logo web

Sinopsis & Review Serial Crashing (2016), Kisah Cinta Klasik

Ditulis oleh Siti Hasanah
Crashing
4
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Apa jadinya kalau reuni dengan kawan lama malah menjadi masalah? Hal seperti ini biasanya lumrah terjadi pada sebagian orang yang memiliki kawan lama dengan lawan jenis, bahkan tidak jarang berakhir menjadi sepasang kekasih. Nah, bukan Phoebe Waller-Bridge kalau tidak mengemas kisah klasik ini menjadi seru bahkan menggelitik.

Di tahun 2016, Phoebe Waller-Bridge menelurkan dua serial sekaligus, yakni Crashing dan Fleabag. Di antara kedua serial ini, Fleabag tentu lebih familiar didengar. Namun sayangnya, Crashing ini jarang orang lirik, padahal skripnya tak kalah seru dengan Fleabag. Untuk yang belum nonton Crashing karya Phoebe Waller-Bridge, simak dulu ulasan serial ini berikut ini.

Sinopsis

film-crashing-1_

Serial ini menceritakan tentang enam orang yang menjadi property guardians atau perwalian properti yang menempati bangunan rumah sakit yang sudah tidak dipakai lagi. Mereka menempati gedung rumah sakit tersebut dengan membayar sewaan yang sangat murah. Mereka juga memberlakukan aturan agar penghuni gedung tidak semena-mena serta gedung tetap terjaga.

Enam orang di gedung tersebut di antaranya Kate dan Anthony, sepasang kekasih yang baru saja bertunangan. Anthony ialah seorang juru masak di salah satu restoran, sementara Kate adalah pekerja kantoran yang memiliki sifat perfeksionis dan cenderung ribet.

Selain sepasang kekasih itu, ada juga Sam, yang sangat obsesif terhadap seks. Kemudian ada Melody seorang seniman yang nyentrik, Colin seorang pria paruh baya yang baru saja bercerai, dan Fred seorang gay yang selalu diusik oleh Sam.

Di awal kisah, keenam penghuni rumah sakit menggelar acara pesta – tepatnya ulang tahun Sam. Di kala pesta mulai, Lulu datang ke tempat tersebut untuk bertemu dengan Anthony. Kedatangan Lulu membuat Anthony terkejut sekaligus bahagia karena sudah lama mereka tak bertemu. Di momen inilah Lulu bertemu dengan tunangan Anthony – Kate, yang ternyata memiliki wajah yang mirip dengan Lulu.

Saat pesta ulang tahun Sam sedang ramai, Kate mengadakan treasure hunt. Semua penghuni mengikuti permainan tersebut kecuali Kate. Dia sendiri tidak mendapat pasangan dan selama permainan berlangsung, dia tidak merasa percaya diri karena sifatnya yang kaku dan ”enggak asik”.

Maka, dia pun mencoba sesuatu yang baru baginya, seperti meminum dan menumpahkan tequila selama pesta berlangsung. Sementara itu, Anthony dan Lulu mengobrol di kamar Anthony. Banyak hal yang disampaikan dan berbagai cerita nostalgia dibahas oleh mereka berdua.

Ternyata keduanya menyadari dan saling mengaku bahwa mereka berdua menyimpan rasa suka sejak kecil. Sayangnya, mereka bertemu kembali saat Anthony sudah memiliki Kate, dan Lulu baru saja menyudahi hubungan dengan kekasihnya.

Tak ingin merusak hubungan Anthony dan Kate, Lulu pun memutuskan untuk pergi dari gedung rumah sakit tersebut setelah acara ulang tahun Sam berakhir. Namun, Kate bersikeras menahan Lulu untuk menetap di tempatnya, karena sosok Lulu penting bagi Anthony.

Sementara Anthony pun khawatir kehadiran Lulu membuat suasana semakin kikuk dan aneh. Bagaimana jadinya jika Lulu harus berada di satu atap dengan Anthony juga Kate?

Berada di Posisi yang Salah, Namun Sulit untuk Membenci Lulu

film-crashing-2_

Belum lama ini, fenomena pelakor lagi banyak dibahas bahkan sampai diangkat ke layar kaca. Serial Crashing tak luput dari cerita itu dan menempatkan karakter utamanya sebagai pelakor. Namun, jika ditonton lagi, rasanya sulit untuk menjadi hitam atau putih dengan karakter Lulu. Bahkan hampir sulit untuk tidak menyukai karakter Lulu.

Karakter Lulu dikemas sebagai perempuan yang free-spirit, asik di tongkrongan, nyentrik, bahkan menjadi ice breaker di segala suasana. Walaupun banyak juga sisi hitam dari Lulu, seperti slengean, lebih sering berpikir pendek, bahkan tanpa dia sadari – sering juga menyakiti orang, namun sosok teman seperti Lulu menjadi teman dambaan setiap orang.

Hal tersebut pula yang membuat penonton sulit untuk tidak suka dengan karakter Lulu. Mungkin rasanya hampir sama seperti saat kita menonton Fleabag. Terlepas dari banyaknya kekurangan karakter Fleabag, namun sulit rasanya untuk tidak menyukai karakter Fleabag yang blak-blakan, dan perhatian.

Yah, karena karakter Fleabag dan Lulu bagaikan pinang dibelah dua dan dibuat oleh orang yang sama, wajar saja jika keduanya mirip-mirip.

Pengembangan Setiap Karakter Sangat Rapi dan Detail

film-crashing-3_

Bukan Phoebe Waller-Bridge kalau tidak cerdas dalam mengemas cerita. Karakter tidak perlu banyak, namun setiap orangnya memiliki peran penting dan latar belakangnya jelas. Tidak hanya terbatas pada Lulu, Anthony, dan Kate. Bahkan karakter tambahan seperti Sam, Melody, Colin, dan Fred pun memiliki latar cerita yang kompleks dan bisa diceritakan jelas dalam satu season yang setiap episodenya berdurasi kurang lebih 25 menit.

Jika Anthony, Kate, dan Lulu memiliki latar cerita cinta segitiga. Melody dan Colin memiliki kisah cinta yang unik. Karakter Colin yang pasrah dengan perceraiannya, lambat laun menjadi karakter yang kuat dan berani ambil langkah baru berkat Melody yang awalnya hanya terobsesi dan menganggap Colin hanya sebatas muse-nya.

Ada juga Sam yang dikenal di awal cerita sebagai womanizer yang berusaha keluar dari belenggu kesedihan ditinggal ayahnya. Lambat laun menyadari ketertarikan seksual ke sesama jenis dan menjadi homophobic sebagai tamengnya. Pada akhirnya, justru Fred yang menemani Sam selama menghadapi masalahnya tersebut.

Seluruh kisah setiap karakter ini diceritakan jelas, dan setiap karakternya memiliki cerita menarik untuk disimak. Jadi, tidak ada yang memiliki latar belakang cerita yang dominan dan hampir tidak ada yang terlewat karena porsinya sama. Ini dia yang menjadikan kita, sebagai penonton, menyaksikan Crashing di sudut pandang abu-abu, karena setiap karakter begitu dinamis dan tidak ada yang baik atau buruk.

Mengungkap Sisi Lain Kehidupan London

film-crashing-4_

Pada awalnya, mungkin kita akan dibuat bingung seperti “Kok bisa ya tinggal di gedung bekas rumah sakit yang kumuh? Nyewa pula”. Hal inilah yang jarang sekali dibahas dan Crashing menyorotinya. Maka jadilah cerita sekelompok milenial berumur 20an yang memilih untuk menyewa gedung tidak terpakai sebagai tempat tinggal.

Menariknya, latar belakang seperti ini malah membuat Crashing nampak lebih realistis. Karena, untuk hidup mandiri di London yang serba mahal, mustahil rasanya untuk memiliki flat pribadi yang bagus jika belum begitu mapan. Dari sini, muncullah istilah property guardians. Istilah ini merujuk pada orang-orang yang memanfaatkan gedung bekas atau tak terpakai sebagai tempat tinggal dan disewakan dengan harga yang sangat murah.

Rapi Namun Tidak Sematang Kembarannya – Fleabag

film-crashing-5_

Seperti yang sudah disinggung di awal, serial ini rilis berbarengan dengan Fleabag. Namun setelah dirilis, Fleabag-lah yang mendapat sorotan lebih. Jika sebelumnya sudah menonton Fleabag, menonton Crashing rasanya akan sama saja. Akan ada karakter yang kaku dan terkadang menyebalkan seperti Kate atau Claire – di Fleabag. Akan ada Anthony atau The Hot Priest – di Fleabag.

Hanya saja, Fleabag tidak memiliki karakter pelengkap seperti yang ada di Crashing. Sayangnya, memang dari segi kompleksitas cerita, Crashing kalah telak dengan Fleabag. Karena sepanjang cerita, kesimpulannya sama yakni kisah romantis dan pertemanan di salah satu pemukiman. Terlebih format yang disuguhkan Crashing benar-benar nampak seperti komedi sketsa.

Sementara di Fleabag, Phoebe Waller-Bridge benar-benar bereksperimen untuk mengemas cerita yang lebih segar. Phoebe juga membuat gaya storytelling dengan breaking the 4th wall.

Namun, apakah dengan cerita yang lebih ringan membuat Crashing jelek? Tidak juga. Mungkin dari latar belakang ceritanya pun sudah terlihat berbeda dengan serial romantis pada umumnya. Belum lagi jokes yang tertulis merupakan jokes original dari Phoebe Waller-Bridge. Bahkan bisa dikatakan, serial ini masih sangat nyaman untuk ditonton berulang-ulang, karena bobot cerita yang terbilang ringan.

Intinya, Crashing adalah serial komedi romantis dan drama yang patut untuk ditonton, apalagi jika kamu penggemar karyanya Phoebe Waller-Bridge. Ceritanya ringan, berbeda, menyenangkan, dan tentunya jika sudah pernah menonton Fleabag, setidaknya Crashing bisa menjadi tontonan alternatif pengobat rindu Fleabag yang berakhir di musim kedua tahun 2019 lalu.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram