logo web

10 Film Terbaik Kodi Smit-McPhee, Aktor Australia Penuh Prestasi

Ditulis oleh Suci Maharani R

Sangat jarang ada aktor dari Australia yang meraih popularitas di usia muda dan diakui kualitas aktingnya dengan deretan prestasi mentereng di lemari koleksinya.

Kodi Smit-McPhee adalah salah satu di antaranya. Dia memulai debut aktingnya di usia 11 tahun dan mendapat nominasi Oscar pertamanya di usia 26 tahun.

Lahir dari keluarga pencinta seni, ayahnya seorang aktor dan kakaknya juga artis, langkah menuju dunia film yang gemerlap mudah digapainya. Tapi pembuktian kualitas akting lah yang membuatnya bertahan di dalamnya. Berikut ini adalah deretan film terbaik yang dibintanginya.

Baca juga: Jagonya Film Aksi, Inilah 10 Film Terbaik Karl Urban

1. The Power of the Dog

The Power of the Dog

Peter dicemooh oleh Phil dan kawan-kawannya karena bunga kertas karyanya. Setelah ibunya menikah dengan George, kakak Phil, Peter mengambil sekolah kedokteran di luar kota.

Saat liburan dia mengunjungi ibunya yang sedang dalam kondisi tertekan karena intimidasi Phil. Tidak disangka, Phil dan Peter menjadi dekat dimana Phil mengajarkan banyak hal tentang menjadi seorang rancher sepertinya.

Film drama psikologis karya Jane Campion yang merupakan adaptasi novel karya Thomas Savage ini indah secara visual dan kuat di sisi akting. Empat pemeran utamanya masuk sebagai nominee di ajang Academy Awards, termasuk Kodi Smit-McPhee yang menuai banyak pujian berkat performa aktingnya yang apik.

Karakter Peter yang diperaninya adalah remaja lugu yang sering menerima ejekan karena memiliki sifat lembut, tidak seperti pria lain pada umumnya di masa itu. Tersirat kecenderungan hubungan sesama jenis pada diri Phil, dimana dia memuja mentornya dan juga menjadi mentor bagi Peter.

Satu hal yang tidak terduga, dan ini baru disadari di penghujung film, bahwa Peter adalah orang yang membuat Phil sakit dengan memberikan virus anthrax hingga dia menemui kematian.

Sosok remaja lugu yang kita lihat di sepanjang film berubah drastis menjadi pembunuh berdarah dingin. Tapi semua ini dia lakukan agar ibunya memiliki kehidupan yang nyaman tanpa gangguan Phil.

2. Dawn of the Planet of the Apes

Dawn of the Planet of the Apes

Alexander mengikuti ayahnya untuk berkomunikasi dengan bangsa kera pimpinan Caesar agar bisa memperbaiki pembangkit listrik di bendungan yang kini menjadi daerah kekuasaan mereka.

Karena Caesar memiliki ikatan kuat dengan manusia, dia mengizinkan. Namun panglima bangsa kera, Koba, menyerang manusia dan memulai pecahnya sebuah perang besar.

Di film sci-fi yang merupakan sekuel dari Rise of the Planet of the Apes (2011) ini, Kodi Smit-McPhee berperan sebagai Alexander, putra dari Malcolm.

Dia sangat terpesona dengan kehidupan bangsa kera yang cerdas. Bahkan dalam sebuah kesempatan, dia dan istri Malcolm, Ellie, membantu kelahiran seekor kera.

3. Let Me In

Let Me In

Owen yang selalu menjadi korban perundungan di sekolah bertemu dengan gadis cantik nan misterius yang menjadi tetangganya, Abby. Mereka menjadi teman dekat yang kemudian berubah menjadi cinta.

Owen menjadi gentar ketika mengetahui fakta bahwa Abby adalah seorang vampire yang menjadi penyebab banyaknya kasus kematian di kota kecil itu.

Film horror romantis ini merupakan remake dari film produksi Swedia, Let the Right One In (2008). Kekuatan utama film karya Matt Reeves ini adalah chemistry yang padu antara Kodi Smit-McPhee dan Chloe Grace Moretz.

Kodi berhasil menggambarkan sosok anak praremaja yang pendiam karena efek perceraian orang tuanya dan tertekan perasaannya karena perundungan yang diterimanya.

Atas performa mereka berdua di film ini, beberapa ajang penghargaan film memasukkan mereka sebagai nominee di kategori Best Young Actor/Actress. Menjadi nominee di Critics’ Choice Awards dan Saturn Awards, hanya Chloe Grace Moretz yang berhasil keluar sebagai pemenang di Saturn Awards.

4. Slow West

Slow West

Jay Cavendish datang dari Skotlandia ke Amerika untuk mencari Rose, wanita yang dicintainya. Dia bertemu dengan Silas, seorang pemburu hadiah, yang menyelamatkannya dari suku Indian yang memburunya.

Ternyata Rose dan ayahnya adalah buronan di tanah Amerika dan banyak diincar oleh para pemburu hadiah yang satu persatu mereka temui dalam perjalanan.

Harus menemukan Rose lebih dulu dibandingkan mereka, Jay memilih pergi sendiri. Namun takdir mempertemukan dirinya kembali dengan Silas yang menolongnya dari sebuah penipuan.

Silas berjanji untuk membantu Jay dan tidak memburu Rose. Terjadi baku tembak di depan rumah Rose yang membuat Jay terluka dan tewas.

Di film western yang berjaya di Sundance Film Festival ini, Kodi Smit-McPhee memerankan sosok pemuda yang mengejar idaman hatinya.

Hanya bermodal cinta, dia nekat mengembara di tanah Amerika dimana dia tidak mengenal siapapun. Performanya cukup apik dan sangat bersinergi dengan Michael Fassbender yang berperan sebagai Silas.

5. ParaNorman

ParaNorman

Norman Babcock adalah bocah berusia 11 tahun yang bisa melihat dan berkomunikasi dengan hantu. Setelah kematian Mr. Prenderghast, Norman mengemban tanggung jawab untuk menghentikan rencana jahat Aggie yang hendak menuntut balas atas kematiannya.

Dengan buku peninggalan leluhurnya, dia berusaha menghalangi kekuatan jahat Aggie dan para zombie yang bangkit dari kubur. Di film animasi dengan teknik stop-motion ini, Kodi Smit-McPhee menjadi pengisis suara Norman yang menjadi tokoh sentral dalam cerita filmnya.

Suaranya berhasil menggambarkan sifat bocah yang lugu dan baik hati namun berjiwa ksatria ketika harus melawan kejahatan. Kemampuan diplomasinya menjadi kekuatan utama untuk menghentikan kesalahpahaman yang terjadi berabad lamanya tersebut.

Film ini berhasil masuk sebagai nominee di berbagai ajang penghargaan film, seperti Critics’ Choice Awards, BAFTA Awards, Annie Awards dan Academy Awards.

6. Elvis

Elvis

Jimmie Rodgers Snow adalah putra musisi country terkenal Hank Snow yang selalu mengiringi pertunjukan ayahnya. Saat bertemu Elvis Presley di awal karirnya, Jimmie sudah mengidolai musisi muda calon raja rock ‘n roll tersebut. Bahkan kemudian dia termotivasi untuk lebih giat lagi dalam bermusik.

Meski perannya lumayan kecil di film drama biografi Elvis Presley ini, Kodi Smit-McPhee tampil cukup apik dan kehadirannya membawa kesegaran di pembuka kisah dimana pertama kalinya Colonel Tom Parker menemukan sang calon legenda tersebut.

Nantinya, Elvis menjadi rival bagi Hank Snow, ayah Jimmie, dimana Jimmie memilih mengidolai Elvis daripada ayahnya.

7. The Road

The Road

Seorang ayah dengan putranya berjalan di antara puing-puing kehidupan yang tersisa. Pada saat itu, bumi rusak setelah terjadi bencana sangat dahsyat yang membuat hewan dan tanaman musnah.

Mereka harus tetap waspada dan tidak mudah percaya dengan orang lain yang mereka temui di jalan, terutama dari kelompok kanibal yang sadis.

Film survival drama ini menjadi proyek Hollywood pertama bagi Kodi Smit-McPhee dimana dia dipasangkan dengan Viggo Mortensen yang berperan sebagai ayahnya.

Tema yang diusung adalah hubungan kuat antara ayah dan putranya. Uniknya, film Kodi sebelumnya memiliki tema serupa, yaitu Romulus, My Father (2007).

Performa akting Kodi sangat natural dan mampu bersinergi dengan Viggo yang mampu membalut nuansa kesuraman filmnya dengan ikatan cinta mereka. Atas penampilan apiknya di film ini, Kodi menjadi nominee di ajang Critics’ Choice Awards untuk kategori Best Young Performer.

8. Alpha

Alpha

Di zaman prasejarah, Keda yang ikut berburu bersama sukunya terjatuh dari tebing dan dianggap tewas. Terbangun dari pingsannya, dia harus mencari jalan pulang ke sukunya sendirian.

Dalam kondisi kaki yang patah dan belum pernah berada di alam bebas, Keda bertemu dengan seekor serigala yang menjadi temannya. Berdua mereka meretas bahaya dan rintangan menuju rumah.

Di film drama petualangan ini, Kodi Smit-McPhee menjadi sosok sentral cerita dan mendominasi layar dengan hadir di setiap adegan filmnya. Aktingnya memukau dan mampu menyeret kita lebih dalam ke jalan cerita serta nuansa petualangan di zaman prasejarah ini.

9. A Birder’s Guide to Everything

A Birder’s Guide to Everything

Merasa melihat spesies bebek yang sudah punah, David dan ketiga rekannya sesama pengamat burung memutuskan untuk melakukan pencarian Labrador Duck tersebut.

Meski diremehkan oleh para pengamat burung senior lainnya, mereka tidak merasa kecil hati dan terus mencari hingga ke dalam hutan. Arti persahabatan dan banyak keseruan tersaji dalam petualangan kecil mereka ini.

Film drama remaja karya Rob Meyer ini menampilkan Kodi Smit-McPhee sebagai seorang remaja berusia 15 tahun yang ingin menjadi pengamat burung profesional.

Tidak hanya dirinya saja rising star yang bermain di film ini, tapi juga ada Alex Wolff dan Katie Chang yang menambah seru pencarian bebek langka tersebut.

Film indie ini tayang perdana di Tribeca Film Festival dengan respon yang cukup bagus dan kemudian dirilis secara terbatas di bioskop Amerika pada 21 Maret 2014.

10. Romulus, My Father

Romulus, My Father

Setelah orang tuanya bercerai, Raimond tinggal dengan ayahnya, Romulus. Namun hidup mereka tidaklah mudah. Sejak menduda, kesehatan mental Romulus mulai menurun.

Ditambah lagi dengan kematian keluarga dekat mereka semakin membuat Romulus sering kehilangan kewarasannya. Romulus dirawat di RSJ dan Raimond diasuh oleh Hora, teman Romulus, dimana Raimond menemukan sosok ayah padanya.

Film drama arahan Richard Roxburgh ini adalah debut akting bagi Kodi Smit-McPhee. Meski masih muda, talenta aktingnya sudah terlihat dengan jelas.

Dia mampu mengimbangi kekuatan akting Eric Bana yang berperan sebagai ayahnya. Dengan performa mereka berdua, kita dibuat mengerti ikatan cinta ayah dan putranya yang sangat kuat dan tak bisa dipatahkan oleh apapun.

Itulah deretan film terbaik Kodi Smit-McPhee. Di sebagian besar film yang dibintanginya, mungkin dia membawakan karakter yang nyaris mirip, hanya saja memiliki jalan cerita berbeda.

Dia sering tampil sebagai sosok yang lugu dan pemalu, namun pada akhirnya dia bisa membuktikan diri bahwa dia patut diperhitungkan. Kurang lebih seperti konsep “from zero to hero.”

Di usia yang masih muda dengan kualitas akting mumpuni dan prestasi yang banyak, jalan panjang dan gemilang dalam karir filmnya masih terbuka cukup lebar.

Kodi masih bisa menempa diri untuk lebih baik dalam menampilkan talentanya, terutama berkat keinginan kuatnya belajar dari para aktor senior yang ditemuinya di lokasi syuting.

Kita harapkan karirnya semakin cemerlang dengan deretan film berkualitas yang lebih baik dari sebelumnya. Jika masih ada dari film di atas yang belum kalian tonton, jangan tunda lebih lama lagi untuk menyaksikannya, ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram