logo web

Sinopsis & Review Mr. Harrigan's Phone, Komunikasi dengan Orang Mati?

Ditulis oleh Gerryaldo
Mr. Harrigan's Phone
3.3
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Netflix sempat membuat heboh para pecinta film ketika merilis film yang diambil dari sebuah novel karya novelis spesialis genre horor-menegangkan, yakni Stephen King. Film tersebut diberi judul Mr. Harrigan’s Phone. Karya Stephen King yang dikonversi menjadi sebuah film selalu laku di pasaran, bagaimana dengan film ini ya?

Baca Juga: 16 Film Terbaik yang Diadaptasi dari Novel Stephen King

Mr. Harrigan’s Phone sempat masuk ke dalam Top 10 di Netflix Indonesia selama beberapa pekan loh! Film ini menceritakan tentang seorang tua kaya raya yang meninggal akibat penyakit yang dideritanya. Orang yang dekat dengannya, yakni anak remaja lelaki 16 menyelipkan ponsel di peti mati. Ponsel pun berdering…

Sinopsis

Mr. Harrigan's Phone_Poster (Copy)

Craig (Collin O’Brien) merupakan anak kecil yang tidak sengaja mendapat perhatian lebih dari seorang pensiunan pengusaha super kaya bernama Harrigan Harrigan (Donald Sutherland) lantaran ia pandai membaca dan Harrigan menyukainya. Setelah kematian Ibunya, Craig menghabiskan waktunya sendirian.

Hal ini membuat Craig agak bosan dan ketika Harrigan Harrigan memanggilnya untuk dipekerjakan sebagai pembaca buku cerita di kediaman Harrigan, anak tersebut senang sekali. Harrigan meminta Craig untuk membacakan untuknya tiga kali dalam seminggu. Craig melakukannya dan tidak terasa 5 tahun kemudian Craig sudah remaja.

Craig (Jaeden Martell) yang kini sudah masuk SMA punya hubungan baik dan jadi teman paling dekat dari Harrigan. Orang tua itu kerap memberi masukan pada Craig tentang masa muda supaya anak itu bisa hidup dengan benar tidak sepertinya. Satu kali saat Natal, Harrigan memberikan tiket lotere dari perusahaan milik Harrigan dan menang besar!

Ia mendapatkan $ 3.000, dan di saat yang sama, keinginan Craig untuk mendapatkan iPhone baru terwujud membuat Craig senang bukan main. Ia pun segera membelikan 1 ponsel iPhone lainnya untuk Harrigan karena Craig ingin Harrigan bisa dihubungi atau menghubungi nya setiap waktu. Meski menolak teknologi, Harrigan akhirnya menerimanya.

Kehidupan Craig ternyata tidak terlalu menyenangkan di sekolah. Ia menjadi bahan rundungan dari seorang remaja lain bernama Kenny (Cyrus Arnold). Entah kenapa Kenny tidak terlalu suka dengan Craig dan Craig bukan tipe penyerah, ia suka melawan Kenny sehingga Kenny selalu menjadikan Craig sebagai targetnya.

Satu waktu saat Craig datang untuk membacakan buku di kediaman Harrigan, Craig melihat teman dekatnya itu terkulai, begitu di dekati, Harrigan sudah tewas. Craig menjerit dan meminta bantuan namun Harrigan benar-benar tidak bisa ditolong lagi. Upacara pemakaman pun langsung diadakan di rumah duka. Craig sangat sakit ditinggalkan oleh Harrigan.

Craig berharap masih bisa terus berkomunikasi dengan Harrigan, maka dirinya memasukan ponsel milik Harrigan ke dalam peti matinya. Setelah peti dikubur, semua tamu kembali ke kediaman masing-masing, begitu pula dengan Craig dan Ayahnya. Keesokan paginya Craig didatangi oleh pengacara Harrigan.

Craig diberikan seluruh harta kekayaan milik Harrigan dan uang selama Craig selesai kuliah pun diberikan penuh. Craig jadi semakin sedih, ia mencoba untuk menghubungi Harrigan mengatakan bahwa betapa ia merindukan Harrigan. Setelah mencoba menghubungi dan tidak ada jawaban, Craig pun tidur; namun, pesan singkat muncul.

Esoknya Craig kaget bukan main melihat ada pesan singkat dari Harrigan. Namun isi pesannya aneh. Craig lantas memberitahukan pada Ayahnya soal itu, Ayahnya mengatakan bahwa itu adalah bug. Meski sudah dapat penjelasan yang cukup masuk akal, Craig masih penasaran, apakah Harrigan benar-benar mengirim pesan dari kubur?

Hal tersebut akhirnya Craig lupakan untuk sementara karena ia akan ada pesta dansa dan berhasil mengajak gadis pujaannya. Tiba-tiba Kenny datang menghajar Craig, menuduhnya sebagai orang yang membongkar kegiatan jual beli narkoba yang Kenny lakukan sehingga ia dikeluarkan dari sekolah. Craig marah.

Ia ‘curhat’ kepada Harrigan lewat ponselnya, menceritakan semua dan mengatakan bahwa ia berharap Harrigan ada disini menemaninya saat sedih. Begitu bangun pagi harinya, Craig mendapati kabar bahwa Kenny meninggal akibat jatuh dari jendela kamar tidurnya saat mencoba menyelinap keluar. 

Craig takut bukan main, ia akhirnya meng-upgrade ponselnya ke iPhone baru karena ia khawatir Harrigan berbuat aneh-aneh lagi karena ia percaya semua kejadian yang ia alami akibat Harrigan. iPhone miliknya ditaruh di kotak dan disimpan di lemari untuk waktu yang cukup lama karena Craig sudah kuliah di Boston.

Saat berada di Boston, ia mendapat kabar bahwa guru favoritnya, Ms. Hart (Kirby Howell-Baptiste), tewas setelah mobil yang ditumpangi oleh tunangannya ditabrak oleh jutawan mabuk. Tidak ditangkap, ia malah dikirim ke rehabilitasi tanpa ada hukuman apapun. Craig marah & mengambil lagi ponselnya.

Craig menceritakan semua hal itu pada Harrigan dan meminta pelakunya mati. Sesuai harapan, sang pelaku mati dengan dugaan bunuh diri karena ia menelan shampoo dan potongan sabun yang memiliki brand yang sama dengan brand milik Ms. Hart. Catatan bunuh diri pun ditemukan yang adalah lagu dari nada dering Harrigan.

Craig akhirnya kelimpungan sendiri dengan keputusannya meminta sang pelaku mati lewat Harrigan. Ia bingung, dan akhirnya mencari cara untuk bisa menghentikan semuanya. Craig lantas datang kembali ke kediaman Harrigan dan memasuki lemari rahasia yang pernah Harrigan larang untuk dimasuki Craig.

Lemari rahasia itu ternyata tempat suci bagi almarhum Ibu Harrigan. Craig meminta maaf atas apa yang ia minta kepada Harrigan. Craig berpikir bahwa pesan aneh yang diterimanya dari ponsel milik Harrigan setelah Craig meminta sesuatu adalah cara Harrigan untuk membiarkan roh nya istirahat dengan tenang tanpa permintaan apapun.

Craig pun mendatangi makam Harrigan untuk meminta maaf dan pergi ke makam Ibunya. Setelahnya ia pergi ke tepi danau untuk bunuh diri karena menyesali semua perbuatannya. Namun ia terhenti, ia membuang ponsel lamanya yang terhubung dengan ponsel Harrigan, lantas kembali pulang.

Flat

Mr. Harrigan's Phone_Flat (Copy)

Menghadirkan Jarden Martell menjadikan banyak penonton berharap besar dengan jalan ceritanya mengingat ia sukses sekali saat memainkan tokoh Bill di film It karya Stephen king juga. Namun begitu film dimulai dan Jarden muncul, rasanya flat. Tidak ada lagi rasa seru yang biasa dibawakan Jarden seperti di film lainnya.

Hal ini dirasakan juga begitu kita bertemu dengan Mr. Harrigan, si kojo dalam film ini. Mungkin karena kebanyakan hanya melibatkan dua tokoh ini sehingga ceritanya berputar tentang mereka saja, meski ya ada beberapa berhubungan dengan banyak tokoh lain; tapi tetap saja, plot berfokus hanya pada hubungan Harrigan dan Craig.

Horor Tipis

Mr. Harrigan's Phone_Light Horor (Copy)

Stephen King dikenal sebagai bapak horor dari semua novelis modern saat ini. Cerita-ceritanya banyak sekali yang di konversikan dari novel ke dalam sebuah film. Namun kali ini, horor yang ditawarkan terasa tipis sekali. Entah memang dari Stephen King sendiri atau memang sang penulis naskah mengeditnya supaya lebih ‘ramah’.

Hasilnya, film berdurasi 106 menit ini tidak mampu membuat para penontonnya betah dan super penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Padahal membangun suasana horornya sudah pas sekali. Nah, untuk yang suka horor tapi tidak over, Mr. Harrigan’s Phone cocok sekali buat kalian. Tidak ada jerit-jeritan deh! Suer!

Ujian

Mr. Harrigan's Phone_Test (Copy)

Cerita dalam film Mr. Harrigan’s Phone ini sepertinya memang ditunjukan untuk Craig ya? Pasalnya film ini jadi seperti salah satu ujian untuk anak tersebut apakah ia mampu bertahan dalam segala kesulitan atau ia akan terus menggunakan kekuatannya dalam meminta bantuan Mr. Harrigan yang sudah meninggal?

Beruntung Craig bisa melewati ujian tersebut dengan baik. Ia memilih untuk tidak lagi menghubungi dan menggunakan bantuan Mr. Harrigan atas semua masalah yang ia harus hadapi. Ia sangat menyesal telah meminta baik secara implisit atau eksplisit kepada Mr. Harrigan untuk membantu menyelesaikan ‘masalah’-nya.

Mr. Harrigan’s Phone bukan film horor terbaik karya Stephen King untuk saat ini tapi tidak bisa dibilang buruk juga karena sang sutradara bermain setting, lagu dan jalan cerita dengan baik. Secara garis besar, film karya sutradara kondang Jong Lee Hancock bisa dijadikan rekomendasi film akhir pekan kalian.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram