logo web

Sinopsis & Review Film Saw X, Teror Sadis Korban Penipuan

Ditulis oleh Gerryaldo
Saw X
4
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Film Saw sudah dikenal oleh para penggemar film sebagai salah satu film gore paling bikin ngilu sepanjang masa. Meski demikian, sampai saat ini, masih banyak penonton yang menunggu permainan mematikan apa lagi yang akan dipersembahkan oleh John Kramer, hingga menjadikan film Saw kali ini sebagai yang kesepuluh dalam serinya.

Kali ini kita akan dibawa pada proses penyembuhan John Kramer yang menderita kanker, namun sialnya, ia malah jadi korban penipuan sekelompok orang. Mengetahui hal ini, lantas, apa yang akan dilakukan tokoh ikonik tersebut? Kira-kira apa nih ide John Kramer untuk ‘menegur’ para pelaku penipuan tersebut? Simak ulasannya dalam artikel ini!

Sinopsis

Saw X_Poster (Copy)

John Kramer (Tobin Bell) didiagnosis menderita penyakit kanker otak yang membuat dirinya mengupayakan banyak cara untuk sembuh, salah satunya melakukan pemeriksaan intensif di rumah sakit. Namun apa yang diharapkan John pupus sudah, sebab pihak rumah sakit mengatakan bahwa harapan hidupnya hanya tinggal hitungan bulan. 

John mulai pasrah, ia menerima takdirnya bahwa cepat atau lambat akan meninggal. John pun segera mempersiapkan semuanya sebelum ia meninggal. Saat menulis surat wasiat, John bertemu dengan salah satu temannya di grup konsultasi kanker, Henry Kessler (Michael Beach), yang menderita kanker pankreas stadium 4.

Empat bulan tak bertemu, pria tersebut kelihatan sudah pulih. John pun menanyakan rahasia kesembuhan Henry. Henry lantas mengatakan bahwa ia mengikuti program dari seorang dokter bernama Dr. Cecilia Pederson (Synnøve Macody Lund). Dokter tersebut melakukan tindakan medis yang digabung dengan ramuan obat rahasia milik keluarganya.

Henry dinyatakan sembuh setelah mengikuti program itu. Mendengar hal tersebut, John kembali punya harapan dan ingin berobat pada Dr. Cecillia. Segera, John pun menghubungi Dr. Cecillia untuk dijadwalkan pengobatan di Meksiko. Sesampainya di Meksiko, John dijemput oleh seorang sopir bernama Diego (Joshua Okamoto) ke tempat Dr. Cecilia. 

Begitu sampai di tempat yang dituju, John disambut oleh Gabriella (Renata Vaca) yang dengan manis mengantarnya ke sebuah kamar sembari menunggu Dr. Cecillia datang. Tak butuh waktu lama, Dr. Cecillia pun datang dan mengajak John untuk melihat-lihat fasilitas medis.

John juga dikenalkan pada staf yang akan menanganinya di meja operasi, ada Dr. Mateo (Octavio Hinojosa) yang bertanggung jawab atas operasi, dan Suster Valentina (Paulette Hernández) yang bertugas mengecek darah serta memonitor rekam medis John. John bahkan bertemu pasien lain yang baru saja dioperasi, Parker Sears (Steven Brand).

Mempercayakan semuanya pada para ahli, John akhirnya dijadwalkan untuk melakukan operasi kanker. Sementara menunggu hari esok, John menikmati suasana di fasilitas medis tersebut sembari berkenalan dengan seorang anak kecil, Carlos (Jorge Brisenō). Dengan cepat, John dan Carlos pun berteman.

Keesokan paginya, dokter pun melakukan tindakan dan John mulai dioperasi. Samar-samar, John masih bisa melihat para dokter yang menanganinya, hingga akhirnya ia pun tertidur. Saat bangun, John sudah ada di tempat lain, Dr. Cecillia lantas menyambutnya senang mengatakan bahwa operasinya berjalan dengan lancar. John tentu senang mendengarnya.

Begitu hendak pulang, John ingin berterima kasih pada Gabriella yang telah baik menjamunya selama di fasilitas medis. Ia pun kembali ke tempat berobat untuk menemui Gabriella. Namun, John kaget bukan main setelah melihat tempat medis itu ternyata hanya tipuan semata. John ditipu! John merasa bodoh dan ingin memberi pelajaran pada para pelaku.

Akhirnya satu per satu para pelaku, mulai dari Diego, Mateo, Valentina, Gabriella dan Cecilia ‘dijemput’ oleh John. Ia kemudian menaruh mereka di gudang tempat John dioperasi dulu. Permainan pun dimulai, Diego berhasil selamat setelah nekat memotong kulit dan daging tangannya untuk melepas bom yang John pasang sebagai hukuman.

Valentina diminta untuk memotong kakinya sendiri dan mengambil sumsum tulangnya sebanyak 85 gram dari tulang paha. Namun ia tak berhasil, Valentina berujung tewas dengan kepala terpenggal karena tidak mampu melaksanakan tugas. Tak berhenti sampai di situ, kini giliran Mateo yang kudu ikut permainan John.

Mateo diminta untuk mengambil sebagian otaknya dan menaruhnya ke dalam sebuah wadah yang mampu menonaktifkan hukuman sebenarnya. Ia harus melakukannya tanpa anestesi. Lagi-lagi gagal, Mateo pun akhirnya tewas, tepat di saat kunci untuk membebaskannya hampir terbuka. John pun melihatnya dengan puas.

Begitu hendak mengeksekusi Gabriella, John kedatangan seorang tamu, ia adalah Parker, pasien yang pernah dioperasi juga oleh Cecilia. Parker mengetahui kalau Cecillia adalah seorang penipu sehingga ingin meminta uangnya kembali. John pun mempersilahkan Parker masuk dan menyaksikan semua penyiksaan yang ia lakukan.

Gabriella diikat dengan tubuh yang menghadap mesin radiasi. Ia harus mematahkan tulang kaki dan tangannya supaya bisa bebas. Untungnya ia berhasil, Gabriella selamat.

Di sisi lain, saat akan dibawa ke rumah sakit oleh asisten John yang bernama Amanda (Shawnee Smith), Parker mengambil alih keadaan. Parker sendiri ternyata adalah kekasih Cecilia. Setelah membebaskan Cecilia, keduanya menaruh John di alat permainannya sendiri.

Sebagai ‘teman’ untuk menemani John, Cecilia memilih Carlos yang tak tahu apa-apa. Ini membuat John dan Amanda memohon supaya Carlos dibebaskan, namun Cecilia tak mau mendengar dan mulai menjalankan permainan John.

John berusaha agar Carlos selamat, namun tak disangka, Carlos juga berusaha supaya teman barunya itu tidak tewas. Di saat Cecilia dan Parker meninggalkan mereka, permainan sebenarnya pun dimulai.

John, Carlos dan Amanda ternyata bisa melepaskan diri. Kini situasi berbalik, Cecilia dan Parker lah yang terjebak. John pun langsung mengaktifkan asap beracun di tempat mereka berada.

Cecilia dan Parker saling berebut untuk bisa bernafas. Cecilia bahkan membunuh Parker supaya bisa selamat, sesuai dengan apa yang diprediksi oleh John.

Begitu permainan usai, John, Carlos dan Amanda pun meninggalkan tempat tersebut. Pada ending-credit, Henry juga dihukum atas ulahnya yang menipu John, menandakan semua pelaku mendapat ganjarannya.

Perang Batin

Saw X_John Kramer (Copy)

Begitu film dimulai, saya dibuat terenyuh dengan keadaan si bapak tua, John Kramer. Masa tuanya harus tersiksa dengan adanya kanker yang menggerogoti otak John. Apalagi begitu mengetahui kalau umur John tidak panjang lagi. Kapan lagi coba melihat karakter John menangis? Pokoknya kita dibuat sedih deh.

Eh, tak selang berapa menit, kita dibuat merinding dengan ulah John yang kembali melakukan aksinya. Para korbannya menjerit kesakitan, namun John menganggap itu semua sebagai pembelajaran. Sadis! Namun di puncak cerita, saya dibuat kembali respek pada John yang mencoba menyelamatkan Carlos. Ternyata John masih punya sisi manusiawi.

Target Pasti

Saw X_Target (Copy)

Tidak seperti pada film-film Saw sebelumnya yang mengambil korban secara acak, mulai dari pengacara yang bisa disuap, penyelingkuh, orang yang tidak menghargai hidup dan lainnya, kali ini John Kramer menargetkan satu kelompok penipu yang berani membohonginya.

Dalam salah satu scene, John mengatakan bahwa ia menargetkan para pelaku bukan sebagai aksi balas dendam, melainkan memberi pelajaran, supaya apabila mereka selamat dari permainan maut John, mereka tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Well, meski kebanyakan pasti tewas secara mengenaskan sih.

Permainan Baru

Saw X_New Game (Copy)

Dari banyak hukuman yang John berikan dalam film Saw kali ini, ada satu hukuman yang menurut saya paling gila (meski akhirnya tidak jadi dilakukan). Hukuman tersebut diberi nama eye vacuum, di mana pelaku diikat di sebuah kursi dan bagian matanya dikunci dengan selang vacuum.

Untuk bebas dari permainan itu, pelaku harus melakukan satu hal. Ia diminta untuk mematahkan kelima jari di tangan kanannya lewat sebuah tombol. Apabila berhasil mematahkan semua jari, maka mesin vacuum itu akan mati. Sebaliknya, apabila pelaku tidak berhasil mematahkan kelima jarinya, maka bola matanya akan tersedot secara paksa oleh mesin vacuum. Mengerikan bukan?

Sebagai catatan, meski film Saw X ini film terbaru namun secara lini masa, kejadian yang ada di dalam film ini merupakan sekuel dari film Saw (2004) dan prekuel Saw II (2005). Film ini mendapat beragam respon dari berbagai kalangan; mulai dari nilai B dari CinemaScore dan skor 4/5 dari Showpoiler. Pecinta gore? Merapatlah!

Kategori:
Tag:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram