logo web

Sinopsis & Review Underworld: Rise of the Lycans (2009)

Ditulis oleh Aditya Putra
Underworld: Rise of the Lycans
3
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Underworld: Evolution menyajikan cerita seru tentang awal mula hybrid vampire dan Lycan. Niat jahat Markus untuk menciptakan pasukan hybrid berhasil dihentikan Selene dengan bantuan Michael.

Selain itu, Selene juga menjadi hybrid setelah meminum darah dari Corvinus. Hal itu menjadikannya kebal terhadap sinar matahari, hal yang ditakuti oleh vampire.

Dalam Underworld: Rise of the Lycans, cerita akan kembali ditarik ke belakang. Kali ini lebih menyoroti bagaimana penyebab peperangan antara vampire melawan bangsa Lycan yang sejarahnya sempat diungkap dalam film sebelumnya. Seperti apa lengkapnya? Yuk, simak sinopsis dan review filmnya berikut ini!

Baca juga: 15 Film Vampire Terbaik yang Wajib untuk Ditonton

Sinopsis

Sinopsis
  • Tahun Rilis: 2009
  • Genre: Horror, Action
  • Produksi: Lakeshore Entertainment, Sketch Films
  • Sutradara: Patrick Tatopoulos
  • Pemain: Michael Sheen, Bill Nighy, Rhoma Mitra, Steven Mackintosh, Kevin Grevioux

Dua dekade berlalu setelah terjadi peperangan pertama antara bangsa vampire dan kelompok manusia serigala yang nggak bisa kembali berwujud manusia. Lucian adalah anak keturunan manusia serigala pertama yang bisa mengembalikan wujudnya menjadi manusia. Dengan kemampuan itu, dia menjadi Lycan yang pertama.

Viktor, salah satu tetua vampire membesarkan Lucian dengan visi bahwa Lycan akan menjaga istananya. Wilayah di sekitar istana dipenuhi oleh manusia serigala keturunan dan yang ditularkan oleh William.

Manusia meminta Viktor untuk menjaga mereka dari serangan para manusia serigala. Viktor setuju dengan syarat manusia mau memberi logam besi supaya tetap bisa mengontrol bangsa Lycan.

Lucian yang mulai dewasa jatuh cinta pada anak Viktor, Sonja. Perbedaan bangsa membuat mereka berdua harus menyembunyikan hubungan cinta mereka. Suatu malam, Sonja nyaris diserang oleh sekelompok manusia serigala, untungnya Lucian datang tepat waktu sehingga Sonja bisa diselamatkan dari bangsa sesamanya.

Penyelamatan Sonja oleh Lucian nggak membuat Viktor melunak pada Lucian. Viktor malah menghukum Lucian dengan hukuman cambuk dan penjara karena dianggap membahayakan sang anak.

Sonja yang duduk di kursi dewan vampire, meminta bantuan Andreas Tanis untuk membebaskan Lucian. Lucian yang sulit untuk membebaskan diri sendirian, membebaskan Lycan lainnya yang dihukum.

Sonja berniat menemui Lucian dalam tiga hari ke depan. Viktor mengunjungi Sonja dan bertanya apakah sang anak terlibat dalam kaburnya Lucian. Sonja membantah tapi Viktor menggigit leher Sonja.

Viktor kemudian membaca memori Sonja lewat darahnya. Viktor menemukan bahwa Sonja dan Lucian menjalani hubungan cinta terlarang. Dia pun memenjarakan anak perempuannya itu.

Lucian mengajak orang-orang yang dijadikan budak oleh vampire beserta manusia serigala lain untuk membuat pasukan guna melawan vampire. Dewan vampire dan manusia menuntut Viktor untuk menangkap Lucian karena mereka menyerang wilayah manusia. Hal ini menyebabkan budak mereka terbebas.

Viktor tahu betul bahwa Lucian akan datang karena Viktor punya yang Lucian inginkan yaitu Sonja. Lucian mencoba membebaskan Sonja tapi dihentikan oleh Viktor.

Sonja yang berharap Lucian dibebaskan, mengatakan bahwa dia sedang hamil anak dari Lucian. Viktor yang merasa muak dengan pernyataan anaknya, memenjarakan Sonja dan Lucian sekaligus.

Proses peradilan terhadap Sonja dilangsungkan dengan dihadiri dewan vampire termasuk salah satunya Viktor. Sonja dijatuhi hukuman mati dengan cara disinari oleh sinar matahari dengan Lucian berada di tempat yang sama. Walau merasa anaknya sudah mencoreng namanya, Viktor memilih tinggal di kamarnya ketika Sonja dieksekusi.

Viktor berniat mengambil kalung yang dipakai oleh Sonja. Lucian yang berubah menjadi manusia serigala pun punya niat serupa yaitu mengambil kalung Sonja.

Sayangnya, upaya Lucian harus digagalkan oleh The Death Dealers yang membela vampire. Dengan kondisi yang terluka parah, Lucian mengaum di hutan. Hal itu merupakan caranya berkomunikasi dengan manusia serigala lain.

Lucian memerintahkan manusia-manusia serigala yang datang untuk menyerang benteng istana yang di dalamnya ditinggali vampire. Para vampire di istana mulai merasa khawatir mendapatkan serangan dengan jumlah yang lebih besar. Bisakah Lucian membalaskan dendamnya pada Viktor dan mengambil kalung Sonja?

Penambahan Elemen yang Menyegarkan

Penambahan Elemen yang Menyegarkan

Sejak kemunculannya, film Underworld selalu muncul dengan premis yang sama yaitu peperangan antara vampire melawan manusia serigala. Di Underworld: Rise of the Lycans, premis tersebut dipertahankan. Hanya saja, ada penambahan dua elemen yang terasa menyegarkan cerita. Kedua elemen itu adalah perbudakan dan romansa.

Di dua film Underworld sebelumnya diceritakan bahwa vampire dan Lycan berasal dari nenek moyang yang sama. Bahkan petunjuk bahwa bangsa Lycan dulunya menjadi budak dari vampire pun sempat dihembuskan. Dalam Rise of the Lycans, petunjuk itu dijadikan subplot yang mendukung plot utama yaitu vampire melawan Lycan.

Unsur romansa menjadi subplot kedua yang mewarnai plot utama di film ini. Lucian sebagai Lycan pertama menjalin hubungan cinta dengan Sonja.

Hubungan cinta terlarang seperti ini merupakan hal yang terasa terlalu umum untuk diangkat serta kurang cukup kuat untuk membangun konflik yang tinggi. Untungnya, subplot Lycan sebagai budak cukup untuk menciptakan klimaks tentang hubungan vampire dengan Lycan.

Dari segi cerita, Rise of the Lycans seperti mengalami pergeseran dari plot yang diusung Underworld sejak awal. Subplot romansa yang terlalu kental merupakan penyebabnya.

Untungnya pendalaman karakter di film ini cukup mumpuni sehingga cerita nggak berjalan terlalu hampa. Hanya saja, motif Viktor ingin mengambil kalung Sonja kurang diperdalam walau sempat dibahas di film sebelumnya.

Visualisasi Lebih Gelap

Visualisasi Lebih Gelap

Secara sinematografi, Rise of the Lycans kembali mempertontonkan kelihaian kamera dalam mengambil adegan-adegan laga. Hanya saja perubahan cerita dari film-film sebelumnya, diikuti dengan perubahan dalam hal visualisasi di film ini.

Visualisasi menjadi jauh lebih gelap sehingga adegan-adegan laga yang ditampilkan kadang nggak terekspos dengan baik. Untuk urusan suguhan kekerasan, film ini nggak mau kalah dengan dua film sebelumnya. Cara pengambilan gambar ketika adegan pencambukan terhadap Sonja bisa dikemas dengan baik.

Luka yang ditimbulkan oleh cambuk diperlihatkan. Begitu juga dengan adegan-adegan perang yang ditampilkan dengan penuh kekerasan seperti ciri khas sekuel ini.

Penampilan Bill Nighy

Penampilan Bill Nighy

Underworld: Rise of the Lycans secara berani nggak menyertakan Kate Beckinsale dalam jajaran pemainnya. Beckinsale yang sangat ikonik memerankan karakter Selene dalam dua film Underworld sebelumnya nggak muncul sama sekali.

The Death Dealers pun diberi kesempatan muncul dalam waktu terbatas. Alhasil, film ini seperti sebuah film spin-off. Terlepas dari ketidakhadiran Beckinsale, Rise of the Lycans berhasil membuat penampilan Bill Nighy mencuri perhatian.

Nighy yang berperan sebagai Viktor berhasil menjadi sosok antagonis yang dingin, keji dan punya kebencian terhadap Lycan. Tapi di sisi lain, dia juga rapuh ketika sang anak diputus mendapatkan hukuman mati. Underworld: Rise of the Lycans merupakan sebuah bukti keberanian karena nggak menampilkan Kate Beckinsale yang ikonik sebagai Selene.

Untungnya, cerita tentang peperangan vampire dan Lycan tetap bisa dikemas dengan cukup menarik dalam durasi 89 menit. Apakah romansa Lucian dan Sonja cukup untuk menggantikan Selene? Mari bagikan opinimu di kolom komentar!

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram