logo web

15 Film Horor Indonesia Terbaik Sepanjang Masa

Ditulis oleh Suci Maharani R

Indonesia memang sangat produktif melahirkan banyak film horor. Film-film ini tak sedikit yang diangkat dari kisah nyata atau cerita rakyat legendaris. Film horor Indonesia juga cenderung memiliki unsur klenik yang kuat, yang masih diyakini oleh banyak masyarakat hingga saat ini. Karena itulah, eksistensi film horor sulit pudar di Indonesia.

Bila kamu tengah mencari tontonan horor yang bisa memacu adrenalin, berikut Showpoiler sajikan kumpulan film horor Indonesia terbaik sepanjang masa yang wajib ditonton.

Beberapa dari film ini menawarkan kengerian melalui premisnya yang sangat epik. Ada juga yang disajikan dengan scoring unggulan dan teknologi CGI canggih, sehingga penonton dapat merasakan kesan horor yang lebih nyata.

Sebuah keluarga terdiri dari Ibu, Mawarni (Ayu Laksmi), yang sedang sakit-sakitan, Ayah, Bahri (Bront Palarae), anak sulung Rini (Tara Basro), serta ketiga adik laki-lakinya, Tony (Endy Arfian), Bondi (Nasar Anuz), dan Ian (Muhammad Adhiyat), tinggal di rumah tua yang dimiliki oleh Nenek mereka, Rahma (Elly D. Luthan).

Penyakit Ibu membuat keluarga tersebut jadi terhambat masalah ekonomi karena biaya pengobatan Ibu tidak sedikit. Ini membuat Bahri harus kerja keras dan Rini sampai putus kuliah. Padahal dulu, kehidupan mereka serba ada, mengingat Ibu merupakan penyanyi legendaris di masanya lewat lagu hits-nya berjudul Kelam Malam.

Satu waktu, Ibu yang hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan lonceng bertingkah aneh hingga akhirnya meninggal. Setelah pemakaman dilakukan, kejadian aneh mulai terjadi di kediaman Nenek Rahma. Arwah Ibu terlihat kembali pulang bersama dengan rangkaian mengerikan lainnya yang membuat seluruh keluarga ketakutan bukan main.

Puncaknya adalah saat Bahri, Rini dan adik-adiknya melihat mayat hidup yang mendatangi kediaman mereka. Setelah diusut, ternyata Ibu merupakan bagian dari kultus sesat dan Ian merupakan putra agung yang diinginkan sebagai bagian dari kultus tersebut. Mencoba berpikir secara logis, Rini pun berusaha untuk memecahkan masalah tersebut bagaimanapun caranya.

Terinspirasi dari kisah nyata, film ini menceritakan tentang sejumlah mahasiswa yang tengah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN di sebuah desa terpencil yang memiliki banyak aturan. Konon jika aturan ini tidak dipatuhi, maka akan mengancam keselamatan si pelanggar.

Nur (Tissa Biani), Widya (Adinda Thomas), Ayu (Aghniny Haque), Bima (Achmad Megantara), Anton (Calvin Jeremy), dan Wahyu (M. Fajar Nugraha) mengikuti rangkaian KKN di sebuah desa yang dikenal dengan nama Desa Penari. Rupanya desa ini bukan desa biasa.

Sang kepala desa sudah mengingatkan soal batas-batas norma dan peraturan desa. Namun, tetap saja dari keenam orang itu ada yang sengaja melanggar. Hasilnya Nur, Widya dihantui oleh sosok misterius. Merasa tidak aman, beberapa ada yang memutuskan untuk pulang lebih awal dari desa tersebut. Sayang, Ayu dan Bima tidak bisa pulang karena sukmanya ditahan oleh penunggu di desa tersebut.

Penunggu itu dikenal dengan nama Badarawuhi, sosok penari cantik siluman ular. Nur, Widya, Anton dan Wahyu lantas segera minta bantuan warga dan kepala desa. Ayu dan Bima pun dicoba untuk diselamatkan oleh orang sakti di desa tersebut. Namun akibat perbuatan mereka, Badarawuhi tidak akan pernah melepaskan Ayu dan Bima. Selamanya.

Sri (Mikha Tambayong) adalah seorang gadis muda yang hanya hidup bersama ayahnya yang sakit-sakitan. Di tengah keterbatasan ekonomi, Sri menerima tawaran pekerjaan dari keluarga Atmodjo sebagai asisten rumah tangga dengan gaji yang sangat tinggi. 

Sri tidak sendiri, ada dua perempuan lainnya yang dipekerjakan oleh keluarga tersebut, yaitu Erna dan Dini. Uniknya, ketiga gadis itu sama-sama lahir pada Jumat Kliwon.

Sri, Erna, dan Dini kemudian diantar ke sebuah gubuk tua di pedalaman hutan. Di sana, mereka bertugas untuk memandikan Della Atmodjo (Gisellma Firmansyah), cucu dari Karsa Atmodjo (Karina Suwandi), yang terkena kutukan Sewu Dino.

Ketiga gadis itu baru menyadari bahwa mereka ternyata dijebak untuk berada di sana. Namun sayang, ketiganya tidak bisa kabur karena sudah terikat perjanjian mistis yang mengancam nyawa mereka. Lantas, apakah tiga gadis Kliwon ini bisa selamat?

Film ini sendiri diangkat dari sebuah cerita yang viral di media sosial karya SimpleMan, dan digarap menjadi sebuah film dengan arahan sutradara Kimo Stamboel, dan penulis naskah Agasyah Karim.

Sebuah film berjudul Menari di Atas Angin sedang masuk dalam proses pra-shooting. Ini membuat sang sutradara, Miea (Miea Kusuma), asisten sutradara, Sadha (Sadha Triyudha), manajer produksi, Dimas (Dimas Projosujadi), kedua pemain utama, Diaz (Diaz Ardiawan) dan Migi (Migi Parahita), berangkat ke Bantul, Yogyakarta.

Mereka juga ditemani tim behind-the-scene yang terdiri dari Poppy (Poppy Sovia) dan kameramennya, Cungkring (Monty Tiwa). Sesampainya di Yogyakarta dan mulai proses reading, seluruh kru terlibat dalam argumen panas yang membuat Migi tiba-tiba jatuh sakit. Ini membuat Miea meradang karena hal tersebut jelas menyita banyak waktu.

Setelah Migi jatuh sakit, banyak kejadian aneh mengikuti seluruh tim produksi dan mulai menjadi menakutkan. Apalagi setelah Migi tampak seperti kerasukan.

Setelah dilakukan investigasi bersama orang pintar, Migi dipastikan kerasukan roh halus bernama Nyi Pramodawerdani, yang menempati daerah tersebut. Migi ternyata masih ada keturunan dari roh tersebut saat masih hidup. Seluruh tim produksi pun berniat untuk mengembalikan jiwa Migi meski akhirnya banyak pengorbanan yang mereka lakukan, termasuk terjebak di dalam dunia roh selamanya.

Disutradarai oleh Monty Tiwa, film berdurasi 80 menit ini mengambil lokasi shooting di beberapa tempat wisata terkenal di Yogyakarta, di antaranya Candi Borobudur dan Pantai Parangtritis. Walaupun dirilis di tahun 2009, film ini tetap seru untuk kamu saksikan di akhir pekan ini!

5. Mangkujiwo

Tahun Rilis 2020
Genre
Sutradara
Pemeran Sudjiwo Tejo Yasamin Jasem Asmara Abigail Roy Marten
Selengkapnya →

Kanti (Asmara Abigail) tengah mengandung, namun ia dipasung oleh warga desa karena kandungan Kanti dianggap sebagai sebuah kutukan. Melihat hal tersebut, seorang abdi raja Brotoseno (Sujiwo Tejo) segera membebaskan Kanti untuk dijadikan tumbal ritual ilmu hitam dan balas dendam kepada musuhnya Cokrokusumo.

Broto dan Cokrokusumo berseteru karena keduanya ingin memiliki sebuah loji pusaka berupa cermin dengan kemampuan mistis yang dahsyat.

19 tahun kemudian, seorang gadis bernama Uma (Yasamin Jasem) yang merupakan anak dari Kanti, kini telah tumbuh dewasa. Broto secara diam-diam melatih Uma sebagai alat untuk menghabisi nyawa Cokrokusumo. Uma memiliki kemampuan untuk membunuh seseorang yang berbuat jahat kepadanya hanya dengan menyenandungkan sebuah darmo. 

Suatu hari, Uma terancam bahaya dan hendak diperkosa oleh Pulungkusumo yang tidak lain adalah anak dari Cokrokusumo. Uma lantas kerasukan dan menawaskan Pulungkusomo. Konflik dendam pun semakin pelik. Lantas, bagaimanakah akhir dari kisah dendam Brotoseno dan Cokrokusumo yang juga menyeret Uma?

Berlatar di tahun 1998, Semedi (Rizky Hanggono), ayah dari Rahayu (Yasamin Jasem), menjadi salah satu korban dalam peristiwa pembantaian dukun santet di Banyuwangi yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Ayu bahkan menyaksikan sendiri ayahnya dipenggal.

Walau sudah dibunuh secara keji, keluarga Semedi tetap dicemooh oleh warga sebagai keluarga dukun santet. Rahayu dan keluarganya pun memutuskan pindah dan memulai hidup baru di kawasan Jetis, Jogjakarta. Tak lama setelah tinggal di Jetis, ibu mereka justru meninggal tiba-tiba. Rahayu yang masih terguncang selalu berusaha menenangkan diri dengan salat.

Namun, alih-alih khusyu dalam sholat, Ayu justru sulit menyelesaikan sholatnya karena banyaknya gangguan yang membuatnya gelisah. Ternyata, selama ini Ayu diganggu oleh Khanzab, jin yang mengganggu manusia yang sedang salat. Lantas, mengapa Khanzab selalu menghantui Ayu? Apa yang harus Ayu lakukan selanjutnya untuk terlepas dari Khanzab?

Film spin-off dari film horor populer, Makmum ini dibintangi Yasamin Jasem, Tika Bravani, Arswendy Bening Swara, Munggaran, Vonny Anggraini, Rizky Hanggono, dan Fuad Idris. Penasaran seberapa seram film ini? Jangan nonton sendirian, ya!

7. Jelangkung

Tahun Rilis 2001
Genre
Sutradara
Pemeran Winky Wiryawan Melanie Ariyanto Ronny Dozer Harry Pantja
Selengkapnya →

Ferdi (Winky Wiryawan), Gita (Melanie Ariyanto), Gembol (Rony Dozer), dan Soni (Harry Pantja) adalah empat sekawan yang senang mengeksplorasi hal-hal berbau mistis dan mengunjungi tempat-tempat seram. Satu waktu, mereka memutuskan untuk mencari sebuah tempat angker yang terletak di desa bernama Angkerbatu.

Namun pencarian mereka berujung sia-sia, mereka hanya berhasil menemukan kuburan misterius tanpa nama yang terletak agak jauh dari kuburan warga lokal umumnya. Tapi tidak ada yang aneh dari kuburan tersebut.

Nekat, Soni yang ingin mendapatkan kekuatan gaib malah bermain jelangkung, sebuah boneka sebagai perantara roh untuk berkomunikasi. Saat melakukan ritual tersebut, tidak ada yang terjadi. Marah, ia pun menancapkan boneka jelangkung pada kuburan misterius tadi. Hal tersebut ternyata berdampak ngeri pada kehidupan mereka berempat.

Baik Ferdi, Gita, Gembol dan Soni kerap dihantui dan diteror oleh rangkaian kejadian mengerikan. Setelah meminta bantuan seorang dukun, jalan satu-satunya adalah kembali ke desa Angkerbatu dan mencabut boneka yang sempat Soni tancapkan. Namun untuk kembali ke sana, mereka harus melalui banyak hal supernatural mengerikan.

8. Kuntilanak

Tahun Rilis 2006
Genre
Sutradara
Pemeran Julie Estelle Evan Sanders Ratu Felisha Lita Soewardi
Selengkapnya →

Samantha atau yang kerap dipanggil Sam (Julie Estelle), baru saja pindah ke sebuah kost angker setelah memutuskan untuk kabur dari keluarganya yang toxic. Sesampainya di kost tersebut, ia mendapat kamar dengan sebuah cermin misterius di dalamnya. Awalnya tidak ada yang aneh dengan kost yang Sam tempati, sampai Ibu kost datang menyapanya.

Ibu Kost, Yanti (Lita Soewardi) mengatakan bahwa kost tersebut dulunya bekas pabrik batik keluarga Mangkujiwo dan dikelilingi oleh banyak pohon beringin angker yang dipercaya sebagai rumah kuntilanak. Namun, Ibu Yanti menganggapnya hanya lelucon yang dibuat warga sekitar. Sembari merapikan kamar, Ibu Yanti menyenandungkan durmo yang membuat Sam tak nyaman.

Benar saja, durmo yang dianggap nyanyian kuno itu ternyata memiliki kekuatan untuk memanggil kuntilanak yang ingin menguasai jiwa Sam. Setiap orang yang berbuat jahat pada Sam, mereka akan segera tewas dengan sadis setelah Sam menembangkan durmo itu. Naas, sebuah insiden membuat Sam menyenandungkan durmo di depan kekasihnya, Agung (Evan Sanders).

Hal tersebut lantas menarik perhatian Sri Sukma (Alice Iskak), cicit Panembahan Sakti Mangkujiwo, ia yakin Sam bisa menggantikan dirinya untuk jadi pemanggil kuntilanak yang ternyata dipelihara oleh keluarga Mangkujiwo. Sam otomatis menolak, namun penolakan itu membuatnya harus bertarung dengan hal gaib mengerikan.

9. Perempuan Tanah Jahanam

Tahun Rilis 2019
Genre
Sutradara
Pemeran Tara Basro Marissa Anita Asmara Abigail Christine Hakim Ario Bayu
Selengkapnya →

Maya (Tara Basro) dan Dini (Marissa Anita) merupakan sepasang sahabat yang awalnya bekerja sebagai penjaga gerbang tol. Namun, akibat sebuah insiden gila yang hampir menyebabkan Maya kehilangan nyawa, mereka pun berhenti bekerja dan lebih memilih berjualan baju di pasar. 

Karena kesulitan ekonomi, Maya memutuskan untuk pergi ke kampung halaman orang tuanya di desa Harjosari bersama Dini. Ia berharap ada peninggalan orang tuanya yang bisa dijadikan uang untuk menyambung hidup di Jakarta. 

Begitu sampai di sana, desa tersebut tampak aneh dan banyak terdapat makam anak-anak. Ternyata, baru diketahui bahwa rumah tua yang diwariskan untuk Maya, dulunya adalah rumah milik Donowongso, seorang dalang terkenal. Ia disebut membuat perjanjian dengan iblis untuk menyembuhkan anaknya yang terlahir tanpa kulit. Alhasil, sejak saat itu, semua anak yang baru lahir di desa tersebut, terlahir tanpa kulit.

Keputusan untuk pergi ke desa itu ternyata salah besar. Maya bak membuka luka lama desa tersebut dan kini ia jadi incaran para warga. Apa yang sebenarnya terjadi pada desa tersebut juga keterlibatan Maya? Saksikan kisahnya dalam film Perempuan Tanah Jahanam (Impetigore)!

Wisnu mengalami tragedi besar di hidupnya ketika ayah, ibu, dan adik perempuannya tewas mengenaskan. Kala itu, terjadi kerusuhan dan sekelompok penjarah memasuki ruko milik keluarganya. Wisnu menjadi satu-satunya korban selamat sedangkan Ayah dan ibunya terbakar bersama ruko mereka.

Hidup dalam trauma berat, membuat Wisnu depresi dan sering melihat hal-hal aneh, salah satunya adalah bayangan roh adiknya yang menyerupai pocong. Setiap kali Wisnu mendapati pocong tersebut muncul, ia semakin berapi-api untuk membalaskan dendam atas tewasnya seluruh keluarganya.

Sayangnya, film horor garapan sutradara Monty Tiwa dan Rudi Soedjarwo ini gagal tayang di bioskop Indonesia karena tidak lolos sensor LSF. Usut punya usut, film berdurasi 90 menit itu dilarang tayang karena kentalnya isu politik yang ada di dalamnya di mana film ini mengangkat adegan kerusuhan yang terjadi di bulan Mei tahun 1998.

Adjie (Ario Bayu) dan Astrid (Sigi Wimala) hendak bertolak ke Sydney untuk memulai hidup baru. Pasangan itu pun sedang menantikan kelahiran anak pertama mereka. Diantar bersama teman-temannya, Eko (Dendy Subangil), Alam (Mike Lucock), Jimmie (Daniel Mananta), dan Ladya (Julie Estelle), mereka berangkat dari Bandung ke Bandara Soetta, Jakarta.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang gadis bernama Maya (Imelda Therinne) yang terjebak di tengah hujan setelah kerampokan. Merasa iba, semua orang pun setuju untuk mengantar Maya pulang kembali ke rumah. Saat hendak berpamitan, Maya dan keluarganya meminta mereka makan lebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan.

Undangan makan malam tersebut ternyata jebakan, keluarga Maya yang terdiri dari sang ibu, Dara (Shareefa Daanish), dan kedua kakak lelakinya, Armand (Ruli Lubis) dan Adam (Arifin Putra) merupakan keluarga yang menganut kultus sesat dan doyan menyantap manusia alias kanibal. Setelah sukses menghabisi teman-teman Ladya, kini giliran Ladya beraksi.

Ia tidak mau jadi santapan keluarga bedebah itu, Ladya lantas melawan dengan segala cara dan menggunakan kesempatan sekecil apa pun untuk menyelamatkan diri. Setelah berhasil mengambil bayi Astrid yang dikeluarkan secara paksa oleh Dara, Ladya menghabisi seluruh anggota keluarga termasuk Dara. Tapi apakah Dara benar-benar berhasil dibunuh?

12. Makmum 2

Tahun Rilis 2021
Genre
Sutradara
Pemeran Titi Kamal Samuel Rizal Pritt Timothy Kukuh Prasetya
Selengkapnya →

Rini (Titi Kamal) harus kembali berduka. Setelah suaminya meninggal, kini Bude yang merawatnya sejak ia masih kecil juga meninggal dunia. Rini dan putranya, Hafiz (Jason Bangun), lalu pergi ke desa Suayan untuk melayat dan mengikuti upacara pemakaman Bude.

Sekilas dengar, Rini mendapat informasi bahwa Bude meninggal karena masuk ke dalam hutan larangan. Mendengar hal itu, Rini segera mewanti-wanti Hafiz untuk tidak main jauh-jauh, apalagi masuk ke hutan tersebut. Naas, Hafiz terbujuk untuk bermain bersama anak lelaki lain yang pincang (Zayen Aqilah) ke dalam hutan.

Disusul teman-temannya yang lain, mereka pun hilang di dalam hutan tersebut. Pencarian dilakukan, dan Hafiz bersama teman-temannya berhasil ditemukan, namun Hafiz seperti orang yang kerasukan. Rini pun kerap diganggu oleh khanzab, hantu yang selalu meneror Rini ketika ia sedang sholat, membuat Rini ketakutan.

Begitu diselidiki bersama oleh warga dan Pak Ustadz (Pritt Timothy), hantu itu adalah Nyi Lawe yang marah karena hutan tempat ia tinggal akan digusur guna dibangun masjid desa. Nyi Lawe pun merasuki Rini dan menggunakannya sebagai alat balas dendam. Lantas, bagaimanakah nasib Rini selanjutnya? Tonton filmnya sekarang juga!

Saat masih kecil, Risa (Prilly Latuconsina) tidak banyak memiliki teman. Ayahnya sering berpergian ke luar negeri, sementara Ibunya yang bekerja sebagai guru tidak memiliki banyak waktu dengan Risa. Sampai satu waktu, Risa yang memiliki kemampuan Indigo, berhasil membuat pertemanan dengan 3 anak-anak yaitu Peter, Jahnsen, dan William, yang ternyata bukan manusia.

Begitu mengetahui perilaku anaknya menjadi ‘aneh’, sang ibu meminta bantuan dukun untuk membuat Risa lupa pada teman gaibnya itu. Setelah berhasil, mereka pun pindah.

Sembilan tahun kemudian, Risa kembali ke kediaman lamanya bersama sang adik, Riri (Sandrinna Michelle) untuk menemani nenek mereka yang tinggal di sana. Kedatangan mereka ternyata menarik hantu lain bernama Asih (Shareefa Daanish) yang ‘diam’ di pohon beringin belakang rumah.

Risa lantas sadar bahwa Asih adalah hantu jahat berbahaya. Hantu itu bahkan menyerang nenek dan menyeret Riri ke alamnya. Risa pun mencoba untuk kembali memanggil ketiga temannya untuk membantunya!

14. Malam Satu Suro

Tahun Rilis 1988
Genre , ,
Sutradara
Pemeran Suzzanna Fendy Pradana
Selengkapnya →

Ki Rengga (Soendjoto Adibroto) merupakan dukun yang haus akan kemampuan sakti. Untuk bisa menjaga kemampuan itu, ia membutuhkan ‘anak angkat’. Ki Rengga pun menghidupkan kembali seorang wanita yang baru saja tewas akibat bunuh diri setelah diperkosa dan hamil bernama Suketi (Suzzanna) untuk dijadikan ‘anak angkat’-nya.

Hidup kembali, Suketi mulai berkelana di hutan dan tak sengaja bertemu dengan seorang pria bernama Bardo (Fendy Pradana) yang tengah berburu. Pertemuan pertama mereka membuat Bardo jatuh hati pada Suketi dan hendak menikahinya. Bardo pun meminta restu pada Ki Rengga selaku ayah angkat Suketi. Ki Rengga menyetujuinya dengan syarat mereka harus menikah tepat di malam satu suro.

Pernikahan mereka berjalan lancar, dan bisnis Bardo berjalan mulus. Ia bersama Suketi memiliki dua orang anak yang mereka cintai. Namun, hal ini tidak disukai oleh rival Bardo, Joni (Johnny Matakena). Joni mulai membuat keluarga Suketi berantakan. Dendam Suketi pun muncul, ia kembali menjadi hantu sundel bolong dan kini membalaskan semua perbuatan Joni dan anak buahnya yang telah menghancurkan keluarga yang ia cintai.

Film ini merupakan salah satu film tersukses yang dibintangi oleh Suzzana. Dengan alur cerita yang unik, film produksi Soraya Intercine ini memberikan sensasi ketegangan yang membuat bulu kuduk penonton merinding.

15. Ratu Ilmu Hitam (1981)

Tahun Rilis 1981
Genre
Sutradara
Pemeran Suzzanna Alan Nuary W.D Mochtar Sofia W.D Teddy Purba
Selengkapnya →

Acara pernikahan Kohar (Alan Nuary) dan Baedah (Siska Widowati) berantakan setelah resepsi mereka dihancurkan oleh insiden kerasukan. Para dukun pun dipanggil untuk mengatasi masalah tersebut. Dukun itu mengatakan bahwa insiden kerasukan itu dikirim oleh seseorang. Kohar pun lantas menuduh mantan kekasihnya, Murni (Suzzanna).

Para warga di bawah arahan Kohar lantas mendatangi kediaman Murni. Mereka menyiksanya dan membuangnya ke jurang. Sekarat, Murni ditemukan oleh dukun teluh, Gendon (W.D. Mochtar) yang ternyata biang dari segala kekacauan pernikahan Kohar dan Baedah. Gendon merawat Murni sampai sembuh dan membujuknya untuk melakukan balas dendam.

Murni ‘dititipkan’ ilmu hitam yang membuat dirinya punya kuasa jahat untuk menghabisi semua orang yang telah menyiksanya. Hal ini membuat keadaan desa jadi semakin kacau. Sampai seorang pemuda taat agama bernama Permana (Teddy Purba) datang ke desa itu untuk mencari adiknya yang hilang. Begitu diselidiki, adik Permana ternyata Murni.

Di saat Murni ada dalam kuasa gelap, Permana mencoba untuk mengembalikan adiknya itu kembali seperti semula, dan melepas ilmu hitam yang dititipkan padanya oleh dukun teluh Gendon. Meski tergolong film lawas, namun film ini pantas termasuk dalam jajaran film horor terbaik di Indonesia.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram