logo web

Sinopsis & Review Film Unlocked, Aksi Agen CIA Melawan Trauma

Ditulis oleh Aditya Putra
Unlocked
2.4
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Profesi agen intelijen menyimpan banyak misteri. Perekrutannya yang nggak dipublikasikan, setelah itu harus merahasiakan pekerjaan pada orang-orang terdekat.

Belum lagi harus menjalani tugas yang berbahaya dengan adanya resiko kehilangan nyawa. Maka dari itu, film-film bertemakan agen intelijen banyak diangkat karena sarat akan ketegangan.

Bekerja sebagai agen intelijen harus siap secara fisik maupun psikis. Tugas yang berbahaya berpotensi memberikan dampak yang besar seperti yang dialami seorang agen CIA di film Unlocked.

Seorang agen yang mengalami trauma karena kegagalan di masa lalu tapi terpaksa kembali ke lapangan karena kasus besar. Seperti apa lengkapnya? Ayo simak dulu sinopsis dan review filmnya berikut ini!

Baca juga: 10 Rekomendasi Film yang Menampilkan Kerennya Aksi CIA

Sinopsis

Sinopsis

Alice Racine adalah seorang interogator untuk CIA. Dia merasa trauma karena gagal melaksanakan tugasnya untuk mencegah terjadinya penembakan di Paris oleh teroris.

Trauma itu juga yang membuatnya enggan untuk menekuni tugas di lapangan. Alhasil, dia ditugaskan sebagai agen yang menyamar di community centre di London.

Wilayah London Timur dicurigai sebagai tempat bagi para teroris beroperasi. Atasan Alice, Eric Lasch, meminta Alice untuk melupakan rasa bersalahnya atas tragedi di Paris dan memintanya untuk kembali tugas di lapangan.

CIA dan MI5 meyakini bahwa para teroris di bawah pimpinan Yazid Khaleel bersama David Mercer sedang merencanakan serangan biologis kepada orang Amerika di Inggris. Mercer adalah seorang mualaf yang terpengaruh oleh ajaran Islam yang salah.

Frank Sutter, agen CIA yang bekerja di London, memberi tahu Alice bahwa Alice mendapat perintah langsung dari Bob Hunter, pimpinan CIA di Eropa untuk menginterogasi Khaleel.

Selain itu, dia juga ditugaskan untuk menangkap kurir dari Khaleel, Lateef. Alice langsung dipertemukan dengan Lateef agar menghambat pesan yang akan disampaikan Lateef pada Khaleel.

Sebelum Alice memberikan informasi hasil investigasinya pada Sutter, dia mendapat telepon dari atasannya, Ed Romley. Ed menugaskan Alice tugas yang sama persis dengan Sutter.

Alice pun merasa ada kecurigaan kalau dia sedang dijebak. Dia kemudian mencoba membebaskan Lateef dari penahanan tapi Lateef harus meregang nyawa karena tertembak.

Alice melarikan diri ke kediaman Lasch. Alice yang tengah dikejar-kejar, terpaksa harus melihat Lasch tewas. Dia kemudian bertemu dengan Jack Alcott, lelaki yang mencoba merampok apartemen Lasch.

Karena ketakutan, keduanya bersama-sama lari ke rumah Lasch yang nggak diketahui oleh agen yang lain. Alice menahan Alcott di kamar, dia kemudian menelepon Hunter dan Romley.

Keduanya menyatakan bahwa mereka percaya pada Alice sepenuhnya. Alih-alih mereka mengirim sekelompok polisi untuk menangkap Alice. Alice harus bertarung dengan dua orang polisi tapi berhasil diselamatkan oleh Alcott.

Keduanya pun melarikan diri. Alcott menceritakan bahwa dia dulunya pernah bertugas di Iraq. Merasa punya rekan yang sepadan, Alice pun meminta Alcott menemaninya.

Alice merasa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia bersama Alcott menemui Amjad, teman Alice sekaligus klien di community centre. Atas bantuan Amjad, mereka berdua berhasil menemui Khaleel di sebuah restoran.

Khaleel menyatakan bahwa dia sudah nggak mempercayai ajaran radikal yang dulu dia sebarkan. Tapi dia merasa bahwa Mercer mungkin masih akan melanjutkan operasi penyerangan di London.

Alice dan Alcott diberi petunjuk untuk mencari rekan Lateef. Alice menemukan bahwa Alcott bekerja untuk Sutter. Keduanya pun bertarung tapi Alcott harus tewas karena dibunuh oleh pihak yang nggak diketahui oleh Alice. Alice pun meminta bantuan pada Emily Knowles, agen MI5 untuk menyelamatkannya dan Amjad.

Knowles menjelaskan pada Alice bahwa ada pihak yang sengaja membiarkan tragedi di Paris terjadi. Salah satu korban dalam tragedi itu adalah informan untuk CIA.

Alice berada dalam bahaya karena akan menghambat sebuah serangan senjata biologis di stadion yang tengah menggelar pertandingan American football. Bisakah Alice menghentikan rencana mematikan itu? Siapa yang mengkhianatinya?

Pengulangan Formula Film Mata-Mata

Pengulangan Formula Film Mata-Mata

Film bertemakan agen intelijen atau mata-mata mempunyai keunikannya tersendiri. Cerita dibuat memiliki pertaruhan yang besar, betapa sulitnya menjalankan misi penyamaran, serta kemungkinan adanya pengkhianatan.

Unlocked yang dalam dunia intelijen digunakan sebagai istilah mendapat informasi lewat interogasi, menggunakan formula yang sama.

Alice dihadapkan pada situasi genting karena akan adanya serangan biologis yang membawa virus dan dapat menularkan ke banyak orang.

Dia diincar oleh sebuah kelompok yang menganggap keberadaan dirinya akan menggagalkan serangan biologis tersebut. Sekilas, plot itu berpotensi menjadi tontonan menarik tapi nggak terpenuhi di film garapan sutradara Michael Apted ini.

Salah satu kekurangan dari film ini yang terasa nggak cukup masuk akal adalah kehadiran Jack Alcott. Alcott digambarkan sebagai seorang perampok yang datang pada waktu yang salah ke rumah Lasch.

Cara Alice begitu saja bekerja sama dengan seorang kriminal terlalu mulus walau Alcott sebenarnya bekerja sama dengan Sutter.

Pendalaman Karakter

Pendalaman Karakter

Unlocked diisi oleh cast yang terdiri dari aktor-aktor berkelas. Ada nama-nama macam Noomi Rapace, Orlando Bloom, Michael Douglas dan John Malkovich yang sudah malang-melintang di dunia perfilman.

Ekspektasi tinggi pun disematkan pada film ini, terlebih tema yang diangkat adalah mengenai agen intelijen. Film ini sayangnya nggak cukup menyajikan pendalaman karakter. Banyaknya karakter yang muncul nggak diiringi dengan latar belakang dan motifnya untuk terlibat dalam plot utama.

Pendalaman karakter terasa seadanya, seolah-olah hanya ingin memamerkan nama-nama besar. Hal ini membuat nggak ada karakter lain yang memorable selain Alice.

Penggunaan tempo cepat yang dimaksudkan untuk memacu ketegangan menjadi salah satu alasan mengapa pendalaman karakter begitu minim. Penonton seperti dipaksa bertemu dengan satu karakter ke karakter yang lain, tanpa cukup diberi petunjuk tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Hasilnya, nggak ada unsur emosional yang mengikat. Secara sinematografi, nggak ada yang spesial dari film ini walau cukup berhasil merangkum intensitas dalam adegan-adegan laganya.

Penampilan Noomi Rapace

Penampilan Noomi Rapace

Salah satu hal yang layak mendapat perhatian dari Unlocked adalah penampilan Noomi Rapace sebagai Alice. Aktris asal Swedia itu bisa menghidupkan karakter Alice yang memiliki trauma tapi tergerak untuk kembali ke lapangan, sesuatu yang nggak mau dia lakukan lagi.

Setelah itu, dia harus menjalani petualangan yang membahayakan nyawanya. Rapace yang tampil cemerlang di The Girl with the Dragon Tattoo, kembali menunjukkan karismanya dalam melakoni adegan menegangkan.

Begitu juga ketika harus melakoni adegan-adegan laga, dia melakoninya dengan sangat baik. Sayangnya, penampilan bagusnya nggak didukung oleh cerita yang mumpuni.

Unlocked merupakan tipikal film yang rumit untuk dicerna tapi menggunakan tempo yang cepat. Durasi selama 98 menit yang seharusnya bisa dibuat solid justru lebih banyak menyajikan kekurangan dari segi cerita.

Meski demikian, film ini tetap bisa menghibur. Terutama kalau kamu ingin melihat karakter utama perempuan yang tangguh. Film dengan karakter utama perempuan favoritmu apa, nih? Bagikan di kolom komentar, yuk!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram