logo web

Sinopsis & Review Transformers: Rise of the Beasts (2023)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Transformers: Rise of the Beasts
2.6
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Bangsa Autobot kali ini harus berhadapan dengan sosok alien terkuat yang mengancam alam semesta sejak dahulu kala. Untuk melawannya, bangsa Autobot bekerja sama dengan bangsa Maximal yang telah ada di bumi ribuan tahun sebelum mereka datang.

Tidak ketinggalan, Noah dan Elena terlibat dalam perjuangan menyelamatkan umat manusia, meski awalnya secara tidak sengaja.

Transformers: Rise of the Beasts adalah film sci-fi action yang diarahkan oleh Steven Caple Jr. dan dirilis oleh Paramount Pictures pada Juni 2023. Berdasarkan alur cerita Beast Wars, film ini merupakan sekuel dari Bumblebee (2018) sekaligus prekuel dari lima film Transformers karya Michael Bay sebelumnya.

Menjadi film pertama dari sebuah rencana trilogi yang baru, apakah film ini mampu meneruskan kesuksesan Bumblebee secara kualitas? Atau kembali mengikuti pola film-film Transformers karya Michael Bay yang full action? Untuk mengetahuinya, simak review berikut terlebih dahulu sebelum menontonnya.

Baca juga: Suka Film Transformers? Lihat Urutan Filmnya Dulu Yuk!

Sinopsis

Transformers Rise of the Beasts_sinopsis_

Bangsa Terrorcons yang dipimpin oleh Scourge menyerang sebuah planet untuk merebut kunci Transwarp dari bangsa Maximal.

Demi mempertahankan benda berharga yang mereka miliki, Apelinq menyerahkan kunci tersebut kepada Optimus Primal, yang segera pergi dari planet itu bersama beberapa pejuang yang tersisa. Pengorbanan Apelinq disaksikan oleh mereka dari jauh ketika pesawat sudah terbang tinggi.

Unicron, sosok alien terkuat dan terjahat sejagat raya, murka dan melahap planet kuno tersebut. Dia memerintahkan Scourge untuk terus melacak keberadaan kunci Transwarp di berbagai galaksi. Unicron membutuhkannya agar dapat masuk ke galaksi mana saja yang dia mau dan melahap semua planet untuk menambah kekuatan jahatnya.

New York, tahun 1994. Noah baru saja merasa kecewa karena gagal mendapat pekerjaan sebagai petugas keamanan. Padahal dia adalah mantan tentara yang ahli di bidang elektronik. Namun, karena sulit bekerja dalam tim, membuat dirinya tidak diterima.

Karena kegalauannya demi mencukupi kehidupannya bersama ibu dan adiknya yang sakit-sakitan, Noah nekat terjun ke dunia kriminal bersama Reek. Mereka bermaksud mencuri sebuah mobil di gedung parkir yang sudah lama berada di sana seolah tak ada yang memiliki.

Setelah berhasil masuk, ternyata mobil itu bisa hidup sendiri menanggapi panggilan Optimus Prime untuk berkumpul. Mobil itu adalah Mirage, salah satu anggota Autobot. Setelah melalui kejar-kejaran dengan polisi di jalan raya, Mirage bertemu dengan ketiga rekannya di sebuah gudang tua.

Rupanya terjadi sebuah fenomena sinar yang menembak ke langit dari museum, yang hanya bisa dilihat oleh bangsa alien. Sinar ini keluar dari kunci Transwarp, yang secara tidak sengaja terbuka oleh Elena saat dia sedang meriset sebuah patung elang kuno.

Tidak hanya para Autobot saja yang melihatnya, para Terrorcon pun menyadarinya dan langsung datang ke bumi.

Para Autobot bersama Noah menyelinap ke dalam museum untuk mengambil kunci itu seiring para Terrorcon melancarkan serangan yang meluluhlantakkan seisi museum. Noah dan Elena yang sekuat tenaga menyelamatkan kunci itu, terpaksa harus merasa gagal setelah Transwarp berhasil direbut oleh Scourge.

Bumblebee tewas, namun para Autobot diselamatkan dengan kehadiran Airazor. Pejuang Maximal berupa robot elang ini kemudian membawa mereka ke tempat yang aman.

Airazor menjelaskan kronologis keberadaannya di bumi selama ribuan tahun demi menjaga kunci Transwarp tetap aman. Kunci itu mereka bagi dua, namun Airazor kehilangan jejak bagian kunci lainnya.

Elena yang sudah melakukan riset, menemukan simbol yang sama di Peru. Tidak butuh waktu lama, mereka pun segera berangkat ke sana sebelum para Terrorcon menyadarinya. Para Autobot juga membawa bangkai Bumblebee dengan harapan bisa dihidupkan kembali dengan Energon yang akan terbuka dengan kunci itu.

Sementara itu, Unicron marah kepada Scourge karena hanya mendapatkan setengah kunci saja. Merasa kesal, Scourge dan para Terrorcon pun berusaha melacak jejak para Autobot.

Sesampai di Peru, titik koordinat yang diduga sebagai lokasi keberadaan kunci itu ternyata terletak di bawah sebuah gereja. Untuk mencapai tempat itu, mereka harus melewati sebuah karnaval yang meramaikan jalanan kota. Noah dan Elena menyelinap ke dalam gereja, sementara para Autobot berjaga-jaga di sekitar kota.

Setelah masuk ke sebuah lorong yang besar dan dalam, mereka menemukan sebuah kuil yang diduga tempat menyimpan kunci milik bangsa Maximal tersebut.

Tapi kunci itu tidak ada setelah dibuka oleh mereka, dan Elena hanya mengingat simbol lain yang tertera di dalam kotak. Mereka harus segera melarikan diri karena salah satu Terrorcon datang menyerang.

Dilindungi para Autobot, Noah dan Elena berlari hingga ke hutan. Di sana mereka bertemu dengan para Maximal lainnya, termasuk Optimus Primal, pemimpin mereka. Dia membawa teman-teman barunya itu ke sebuah pedesaan manusia yang menyimpan kunci Transwarp.

Optimus Prime yang sebelumnya enggan bekerja sama dengan manusia, merasa heran betapa Primal mempercayai mereka.

Keesokan paginya, Airazor yang terinfeksi senjata Scourge menyerang desa itu. Para Autobot dan Maximal bertarung habis-habisan melawan Scourge dan para Terrorcon.

Sayangnya, setengah kunci itu berhasil juga direbut oleh Scourge yang membawanya ke puncak gunung berapi. Dia menggabungkan dua kunci itu dan membuka portal besar di langit untuk menyambut kedatangan Unicorn.

Untuk menghentikan infeksi Airazor, Primal terpaksa membunuhnya. Kini mereka hanya bisa terpaku menyelami kegagalan melindungi kunci Transwarp.

Apakah ada jalan untuk menghentikan kedatangan Unicorn? Siapakah yang akan menjadi penyelamat dari bencana mahabesar ini? Temukan jawabannya dengan menonton film yang semakin seru ini hingga akhir.

Jalinan Cerita yang Kuat Namun Klise

Transformers Rise of the Beasts_Jalinan Cerita yang Kuat Namun Klise_

Kunci kesuksesan film seperti Transformers ini adalah ikatan antara para robot dengan manusia, seperti yang disajikan dengan baik di Bumblebee (2018). Latar belakang dua karakter manusianya, Noah dan Elena, dipaparkan dengan singkat namun cukup padat, sehingga kita langsung mudah mengerti perasaan mereka.

Noah yang khawatir dengan kehidupan keluarganya dan Elena yang keahliannya diremehkan, menjadi pondasi yang baik untuk cerita film ini. Pada prosesnya, keahlian yang mereka miliki dan selalu diremehkan oleh orang lain ternyata membuat mereka menjadi penyelamat umat manusia dari kepunahan, tanpa seorang pun tahu.

Noah yang dianggap tidak mampu bekerja di dalam tim telah membuktikan dia tidak meninggalkan Optimus Prime, mengorbankan dirinya sendirian untuk menghancurkan kunci Transwarp. Dan Elena yang memiliki keahlian di bidang sejarah, sukses membuktikan dirinya dengan penemuan kuil kuno di Peru yang dipublikasikannya.

Tidak hanya karakter manusianya saja yang tergali psikologisnya dengan baik, namun juga perasaan hati Optimus Prime yang menjadi pemimpin Autobot.

Dia digambarkan sebagai sosok yang tidak mau bekerja sama dengan manusia yang dianggap bukan dari golongannya. Namun melihat Primal mempercayakan kunci Transwarp kepada manusia, pikirannya mulai berubah.

Optimus Prime selalu menyalahkan diri sendiri dan membebani perasaannya karena telah membawa para Autobot pergi dari Cybertron dan terdampar di bumi tanpa jalan kembali.

Begitu melihat kunci Transwarp yang mungkin bisa membawa mereka pulang, Optimus berjuang mendapatkannya. Dan dia begitu sedih melihat Bumblebee mati di tangan Scourge.

Dengan dukungan lima penulis naskah, sangat wajar apabila kisah film ini terasa padat. Dinamis di awal dalam menyajikan background, ritme dan naskah sedikit mengendur di pertengahan film demi mendalami aspek penceritaannya.

Lokasi kunci yang misterius terlalu mudah untuk ditemukan, bisa jadi karena faktor Elena yang sangat paham dengan artefak dan simbol bersejarah.

Selain itu, banyak adegan yang terinspirasi atau seperti pengulangan dari film lain. Salah satunya adalah saat mereka membuka lubang besar yang berisi lorong, persis seperti yang ada di film-film Indiana Jones.

Dan uniknya, Noah malah menyebutkan aksi mereka seperti Indiana Jones. Meski begitu, selingan adegan aksi yang terus menggedor, meski tidak ada hal baru yang disuguhkan, tetap membuat kita tetap terjaga.

Tanpa Kehadiran Bangsa Decepticon

Transformers Rise of the Beasts_Tanpa Kehadiran Bangsa Decepticon_

Tidak seperti 6 film Transformers sebelumnya, kali ini kita tidak bertemu dengan bangsa Decepticon. Musuh bebuyutan para Autobot itu disisihkan terlebih dahulu untuk memperkenalkan sosok Unicron yang merupakan alien terkuat sejagat raya. Ia digambarkan sebagai robot berukuran raksasa yang terkadang bisa mengubah bentuknya menjadi planet.

Untuk menambah kekuatannya, Unicron memakan planet yang ada di luar angkasa. Ia membutuhkan kunci Transwarp agar bisa berpindah galaksi dengan cepat dan melahap planet di setiap galaksi tersebut.

Unicron sempat diperkenalkan secara tersirat di film Transformers: The Last Knight (2017), namun baru di film inilah ia menjadi antagonis utama dan ancamannya terasa nyata.

Selain kehadiran Unicron, film berdurasi 2 jam 7 menit ini memperkenalkan juga bangsa robot alien lainnya, yaitu Maximal yang planetnya musnah dilahap Unicron. Bentuk mereka seperti hewan dalam rupa robot. Ada yang seperti gorila, elang, badak dan cheetah. Mereka telah ada di bumi ribuan tahun sebelum kedatangan Autobot.

Tentu saja para robot alien ini tampil dalam polesan efek visual yang sangat rapi. Meski agak susah untuk melihat ekspresi pada wajah mereka, bisa dimaafkan karena mereka adalah robot, namun aksi mereka dalam pertarungan bisa disaksikan dengan nikmat.

Mata kita tidak akan lelah melihatnya dan kita terus terpukau dengan pertarungan yang semakin seru hingga mencapai puncaknya.

Namun, di beberapa adegan terlihat kekurangan yang menunjukkan pengerjaan compositing-nya kurang halus. Salah satunya di adegan saat mereka mendarat di Machu Picchu.

Banyak penggabungan gambar dengan background yang terlihat kurang halus. Namun kelemahan minor ini rasanya tidak akan mengganggu keseruan filmnya secara keseluruhan.

Perihal kebudayaan manusia yang terpengaruh dari adanya makhluk luar angkasa yang datang ke bumi, selalu menarik untuk digali. Berbagai teori konspirasi tercetus dalam cabang ilmu arkeoastronomi yang terbilang masih baru ini.

Dan memang ternyata, banyak bangunan kuno di berbagai belahan bumi selalu mengacu kepada pergerakan benda langit atau terperangaruh dari luar angkasa.

Memang hal ini tidak banyak diungkit di dalam film Transformers: Rise of the Beasts, hanya selintas saja dalam sebuah dialog. Namun, secara tersirat kita diberi tahu bahwa para Maximal telah saling bertukar ilmu dan rasa percaya dengan umat manusia sejak ribuan tahun silam.

Meski tidak diceritakan korelasinya dengan Machu Picchu, yang menjadi titik awal pencarian kuil yang hilang, tapi kita bisa menduga bahwa kota itu adalah salah satu hasil kolaborasi kebudayaan manusia dan bangsa alien. Sampai kini pun belum ditemukan kesimpulan bagaimana caranya bangsa Inca bisa membuat kota semegah itu di puncak gunung.

Trilogi Baru dengan Bintang Baru

Transformers Rise of the Beasts_Trilogi Baru dengan Bintang Baru_

Transformers: Rise of the Beasts mengulangi formula Transformers (2007) dari sisi karakter utamanya. Untuk memulai sebuah kisah baru, dibutuhkan karakter dan pemeran yang baru, sama seperti yang dilakukan Michael Bay saat memperkenalkan Shia LaBeouf dan Megan Fox. Dua pemeran ini adalah bintang pendatang baru pada masa itu.

Dan kini peran utama itu dipercayakan pada Anthony Ramos dan Dominique Fishback. Meski terbilang baru, namun Ramos dan Fishback sudah menunjukkan talenta akting mereka yang diakui kualitasnya oleh para kritikus. Anthony Ramos tampil gemilang di film In the Heights (2021) dan Dominique Fishback di film Judas and the Black Messiah (2021).

Mereka menunjukkan performa akting yang cukup apik dan mampu membawakan karakter masing-masing dengan meyakinkan.

Terlihat ekspresi penuh beban berat pada Ramos dan perasaan ingin membuktikan diri pada Fishback di sepanjang film. Dan semua mereka tularkan kepada kita dengan lancar sehingga kita seakan berada di posisi mereka.

Karakter Noah dan Elena jauh berbeda dengan Sam dan Mikaela di Transformers (2007). Mereka adalah sosok yang cerdas dan memiliki keahlian, bukan hanya good-looking seperti dua karakter dari trilogi pertamanya.

Alhasil, nantinya pengembangan cerita akan lebih berisi dengan pemaparan keahlian mereka masing-masing dalam perjalanan kisah bangsa Autobot di dua film selanjutnya.

Transformers: Rise of the Beasts cukup berhasil meneruskan gairah baru dalam franchise Transformers yang bangkit lagi sejak kesuksesan film Bumblebee (2018).

Pengembangan karakter utamanya sudah cukup bagus dan mendalam, hanya saja chemistry-nya dengan para Autobot masih terasa kurang erat. Mungkin di film selanjutnya, perpaduan mereka secara psikologis bisa lebih ditampilkan.

Dari efek visual, tidak ada hal baru yang disajikan. Pertarungan antara Autobot dan Terrorcon memang seru dan epik menjelang akhir, tapi rasanya semua itu hanya pengulangan saja dari film-film sebelumnya. Alur ceritanya pun terlalu lurus dan dibuat dinamis sehingga tidak ada twist yang kita harapkan darinya.

Bahkan kebangkitan Bumblebee di penghujung film sudah bisa kita duga sebelumnya. Dan yang pasti, film ini terlalu banyak memuat hal klise meski kita dibuat puas setelah menikmatinya. Bagi kalian para penggemar Optimus Prime dan rekan-rekannya, film Transformers: Rise of the Beasts tidak boleh dilewatkan sama sekali.

Meski masih belum mencapai kualitas Bumblebee (2018), namun film ini mampu meneruskan nafas franchise-nya dengan baik. Apalagi dengan vibe era 1990an yang sangat kental dengan iringan lagu-lagu hits bergenre rap yang sukses menciptakan suasana adegannya.

Sebagai sebuah awal dari trilogi baru, film ini memiliki pondasi yang bagus bagi dua film lanjutannya kelak. Sudah siap menyaksikan aksi kolaborasi manusia, Autobot dan Maximal melawan ancaman Unicron? Langsung tonton film ini sekarang juga, ya! Selamat menyaksikan.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram