logo web

Inilah 6 Fakta Menarik dari Serial The Sandman (2022)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi

The Sandman telah menempatkan dirinya menjadi salah satu serial terbaik Netflix. Dengan jalan cerita yang tetap setia dengan sumber aslinya dan visualisasi mengagumkan tentang dunia fantasi menjadi faktor utama kesuksesan serial ini. D

itambah lagi dengan akting menawan dari para pemerannya semakin melengkapi kualitas serialnya. Tiga hari setelah perilisannya pada 5 Agustus 2022, serial ini langsung berada di posisi teratas serial yang banyak ditonton oleh pemirsa Netflix secara global.

Hal ini membuktikan bahwa selain memiliki kualitas yang bagus, serial ini pun disukai oleh para penontonnya. Tentunya, banyak fakta menarik dari serial yang awalnya adalah proyek film berbujet besar ini. Pasti kalian mau tahu apa saja fakta-fakta itu, kan? Yuk, langsung disimak saja artikel berikut ini!

Baca juga: 10 Film Animasi DC Universe Terbaik Hingga Saat Ini

1. Adaptasi Komik DC

Adaptasi Komik DC

Komik The Sandman adalah salah satu komik terbaik yang pernah diterbitkan oleh DC Comics. Ditulis oleh Neil Gaiman, komik ini sempat berjaya sejak edisi pertamanya diterbitkan pada Januari 1989.

Hanya memiliki 75 edisi yang sudah tamat di bulan Maret 1996, nyatanya komik ini masih digandrungi oleh pembacanya hingga kini.

DC Comics sudah beberapa kali menerbitkan ulang seluruh edisi komik ini lewat anak perusahaan Vertigo hingga tahun 2020 dan kini di bawah DC Black Label.

Di tahun 2010, Vertigo menerbitkan edisi koleksi yang diberi judul The Sandman Library yang berisi 75 edisi The Sandman dalam 10 kompilasi komik. Di tahun 2018, The Sandman Library diterbitkan ulang menyambut ulang tahun ke-30 komiknya.

DC Comics juga sudah menerbitkan The Sandman dalam bentuk Absolute Edition. Edisi spesial ini adalah bentuk komik yang paling mewah dari DC Comics.

Dengan ukuran yang besar dan beberapa gambar yang diwarnai ulang dengan kertas berkualitas tinggi, sampulnya juga terbuat dari kulit sintetis dan dilengkapi kotak penutup. Sudah tentu, edisi spesial ini harganya sangat mahal.

Absolute Edition The Sandman, selain menampilkan kembali 75 komiknya, dihadirkan juga satu komik tambahan berjudul Overture yang menceritakan kisah yang belum pernah ditampilkan saat Morpheus hendak ditangkap oleh Roderick Burgess.

Selain itu, masih ada lagi edisi The Annotated Sandman bagi penggemar sejatinya yang haus akan informasi tambahan terkait makna, mitologi dan hal-hal lainnya berdasarkan catatan dari penulisnya.

Dan terakhir, ada juga edisi The Sandman Omnibus yang hanya dicetak 500 eksemplar dalam bentuk hard cover dan tanda tangan dari penulisnya.

Dengan kehadiran serial The Sandman di Netflix, para penggemar sejati dan pembaca setianya menjadi bergairah kembali. DC Comics pun sudah mempersiapkan cetakan terbaru komik ini untuk menyambut para pembaca baru dan calon penggemar setia The Sandman.

2. Proyek yang Terbengkalai Lama

Proyek yang Terbengkalai Lama

Oleh para pengamat komik dan penggemar setianya, komik The Sandman dianggap sebagai salah satu komik dengan status “unfilmable”.

Hal ini karena jalan cerita yang rumit, kelam, dan nuansa fantasi yang kental. Namun setelah kesuksesan film Watchmen (2009), yang merupakan adaptasi komik DC Comics dengan status “unfilmable” juga, Neil Gaiman kembali berusaha menjalankan proyek adaptasi komiknya.

Proyek film The Sandman bermula sejak Warner Bros mendapat lisensi adaptasi komik ini di tahun 1991. Pengembangan ke arah positif terlihat di tahun 1996 dimana Ted Elliot dan Terry Rosio sudah mulai bekerja menulis naskah untuk film yang rencananya akan disutradarai oleh Roger Avary.

Namun karena berselisih paham dengan produser, Roger Avary dipecat dan proyek dihentikan. Di tahun 1998, naskah film yang baru ditolak oleh Neil Gaiman karena terlalu jauh dari sumber aslinya. Neil Gaiman mulai ragu komiknya bisa diadaptasi ke dalam film.

Menurutnya, The Sandman membutuhkan sutradara sekelas Peter Jackson yang sukses dengan adaptasi The Lord of the Rings atau Sam Raimi dengan trilogi Spider-Man.

Tahun 2013, David S. Goyer mengajukan naskah baru kepada Warner Bros dengan dirinya merangkap sebagai produser dan menunjuk Joseph Gordon-Levitt sebagai pemeran utama dan sutradaranya.

Pengembangan naskah dan persiapan lain terus dilakukan hingga Joseph Gordon-Levitt menyatakan diri mundur dari proyek di tahun 2016.

Di tahun 2018, David S. Goyer membawa penulis naskah Allen Heinberg kepada Neil Gaiman untuk mengajukan adaptasi The Sandman ke dalam bentuk serial. Mereka bertiga menggodok konsep serialnya dan mengajukannya kembali ke Warner Bros.

Netflix datang di tahun 2019 dan menandatangani kesepakatan dengan Warner Bros untuk menayangkan serial ini di platform streaming-nya. Seperti serial Netflix lainnya, 10 episode The Sandman dirilis sekaligus di hari yang sama, dan satu episode spesial dirilis kemudian pada 19 Agustus 2022.

3. Menghadirkan Beberapa Sosok Mitologi

Menghadirkan Beberapa Sosok Mitologi

The Sandman, sebagai komik dan serial, memang memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya berbeda dengan serial bertema fantasi lainnya.

Neil Gaiman secara jenius bisa menghubungkan dunia fantasi rekaannya dengan berbagai mitologi dan sejarah dunia ke dalam kisahnya.

Dan juga sebagai bagian dari DC Comics, kisah The Sandman juga bersinggungan dengan beberapa karakter superhero DC lainnya.

Dalam dunia fantasi rekaan Neil Gaiman, kehidupan manusia diatur oleh kekuatan The Endless. Keluarga para dewa fantasi ini terdiri dari 7 bersaudara, yaitu Death, Delirium, Desire, Despair, Destiny, Destruction, dan Dream.

Pada season perdana ini, The Endless yang sudah ditampilkan selain Dream ialah Death, Desire dan Despair. Neil Gaiman kemudian memasukkan unsur mitologi ke dalam dunia fantasi ini. Di season perdana ini kita diperkenalkan dengan Lucifer Morningstar, sosok penguasa neraka.

Karakter ini diambil Neil Gaiman dari sosok fallen angel yang menjadi Iblis (Satan) dalam referensi Kristen. Karakter ini menjadi populer dan menjadi spin-off dalam bentuk komik dan serial.

Lalu ada Azazel yang baru muncul di ending episode 10. Dia adalah panglima neraka yang terinspirasi dari sosok Azazel dalam literasi Islam dan Kristen.

Azazel sendiri selalu diasosiasikan dengan sosok Iblis dan malaikat yang dikeluarkan dari surga. Masih terjadi perdebatan apakah Azazel dan Lucifer adalah sosok yang sama.

Sedangkan dalam referensi Islam, ada dua sosok yang menggunakan nama Azazel. Sosok pertama adalah jin yang hidup diantara para malaikat dan dikeluarkan dari surga karena kesombongannya pada masa Nabi Adam. Sosok ini sangat identik dengan Iblis atau Setan.

Sedangkan sosok yang kedua adalah satu dari tiga malaikat yang diturunkan ke bumi sebagai ujian bagi manusia setelah wafatnya Nabi Sulaiman di wilayah Babilonia.

Namun Azazel meminta kepada Allah untuk dikembalikan ke surga, sedangkan dua malaikat lagi bernama Harut dan Marut tetap di bumi. Kisah dua malaikat ini seringkali dianggap sebagai asal-usul ilmu sihir.

Di episode spesial, hadir sosok dari mitologi Yunani Kuno yaitu Calliope. Dia adalah putri Zeus dari Mnemosyne. Dia dipercaya sebagai inspirasi bagi Homer dalam menulis puisi Iliad dan Odyssey yang legendaris itu.

Di serial ini, Calliope ditawan oleh Erasmus Fry sehingga dia bisa membuat karya tulis yang fenomenal. Calliope adalah mantan istri Morpheus dan pernah memiliki anak yang sudah wafat.

4. Menampilkan Juga Fakta Sejarah

Menampilkan Juga Fakta Sejarah

Tidak hanya mitologi yang dihadirkan dalam cerita The Sandman ini, Neil Gaiman juga memasukkan beberapa fakta sejarah yang benar-benar pernah terjadi dalam perjalanan umat manusia di bumi ini.

Di episode “The Sound of Her Wings”, Morpheus bertemu dengan Hob Gadling seabad sekali. Dan dalam setiap pertemuan, Hob selalu menceritakan kisah tentang hidupnya dalam 100 tahun.

Ternyata, masa yang dilalui oleh Hob dan cerita yang dipaparkannya berdasarkan fakta sejarah yang terjadi pada zaman tersebut.

Beberapa diantaranya adalah penjajahan bangsa Eropa ke Asia dan Afrika, lalu sistem perbudakan yang menjadi penghasilan Hob di abad ke-18. Dan ada William Shakespeare yang sedang menampilkan syair dan puisi indah, juga cerita dari karyanya yang legendaris.

Namun yang paling mencengangkan adalah fakta sejarah dimana antara tahun 1917 hingga 1928 di Inggris dan juga di belahan dunia lainnya muncul berbagai kasus gejala penyakit aneh yang membuat penderitanya tidur seperti seorang yang sedang koma.

Para ilmuwan di masa itu menamakan penyakit ini encephalitis lethargica. Nama ini pertama kali disebut oleh ahli saraf asal Austria, Dr. Constantin von Economo, di tahun 1917.

Gejala yang timbul antara lain demam, sakit kepala, lesu, radang tenggorokan, pandangan yang membayang, dan gerak tubuh menjadi lambat.

Setelahnya, penderita tertidur dalam waktu yang lama dan sulit untuk dibangunkan. Hingga kini penyebab penyakit ini tidak pernah ditemukan.

Hal yang unik adalah, dari referensi komiknya, Morpheus ditangkap oleh Roderick Burgess di tahun 1917. Kemudian diceritakan banyak penduduk dunia menderita encephalitis lethargica, salah satunya adalah Unity.

Nenek buyut dari Rose ini sejatinya adalah Vortex di zamannya yang diciptakan oleh Desire untuk mencelakakan Morpheus. Namun rencana ini gagal dan Vortex kemudian menurun ke Rose.

5. Bersinggungan dengan Karakter DC Comics Lainnya

Bersinggungan dengan Karakter DC Comics Lainnya

Sebagai bagian dari DC Comics, sangat wajar apabila di dalam cerita The Sandman terdapat beberapa karakter lain yang ada di semesta DC Comics.

Sebenarnya di dalam komiknya, The Sandman sering bersinggungan dengan Batman, Green Lantern dan beberapa karakter superhero lainnya. Namun di serial ini, sepertinya mereka tidak akan dihadirkan.

Tapi bukan berarti cerita serial ini lepas dari semesta DC, masih ada beberapa persinggungan yang kemunculannya membutuhkan kecermatan penonton dalam berpikir.

Salah satu yang terlihat jelas adalah kehadiran Johanna Constantine. Dia adalah versi lain dari John Constantine, detektif spesialis okultisme yang kisahnya sudah pernah diadaptasi ke dalam film dan serial.

Penjara tempat John Dee dirawat memiliki referensi yang sama dengan Arkham Asylum di kota Gotham. John Dee sendiri adalah identitas asli Doctor Destiny yang menjadi musuh Justice League dengan kekuatan yang berasal dari mirah milik The Sandman.

Sebelum hadir di serial The Sandman, Doctor Destiny pernah muncul di salah satu episode crossover Arrowverse berjudul “Elseworlds”.

Jika menyimak lebih detail lagi, sosok Swamp Thing juga dimunculkan di serial ini lewat cerita yang disampaikan oleh Corinthian di episode 9.

Dia bilang bahwa The Boogeyman asli sudah tewas tiga tahun lalu di sebuah rawa di daerah Louisiana. Dalam salah satu edisi komiknya, Swamp Thing pernah berhadapan dengan The Boogeyman setelah menyaksikan aksi pembunuhannya di sekitar rawa.

6. Kembalinya Dave McKean dari Masa Pensiun

Kembalinya Dave McKean dari Masa Pensiun

Mungkin banyak yang bertanya, siapa Dave McKean? Dia adalah seorang ilustrator ternama yang dikenal berkat karya-karyanya yang unik di berbagai media.

Dia adalah orang yang bertanggung jawab dengan keunikan dan keindahan ilustrasi di seluruh komik The Sandman. Dan setelah komik ini tamat, dia tidak pernah terlibat lagi dalam proyek-proyek penerbitan ulang The Sandman.

Bahkan dalam setiap rencana pembuatan film The Sandman yang gagal, namanya tidak pernah muncul. Namun khusus untuk serial Netflix ini, dia kembali hadir dan menampilkan berbagai ilustrasi unik di setiap credit title penutup episodenya.

Hal ini tentunya membuat penggemar setia The Sandman sangat gembira dan merasa lengkap saat menontonnya.

Itulah beberapa fakta menarik yang bisa kita temukan di serial The Sandman season perdana ini. Dengan kesuksesan ini, tentu saja rencana untuk melanjutkan serial ini ke season berikutnya sudah ada di depan mata.

Karena memang, season pertama ini baru menyajikan cerita dari 18 edisi saja. Masih ada 57 edisi lagi dari total 75 edisi yang masih belum disuguhkan.

Kita berharap kualitas season kedua nanti bisa sebaik season pertama ini, bahkan kalau bisa lebih baik lagi, sehingga The Sandman ini bisa menjadi salah satu serial legendaris di masa depan. Sekarang seluruh episodenya sudah tersedia lengkap di Netflix. Jangan lupa ditonton, ya!

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram