logo web

Sinopsis & Review Run All Night (2015), Bertahan dari Kejaran Mafia

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Run All Night
3
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Jimmy, seorang hitman senior, berusaha menyelamatkan jiwa anaknya, Michael, yang diburu oleh bos mafia, Shawn, karena telah membunuh anaknya, Danny.

Dengan segala cara dan tenaga, mereka berdua terus berlari sepanjang malam, sekaligus melindungi orang-orang tersayang yang ikut diburu juga. Pada akhirnya, Jimmy harus berhadapan langsung dengan Shawn, sahabat seperjuangannya.

Run All Night adalah film action thriller karya Jaume Collet-Serra yang dirilis oleh Warner Bros Pictures pada 13 Maret 2015. Merupakan kolaborasi ketiga sang sutradara dengan Liam Neeson, setelah Unknown (2011) dan Non-Stop (2014), film ini akan menyuguhkan adegan aksi tanpa henti sepanjang malam.

Apakah film ini menghadirkan hal baru yang berbeda dari dua film mereka sebelumnya? Simak review berikut dari film dengan lokasi syuting di kota New York ini!

Sinopsis

run all night_Sinopsis_

Jimmy Conlon adalah mantan hitman mafia Irlandia. Hidupnya kini sendiri dan waktunya lebih sering diisi dengan mabuk-mabukan. Dia jauh dari putranya, Michael, yang sudah berkeluarga dan memiliki dua putri.

Meski sudah tidak aktif sebagai hitman, namun dia masih dijamin oleh pimpinan mafia, Shawn Maguire, yang merupakan sahabat seperjuangannya dulu.

Shawn menolak penawaran bisnis heroin dari mafia Albania yang didukung oleh Danny, putra Shawn. Sang mafia marah ke Danny dan meminta kembali uang sogokan yang sudah diberikan kepadanya. Danny marah ke Shawn tapi tidak bisa berkutik dengan keputusan ayahnya.

Michael yang bekerja sebagai sopir limosin mendapat tugas mengantarkan tamu, yang ternyata adalah mafia Albania yang hendak mengambil uangnya dari Danny. Tapi Danny berkhianat dan membunuh sang mafia beserta anak buahnya.

Kejadian ini disaksikan oleh Michael dan Legs, muridnya yang kebetulan lewat di sekitar situ. Mereka kemudian dikejar oleh Danny dan temannya.

Mendapat kabar ini, Jimmy langsung menghampiri Michael di rumahnya dan menyarankannya untuk tidak melaporkan kejadian ini kepada polisi. Saat hendak pergi, Jimmy membunuh Danny yang menyelinap ke rumah dan hendak menembak Michael.

Jimmy mengabari Shawn bahwa dia telah membunuh anaknya dan berusaha meminta maaf dengan menyerahkan dirinya agar Shawn tidak memburu Michael.

Polisi datang menghampiri Michael dan menangkapnya. Dia dituduh melakukan pembunuhan dan dianggap melarikan diri oleh dua polisi korup yang merupakan anak buah Danny.

Jimmy yang melihat kejadian ini langsung mengejar mobil polisi itu demi bisa menyelamatkan Michael. Lewat pengejaran di sepanjang jalanan kota, Jimmy berhasil membebaskan Michael dan lepas dari pengejaran polisi.

Jimmy bertemu dengan Shawn di sebuah restoran mewah. Dia menjelaskan kejadian sebenarnya, namun Shawn sudah tidak peduli dan tetap akan memburu Michael agar Jimmy bisa merasakan pedihnya kehilangan anak seperti yang dia rasakan.

Jimmy mengirimkan keluarga Michael ke kabin di luar kota, sementara mereka berusaha menyelamatkan Legs dari buruan anak buah Shawn.

Saat mencari Legs di sebuah rusun, mereka diburu oleh Andrew Price, hitman suruhan Shawn. Selain itu, polisi juga sudah mulai mengosongkan rusun demi menangkap Jimmy dan Michael atas perintah Detektif Harding.

Jimmy yang terluka dibawa oleh Michael ke rumah Eddie, kakak Jimmy. Setelah mengetahui masalahnya, Eddie mengusir mereka berdua dari rumahnya dan sempat membuka rahasia masa lalu Jimmy yang kelam. Michael yang kesal mendengarnya memilih pergi ke kabin untuk bergabung bersama keluarganya.

Sementara itu, Jimmy mendatangi markas mafia Irlandia dan menghabisi semua orang yang ada di sana, termasuk Shawn. Setelah itu, Jimmy menyusul Michael ke kabin dan bertemu dengan kedua cucunya.

Jimmy merasa diterima setelah selama ini dibenci oleh Michael. Mereka sedang menunggu kedatangan polisi yang menerima laporan dari Michael.

Tapi mendadak Jimmy ditembak oleh Andrew. Jimmy yang terluka parah berusaha melawan Andrew yang memburu Michael dan keluarganya.

Berhasilkah Jimmy melindungi keluarganya? Lalu bagaimana nasib Jimmy selanjutnya? Apakah dia ditahan atas aksi pembunuhannya di masa lalu, atau dibebaskan karena bertindak kooperatif? Saksikan terus ketegangan film ini hingga akhir, ya!

Misi Maraton Menyelamatkan Keluarga

run all night_Misi Maraton Menyelamatkan Keluarga_

Sejak kesuksesan aksinya di film Taken (2008), Liam Neeson menjelma menjadi bintang action di usia yang sudah tidak muda lagi. Dia seolah menjadi penerus Charles Bronson di era 1980an dahulu.

Performa Liam Neeson yang sebelumnya sudah kenyang pengalaman di berbagai film drama, tidak pernah mengecewakan ketika terjun ke genre action. Seperti juga yang ditampilkannya di film ini.

Baca juga: 20 Judul Film Terbaik yang Dibintangi oleh Liam Neeson

Liam Neeson dan Jaume Collet-Serra selalu menyuguhkan tema menarik sebagai inti cerita di dua film sebelumnya. Unknown (2011) menjadikan karakter utamanya amnesia sehingga nuansa misterinya terasa kental. Sedangkan Non-Stop (2014) menyajikan aksi tanpa henti di dalam pesawat yang sedang mengudara.

Dan di film berdurasi 1 jam 54 menit ini, mereka mengedepankan sisi drama dengan pendekatan keluarga sebagai pemicu emosinya.

Film dibuka dengan kisah dua putra mafia yang dijadikan pondasi emosi keseluruhan jalan ceritanya. Michael berusaha menjauhi dunia mafia, sementara Danny justru ingin terjun lebih dalam di bisnis kotor ayahnya.

Langkah mereka bertemu dalam situasi yang tidak nyaman. Michael yang menjadi saksi pembunuhan yang dilakukan Danny membuatnya diburu oleh anak mafia itu.

Dan saat Danny dibunuh, Michael dan Jimmy menjadi buruan Shawn dan kaki tangannya. Walhasil, Jimmy harus menjalani misi secara marathon sepanjang malam demi melindungi keluarganya dari buruan Shawn.

Air Susu Dibalas Air Tuba?

run all night_Air Susu Dibalas Air Tuba_

Jimmy hidup sendiri karena tidak diterima oleh Michael untuk mengenal keluarganya. Michael benci dengan pekerjaan ayahnya sebagai hitman bagi Shawn. Dan hidup Jimmy pun tidak menjadi lebih baik.

Dia selalu menghabiskan waktu dan uangnya dengan mabuk-mabukan. Sebenarnya, semua ini dia lakukan sebagai pelarian dari kegelisahannya atas aksinya sebagai hitman di masa lalu.

Meski sudah tidak aktif sebagai hitman lagi, Shawn tetap menjamin kehidupan Jimmy. Dan ketika Michael diburu oleh Danny yang kemudian dibunuh oleh Jimmy, apakah Jimmy dianggap tidak tahu terima kasih kepada Shawn? Apakah air susu dibalas dengan air tuba?

Tentu saja tidak! Jimmy melihat kesalahan ada pada Danny yang melakukan pembunuhan dan kemudian memburu Michael untuk menghilangkan jejak.

Dan pada saat Jimmy membunuh Danny, ketika itu Danny juga sedang menodongkan pistolnya kepada Michael. Naluri seorang ayah tentu akan mementingkan keselamatan anaknya yang berada dalam posisi terancam.

Lagipula, Jimmy sudah meminta maaf kepada Shawn dan mengakui kesalahannya. Bahkan dia rela menukar dirinya untuk Michael. Namun, sebagai ayah yang baru kehilangan anak semata wayangnya, Shawn masih dipenuhi dengan amarah dan dendam kesumat.

Di sinilah kelihaian Brad Ingelsby sebagai penulis naskah terlihat. Di awal film kita disuguhkan kisah dua anak mafia, dan di pertengahan film perseteruan dua orang ayah menjadi inti emosi cerita. Adegan terbaik di film ini bukanlah adegan aksinya, tapi justru adegan pertemuan Jimmy dan Shawn di resto.

Liam Neeson dan Ed Harris menampilkan kekuatan akting mereka sebagai aktor senior yang sudah matang. Mereka adalah dua tipe ayah yang berbeda sifat juga nasib.

Jimmy memiliki kehidupan yang buruk dan dijauhi oleh anaknya yang kini menjauhi dunia kriminal, sedangkan Shawn memiliki harta dan reputasi sebagai pimpinan mafia tapi memiliki anak yang ingin mengarungi dunia kejahatan.

Kedua ayah ini, masing-masing membela anaknya. Meski Shawn tahu Danny adalah pelaku kejahatan pada kejadian ini, tapi rasa sayang seorang ayah tidak pernah pudar.

Begitu pun dengan Jimmy yang akan berusaha sekuat tenaga melindungi anaknya yang tidak bersalah. Satu hal yang patut kita tahu, Shawn dan Jimmy adalah sahabat seperjuangan.

Tapi ketika menyangkut masalah nyawa, tali persahabatan tidak lebih kuat dari tali keluarga. Tidak ada yang bisa menghalangi masing-masing dari mereka untuk saling menghabisi.

Api dendam di mata Shawn berhasil ditampilkan dengan baik oleh Ed Harris dan ketegaran hati seorang ayah juga diperlihatkan dengan apik oleh Liam Neeson.

Adegan Aksi tanpa CGI

run all night_Adegan Aksi Tanpa CGI_

Biasanya di era modern dengan teknologi CGI yang sudah maju seperti sekarang, hampir seluruh film menggunakan CGI untuk memoles setiap adegannya agar tampil lebih bagus. Tidak terkecuali di film action juga. Adegan car chase dan baku tembak biasanya menggunakan bantuan efek visual agar hadir lebih mendebarkan.

Tapi tidak dengan film dengan sinematografi kelam dan dinamis ini. Semua adegan action di film ini murni menggelar keahlian stuntman, tim produksi dalam membangun latar lokasi dan pergerakan kamera yang mampu menangkap semua adegan tersebut dengan baik.

Semua adegan aksi ini dibuat seru berkat editing yang sangat apik dari Dirk Westervelt. Kerja kerasnya di film kemudian mengantarkan dia menangani editing film-film besar kelak, sebut saja Logan (2017), Deadpool 2 (2018) dan Ford v Ferrari (2019).

Perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lain di kota New York disajikan dengan sangat apik dan dinamis sehingga membuat kita sangat terkesan.

Run All Night menampilkan kembali performa aksi terbaik Liam Neeson dalam menggebrak lawan-lawannya, meski mereka adalah rekan-rekannya di mafia.

Alur ceritanya memang sedikit berliku-liku, namun dengan tensi yang terjaga dan adegan aksi yang tiada henti membuat film ini tetap bisa dinikmati. Jangan lewatkan untuk menonton film ini, ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram