logo web

Sinopsis & Review Film Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 (2020)

Ditulis oleh Aditya Putra
Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2
2.8
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Film Sebelum Iblis Menjemput membuat banyak orang kembali percaya pada kualitas film horor lokal. Tangan dingin Timo Harjanto berhasil menghadirkan tontonan horror yang memuaskan. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan film horror lokal cukup signifikan. Malah beberapa film sampai menembus pasar internasional. 

Kesuksesan Sebelum Iblis Menjemput langsung dilanjutkan dengan sekuelnya yang berjudul Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2. Penyertaan kata ayat dalam judul bukannya tanpa alasan. Dalam film, ada sebuah kitab yang digunakan untuk melakukan perjanjian dengan iblis. Penasaran sama ceritanya? Yuk kita bahas dalam sinopsis dan review filmnya berikut ini.

Sinopsis

sebelum-iblis-menjemput-ayat2-2_

Gadis adalah seorang perempuan muda yang merasa hidupnya diteror oleh setan. Dia ditenangkan oleh sahabatnya, Dewi. Gadis menunjuk jendela. Dia mengatakan bahwa setan itu sedang melihat ke arah Dewi. Dewi merasa ketakutan. Dia memilih untuk menginap di tempat Gadis. Keesokan paginya, Gadis menemukan Dewi bersimbah darah di ruangan tengah.

Alfie mencoba menjalani hidup yang normal setelah kejadian di villa milik ayahnya, Lesmana. Dia tinggal bersama adik tirinya, Nara.

Suatu malam, sekelompok orang menggunakan topeng masuk ke rumah mereka. Alfie berhasil memukul salah satu dari kelompok itu. Alfie mencoba menyelamatkan Nara. Sesampainya di kamar Nara, Alfie disetrum hingga nggak sadarkan diri.

Alfie terbangun dalam kondisi kakinya terikat. Sekelompok orang mendatanginya. Mereka adalah Jenar, Martha, Gadis, Leo dan Budi. Jenar memberi tahu bahwa Alfie berada di Panti Bahtera.

Panti itu menjadi tempat bagi anak-anak yang nggak diinginkan oleh orang tua mereka. Sebagian anak mendapat orang tua asuh. Tujuh anak tersisa harus tinggal di panti sampai mereka beranjak dewasa.

Dibanding anak-anak lain, Jenar, Martha, Gadis, Leo dan Budi merupakan anak yang tinggal lebih lama di panti. Selain mereka, ada juga Kristi dan Dewi.

Jenar menceritakan bahwa mereka diasuh oleh pengurus panti bernama Ayub. Ayub sering melakukan tindakan kekerasan dan menghukum anak yang nggak patuh. Jenar dan kawan-kawannya meyakini bahwa Ayub membuat perjanjian dengan iblis. 

Mereka semakin yakin setelah kematian Dewi yang terasa janggal. Jenar menduga motif Ayub bersekutu dengan iblis adalah untuk menghidupkan lagi istrinya yang meninggal. Alfie dibawa ke panti karena dia pernah melawan kutukan iblis. Martha menyatakan bahwa mereka membutuhkan darah Alfie untuk membatalkan perjanjian dengan iblis.

Alfie, Budi, Jenar, Leo, Martha dan Gadis masuk ke ruang bawah tanah. Ruangan itu merupakan tempat Ayub meregang nyawa karena dibakar oleh Jenar dan teman-temannya.

Mereka yakin kalau Ayub melakukan perjanjian dengan iblis di empat itu. Mereka duduk melingkar di atas sebuah simbol. Sementara itu, Kristi diminta menjaga Nara di ruang makan.

Alfie meneteskan darahnya ke dalam buku mantra. Mereka percaya, buku itu digunakan oleh orang-orang yang bersekutu dengan iblis.

Teror dimulai, kursi dan meja di ruangan mulai berguncang. Mata gerinda yang terkait di lemari tiba-tiba terbang. Alfie dan yang lainnya berhasil menghindar. Jenar tiba-tiba diserang oleh sosok Ayub yang sudah menjadi setan. Jenar mati karena serangan itu.

Nara mendengar suara teriakan dari ruang bawah tanah. Disana, Kristi lah yang membuka pintu. Tiba-tiba Kristi diserang oleh setan. Ia kemudian berubah menjadi zombie dan mulai menyerang Nara.

Lalu, Alfie berhasil naik ke lantai dasar rumah dan menyelamatkan Nara. Ayub meminta anak-anak asuhnya untuk mengabdi pada iblis. Mereka yang menolak akan diteror sampai mati. Bisakah mereka lolos dari kutukan iblis?

Plot yang Bertumpuk

sebelum-iblis-menjemput-ayat2-3_

Di film Sebelum Iblis Menjemput yang pertama, plot langsung berhubungan dengan Alfie. Di ayat kedua, Alfie dipaksa ikut menyelesaikan permasalahan anak-anak panti. Awalnya, Alfie terlihat menolak. Nggak ada adegan yang menunjukkan Alfie luluh dan tergerak untuk membantu. Tiba-tiba dia mau membantu orang asing yang baru ditemuinya. 

Plot di Ayat 2 ini terasa menumpuk. Ada pembahasan tentang psikologis, Stockholm Syndrome sampai simbol-simbol demonologi. Elemen Stockholm Syndrome nggak dikemas dengan baik. Tapi itu cukup memberikan twist yang berujung pada perubahan karakter Gadis. Formula ini juga dipakai di film pertama lewat karakter Maya.

Simbol-simbol demonologi berperan besar dalam plot. Simbol-simbol itu kelak memberi langkah penyelesaian cerita. Sayangnya, simbol dan mantra yang dirapalkan nggak diberi penjelasan.

Ada adegan Alfie merapalkan mantra untuk membangkitkan Ayub. Tulisan, simbol dan mantra nggak diberi terjemahan. Hasilnya, adegan itu terasa hampa. Kita cuma melihat Alfie komat-kamit.

Sajian Visual dan Adegan Gore

sebelum-iblis-menjemput-ayat2-4_

Kekuatan utama film Sebelum Iblis Menjemput memang bukan ceritanya. Adegan-adegan gore yang menjadi ciri khas film pertama masih dipertahankan.

Untuk urusan visual, film ini berhasil menyajikan set yang mengerikan. Tapi, rasa ngerinya terasa menurun. Mungkin karena di film pertama, penonton bisa bersimpati pada Alfie dengan mudah. Hal ini nggak terjadi di Ayat 2.

Adegan-adegan gore di film ini berhasil dikemas dengan efek yang meyakinkan. Ada satu adegan yang kurang berhasil dalam memanfaatkan CGI. Adegan Ayub dibakar di ruang bawah tanah terlihat nggak meyakinkan sama sekali. Malah, adegan itu jadi terasa mengganggu. Di film pertama, adegan-adegan yang memerlukan CGI nyaris tanpa cela. 

Secara visual, adegan yang kurang memuaskan cuma sebagian kecil saja. Selebihnya, sajian visual film ini masih layak diacungi jempol. Kalau kamu menyukai hal-hal bernuansa gothic, film ini akan sangat memanjakan matamu

Pemilihan warna-warna muram, simbol-simbol mistis, dan penataan lokasinya cukup memuaskan. Nggak banyak film lokal yang memberi sajian visual seperti itu.

Kehadiran Karakter-Karakter Baru

sebelum-iblis-menjemput-ayat2-5_

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 menghadirkan karakter-karakter baru dalam cerita. Nggak tanggung-tanggung, ada tujuh karakter baru sekaligus. Masing-masing diberikan screentime yang berbeda untuk menggerakkan plot.

Pendalaman karakter-karakter baru yang minim terbantu oleh perbedaan karakteristik mereka. Perbedaan itu cukup memudahkan kita dalam mengingat mereka.

Dari ketujuh karakter baru di film ini, karakter Gadis-lah yang paling menonjol. Semenjak Ayub mati, Gadis selalu diselimuti ketakutan.

Di first dan second act, Widika Sidmore berhasil membawakan karakter Gadis yang misterius dengan sempurna. Di third act, dia berubah menjadi sosok menakutkan. Sorot mata dan teriakannya cukup berhasil menciptakan suasana ngeri.

Untuk film sekuel, kehadiran karakter baru adalah sebuah pertaruhan besar. Di film ini, penambahan karakter baru yang terlalu banyak terasa seperti blunder. Alih-alih bersimpati, kita malah bertanya-tanya. Kehadiran Alfie disana terlalu dipaksakan. Dia nggak diberikan motivasi yang cukup kuat untuk bergabung dengan anak-anak panti itu.

Sebelum Iblis Menjemput Ayat 2 masih mempertahankan adegan gore seperti film pertama. Dengan durasi 110 menit, film ini tetap layak untuk jadi tontonan akhir pekan. Kalau kamu sudah nonton film pertamanya, sebaiknya jangan berekspektasi terlalu tinggi ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram