logo web

Sinopsis & Review Film Sex Tape, Ketika Video Intim Tersebar

Ditulis oleh Aditya Putra
Sex Tape
2.4
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Teknologi yang semakin maju memudahkan hidup manusia. Dulu, kita perlu membawa kamera untuk memfoto sebuah objek. Seiring dengan era digital yang semakin berkembang, kita cukup membawa ponsel pintar.

Ponsel pintar sudah dilengkapi dengan kamera. Beberapa malah bisa memfoto objek dengan resolusi tinggi. Fitur kamera di ponsel pun semakin hari terasa semakin baik.

Ada momen-momen tertentu dalam hidup yang ingin kita abadikan. Kelak foto atau video itu bisa digunakan untuk mengingat momen-momen itu. Momen ketika beradegan intim bagi beberapa orang merupakan momen spesial.

Bagaimana kalau rekaman adegan intim yang ditujukan untuk koleksi pribadi malah tersebar? Itulah cerita yang diangkat di film Sex Tape.

Baca juga: Sinopsis & Review In Her Shoes, Hubungan Seru Adik Kakak

Sinopsis

Sinopsis

Jay dan Annie Hargrove adalah pasangan suami istri. Mereka berdua sudah menjalin cinta sejak masa kuliah dulu. Jay adalah seorang DJ radio.

Sementara itu, Annie bekerja sebagai blogger yang menulis artikel tentang keluarga. Mereka memiliki dua orang anak. Rumitnya kehidupan rumah tangga membuat Jay dan Annie sulit mendapat momen intim yang berkualitas.

Annie menitipkan kedua anaknya pada ibunya. Jay dan Annie mencoba membangkitkan gairah mereka dalam berhubungan seks. Gairah itu sudah menurun sejak mereka menikah.

Jay mengalami kesulitan untuk ereksi. Annie memberi saran untuk merekam hubungan seks mereka menggunakan iPad. Mereka mempraktekkan berbagai gaya yang didapat dari buku berjudul The Joy of Sex.

Selesai berhubungan seks, Annie meminta Jay untuk segera menghapus video intim mereka. Mereka merasa menyesal merekam video berdurasi tiga jam itu. Jay tanpa sengaja malah mengunggah video itu lewat aplikasi Franken-synch.

Aplikasi itu berfungsi untuk membagikan file ke iPad lain dalam satu akun. Alhasil, video itu menyebar. Kalau dibiarkan, sebaran video mereka akan semakin meluas.

Jay menyadari bahwa dia sudah memberikan beberapa iPad pada teman, keluarga dan rekan kerjanya. Sementara Annie pernah memberikan iPad pada Hank Rosenbaum, orang yang akan berinvestasi di blog Annie.

Jay dan Annie mencoba menghapus video intim mereka menggunakan Cloud. Sayang, upaya mereka nggak berhasil. Mereka berusaha mencari cara lain untuk menghapus video.

Satu-satunya cara agar video intim Jay dan Annie nggak tersebar adalah mengambil semua iPad yang pernah mereka berikan. Mereka mendatangi satu per satu keluarga dan teman mereka.

Beberapa dari mereka nggak mau menyerahkan iPad. Annie dan Jay pun harus mengambil iPad secara diam-diam. Mereka menyerahkan kembali iPad setelah menghapus video intim mereka.

Jay dan Annie merasa lega karena semua iPad berisi video mereka sudah dibersihkan. Howard, salah satu teman anak Jay dan Annie memberikan ancaman.

Dia mengatakan akan mengunggah video itu ke situs YouPorn. Dia meminta bayaran sebesar 25.000 USD supaya video itu nggak tersebar di internet. Langkah apa yang akan diambil Annie dan Jay?

Premis yang Menjanjikan

Premis yang Menjanjikan

Keinginan Jay dan Annie dalam membuat video seks di film Sex Tape terasa masuk akal. Mereka digambarkan nggak memiliki kehidupan seks yang bergairah lagi.

Kehidupan seks itu berubah drastis dibandingkan dengan masa kuliah dulu. Di awal film, keduanya digambarkan memiliki gairah seks tinggi. Gairah itu menghilang setelah mereka disibukkan oleh urusan rumah tangga.

Film ini menyajikan premis tersebarnya video pribadi tanpa konsensual. Dalam dunia digital seperti sekarang, ada banyak kasus serupa yang terjadi.

Sayangnya, premis menjanjikan itu nggak dieksekusi dengan baik. Cerita malah bergerak menjadi petualangan Annie dan Jay menghapus video. Itu pun dikemas dengan dangkal. Cara mereka menyelesaikan konflik, terasa terlalu absurd.

Alih-alih menampilkan dampak yang muncul akibat video intim tersebar, film hanya membahas yang terjadi di permukaan. Annie dan Jay hanya digambarkan akan merasa malu kalau video itu tersebar.

Malu menjadi satu-satunya dampak yang diceritakan. Nggak ada pendekatan psikologis yang lebih dalam. Mungkin karena ingin mempertahankan tone komedi dalam film.

Elemen komedi digunakan untuk menggerakkan plot. Sepanjang film, kita akan disuguhi keputusan-keputusan salah yang diambil Jay dan Annie. Keputusan-keputusan salah itu sayangnya nggak cukup reasonable.

Mereka malah terkesan mengambil keputusan bodoh. Keputusan yang mereka ambil sama sekali nggak mencerminkan dua orang yang bekerja di industri kreatif.

Penuh Plot Hole

Penuh Plot Hole

Film garapan sutradara Jake Kasdan ini menampilkan banyak plot hole. Jay dan Annie digambarkan hidup di rumah yang cukup mewah di daerah pinggiran kota.

Deskripsi pekerjaan Jay dan Annie nggak cukup masuk akal untuk memiliki rumah semewah itu. Begitu juga cerita tentang mereka yang suka membagi-bagikan iPad pada keluarga dan kolega.

Keberadaan iPad dalam sangat penting untuk menggerakkan cerita. Jay membagikan iPad pada teman-temannya untuk berbagi musik yang dia ciptakan. Jay membagikan musik melalui aplikasi Franken-synch.

Anehnya aplikasi itu nggak bisa menghapus video. Aplikasi yang menjadi sumber konflik nggak diberi pendalaman khusus. Kita jadi bertanya-tanya, bagaimana aplikasi itu bekerja.

Secara sinematografi, nggak ada yang spesial di film ini. Mid shot serta close-up dijadikan andalan. Pemilihan tone sepanjang film menggunakan warna-warna hangat.

Sinematografi dan visualisasi bukan dua hal yang ingin dijadikan sajian khusus oleh film ini. Komedi-lah yang lebih dikedepankan. Sayangnya, komedinya pun terlalu datar.

Cameron Diaz dan Jason Segel

Cameron Diaz dan Jason Segel

Sex Tape dibintangi oleh dua nama besar. Cameron Diaz merupakan salah satu aktor paling laris dari dekade 90-an. Sedangkan Jason Segel dikenal sebagai pemain sekaligus penulis skenario film-film komedi.

Keduanya pernah bermain bersama di film Bad Teacher. Sayangnya, mereka gagal menampilkan chemistry yang kuat di film Sex Tape. Bisa jadi, ini disebabkan oleh cerita yang terasa kurang matang.

Diaz dan Segel digambarkan sebagai pasangan yang saling mencintai. Hubungan yang lama nggak memudarkan cinta itu. Hanya saja, mereka sudah nggak punya gairah seks yang sama ketika mereka kuliah dulu.

Nggak ada adegan yang menggambarkan keduanya saling mencintai. Kebanyakan adegan lebih menunjukkan mereka sebagai dua orang yang sama-sama terjebak dalam situasi sulit.

Pendalaman karakter yang diperankan Diaz dan Segel di film sangatlah kurang. Keduanya terlihat terlalu mirip satu sama lain. Di film ini, mereka berdua malah terlihat seperti bestie, bukan pasangan suami istri.

Diaz bukanlah tipe aktor yang piawai bermain komedi. Dia tampak melakukan sebisanya. Sedangkan Segel terlihat luwes bermain dalam film komedi yang memang dunianya.

Sex Tape hadir dengan premis menjanjikan tentang tersebarnya video pribadi tanpa persetujuan. Hasilnya adalah sebuah film komedi khas Jason Segel.

Film ini memberikan hiburan ringan selama 94 menit. Ceritanya kurang berkesan, tapi masih direkomendasikan kalau kamu ingin menonton Cameron Diaz di film komedi. Film Cameron Diaz yang paling kamu suka apa nih? Tulis di bawah, yuk!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram