logo web

Sinopsis & Review The Babysitter, Pengasuh yang Memuja Setan

Ditulis oleh Siti Hasanah
The Babysitter
3
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Apa yang akan kamu lakukan jika kamu punya pengasuh yang merupakan seorang anggota sekte pemuja iblis? Situasi tidak beruntung ini terjadi pada Cole di film The Babysitter. Film ini merupakan salah satu karya McG yang wajib diikuti setelah Charlie’s Angels, We Are Marshall, dan 3 Days to Kill

Film ini dibintangi Samara Weaving sebagai Bee, si pengasuh cantik dan Judah Lewis sebagai bocah yang diasuh Bee bernama Cole. Dirinya harus memutar otak bagaimana caranya melarikan diri dari cengkeraman sang pengasuh sebelum direnggut nyawanya.

Sinopsis

the babysitter-1_

Cole (Judah Lewis) adalah seorang remaja yang sering diganggu oleh tetangganya bernama Jeremy (Miles J. Harvey). Suatu hari, Cole memiliki seorang pengasuh atau babysitter bernama Bee (Samara Weaving). Sosok Bee yang melindungi Cole dari Jeremy membuat Cole terpana oleh Bee.

Suatu hari, orang tua Cole pergi dan dirinya ditinggal bersama Bee di rumahnya. Berharap Bee menjadi sosok baik untuk Cole, ternyata ada sisi lain dari Bee yang mencurigakan.

Saat orang tua Cole pergi, Bee memberikan minuman keras pada Cole secara diam-diam hingga dirinya tertidur. Salah satu teman Cole memberitahu apa yang terjadi saat dirinya tertidur.

Bee bersama teman-temannya bermain ‘Truth or Dare’, sebuah permainan memutar botol dan jika terpilih, ia harus memilih jujur atau tantangan. Saat permainan berlangsung, Bee mencium Samuel (Doug Haley) dan menusuknya dengan belati hingga Samuel tewas. Teman-teman Bee pun mengumpulkan darah Samuel.

Pada momen itu, mereka mendeklarasikan diri sebagai anggota sekte pemuja iblis. Sontak, hal itu membuat Cole ketakutan dan bergegas ke kamarnya dan menelepon 911. Cole pura-pura tertidur saat mengetahui Bee dan teman-temannya datang ke kamarnya. Mereka datang menyuntik Cole untuk mengambil darahnya. 

Setelah Bee dan teman-temannya pergi, Cole bergegas melarikan diri ke luar jendela. Mengetahui gerak-gerik Cole yang ingin melarikan diri, Bee bersembunyi di kamarnya dan menunggu Cole pingsan karena kelelahan dan kehilangan banyak darah. Suasana yang tadinya menyenangkan seketika berubah menjadi mencekam. 

Bagaimana caranya Cole bisa lari dari cengkeraman Bee? Bisakah Cole kabur dari para anggota sekte pemuja iblis tersebut?

Visual Unik yang Pas Disematkan dengan Horror Black Comedy

the babysitter-2_

Jika kamu familiar dengan visual ala game yang apik ala Scott Pilgrim vs The World (2010) karya Edgar Wright, The Babysitter pun menyematkan gaya serupa. Visual ala game ini ternyata bisa dikomposisikan dengan pas di The Babysitter yang bergenre horror.

Set yang dibangun oleh McG pada film ini tidak sepenuhnya suram seperti kebanyakan film horror. Justru McG membangun visual The Babysitter dengan menyenangkan namun dengan tone yang begitu kontras.

Hal ini mempertegas jika film ini masih terasa menegangkan walaupun tidak terlalu seram seperti film horror remaja lainnya, contohnya saja dalam film Scream (1996).

Plot yang Unik dan Adegan Callback yang Pas

the babysitter-3_

Ada hal yang membuat film ini kuat dari segi plot, yakni penulisan cerita yang detail yang kemudian dijadikan benang merah untuk callback. Penonton jadi bisa mengikuti plot tanpa menebak akan dibawa pergi kemana cerita tersebut. Menariknya, kisah suram ini masih bisa diselimuti komedi yang segar.

Plot yang mengandalkan teknik penceritaan callback pun membuat setiap karakternya bisa terkoneksi dengan penonton termasuk karakter utamanya yakni, Cole, yang terbilang bocah incaran sang pengasuh. Ketegangan yang dirasakan Cole akibat rasa takut akan dijadikan tumbal sekte pemuja iblis begitu terasa oleh penonton. 

Perkembangan Karakter Utama Tidak Buru-Buru

the babysitter-4_

Karena plotnya ditulis dengan rapi dan gagasan ceritanya yang unik, perkembangan karakter Cole juga terbangun sangat rapi.

Di awal cerita, Cole adalah sosok bocah ingusan yang sering dirundung oleh tetangganya Jeremy. Karena ada sosok Bee sebagai penyelamat Cole dari Jeremy, Cole tidak ada dorongan untuk membela diri sendiri.

Namun seiring berjalan cerita, karena nyawanya terancam, Cole mau tidak mau harus memutar otak dan mencari cara agar dia bisa selamat dari buruan Bee. Hal yang diperlihatkan The Babysitter ini membuat Cole menjadi hero bagi dirinya sendiri.

Formula cerita ini sebenarnya bukan hal baru. Stephen King sering kali menggunakan formula ini untuk membuat karakter utama seperti Cole.

Bahkan baru-baru ini, karya Joe Hill, anak dari Stephen King, yang berjudul The Black Phone (2022) dirilis ke layar lebar menggunakan formula yang sama yakni seorang bocah korban perundungan menjadi hero untuk dirinya sendiri.

Namun karena sosok pahlawannya adalah anak kecil, cara mengeksekusi tokoh-tokoh antagonisnya terasa sangat klasik. Seperti menonton Ritchie Rich (1994) dan Home Alone (1990), upaya Cole menyelamatkan dirinya terbilang unik namun tetap sadis dan epik.

Cara eksekusi yang klasik ini tidak menjadikan The Babysitter terlihat buruk. Justru eksekusi Cole yang klasik ala film spesial Natal anak ini yang membuat The Babysitter terasa unik. Hal ini juga membuat karakter Cole lebih mencolok daripada karakter lainnya.

Ending yang Dieksekusi Terlalu Absurd

the babysitter-5_

Terlepas dari sisi positifnya yang tidak membuat The Babysitter menjadi film horror komedi yang sempurna, ada beberapa adegan yang tidak masuk akal, bahkan hampir tidak mungkin terjadi di dunia nyata.

Kemudian adegan-adegan plot hole-nya pun muncul di beberapa adegan. Untungnya, plot hole tersebut tidak begitu merusak cerita secara signifikan.

Sayangnya, beberapa adegan yang tidak masuk akalnya mungkin akan membuat penonton terganggu. Di antaranya yaitu saat adegan salah satu anggota sekte berhasil menangkap Cole yang kabur dengan susah payah.

Pada adegan ini, anggota sekte tersebut malah melakukan tindakan yang kurang masuk akal dengan membiarkan dan melepaskan Cole. Bahkan dia menyemangatinya untuk melakukan aksi balas dendam terhadap teman sekolahnya yg sering merundungnya itu. 

Hal ini karena bersamaan pada adegan tersebut, temannya yang seorang perundung ini datang dan melakukan rutinitas melempari rumahnya Cole dengan telur. Bagi yang benar-benar memperhatikan adegan ini, kamu mungkin akan merasa geregetan sendiri.

Sayangnya, plot yang sudah terbangun rapi sejak awal tidak dieksekusi dengan baik di bagian ending-nya. Mungkin seharusnya ada cara yang lebih baik untuk memainkan cerita bebasnya Cole dari anggota-anggota sekte pemuja iblis tersebut.

Itu dia sinopsis dan ulasan lengkap dari The Babysitter. Film ini sudah bisa dinikmati di Netflix sejak 2017 lalu. Jika kamu sudah terbiasa menikmati film-film McG, The Babysitter adalah sajian segar yang pastinya akan terasa jauh berbeda dari film-film McG sebelumnya.

Bagaimana menurutmu? Apa kamu sudah menonton film Samara Weaving yang satu ini? Jika belum, film ini bisa jadi rekomendasi nonton kamu di akhir pekan.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram