logo web

Sinopsis & Review The Souvenir, Pergulatan Sineas Muda

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
The Souvenir
4
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Seorang mahasiswi di sekolah film berusaha menjembatani idealismenya dan keseharian hidupnya yang jauh dari kesempurnaan finansial. Semua menjadi semakin rumit dengan hubungan romantisnya bersama seorang staf pemerintahan muda yang mengacak-acak emosi hatinya.

The Souvenir adalah film drama produksi Inggris yang dirilis oleh A24 pada 17 Mei 2019. Merupakan kisah semi-autobiography sutradara Joanna Hogg saat dirinya masih berada di sekolah perfilman, film ini tayang perdana di Sundance Film Festival pada 27 Januari 2019 dimana Hogg meraih World Cinema Dramatic Grand Jury Prize dan film ini juga mendapat respon positif dari penonton disana.

Biasanya, film independen yang tayang di Sundance Film Festival memiliki kisah yang unik dan tak biasa dengan pendekatan penuh keintiman. Apakah film ini memiliki elemen yang sama? Simak review kami sebelum menontonnya di Netflix.

Sinopsis

the-souvenir-1_
  • Tahun: 2019
  • Genre: Drama, Romance, Mystery
  • Produksi: BBC Films, BFI Film Fund, JWH Films, Protagonist Pictures
  • Sutradara: Joanna Hogg
  • Pemeran: Honor Swinton Byrne, Tom Burke, Tilda Swinton

Julie adalah seorang mahasiswi di sebuah sekolah film yang berniat ingin membuat film tentang kisah fiktif dengan setting di Sunderland. Idenya ini sempat memunculkan perdebatan dengan dosen-dosennya yang mengarahkan Julie supaya lebih menampilkan cerita yang dikuasainya berdasarkan pengalaman pribadi dan meminimalisir cerita fiktif disekitarnya.

Julie berbagi apartemen dengan teman sekelasnya yang suka membawa kekasihnya menginap. Julie baru berkenalan dengan seorang pria bernama Anthony yang bekerja di kantor kementerian luar negeri dan berhasil membuatnya terkesan dengan mengirimkan sebuah kartu pos dengan gambar lukisan berjudul The Souvenir yang kemudian Anthony membawa Julie melihatnya secara langsung di sebuah galeri.

Ketika teman sekamar Julie pindah, Anthony meminta izin untuk tinggal disana untuk sementara. Setiap kali hendak pergi ke kantor, Anthony suka meminta uang receh kepada Julie. Sebenarnya Julie juga sedang mengalami kesulitan finansial, bahkan dia sudah berkali-kali meminjam uang kepada ibunya yang sudah tua dengan alasan untuk membeli peralatan bagi kuliahnya.

Anthony pergi ke Paris selama beberapa hari dan pulang membawa hadiah untuk Julie berupa lingerie. Saat mengobrol, Julie melihat ada bekas luka di lengan Anthony yang dijawabnya bahwa itu hanya luka biasa saja. Semakin hari Anthony sering meminta uang kepada Julie, bahkan untuk membayar makannya juga yang semakin membuat keuangan Julie menipis.

Suatu hari, Anthony mengajak Julie untuk makan malam di restoran bersama dengan teman Anthony yang berprofesi sebagai pekerja film. Ketika Anthony pergi ke toilet, teman Anthony berkata jika Anthony adalah seorang pecandu narkoba, tapi Julie tidak percaya dengan ucapan orang yang baru dikenalnya itu.

Anthony mengajak Julie untuk ke Venice suatu hari nanti. Anthony kemudian bercerita bahwa dia pernah ke Venice tiga kali bersama tiga wanita yang berbeda. Namun, salah satunya memilih bunuh diri disana. Suatu malam, sepulang kuliah, Julie menemukan apartemennya dibobol dan diacak-acak. Dia tidak menemukan perhiasannya yang menurut Anthony mungkin dicuri sang pembobol apartemen.

Saat liburan mereka di Venice, Anthony mengaku jika dia adalah orang yang mencuri perhiasan Julie yang membuatnya marah. Tapi Anthony kemudian memberikan alasan bahwa itu dia lakukan untuk menutupi biaya di pekerjaannya. Suatu hari, Julie menyaksikan Anthony di bawah pengaruh narkoba saat bangun dari tidur.

Julie marah kepada Anthony terkait kecanduannya, tapi justru Anthony bisa balik marah kepadanya dengan berbagai alasan. Julie mulai merasa bertanggung jawab untuk menyadarkan Anthony dan dia pun mulai menghadiri pertemuan kelompok mantan pecandu narkoba.

Suatu hari Julie pulang dan menemukan pria asing yang mengaku teman Anthony di apartemennya. Dengan sopan dia meminta pria itu pergi. Julie pun menderita penyakit yang setelah dianalisa oleh dokter penyebabnya adalah virus dari orang lain, yaitu Anthony. Julie mendapat kabar bahwa Anthony ditangkap, dan dia lalu mengusir Anthony dari apartemennya.

Julie mulai menata hidupnya kembali yang membuat teman-teman dan dosen-dosennya gembira setelah beberapa waktu lalu terlihat tidak fokus dengan kuliahnya. Ibu Anthony sering menelepon Julie untuk menanyakan keberadaan anaknya.

Tiba-tiba Anthony muncul dalam kondisi yang lebih sehat dan segar yang berhasil meyakinkan Julie untuk mengajak Anthony kembali bersamanya. Apakah Anthony sudah benar-benar terbebas dari pengaruh narkoba? Apakah hubungan mereka akan seperti dulu? Tonton filmnya sampai habis, ya!

Efek Toxic Relationship

the-souvenir-2_

Dalam sebuah hubungan romantis, tentunya kita selalu mengharapkan untuk memiliki hubungan yang sehat, saling mengerti dan saling mendukung. Meski awalnya tampak seperti itu, nyatanya film The Souvenir ini menceritakan tentang toxic relationship yang lebih banyak merugikan Julie akibat dari sikap dan emosi Anthony yang tidak stabil sebagai efek dari penggunaan narkoba.

Hidup Julie seperti sedang menaiki rollercoaster, terkadang naik dengan perasaan bahagia, tiba-tiba turun dengan perasaan bersedih, dan seketika berbelok arah tanpa diduga. Efeknya, Julie seperti menjauh dari teman-temannya, para dosen yang menyayanginya, bahkan hingga ibunya yang sudah tua. Mereka merasakan kesedihan Julie, meski dia sudah berusaha menampiknya.

Toxic relationship dengan Anthony berbanding terbalik dengan hubungan dengan ibunya. Meski jarang bercengkrama, tapi dari beberapa adegan, kita bisa melihat kasih sayang seorang ibu tidak pernah lekang oleh masa dan berlaku dalam situasi dan kondisi apapun. Saat Julie kekurangan uang, ibunya menyediakan apa yang dibutuhkan, juga ketika mengetahui problem cinta anaknya.

Keunikan Joanna Hogg dalam Bercerita

the-souvenir-3_

Meski baru menghasilkan empat film, dimana baru lewat film The Souvenir ini namanya baru melambung dalam skala internasional, terlihat jelas bahwa Joanna Hogg memiliki gaya bercerita yang unik dalam film-filmnya.  Sejauh ini, Hogg berhasil menampilkan kisah sederhana dari karakter yang berada di dalam keluarga bangsa Inggris yang terkenal konservatif.

Kita mungkin akan dibuat bingung dengan kening yang mengernyit ketika sebuah adegan yang tampak belum selesai sudah melompat ke adegan lain, bahkan lagu yang sedang bersenandung pun harus rela dipotong mendadak. Gaya editing ini terus berlanjut dalam film berdurasi 2 jam ini yang membuat film terasa seperti kumpulan serpihan cerita yang dijadikan satu. Untungnya semua berjalan secara kronologis.

Dengan sinematografi yang lembut cenderung kelam, Hogg bisa mendekatkan kita ke karakternya meski banyak gambar diambil secara luas, tidak seperti film lain yang mengandalkan pengambilan kamera secara close-up untuk menghadirkan rasa keintiman. Keunikan inilah yang membuatnya meraih penghargaan dari Sundance Film Festival ketika film ini tayang perdana di festival tersebut.

Kekuatan Sinergi Dua Pemeran Utamanya

the-souvenir-4_

Faktor lain yang meningkatkan kualitas film ini ialah kekuatan sinergi dua pemeran utamanya, yaitu Honor Swinton Byrne sebagai Julie dan Tom Burke sebagai Anthony. Honor Swinton Byrne, yang merupakan putri Tilda Swinton, berhasil masuk nominasi Most Promising Newcomer di BAFTA Awards lewat perannya sebagai Julie.

Byrne mampu menghadirkan perasaan mendalam dari kesedihan sekaligus kebingungan Julie dalam mengatasi hubungan asmaranya dengan Anthony. Meski lebih banyak diam dan tidak menceritakan tentang sifat-sifat dan sikapnya, tapi kita bisa mengetahui karakter ini dengan jelas berkat ekspresi dan gestur yang Byrne tampilkan. Rupanya dia mewarisi darah akting dari ibunya yang juga berperan disini.

Begitu pun dengan Tom Burke. Wajahnya yang misterius, nyaris mirip dengan Joaquin Phoenix tapi lebih dekat kepada Stacy Keach saat muda, cukup membuat kita terbuai dengan perhatiannya kepada Julie sekaligus kesal dengan sikapnya yang seolah merendahkan Julie. Berkat performanya ini, London Film Critics’ Circle Awards memasukkannya sebagai nominator di kategori Actor of the Year.

The Souvenir memang hadir untuk memanjakan penikmat film indie, tapi juga berhasil menggaet hati penonton umum yang terkesan dengan kekuatan akting Honor Swinton Byrne dan Tom Burke. Berkat kisah yang mengambil inspirasi dari kisah hidup sutradaranya, film ini sangat terasa membumi dengan konflik yang baik, meski tidak menampilkan emosi yang meledak-ledak.

Selain meraih penghargaan di Sundance Film Festival, film ini juga dinobatkan sebagai British/Irish Film of the Year. Meski dinominasikan di 8 kategori BAFTA Awards, tidak ada satu pun piala yang dibawa pulang. Tapi pencapaian ini sudah cukup untuk mengabsahkan kualitas film yang sequel-nya siap dirilis pada 29 Oktober 2021 ini. Tertarik menonton filmnya? Langsung ke Netflix ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram