah bagus dari atlet Son Kee Chung, Nam Seung Ryong dan Suh Yun Bok. Apabila harus kembali menonton film ini, saya akan mengatakan "Ya" karena memang se-bagus dan se-mengharukan itu. Showpoiler memberi skor 4.7/5 untuk film Road to Boston ini. 

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram