logo web

Review & Sinopsis Khanzab, Ketika Sholat Diganggu Oleh Jin

Ditulis oleh Suci Maharani R
Khanzab
4
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Siapa yang suka lupa dengan rakaat sholat atau tidak bisa khusyuk saat sholat? Kalau iya, mungkin kamu sedang diganggu oleh sosok jin bernama Khanzab.

Nah, sosok jin pengganggu sholat ini dibawa ke layar lebar oleh Dee Company lewat film horor berjudul Khanzab (2023). Diarahkan oleh Anggy Umbara, spin-off dari Makmum (2019) alur ceritanya dipenuhi misteri dan hal mistis.

Belum lagi adegan soal praktik perdukunan dan kleniknya yang diperkuat dengan beberapa adegan gore sadis, pasti bikin penonton ketakutan!

Tapi yang paling mencolok, tentu saja sound dan jumpscare-nya yang lumayan nendang. Sayangnya, sepertinya film ini tidak fokus mengisahkan jin bernama Khanzab. Justru film ini lebih fokus mengisahkan pengaruh ilmu hitam, terutama santet.  

Bikin adrenalin penonton naik, mau tahu seberapa menyeramkannya Khanzab (2023)? Buat kamu yang penasaran, bisa mencari tahu sinopsis dan ulasan filmnya hanya di Showpoiler.

Sinopsis

sinopsis khanzab_

Cerita berlatar pada tahun 1998. Pagi itu, Semedi (Rizky Hanggono) membangunkan putrinya, Rahayu (Yasamin Jasem), untuk sholat subuh. Gadis yang akrab dipanggil dengan nama Ayu ini pun pergi untuk mengambil wudhu sebelum mulai sholat.

Di tengah-tengah ibadahnya, Ayu mendengar suara ribut. Dari suara itu ternyata Ayu melihat sang ayah dibunuh dengan sadis oleh dua orang tidak dikenal. Kepala ayahnya ditebas dengan parang hingga terputus, lalu dijadikan pajangan di pagar rumah mereka.

Masyarakat kampung berkata hal ini pantas didapatkan oleh ayah Ayu, karena dulunya Semedi berprofesi sebagai seorang dukun. Bahkan setelah ayahnya dieksekusi dengan kejam, semua orang di lingkungannya terus saja melabeli Ayu dan ibu tirinya, Nuning (Tika Bravani), sebagai keluarga dukun santet.

Dari kejadian ini, Eyang Sentot (Arswendi Beningswara) pun mulai mendatangi rumah mereka. Eyang meminta Ayu dan Nuning untuk tinggal bersamanya di desa. Lalu, Eyang juga menyarankan agar menjual flat yang mereka tinggali. Menurut Eyang, semua saran ini dilakukan demi keselamatan mereka.

Tapi Ayu tidak percaya, karena Mbah Surwo (Fuad Idris) berkata kalau Eyang Sentot hanya ingin menguasai kekayaan mendiang bapak Ayu.

Dari Mbah Surwo jugalah Ayu mengetahui kalau rumah masa kecilnya, yang ada di tengah-tengah pasar, telah diwakafkan dan diubah menjadi mushola.

Melihat rumah yang dipenuhi kenangan masa lalunya, Ayu berpikir untuk menunaikan ibadah sholat di sana. Rakaat pertama berjalan dengan lancar. Namun, semakin lama kegiatan sholat-nya pun diganggu oleh suara dari arah belakang. Meski takut, Ayu berusaha untuk tetap khusyuk dan menjalankan sholat hingga rakaat terakhir.

Saat melakukan salam, Ayu dikejutkan dengan penampakan Khanzab di hadapannya. Saat melawan, Ayu malah masuk ke dunia lain dan melihat kilasan masa lalu saat dirinya masih kecil.

Kilasan itu menunjukkan sebuah sebuah ruangan. Di sana bapak Ayu terlihat sedang mengobati seseorang lewat ritual mistis yang tidak ia pahami.

Dalam ritual itu, tiba-tiba bapak mengeluarkan sesosok ular hijau dari mulutnya. Kemudian, ular lain keluar dari mulut pasien Bapak. Kedua ular ini saling beradu, hingga ular hijaulah yang akhirnya jadi pemenang.

Saat Ayu akan memegang ular hijau itu, bapak berusaha untuk menghalanginya. Setelahnya, Ayu kecil pun mulai mengalami kesurupan. Eyang Sentot yang menyaksikannya pun beranggapan bahwa Ayu memiliki kemampuan spiritual yang sama dengan bapaknya.

Setelah mendengar ucapan Eyang Sentot, Semedi tidak ingin Ayu memiliki kemampuan seperti itu. Namun, Eyang Sentot juga menyarankan, jika Semedi ingin menolong Ayu, maka ia harus membersihkan diri dari perbuatan syirik.

Flashback pun selesai, hari pun berganti. Sejak kejadian flashback tadi Ayu merasa makin tertarik untuk mendatangi mushola bekas rumah masa kecilnya. Tiap kali Ayu bertemu dengan Khanzab di mushola itu, dirinya akan melihat kilasan masa lalu mengenai bapaknya.

Tak hanya itu, bahkan ia bisa mengendalikan setan-setan yang ada di mushola tanpa ia sadari. Tiap kali Ayu merasa kesal, sosok ular hijau itu muncul dan mencelakai orang yang dibencinya.

Korban pun mulai berjatuhan, tapi Ayu masih belum sadar dengan hal buruk yang sudah dilakukannya. Gadis ini sudah terlanjur masuk dalam ilmu hitam yang membuatnya tidak bisa mengendalikan amarahnya.

Bahkan saat Eyang Sentot berusaha membantu Ayu, gadis ini terus menolak. Puncaknya adalah Ayu tidak sengaja membunuh ibu dan adik tirinya karena santet yang tidak bisa dikendalikan. Lalu, bagaimana nasib Ayu selanjutnya? Apakah ia sudah tidak dapat ditolong lagi?

Fokus Soal Ilmu Hitam

Fokus Soal Ilmu Hitam_

Khanzab (2023) disebutkan sebagai film yang mengisahkan sosok jin pengganggu kekhusyukan sholat manusia. Setelah menonton filmnya, saya merasa sosok Khanzab ini bukanlah highlight utamanya.

Pada awalnya film ini menunjukkan scene mengenai Ayu dan penduduk lokal yang sholatnya diganggu oleh sosok hantu layaknya ‘makmum’.

Tapi di paruh kedua, sosok Khanzab ini tidak hanya ditampilkan sebagai hantu pengganggu sholat melainkan dijadikan sebagai jembatan yang menghubungkan Ayu dengan ilmu hitam warisan mendiang bapaknya.

Buat saya, penggambaran sosok Khanzab ini rupanya mirip banget dengan ‘The Nun.’ Tidak hanya dari rupa, tapi Khanzab di sini lebih diperlihatkan seperti sosok iblis yang menghasut manusia.

Namun, eksistensi Khanzab di film ini kalah dari sosok pesugihan ular hijau milik Semedi. Sosok ular jadi-jadian yang membuat Ayu hilang kendali ini lebih menonjol dibandingkan Khanzab. Berbagai petaka yang dibawa oleh Ayu semuanya berasal dari pengaruh ular hijau tersebut.

Dalam amarah, ular itu akan merasuki tubuh Ayu dan membuat gadis ini mengirimkan santet di bawah alam sadarnya. Plot tentang ular ini semakin kuat ketika klimaksnya menampilkan Ayu yang dirasuki oleh roh ular hijau.

Bagi saya, Khanzab (2023) bukanlah judul yang tepat untuk filmnya karena film ini tidak terlalu pada sosok Khanzab. Mungkin karena judul 'Khanzab; memiliki nilai jual yang tinggi, jadi ia dipilih untuk menarik perhatian penonton, apalagi film ini disebut sebagai spin-off dari Makmum.

Storytelling Detail dengan Development Karakter yang Lemah

Storytelling Detail dengan Development Karakter yang Lemah_

Rasanya tidak berlebihan untuk mengatakan kalau Khanzab (2023) menjadi film horor dengan storytelling terbaik di tahun 2023. Film arahan Anggy Umbara ini memiliki alur cerita yang sangat runtut dan cukup terarah.

Dibuka dengan adegan pembunuhan sadis, kisah mengenai Semedi sebagai mantan dukun yang sudah tobat terasa sangat menegangkan dan miris.

Memasuki era modern, Anggy Umbara mulai fokus untuk membangun karakter Ayu yang diperankan oleh Yasamin Jasem. Alon-alon asal kelakon, Anggy Umbara memberikan plot sederhana untuk menjelaskan karakter Ayu kepada penonton.

Ayu diperlihatkan sebagai sosok gadis yang sederhana, ia tidak banyak berbicara dan berusaha berdamai dengan hinaan masyarakat.

Karakter Ayu mulai berubah, pasca gadis ini memasuki mushola Al-Makmum, yang dulunya adalah rumah masa kecilnya bersama sang bapak. Di sinilah pertemuan Ayu dengan sosok khanzab dan setan lainnya membuat karakter Ayu jauh lebih berani dan cenderung pemberontak.

Cara tadi sangat efektif untuk memperkuat fondasi karakter Ayu, karena sosok Ayu benar-benar jadi highlight utama yang tidak terkalahkan.

Sayangnya, beberapa karakter lainnya terasa kurang diberikan ruang untuk berkembang. Sebut saja Mbah Surwo dan Eyang Sentot, mereka hanya dieksplor di bagian penutup.

Lalu, karakter Ratman dan Bu Ajeng, dua karakter penting ini terasa seperti figuran tidak berarti. Padahal sosok Bu Ajeng menjadi karakter penting di-ending, tapi development-nya sangat minim.

Sinematografi dan Skoringnya Memuaskan

Sinematografi dan Skoringnya Memuaskan_

Salah satu hal paling mengesankan dari Khanzab (2023) adalah sinematografi dan skoringnya. Digarap oleh Dicky R. Maland, film ini memberikan berbagai shot kamera yang anti mainstream.

Biasanya jumpscare andalan film horor Indonesia adalah shoot close up ke wajah setan. Tapi di Khanzab (2023), jumpscare-nya ditampilkan dengan angle camera yang berbeda-beda. Terkadang menggunakan wide shot, low angle hingga tilt angle yang terasa lebih dramatis.

Efek kamera yang ditampilkan juga terasa pas dengan situasi. Salah satu efek yang menurut saya pas adalah kesan remang ditampilkan ketika Ayu setengah sadar, ini adegan yang bagus dan pas.

Selain itu, ada juga momen ketika kamera diputar 180 derajat, di adegan kelelawar bertebangan di gang pasar, adegan ini terasa memukau dan pas untuk situasinya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa perpindahan kamera dalam film ini terasa cukup legit. Dari satu scene ke scene lain punya perpindahan kamera yang sangat smooth.

Sedangkan untuk kontras warnanya juga cukup stabil dan tidak membuat mata cepat lelah.

Tapi, sinematografi yang mumpuni ini tidak akan sempurna tanpa dukungan scoring filmnya yang bikin tegang. Diaransemen oleh AL, film ini berhasil menyatukan musik klasik dengan musik tradisional.

Ketika Khanzab muncul, background musiknya didominasi oleh piano dan alunan musik lainnya yang terasa pas. Tapi ketika adegan perdukunan muncul, musiknya berubah jadi musik tradisional yang bikin unsur klenik makin dramatis.

Dengan begitu, jumpscare yang ditampilkan berhasil bikin kaget penonton karena efek sound keras yang bikin penonton kaget.

Meski begitu, film ini tentu saja memiliki kekurangan, salah satunya adalah pengulangan flashback yang terlalu banyak. Tapi, bagi saya hal ini masih bisa dimaafkan dan tidak mengganggu keseruan saat menonton.

Yasamin Jasem dengan Kemampuan Akting yang Menjanjikan

Yasamin Jasem dengan Kemampuan Akting yang Menjanjikan_

Didapuk sebagai pemeran utamanya, saya sangat menantikan akting Yasamin Jasem. Sejujurnya, Yasamin Jasem berhasil memberikan kualitas akting yang sangat baik. Bahkan, kemampuan aktingnya jauh lebih unggul dibandingkan aktor muda lainnya.

Memerankan karakter Ayu, Yasamin berhasil mengirimkan kesan ngeri lewat berbagai ekspresi wajahnya yang totalitas banget.

Tapi pembawaan karakter Ayu ini membuat saya teringat dengan karakter Uma yang diperankan Yasamin Jasem di film Mangkujiwo 2 (2023).

Buat saya, karakter Ayu dan Uma tidak ada bedanya. Keduanya punya gambaran sebagai gadis sederhana, tapi mudah dipengaruhi. Karakter Ayu dan Uma sama-sama pendiam, tapi pemberani dan cenderung jadi sosok pemberontak.

Kalau di Mangkujiwo 2 (2023) Uma dirasuki oleh Kuntilanak Merah, maka di Khanzab (2023) sosok Ayu dirasuki oleh ular hijau. Keduanya sama-sama tidak bisa mengendalikan tubuh dan pikirannya, ketika sosok astral itu memasuki dirinya.

Dari sini bisa saya simpulkan, sebenarnya Yasamin Jasem adalah aktris yang sangat menjanjikan. Sayangnya ia masih belum memiliki ciri khas. Dan, kemampuan interpretasi karakternya pun masih terasa lemah.

Khanzab (2023) menjadi salah satu film horor terbaik Indonesia, jika dilihat dari kualitas storytelling, sinematografi, scoring dan akting.

Meski begitu, film arahan Anggy Umbara ini agaknya kurang fokus untuk mengeksplor sosok jin Khanzab. Tapi film ini dijamin cocok banget untuk kamu yang ingin uji nyali, karena jumpscare yang ditampilkan cukup mengejutkan. Tertarik untuk nonton?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram