logo web

Sinopsis & Review JJ+E, Drama Cinta Remaja dari Swedia

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
JJ+E
2.5
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

John John dan Elisabeth jatuh cinta pada pandangan pertama. Meski mereka berbeda strata ekonomi, budaya dan kelas sosial, cinta berhasil mematahkan semuanya. Tapi masalah dalam keluarga yang rumit dan aktivitas kriminal dengan teman-temannya membuat gundah John John dan mempengaruhi hubungan mereka. Akankah mereka tetap bersatu karena cinta?

JJ+E, atau dalam judul aslinya Vinterviken, adalah original film Netflix produksi Swedia yang mengangkat tema percintaan remaja beda kasta. Berdasarkan novel karya Mats Wahl, film ini dirilis pada 8 September 2021. Melihat premis film, sepertinya kisah cinta mereka nyaris serupa dengan Romeo and Juliet atau sejenisnya. Tapi apakah ending film ini akan tragis atau tidak? Simak review kami berikut ini.

Sinopsis

film jj+e-1_

John John tinggal di pemukiman imigran kelas menengah bawah yang dekat dengan tindakan kriminal, seperti pencurian. Suatu hari, bersama temannya Sluggo, dia mencuri perahu dan mendekat ke pemukiman elite yang sore itu tampak sedang ramai. Tidak sengaja mereka menolong anak kecil yang tenggelam, Patricia, karena tertimpa orang yang melompat dari tebing.

Ayah Patricia mengajak mereka ke rumah sebagai rasa terima kasih. John John bertemu Elisabeth, kakak Patricia, dan langsung jatuh cinta. Sluggo yang dengan sengaja menghafal kode alarm rumah Elisabeth, mengajak John John dan teman lainnya untuk mencuri rumah mewah itu. Tidak disangka ternyata penghuni rumah pulang lebih cepat sehingga membuat mereka pergi tergesa-gesa.

John John yang bermasalah dengan pacar ibunya, lulus ujian masuk kelas drama. Hari pertama sekolah, dia terkejut saat bertemu dengan Elisabeth. Kesan pertama begitu dingin, karena Elisabeth terlihat sedang sedih. Setelah John John tahu penyebabnya, dia mencoba menenangkan hati Elisabeth, tetapi Elisabeth justru kesal karenanya. Meski begitu, mereka masing-masing saling stalking akun media sosial.

Hari demi hari karena seringnya bertemu, John John dan Elisabeth terlihat semakin dekat, bahkan John John diundang ke pesta ultah Patricia. John John selalu berusaha membuat Elisabeth tersenyum, apalagi di dalam kelas dia terlihat pasif. John John mengajak Elisabeth menonton pentas teater. Setelah lama menunggu, Elisabeth tidak hadir. Ternyata dia diminta ayahnya untuk menjaga adiknya di rumah.

John John dan teman-temannya mampir ke rumah Elisabeth dan membawanya kumpul bersama di sebuah café. Elisabeth langsung diterima oleh teman-teman John John, terutama ketika dia berhasil memperlihatkan talenta aktingnya. John John mengantar Elisabeth pulang dan berenang bersama. Mereka hampir ketahuan oleh ayah Elisabeth.

John John dan Elisabeth kemudian menghadiri sebuah acara rave di tengah hutan. Pulang dari acara itu, mereka dirampok oleh dua begundal. Perhiasan dan ponsel Elisabeth diambil. Ketika para begundal ini ingin mengambil jam tangan yang dipakai John John, dia menolak dan membuat Elisabeth dipukul oleh salah satu begundal. Akhirnya jam tangan itu melayang juga ke tangan begundal.

Elisabeth kecewa dengan sikap John John. Dia tidak mau bertemu dengan John John, ditambah lagi, ayah Elisabeth melarang John John untuk bertemu dengan putrinya. Tapi hati John John gelisah. Dia kemudian nekat mendatangi rumah Elisabeth di tengah malam yang berhujan. John John menceritakan alasan kenapa dia tidak mau melepas jam itu, karena itu bukan miliknya.

Sluggo yang berurusan dengan para penjahat diminta untuk segera menyerahkan jam hasil curiannya. John John terpaksa mengaku bahwa dia menghilangkan salah satu jam saat dia meminjamnya. Untuk mengganti kekurangan tebusan, John John dan Sluggo mencuri sound system dari sekolah drama yang membuat pentas mereka dibatalkan keesokan harinya.

Tebusan sudah dibayar, tapi Sluggo dan John John terpaksa harus menghilang untuk beberapa hari. Tiba-tiba, Sluggo melihat mantan pacar kekasihnya. Setelah mengintimidasinya, Sluggo ditembak hingga tewas di depan mata John John. Tentu saja John John marah dan berniat balas dendam dengan mencuri pistol temannya dan mencari keberadaan orang itu.

John John kemudian menodongkan pistol kepada penembak Sluggo, sementara Elisabeth menuju lokasi keberadaan John John bersama temannya. Terlihat John John dibawa masuk ke dalam mobil polisi. Elisabeth mengebutkan motor dan berhenti di depan mobil polisi tersebut dan dimasukkan ke dalam mobil oleh polisi. Akhirnya John John dan Elisabeth bertemu kembali.

Cerita Cinta Remaja yang Biasa

film jj+e-2_

JJ+E menampilkan kisah cinta remaja tipikal yang sudah pernah diangkat berkali-kali dalam film, hanya kali ini dalam bahasa yang berbeda. Dari alur cerita, film berdurasi 1 jam 30 menit ini pun tidak menampilkan sesuatu yang baru. Semua terasa klise dan mudah ditebak. Semua petunjuk untuk adegan selanjutnya sudah tersirat di adegan sebelumnya.

Menyelipkan aksi kriminal ke dalam cerita, seharusnya bisa memancing konflik yang besar untuk akhir film, atau paling tidak bisa memperumit hubungan cinta mereka. Ada beberapa celah untuk menuju kesana, tapi seolah penulis naskah dan pengarang novelnya, Mats Wahl, tidak mau terjatuh ke dalam perkara klise lagi. Sayangnya, justru keputusan ini membuat film terasa datar minim konflik yang panas.

Coba Mengungkit Perbedaan Kasta

film jj+e-3_

Meski film ini terasa standar, tapi ada poin positif yang terselip di dalam ceritanya, yaitu perbedaan kasta sosial ekonomi antara keluarga John John dan Elisabeth. Sebenarnya ini juga pola tipikal, hanya saja latar belakang kehidupan mereka cukup menarik, mengingat Swedia memang dipenuhi oleh warga-warga imigran dari berbagai suku bangsa, salah satunya adalah keluarga John John yang sepertinya dari Arab.

Pengambilan gambar yang membedakan antara pemukiman imigran dengan pemukiman elite ditangkap dengan sangat baik, sehingga membuat kita cukup merasakan perbedaan kelas diantara mereka. Ragam suku bangsa imigran juga ditampilkan cukup merata, selain John John yang berdarah Arab, Sluggo sepertinya keturunan Polandia, juga ada teman-teman mereka dari etnis belahan dunia lainnya.

Sebenarnya, latar belakang ini cukup menarik jika bisa diolah dengan lebih baik, apalagi diceritakan para warga imigran ini identik dengan tindak kejahatan. Tapi sayangnya semua digarap dengan ringan tanpa ada konflik yang cukup berarti. Bahkan ketika Sluggo ditembak, kesan terkejut dan sedih tidak begitu terekspos dengan baik.

Padahal dari sisi psikologis, cerita film ini cukup kuat. Dimana John John dan Elisabeth yang beda kasta sosial ekonomi, ternyata memiliki kesamaan di dalam keluarga, yaitu tekanan batin karena ketidaksempurnaan keluarga yang mereka miliki. John John tertindas oleh pacar ibunya, sedangkan Elisabeth terkungkung oleh kesibukan ayahnya yang membuatnya sering meninggalkan rumah.

Ritme yang Tidak Stabil

film jj+e-4_

JJ+E juga sebenarnya memiliki gaya sinematografi yang baik di awal film, dengan pewarnaan yang ceria namun teduh dan pergerakan kamera yang bebas seolah bergerak tanpa batas dengan penempatan angle-angle yang tidak biasa. Sayangnya, semua tidak dipertahankan hingga akhir film.

Begitupun dengan ritmenya. Tampil cepat dan lugas di awal film, lalu menjadi lambat ketika mengutarakan kisah cinta. Mungkin supaya kesan romantisnya terasa, tapi justru malah membuat semua terasa membosankan. Sepertinya kematian Sluggo akan menimbulkan konflik mencekam, tapi nyatanya kita dibuat kecewa dengan ending yang tidak memuaskan.

JJ+E tidak membawa hal baru untuk ditampilkan, semua terasa biasa dan cenderung datar. Meski ada beberapa poin positif, salah satunya dari sinematografi, tapi ini pun tidak bisa dipertahankan dengan baik dan semakin mengendur menuju akhir film. Bagi kalian yang suka dengan film cinta remaja, mungkin film ini bisa mengisi waktu kalian.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram