logo web

Sinopsis & Review Film Black Box (2020), Teror di Balik Amnesia

Ditulis oleh Siti Hasanah
Black Box
2.9
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Blumhouse Television terkenal sebagai salah satu rumah produksi yang menghasilkan film-film horor berkualitas. Pada Oktober 2020 yang lalu, rumah produksi ini merilis film yang diberi judul Black Box.

Melihat judul film ini, rasanya ingatan kita akan langsung terkoneksi pada dunia aviasi. Pasalnya Black Box sering kali dikaitkan dengan perangkat yang berisi rekaman suara di sebuah pesawat.

Akan tetapi kisah dalam film bukanlah kisah penerbangan. Sutradara Emmanuel Osei-Kuffour Jr mengangkat kisah upaya seorang penyintas kecelakaan yang ingin sembuh dari amnesianya.

Kisah yang didasarkan pada penelitian ilmiah mengenai ingatan manusia ini membuat kisah Black Box unik. Seperti apa kisah Black Box satu ini?

Baca juga: 20 Film Sci-Fi Terbaik yang Sangat Seru dan Wajib Ditonton

Sinopsis

Sinopsis

Nolan Wright (Mamoudou Athie) adalah seorang fotografer. Suatu hari dia mengalami kecelakaan bersama istrinya. Sang istri tewas karena kecelakaan tersebut, sedangkan Nolan selamat.

Setelah sembuh, dia kehilangan sebagian ingatannya sehingga membuatnya sulit berkomunikasi dengan putrinya, Ava Wright (Amanda Christine).

Nolan berusaha untuk hidup normal seperti sebelum insiden kecelakaan itu dan membesarkan putri semata wayangnya. Namun, tetap saja dia merasa kesulitan.

Banyak hal yang membuatnya tidak bisa lagi bersikap seperti dulu. Ava yang masih kecil, menyadari bahwa ayahnya sedang kesusahan. Namun, dia berusaha untuk menghibur dan membesarkan hati ayahnya agar tidak putus asa.

Meski sudah berusaha keras, rasa putus asa hinggap juga di benak Nolan. Dia merasa tidak mampu lagi berjuang. Keadaan terasa lebih sulit saat dia kerap dihantui ingatan kejadian nahas bersama mendiang istrinya dulu.

Parahnya lagi, dia sering mengalami mimpi buruk yang membuatnya semakin tersiksa. Demi memulihkan kondisinya dan hubungan dengan Ava, Nolan bersedia menerima saran dari Dr. Lilian Brooks (Phylicia Rashad), temannya untuk menjalani perawatan.

Menurut Dr Lilian, Perawatan yang dinamai Black box itu akan mengurai ingatan Nolan dan memulihkan amnesia parsial yang dialaminya.

Melalui metode hipnosis Black Box, Nolan diajak kembali ke masa lalu dan melihat segmen memorinya seolah itu adalah hal yang ada di masa kini. Akan tetapi, rupanya perawatan tersebut masih bersifat eksperimental.

Ketika menjalani perawatan Black Box Nolan diperlihatkan segmen-segmen yang aneh dan mengerikan. Di satu waktu, Nolan melihat dirinya kembali ke titik waktu saat dia menikah dengan istrinya, melihat apartemen miliknya, dan tempat-tempat lain yang pernah didatanginya.

Namun, orang-orang yang dilihatnya itu aneh. Mereka memiliki wajah datar dan bergerak dengan cara yang aneh, tidak seperti manusia kebanyakan.

Yang lebih mengerikan lagi, di dalam ingatan itu Nolan melihat ada makhluk aneh yang menyeramkan. Makhluk tersebut kerap muncul dalam mimpi Nolan dan membuatnya menderita. Apakah Black Box mampu membantu Nolan mengatasi amnesia parsialnya?

Debut Film Emmanuel Osei-Kuffour, Jr. yang Mengesankan

Debut Film Emmanuel Osei-Kuffour, Jr. yang Mengesankan

Seperti yang disinggung di atas, Black box dalam film ini bukanlah sebuah tool aviasi yang biasanya terdapat di pesawat.

Black Box satu ini merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut satu metode perawatan hipnosis yang dikembangkan untuk mengembalikan memori manusia.

Di tangan sutradara Emmanuel Osei-Kuffour Jr., Black Box menjadi lebih unik. Di film ini kita bisa melihat bagaimana dia menggambarkan otak manusia layaknya perangkat Black Box yang merekam berbagai kejadian.

Film ini merupakan debut film Emmanuel sebagai sutradara. Yang lebih menarik adalah dia berhasil mengeksekusi ide baru ini menjadi tontonan yang menarik dan berkesan. Dua jempol untuk Emmanuel Osei-Kuffour atas ide cemerlangnya untuk film ini.

Tone Suram dan Alur Pelan Membuat Kisahnya Dramatis

Tone Suram dan Alur Pelan Membuat Kisahnya Dramatis

Black Box hadir dengan tone suram khas film-film misteri. Meskipun tidak menghadirkan jumpscare yang membuat jantung copot, tapi visual color film ini cukup menghadirkan rasa mencekam.

Apalagi saat muncul makhluk aneh di dalam memori Nolan. Masih ingat film Get Out (2017)? Nah, visual tone film ini hampir mirip dengan film tersebut.

Menyoal alur cerita, film ini disajikan dengan alur yang pelan. Dari adegan ke adegan semuanya tampak runut dan detail digambarkan.

Alur seperti ini jadi membuat kita mendapat pemahaman mengenai karakter-karakter latar mereka dengan baik. Di beberapa menit pertama, ada kesan membosankan dari penyajian alur ini.

Untungnya sang sutradara tidak berniat menyiksa penonton dengan memberikan alur pelan lebih lama. Pasalnya setelah beberapa menit kedepan, muncul twist yang membuat kisahnya lebih bergairah.

Memang, tidak banyak, tapi twist yang sedikit itu menjadi jawaban yang memuaskan atas rasa penasaran penonton terhadap konflik yang dihadapi Nolan.

Scoring Lemah untuk Genre Horror/Misteri

Scoring Lemah untuk Genre Horror/Misteri

Black Box masuk ke dalam kategori film horor dan misteri. Konfliknya jelas, yakni mencari jawaban atas hal aneh yang dialami oleh Nolan sekaligus menyembuhkan amnesianya.

Sepanjang 100 menit penayangan film ini, kita akan menyaksikan awal mula Nolan mengalami amnesia dan teror seperti apa yang mengusiknya sehingga dia harus menerima perawatan Black Box.

Semua itu dihadirkan secara teratur tapi segmental sehingga memunculkan rasa penasaran di benak penonton. Tapi sangat disayangkan semua adegan itu tidak didukung dengan scoring musik yang nendang.

Padahal scoring adalah elemen penting yang dapat mengeskalasi ketegangan sebuah adegan di film bergenre horor atau misteri.

Di adegan mimpi Nolan saat dirinya terhubung dengan Black Box, scoring-nya pun tampak biasa-biasa saja. Ibaratnya, scoring tersebut malu-malu melatari adegan yang seharusnya dapat memunculkan ketegangan atau kengerian di benak penonton.

Dengan scoring musik yang tidak begitu berkesan, rasanya cukup aneh mengapa film ini dikategorikan ke dalam genre horor dan misteri.

Pasalnya scoring-nya terdengar terlalu lemah untuk sebuah tontonan yang bertujuan untuk mengagetkan penonton dan menguak rasa penasaran.

Elemen horor lainnya dalam film ini pun nyaris tidak ada. Ini juga yang membuat intensitas ketegangan film ini sangat kurang. Rasanya jadi seperti menonton film drama yang dibalut misteri sebagai bumbunya.

Teori Sci-Fi Menyelamatkan

Teori Sci-Fi Menyelamatkan

Black Box mengangkat kisah yang didasarkan pada penemuan ilmiah seorang dokter saraf. Oleh karena itu, di sini kita akan menemukan banyak dialog yang berisi terminologi kesehatan dan elemen ilmiah lainnya. Ini bisa kita lihat dari dialog Dr. Lilian saat mempraktikkan Black Box pada Nolan.

Teori-teori yang dikemukakan oleh Dr. Lilian terdengar masuk logika dan sejalan dengan elemen horor yang disematkan dalam film ini. Karena itulah kisah dalam film ini tampak unggul dan memiliki keunikan tersendiri.

Nah, terlepas dari semua itu, Black Box adalah tonton yang menarik. Meskipun banyak elemen-elemen yang kurang memuaskan, tapi semua itu tidak menimbulkan rasa bosan atau jenuh ketika menontonnya.

Oh, ya, kisah Nolan dalam film meninggalkan konflik yang masih menggantung lho. Rasanya itu seperti sebuah clue bahwa Black Box kemungkinan akan dibuat sekuelnya. Penasaran gak dengan kisah selanjutnya? Kita nantikan yuk seperti apa Nolan jadinya jika Black Box dibuat sekuel.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram