showpoiler-logo

Sinopsis & Review Mangkujiwo 2, Manusia Lebih Biadab dari Binatang

Ditulis oleh Suci Maharani R
Mangkujiwo 2
3
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Satu lagi film horor Indonesia yang sangat diantisipasi para penggemarnya, yaitu Mangkujiwo 2 (2023). Masih digarap oleh sutradara Azhar Kinoi Lubis, secara keseluruhan ceritanya masih berkutat soal sekte yang menjadikan Kuntilanak sebagai pesugihan. Lagi-lagi Uma akan berhadapan dengan fakta dan misteri baru mengenai jati dirinya dan Romo.

Ada perubahan signifikan dari para pemeran utamanya. Sujiwo Tejo, Yasamin Jasem, Karina Suwandi dan Djenar Maesa Ayu masih jadi pemeran utamanya.

Penambahan karakter baru yang diperankan oleh Marthino Lio, Widika Sidmore hingga Kiki Narendra membuat cerita lebih complicated. Selain itu, Mangkujiwo 2 (2023) memberikan sinematografi dan efek visual yang lebih menjanjikan.

Lalu, bisakah Uma menerima berbagai kenyataan pahit mengenai siapa dirinya dan hubungannya dengan Romo? Buat kamu yang sudah penasaran, bisa membaca sinopsis dan ulasan singkat Mangkujiwo 2 (2023) hanya di Showpoiler.

Sinopsis

sinopsis mangkujiwo_

Berlatar di tahun 70-an, kekuatan Mangkujiwo di tanah Jawa hampir tidak ada tandingannya. Bahkan Romo (Sujiwo Tejo) yang bekerjasama dengan Dargo Sentono (Yayu A.W. Unru) dan Jendral Amperawan (Kiki Narendra) membuka sebuah bioskop.

Mereka mengundang banyak orang-orang penting untuk menghadiri pemutaran film pertama yang dibintangi oleh aktris bernama Maureen (Widika Sidmore).

Ketika semua orang menikmati filmnya, Uma (Yasamin Jasem) justru mendapatkan visual yang sangat menyeramkan. Dari pandangan matanya, Uma melihat bioskop sebagai tempat pembantaian manusia dengan cara yang sangat kejam.

Pandangan gaibnya hilang pasca ia didatangi oleh Rimba (Marthino Lio), seorang wartawan dan fotografer yang dipekerjakan untuk mengabadikan pembukaan Bioskop.

Tidak hanya sekali, Uma memiliki penglihatan ini setiap kali ia mendatangi bioskop. Rimba yang curiga mulai bertanya pada Uma, apa yang dilihatnya?

Namun Uma tidak mau memberitahunya, pasalnya ia tahu kalau Rimba tidak akan percaya dan menganggapnya gila. Tapi pasca penyerangan yang menimpanya di rumah, Uma mulai percaya pada Rimba dan mengatakan hal-hal yang dilihatnya.

Rimba mengakui bahwa ia tidak seutuhnya percaya dengan yang dikatakan oleh Uma. Tapi ia melihat sendiri bagaimana orang-orang yang bekerja dengan Dargo Sentono begitu memuja tikus.

Dari sinilah Rimba mulai melihat ada sesuatu yang aneh di lingkungan tersebut. Benar saja, hasil penelusuran dan berbagai visual yang dilihat Uma membuatnya percaya ada hal mistis yang melibatkan Mangkujiwo.

Namun Uma dan Rimba tidak menyadari kalau mereka sedang dipermainkan oleh para orang tua. Romo bersama Nyi Kenanga (Djenar Maesa Ayu) dan Karmila (Karina Suwandi) membuat rencana untuk memperkuat Mangkujiwo.

Ada banyak agenda yang mereka buat, salah satunya adalah melemahkan Kanti dan membunuh Rimba untuk memperkuat kekuasaan Mangkujiwo.

Lalu, apa hubungan Rimba dengan semua ini? Ternyata Rimba adalah pewaris sah dari kekayaan Kunto Haryo yang diduduki oleh Dargo Sentono (Yayu Unru) dan Jenderal Amperawan (Kiki Narendra).

Pembantaian di bioskop itu memang nyata, semuanya dilakukan oleh Jenderal Amperawan. Sementara Dargo Sentono menumbalkan Kunto Hayo kepada siluman tikus untuk mempertahankan kejayaannya.

Kerjasama Dargo Sentono dan Jenderal Amperawan dianggap berbahaya. Makanya, Romo sengaja ingin mengadu domba semua musuhnya.

Dargo Sentono membutuhkan tumbal baru agar siluman tikus tidak mengambil nyawa dan kejayaannya. Dan, satu-satunya tumbal yang cocok adalah Rimba. Di sisi lain, Romo menggunakan Rimba untuk menghancurkan Jenderal Amperawan dan Uma.

Cinta menjadi senjata paling berguna dan mematikan untuk musuh-musuhnya. Menjadikan Maureen sebagai umpan, Romo sengaja mengadu domba Jenderal dengan Rimba. Kehadiran Uma di tengah-tengah mereka, akan membawa Kanti untuk membunuh kedua musuhnya itu. Apakah Uma dan Rimba bisa terbebas dari jebakan Romo?

Complicated, Alurnya Berat dan Membingungkan

Complicated, Alurnya Berat dan Membingungkan_

Kalau harus mengisahkan alur cerita Mangkujiwo 2 (2023) secara lengkap, mungkin saya akan menyerah. Pasalnya, ada banyak sekali materi-materi baru tentang pesugihan untuk meraih kekayaan dan kekuasaan.

Sejujurnya, cerita yang disampaikan dalam film ini jauh dari ekspektasi saya. Fokus utamanya justru bukan membicarakan Mangkujiwo dan Kuntilanak sebagai medium pesugihan.

Azhar Kinoi Lubis membawa banyak materi cerita baru yang cukup membingungkan. Setidaknya ada tiga ide cerita besar yang saya pahami, salah satunya adalah pesugihan siluman tikus yang dilakukan oleh Dargo Sentono. Untuk mendapatkan tumbal sedarah, Dargo menjadikan Kunto Haryo sebagai korbanya.

Kemudian, dari sinilah politik dan konspirasi muncul. Dargo meminta bantuan Jendral Amperawan untuk melakukan genosida. Sang Jenderal menjadi ujung tombak untuk membinasakan ribuan orang pengikut Karto Harjo dan membawa pria itu untuk ditumbalkan.

Di sisi lain, agenda Romo, Nyi Kenangan dan Kamila menjadikan Mangkujiwo sebagai yang terkuat adalah fokus utamanya. Jujur saja, saya sampai tidak bisa mengambil minum atau makan popcorn selama menonton filmnya.

Sebab, saya tidak ingin kehilangan fokus. Ceritanya benar-benar complicated, bahkan plot twist yang ditampilkan juga tidak terasa mengejutkan, saking bikin bingung. Kabarnya, pihak produksi juga kesulitan untuk menyunting alurnya, karena durasi finalnya maksimal mencapai 4 jam.

Tak Ada Kemajuan, Elemen Horornya Monoton

Tak ada Kemajuan, Elemen Horornya Monoton_

Masuk ke kualitas filmnya, sejujurnya agak ada perubahan signifikan yang tampikan oleh Azhar Kinoi Lubis dalam Mangkujiwo 2 (2023).

Mulai dari opening, saya menyukai adegan pembantaian (gore) yang intense dan brutal dalam film ini. Visualisasi alam gaib tempat Kanti dan demit-demit peliharaan Romo disimpan juga digambarkan dengan sangat baik.

Pemilihan warna merah sebagai tema utamanya membuat suasana mencekam secara perlahan hingga bikin para penonton bergidik ngeri.

Belum lagi sinematografinya juga cukup ciamik dengan menghasilkan banyak gambar-gambar indah dan lekat dengan kesan etnik. Kali ini efek visual yang tampilkan lebih banyak dan lebih menarik. Tapi saya agak bingung, kenapa Kuntilanak selalu diperlihatkan terbang di atas meja?

Tapi saya menarik kesimpulan bahwa mungkin ingin menunjukkan kehadiran Kuntilanak ini bertujuan memakan jiwa manusia.

Meski minim jumpscare, alunan musik Jawa klasik menjadi salah satu kekuatan utama dalam Mangkujiwo 2 (2023). Sayang banget, skoringnya yang bagus ini malah ditinggalkan karena fokus ke ide cerita yang complicated tadi. Sense horornya juga perlahan turun dan baru muncul lagi di bagian ending-nya.

Aktingnya Memuaskan, Semua Aktor Tampil Sempurna

Aktingnya Memuaskan, Semua Aktor Tampil Sempurna_

Alurnya yang complicated memang bikin ceritanya terasa sangat membosankan. Bahkan saya tidak sadar sudah berapa kali menguap saat menonton Mangkujiwo 2 (2023).

Satu-satunya hal yang membuat saya bertahan menonton film ini karena akting dari para pemeran utamanya. Empat pemeran utamanya, Yasamin Jasem, Djenar Maesa Ayu, Sujiwo Tejo dan Karina Suwandi tampil luar biasa.

Tapi yang lebih utama adalah kehadiran Marthino Lio sebagai Rimba. Jiwa mudanya membuat sosok Rimba terlihat sembrono dan terkesan bodoh.

Tapi karakter Rimba ini justru yang bikin alur ceritanya lebih greget, ditambah lagi dengan hubungan asmaranya dengan Uma. Baru pertama kali bekerjasama, Marthino Lio dan Yasamin Jasem berhasil memberikan kemistri yang luar biasa.

Sedangkan untuk Djenar Maesa Ayu, Sujiwo Tejo dan Yayu Unru membawa kesan horor dengan berbagai kegiatan mistis dan sesajen yang mereka lakukan.

Karakter yang tidak kalah mengagumkan, Kiki Narendra tampil sangat badas sebagai Jenderal Amperawan. Karakternya benar-benar seperti diktator, pria ini sangat sombong dan gaya bicaranya memang mengintimidasi.

Pemilihan Set dan Makeup Sempurna

Pemilihan Set dan Makeup Sempurna_

Dari banyak film yang mengambil latar jadul, Mangkujiwo 2 (2023) menjadi salah satu film yang memiliki visual yang pas. Berlatar di tahun 70-an, pemilihan vibes warna dan set yang digunakan benar-benar terasa etnik dan tradisional. Kondisi pabrik hingga bangunan-bangunan yang digunakan masih menggunakan aksen kayu jati.

Pesta pembukaan bioskop di era 70-an juga terlihat luar biasa. Baik pemeran utama hingga figuran, semuanya memakai pakaian yang khas dengan era tersebut.

Tarian Widika Sidmore dan alunan lagu yang dimainkan benar-benar membawa energi back to 70th. Tak hanya soal konsep 70-an, saya juga menyukai makeup prostetik yang digunakan untuk membuat karakter demit.

Saya tidak yakin, tapi makeup untuk manusia serigala dan demit-demit lainnya terlihat sangat menyeramkan. Sayang banget, siluman tikus yang sesungguhnya tidak ditampilkan dalam film ini.

Meskipun begitu, saya merasa puas dengan penampilan kuntilanaknya. Dari kepala hingga kaki, semuanya sangat totalitas dan konsisten dengan Mangkujiwo (2020).

Jika kamu mencari film horor Indonesia yang ringan maka Mangkujiwo 2 (2023) bukanlah film pilihan yang tepat. Untuk menonton film ini kamu harus benar-benar paham dengan kisah di film pertamanya.

Film garapan Azhar Kinoi Lubis ini tidak semenyeramkan itu. Namun berbagai adegan gore yang intense dan alurnya yang complicated bakalan bikin penontonnya merasa lelah.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram