logo web

Sinopsis & Review Film The Intruder, Rumah Mewah Pembawa Sial

Ditulis oleh Gerryaldo
The Intruder
2.5
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Memiliki rumah idaman kayanya jadi goal untuk semua orang ya? Hal ini juga yang dirasakan oleh pasangan Scott dan Annie. Mereka berdua baru saja hendak memulai hidup baru di rumah yang sudah lama diimpikan, namun ternyata rumah yang mereka kira akan jadi tempat aman dan nyaman malah membuat mereka dalam bahaya.

Baca Juga: 20 Film dengan Karakter Psikopat Terbaik di Dunia

Kisah tersebut bisa kalian saksikan dalam film bergenre thriller psikologis yang disutradarai oleh Deon Taylor berjudul The Intruder yang rilis tahun 2019 dengan keuntungan sebesar $ 40 juta dari seluruh penayangannya; menjadikan film ini mendapatkan kesuksesan secara komersial, tapi untuk segi cerita? Sukses juga gak ya?

Sinopsis

The Intruder_Poster (Copy)

Scott (Michael Ealy) hidup dalam segala keberhasilan. Ia memiliki pekerjaan yang baik dengan penghasilan fantastis & memiliki seorang pasangan yang baru saja menjadi istrinya yakni Annie Howard (Meagan Good). Satu kali Annie mengadakan pesta atas keberhasilan Scott menyumbang laba bersih cukup besar di perusahaan.

Di acara itu hadir juga sahabat dekat Scott yakni Mike (Joseph Sikora). Mereka semua berpesta bersama. Saat malam tiba, Annie dikejutkan dengan terkabulnya impian untuk membeli rumah di Napa Valley yang sudah mereka incar lama. Namun belum sempat terjual karena Scott belum memiliki budget untuk membelinya.

Rumah tersebut bernama Foxglove yang disematkan oleh pemilik sebelumnya yakni Charlie Peck (Dennis Quaid). Charlie menjelaskan istrinya Ellen meninggal karena kanker dua tahun lalu dan karena ia tinggal sendiri, ia ingin menjual rumah itu dan segera pergi ke Florida untuk pindah dan tinggal bersama putrinya Cassidy. 

Rumah Foxglove pun terjual dan segera mereka berdua memasukan barang-barang baru ke rumah itu dan merayakan housewarming bersama Mike dan istrinya. Setelah beberapa hari tinggal di rumah tersebut, Scott dibuat jengkel dengan Charlie yang ternyata tidak pergi ke Florida dan malah terus menerus datang kerumah.

Selain itu juga ia terlihat terlalu ramah dengan istrinya yang membuat Scott muak. Annie sebenarnya tidak ada masalah dengan itu namun Scott mencoba untuk mengingatkan sang istri supaya jangan terlalu dekat dan percaya pada Charlie karena somehow Scott merasa ada yang tidak beres dari Charlie.

Semakin hari kehadiran Charlie di rumah tanpa undangan membuat risih Scott. Berulang kali ia mencoba mengingatkan Charlie supaya tidak kembali datang ke rumah mengingat Charlie berulang kali datang dengan alasan ingin membantu. Keadaan ini membuat hubungan Scott dan Annie juga jadi panas. Annie mengira kalau Scott berlebihan.

Belum selesai masalah Charlie, hubungan Scott dan Annie pun sempat renggang karena masalah Scott yang tidak pulang ke rumah melainkan pergi bersama kliennya yang suka pada Scott; sedangkan Annie menunggu Scott yang tak kunjung pulang. Kesal, ia akhirnya menerima Charlie yang memberikan anggur untuknya.

Scott yang lantas pulang dan mengetahui hal itu marah besar dan Annie pun menyalahkan Scott. Pasutri itu akhirnya tidur di kamar yang berbeda. Saat tengah malam, Scott dan Annie sama-sama mendengar suara derit kayu seperti ada seseorang di dalam rumah. Charlie sedang mengawasi mereka dari kegelapan.

Keesokan harinya setelah keduanya meminta maaf, Scott dan Annie kembali rukun. Hal ini membuat Charlie kesal. Ternyata ia punya obsesi akan rumah tersebut dan mulai menyukai Annie. Hal tersebut jelas membahayakan kedua pasangan itu. Scott yang hendak bekerja mampir ke sebuah kedai kopi dan bertemu tetangganya.

Tetangganya itu sempat menanyakan perihal rumah dan Charlie. Namun satu informasi membuat Scott kaget. Tetangga itu memberi tahu Scott bahwa istri Charlie tidak meninggal karena kanker namun akibat bunuh diri dengan senapan yang dimiliki Charlie. Akhirnya semua rahasia gelap Charlie terbongkar satu per satu.

Di malam yang sama, Scott mengajak Annie makan malam. Sehabis makan malam, ia ingin minum dan sekalian ingin melihat Charlie yang kabarnya tinggal di sebuah hotel. Saat mampir kesana, Scott yang lumayan mabuk bertemu Charlie dan mengkonfrontasinya untuk tidak datang ke rumah dan pergi ke Florida. Charlie kesal.

Keesokan paginya, Charlie menabrak Scott yang sedang jogging hingga gegar otak ringan. Scott dirawat di Rumah Sakit. Memanfaatkan hal itu, Charlie mengunjungi kediaman Scott dan menghabiskan waktu bersama Annie. Mike lantas datang ke RS untuk memberi laporan bahwa Charlie telah berhutang dan menghadapi masalah hukum.

Itu alasan mengapa ia terpaksa menjual rumah kepada Scott dan Annie. Khawatir soal istrinya, Scott meminta Mike untuk mampir ke rumahnya untuk mengecek keadaan Annie. Mike menyanggupi namun berakhir dibunuh oleh Charlie dengan kapak. Keesokan paginya Scott mendapat kabar bahwa nomor anak Charlie bisa dihubungi.

Saat mencoba menghubungi anak Charlie yang ternyata sudah ganti nama, Cassidy menutup telepon begitu Scott menyebut nama Ayahnya. Namun ia ditelepon balik oleh Cassidy dan menceritakan semuanya bahwa ibunya dibunuh oleh Charlie dan tingkah gilanya akibat terobsesi akan rumah. 

Di dalam perjalanan pulang ia juga mengetahui bahwa Charlie tidak pernah tinggal di hotel. Ternyata selama ini Charlie tinggal di rubanah rumah dan ketahuan oleh Annie yang kebetulan menemukan pintu rahasia di lantai dua. Mengetahui Annie menemukan pintu itu, Charlie lantas memburu wanita tersebut dan mulai mencoba memperkosanya.

Selain melakukan percobaan pemerkosaan, Charlie juga harus menyekap Annie karena ia tahu dimana mayat Mike berada. Begitu Scott sampai di rumah, Charlie segera menyerang pria itu hingga jatuh dari lantai dua. Annie yang sempat lolos lantas mencoba menyerang Charlie namun ia terlalu lemah, Charlie segera mencekiknya.

Beruntung Scott bisa kembali bangun dan membantu Annie yang lantas menusuk Charlie menggunakan pisau. Charlie kabur dan mengambil senjatanya hendak membunuh pasangan itu, namun Scott dan Annie tidak kalah pintar, mereka menyerang balik dan menembak mati Charlie setelah menelepon 911 sebelumnya.

Mainstream

The Intruder_Mainstream (Copy)

Film dengan jalan cerita seperti diatas bukan jadi hal baru dan bahkan banyak sekali beredar di pasaran sehingga kisahnya gampang ditebak. Mulai dari teman sang tokoh utama tewas dibunuh, lantas tokoh utama tersebut jadi berkelahi karena pelaku yang manipulasi keadaan sampai bagaimana mereka bertahan hidup dari pembunuh.

Semua sudah jadi makanan lama yang dimasak kembali dengan formula baru. Sayangnya meski sudah ditambah ini-itu, nyatanya film ini masih biasa saja. Hampir semua adegan tidak bisa membuat penonton merasa thrills dan menganggap film ini sebagai hiburan ala kadar, bukan jadi cerita yang ditunggu sekali kelanjutannya.

Ending yang Nanggung

The Intruder_Ending (Copy)

Akhir film ini nanggung sekali! Di saat film-film lain mencoba menampilkan sang tokoh utama berhasil menghabisi nyawa si pembunuh dengan brutal, maka film The Intruder tidak demikian. Tokoh utama yakni Scott membunuh Charlie dengan cara menembak, namun alih-alih memperlihatkan kondisi Charlie tewas, adegan malah selesai.

Setelah itu tidak ada cerita lain lagi tentang Scott dan Annie. Padahal sang penulis bisa saja membuat ceritanya sedikit lebih panjang untuk dijadikan happy ending ketimbang adegan selesai dengan blank scene yang bikin penonton bertanya ‘segini aja?’. Lagi-lagi, film ini hanya hiburan ala kadar, tidak bisa berharap lebih.

Dennis Quaid

The Intruder_Dennis Quaid (Copy)

Selama ini kita melihat peran Dennis Quaid sebagai hero, jarang sekali melihat aktor kelahiran 1954 ini memerankan peran antagonis. Dalam film ini ia mencoba untuk menjadi salah satunya dan lumayan berhasil. Sifat psikopat dan rasa ngeri melihat karakter Charlie berhasil Dennis lakukan dengan cukup baik.

Ia bisa memerankan dua tokoh sekaligus pula ketika ia menjadi orang baik dan ramah saat bertemu dengan Annie lantas memerankan tokoh bajingan yang punya sifat manipulatif dan perilaku pembohong karena gangguan kesehatan mental saat semua rahasianya terbongkar dan hendak menghabisi nyawa Scott.

Meski kebanyakan tidak puasnya, film ini lumayan sekali untuk ditonton selagi kalian tidak ada kegiatan atau sedang free. Tidak jelek-jelek amat kok, bahkan untuk kalian yang memang doyan dengan cerita seperti film ini, kalian akan suka. Showpoiler memberi skor 2.5/5 untuk film dengan durasi 102 menit ini.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram