logo web

Sinopsis & Review Film Hollow Man, Manusia Transparan Berbahaya

Ditulis oleh Gerryaldo
Hollow Man
3
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Paul Verhoeven sudah terkenal dengan film-filmnya dengan genre thriller, di tahun 2000, dia kembali menunjukan karya lainnya lewat film Hollow Man. Film yang skenarionya ditulis oleh Andrew W. Marlowe ini dibintangi oleh beberapa bintang ternama seperti Kevin Bacon, Elisabeth Shue, Josh Brolin dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Review dan Sinopsis Film The Invisible Man (2020) 

Film ini menceritakan tentang seorang ilmuwan yang mengembangkan sebuah serum yang mampu membuat penggunanya menjadi tidak terlihat. Sifatnya yang ambisius membuat ilmuwan tersebut secara sukarela menjadikan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan yang berakhir buruk tanpa seijin pengawas.

Sinopsis

Hollow Man_Poster (Copy)

Sebastian Caine (Kevin Bacon) merupakan seorang ahli biologi molekuler ambisius yang telah mengembangkan serum yang dapat membuat subjek tidak terlihat. Serum tersebut nantinya digunakan untuk kebutuhan militer. Projek pembuatan serum itu melibatkan mantan kekasihnya dan rekan-rekan baik Sebastian.

Mereka adalah Linda (Elisabeth Shue), Matt (Josh Brolin), Sarah (Kim Dickens), Janice (Mary Randle), Carter (Greg Grunberg), dan Frank (Joey Slotnik). Tim tersebut berhasil menyelesaikan proyek tersebut, mereka bisa mengembalikan seekor gorila dari yang tidak terlihat bisa terlihat kembali.

Keberhasilan tersebut tidak langsung dilaporkan ke militer yang mengawasi proyek Sebastian dan tim. Sebastian malah berbohong dengan mengatakan bahwa serumnya sudah selesai namun ia butuh waktu untuk memastikan semuanya benar-benar sempurna. Alasan tersebut ia pakai karena ia ingin mencoba serum tersebut pada manusia.

Tidak sendiri, Sebastian mengajak seluruh timnya untuk menguji serum itu pada dirinya. Meski awalnya mendapat penolakan namun akhirnya uji coba itu dilakukan tanpa izin militer. Begitu serumnya disuntikan, prosedurnya berhasil, dan Sebastian benar-benar tidak terlihat. Dengan wujudnya yang tak terlihat, ia suka mengerjai teman-temannya di lab.

Sebastian pun melakukan pelecehan kepada Sarah, sehingga semua orang khawatir kalau Sebastian akan bertindak lebih jauh sehingga mereka melakukan prosedur pengembalian wujud Sebastian, namun hal itu gagal bahkan hampir membuat Sebastian terbunuh. Menunggu formulanya diperbaiki, Sebastian menggunakan topeng lateks.

Hal itu dilakukan supaya tim bisa mengetahui keberadaan Sebastian. Percobaan yang terus menerus membuat Sebastian kesal dan kabur dari lab untuk pergi ke apartemennya. Setelah selesai mengambil barang-barang, Sebastian bukannya pulang malah pergi ke kediaman tetangganya yang seorang perempuan dan memperkosanya.

Begitu kembali ke lab, Linda yang tahu bahwa Sebastian pergi langsung memperingatkan untuk tetap diam selagi mereka mencoba memulihkannya, apabila Sebastian melanggar, Linda & Matt akan melaporkan semua eksperimen yang dilakukan Sebastian. Tidak mengikuti perintah, Sebastian meninggalkan lab dan memata-matai Linda & Matt.

Selain itu, Sebastian juga memasang perangkat video untuk memata-matai tim lain yang akhirnya ketahuan oleh tim Sebatian sendiri. Merasa semakin menjadi-jadi, Linda dan Matt pergi ke kediaman Kramer (William Devane) yang merupakan mentor Sebastian. Mendengar hal itu, Kramer langsung menginformasikannya pada militer.

Dengan segera keberadaan Sebastian pun diburu. Mengetahui dirinya akan ditangkap, Sebastian merencanakan pembunuhan terhadap seluruh timnya untuk tutup mulut. Begitu seluruh timnya ada di lab bawah tanah untuk bekerja, Sebastian segera menonaktifkan sambungan telepon dan akses lift selain miliknya.

Mengetahui mereka dikurung di lab, Linda, Matt, Sarah, Janice, Carter dan Frank berkumpul dan setuju untuk melumpuhkan Sebastian. Namun memburu Sebastian bukan hal mudah apalagi wujud Sebastian yang tidak terlihat. Alih-alih berhasil melumpuhkan Sebastian, Sebastian mulai membunuh para timnya satu per satu.

Janice tewas lebih dulu, sementara Linda dan yang lain bersembunyi sementara Carter dibantu Matt mencari Sebastian menggunakan kacamata thermography. Sayang Sebastian menyadari hal tersebut dan melukai Carter dan menyerang Matt. Beruntung Matt diselamatkan oleh Linda dan kabur sementara Sarah dan Frank berhasil dibunuh.

Aksi petak umpet berlangsung, Linda dan Matt berhasil dilumpuhkan dan dimasukan ke dalam freezer supaya mereka mati lemas. Linda tidak habis akal, ia berhasil membuka pintu freezer dengan alat defibrilator, lantas segera merakit alat penyembur api untuk membunuh Sebastian. Di saat yang sama, Sebastian membuat bom buatan.

Bom itu akan meledakan laboratorium supaya bukti dan hal lainnya yang ada hubungannya dengan projek serum hancur tak bersisa bersama dengan timnya. Saat ia akan kabur naik lift, Linda berhasil menyemburkan api ke arah Sebastian. Sebastian berhasil menghindar dan menghajar Linda habis-habisan.

Saat Sebastian akan menghabisi nyawa Linda, Matt datang membantu dengan menyerang Sebastian menggunakan linggis hingga terjatuh. Memanfaatkan hal tersebut, Linda dan Matt segera kabur dari laboratorium tepat ketika Sebastian sadar dan akan menusuk Matt menggunakan linggis tadi.

Beruntung Matt berhasil menghindar dan menepis serangan Sebastian membuat Sebastian terhuyung dan tersengat listrik dari kotak sirkuit yang konslet akibat terhantam tubuh Sebastian. Hal itu membuat Sebastian pulih dan tubuhnya kembali terlihat sebagian. Saat Sebastian lemah, Linda dan Matt segera mencari bom yang dibuat Sebastian.

Mereka berusaha untuk menonaktifkan bom tersebut, namun gagal. Mereka akhirnya kabur lewat lorong lift sebelum bom meledak. Tak disangka, Sebastian yang terluka masih sempat meraih kaki Linda hingga terjatuh ke atas lift yang tak berfungsi. Terancam, Linda akhirnya memutuskan kabel lift dan menjatuhkan Sebastian bersamanya.

Sebastian tewas dalam lab nya sendiri, sedangkan Linda dan Matt berhasil keluar dari lab yang sudah terbakar, petugas pemadam dan tim medis segera menolong Linda dan Matt, mereka pun segera dibawa ke dalam ambulans. 

Spesial Efek

Hollow Man_Special Effects (Copy)

Film tahun 2000 ini bisa dibilang cukup handal loh dalam membuat spesial efek terhadap karakter Dr. Sebastian yang menjadi manusia hollow. Tim produksi menggunakan banyak teknik, bahkan Kevin Bacon, sang aktor, harus melakukan shooting sebanyak dua kali untuk versi dengan Kevin on-cam dan tanpa Kevin.

Adegan paling menarik adalah saat serum dimasukan ke dalam tubuh Sebastian dan kita bisa melihat susunan internal tubuh Sebastian seperti veins, tulang sampai akhirnya ia menghilang. Rasanya seperti mempelajari anatomi tubuh. Efek itu bahkan masuk nominasi di ​Academy Award untuk Efek Visual Terbaik

Pesan Moral

Hollow Man_Moral (Copy)

Karakter Sebastian dalam film ini mengajarkan kita pada satu hal penting yakni saat ada power yang seseorang punya, sifat asli seseorang itu akan keluar. Entah dia akan semakin buruk atau menggunakan kekuatannya untuk membantu sesama. Pada kasus Sebastian dia melakukan hal paling buruk yang bisa dilakukan ilmuwan atas ciptaannya.

Sebastian yang awalnya memang mau membantu militer untuk kebutuhan mereka malah menggunakan serum ciptaannya itu dan menyeleweng dari misi. Ia memperkosa, menyerang orang, membunuh, membuat kacau keadaan hanya karena kepentingannya sendiri yang tidak mau ia berikan pada orang lain. 

Sekuel

the-invisible-man-cover_

Film ini memiliki sekuel yakni Hollow Man 2 yang tayang di tahun 2006. Intinya sama dengan film pertamanya yang mengincar si manusia tak kasat mata supaya dia tidak berbuat ulah yang merugikan banyak orang. Lagi-lagi serum tersebut merupakan pendanaan dari pemerintah Amerika untuk kepentingan militer.

Namun film keduanya itu tidak sesukses film pertamanya. Sampai di tahun 2020, film berjudul The Invisible Man muncul dengan plot mirip namun eksekusinya berbeda. Meski film ini tidak ada korelasinya dengan film Hollow Man (film 2020 itu diangkat dari novel berjudul sama yang rilis tahun 1897) banyak orang yang tetap membandingkannya.

Film Hollow Man yang berdurasi 112 menit ini ternyata punya versi director’s cut yang berdurasi sedikit lebih panjang selama 119 menit. Film ini banyak mendapat ulasan buruk namun berhasil meraup keuntungan hingga $ 190 juta dan mendapat nominasi di Oscar. Showpoiler sendiri memberi skor film ini sebesar 3/5.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram