logo web

10 Film Terbaik Peter Nopachai, Chef Paul dari Film "Hunger"

Ditulis oleh Syuri K.N.

Nopachai Chaiyanam/Jayanama, atau yang lebih akrab disapa Peter, adalah seorang aktor keturunan Thailand-Jerman. Itu menjelaskan fitur 'bule' dari wajahnya. Pria kelahiran 21 November 1973 ini merupakan lulusan Universitas Terbuka Sukhothai Thammathirat.

Sambil berakting, Peter menjalankan perusahaan desain grafis, loh! Nama perusahaannya adalah Monkey House. Ketika ia sedang enggak melakukan proyek film atau drama, ia akan menyalurkan bakat mendesainnya di perusahaannya itu. Enggak sendirian, Peter memimpin Monkey House bersama kekasihnya.

Lalu, bagaimana untuk karier Peter di dunia hiburan? Karier aktingnya semakin gemilang setelah ia berperan sebagai antagonis utama di film "Angulimala" (2003) dan seorang jenderal gagah dalam film "King Naresuan" (2007).

Kemudian pada tahun 2009 ia bergabung dengan sutradara yang ia kagumi, Pen-ek Ratanaruang, dalam "Sawasdee Bangkok" (segmen "Silence"), "Nymph" dan "Headshot". Berikut adalah sepuluh film terbaik Peter Nopachai versi Showpoiler.

1. Hunger

Hunger 2_

"Hunger" bisa dibilang merupakan film yang membuat nama Peter semakin dikenal dalam kancah internasional. Berlatarkan industri makanan dengan persaingan berat, ada gadis berusia 20-an bernama Aoy (Aokbab Chutimon) yang melanjutkan kedai pad see ew (mi goreng Thailand) dan lard na (kwetiau) milik ayahnya.

Di kalangan 'orang biasa', kedai itu memiliki makanan yang luar biasa enak, harganya juga murah meriah. Semua orang menyukai masakan Aoy. Akan tetapi, ia merasa enggak puas dengan kariernya. Ia ingin memiliki karier yang jelas, seperti teman-temannya yang bekerja kantoran.

Padahal teman-temannya mengutarakan ingin seperti Aoy yang tinggal meneruskan bisnis keluarga. Suatu hari, ada seorang pria misterius yang mengatakan kalau sangat disayangkan jika bakat Aoy hanya diimplementasikan di kedai kecilnya saja. Ia pun memberikan kartu nama bertuliskan 'Hunger', dan mengatakan akan menjemputnya nanti.

Setelah diberitahu teman-temannya dan sedikit Googling, Aoy akhirnya mengetahui apa itu Hunger. Restoran papan atas yang hanya menyediakan makanan mewah. Resto itu dipimpin oleh chef bernama Paul (Peter Nopachai). Pada hari 'audisi' tim Hunger baru, Aoy harus melawan seorang koki berpengalaman.

Tapi, Aoy yang berhasil menang dan masuk ke dalam tim, semua berkat nasi goreng kampung buatannya. Walau begitu, pekerjaannya enggak mudah. Chef Paul yang perfeksionis dan kasar menyulitkan semua tim untuk bekerja, apalagi Aoy yang anak baru dan belum terbiasa.

Seiring waktu, Aoy merasa simpati pada Chef Paul, juga bermimpi suatu hari bisa menjadi sepertinya. Akan tetapi, kemudian Aoy mengenal sisi gelap Chef Paul yang jenius dari industri makanan kelas atas tersebut.

Keluar dari 'Hunger', Aoy direkrut oleh pesaing Chef Paul, yang menjadikan Aoy sebagai seorang chef papan atas juga. Aoy, entah disadari maupun enggak, malah menjelma sebagai Chef Paul kedua. Untuk anak dibawah umur sebaiknya enggak menonton film ini karena ada masalah mental dan juga nudity di dalamnya.

2. Still Missing

Still Missing _

Film berdurasi 1 jam 40 menit ini mengangkat tema kejahatan penculikan. Gadis berusia 8 tahun, April, diculik oleh orang enggak dikenal (Peter Nopachai). Pij (Pock Piyathida) dan Ake, orang tua April, sangat terpukul akan kejadian ini.

Pij pun mendedikasikan hidupnya untuk menemukan sang putri. Psst, film ini bukan cuma dibintangi, tapi juga disutradarai oleh Peter Nopachai, loh!

3. Headshot

Headshot 2011_

"Headshot" (ฝนตกขึ้นฟ้า) merupakan film thriller-aksi yang disutradarai oleh Tom Pannet alias Pen-Ek Ratanaruang. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, "Headshot" jadi salah satu film yang paling disukai oleh pemeran utama kita, Peter Nopachai. Dalam film rilisan tahun 2011 ini, Peter berperan sebagai Tul.

Kodisi Thailand saat ini penuh dengan ketidakadilan dan korupsi yang merajalela. Tul, seorang polisi yang jujur, diperas oleh seorang politisi berkuasa. Ia juga dijebak untuk kejahatan yang enggak pernah dilakukannya. Kecewa dan dendam, ia segera menyetujuinya ketika direkrut untuk menjadi pembunuh bayaran.

Orang yang merekrut Tul merupakan bagian dari kelompok bayangan yang bertujuan menghabisi mereka yang berada di atas hukum. Namun suatu hari, Tul tertembak di kepala saat menjalankan tugasnya. Ia terbangun setelah koma selama tiga bulan.

Anehnya, Tul jadi melihat segala sesuatu secara terbalik. Ya, terbalik secara harfiah! Ia mulai berpikir, apakah ini kondisi medis atau malah karmanya setelah membunuh banyak orang? Tul pun mulai berpikir ulang tentang profesinya yang sekarang.

Ketika ia mencoba untuk berhenti, perannya pun dibalik. Dari yang tadinya pemburu, kini ia menjadi yang diburu. Dalam perjuangannya untuk menyelamatkan diri, Tul bertemu dengan seorang gadis yang membuat dunianya semakin terbalik. Dapatkah Tul menemukan penebusan dari kejahatan yang terus menghantuinya?

Selain Peter, film ini dimeriahkan juga oleh Joey Boy sebagai Torpong, Cris Horwang sebagai Rin dan Joke Akarin sebagai Tin. Menurut Tom Pannet selaku sutradara film ini, meskipun "Headshot" diangkat dari novel yang sudah lama ditulis, aspek politiknya masih berlaku di Thailand, bahkan terasa lebih nyata.

Karena seringkali orang dengan power dan uang bisa selamat dari hukum, bahkan menuliskan hukuman untuk orang lain semudah membalikkan telapak tangan. Orang biasa yang enggak punya kekuasaan terpaksa dan dipaksa harus menerima hal tersebut.

Film "Headshot" ditayangkan pertama kali di Spring Showcase Festival Film Asia San Diego 2012 dan juga Festival Film Pasifik Asia Los Angeles 2012.

Film ini terpilih sebagai perwakilan Thailad untuk Film Berbahasa Asing Terbaik di Academy Awards ke-85, loh. Sayang, "Headshot" enggak memenangkan piala Oscar, tapi tetap keren sudah masuk tahap tersebut.

4. King Naresuan 2: Reclaiming Sovereignty

King Naresuan (film)_

Setelah berperan di film sejarah Thailand ini, job Peter sebagai aktor dalam negeri melonjak drastis. "The Legend of King Naresuan" (ตำนานสมเด็จพระนเรศวรมหาราช) atau "Tamnan Somdet Phra Naresuan Maha Rath" adalah film drama sejarah biografi Raja Naresuan Agung, yang memerintah Siam dari tahun 1590 sampai ia meninggal pada 1605.

Film series ini memiliki banyak sekali babak. Ada "The Legend of Suriyothai" (2003), "The Legend of King Naresuan The Great, Part I: Hongsawadee's Hostage" (2007), "The Legend of King Naresuan The Great, Part II: Reclaiming Sovereignty (2007).

Kemudian dilanjut dengan "The Legend of King Naresuan The Great, Part III: Naval Battle" (2011). Semua film ini dirilis dengan judul bahasa Inggris "Kingdom of War" 1, 2, dan 3.

Dalam produksinya selama lebih dari tiga tahun, proyek film ini telah mengucurkan biaya sebanyak 700 juta baht (302 miliar rupiah), menjadikannya film Thailand paling menghabiskan biaya yang pernah dibuat.

Semua kerja keras ini tampaknya berhasil, sebab "King of Fire, part II" terpilih sebagai perwakilan Thailand pada Penghargaan Academy ke-80 untuk Film Berbahasa Asing Terbaik. Bird Wanchana didapuk sebagai pemeran King Naresuan. Sementara Peter Nopachai berperan sebagai Bunting, perannya penting juga dalam serial film ini.

5. Nymph

Nymph

Ditulis naskahnya dan disutradarai oleh Pen-Ek Ratanaruang, "Nymph" yang berjudul lokal "Nang Mai" mengisahkan sepasang suami istri yang tinggal di perkotaan. Suatu hari, mereka melakukan perjalanan ke hutan dan belajar betapa berharganya hubungan mereka.

Di film tahun 2009 ini, Peter Nopachai berperan sebagai Nop, Porntip Papanai sebagai Nymph—istrinya Nop. Kemudian ada pula Wanida Termthanaporn sebagai May dan Chamanun Wanwinwatsara sebagai Korn.

6. Take Me Home

Take Me Home Peter Nopachai_

Rekomendasi film Peter Nopachai selanjutnya adalah "Take Me Home". Film ini dibintangi oleh aktor-aktris kenamaan Thailand, seperti Mario Maurer sebagai Tan, Vill Wannarot sebagai Tubtim dan Peter Nopachai sebagai Chewin.

Film dengan judul lokal "สุขสันต์วันกลับบ้าน" atau "Suksan Wan Klab Baan" ini bertemakan misteri, horor, supernatural dan thriller. Film ini memiliki elemen horor yang unik. Mario memerankan seorang pemuda yang mengalami koma selama 10 tahun.

Ketika terbangun, ia mengingat seluruh cerita hidupnya kecuali namanya, yaitu Tan. Saat bekerja sebagai petugas di kamar mayat rumah sakit, Tan menemukan petunjuk tentang keluarganya dan memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut.

Tapi, ada peringatan dari administrator yang seharusnya ia perhatikan, yang bertuliskan "Begitu kamu pergi dari sini, kamu tidak akan pernah bisa kembali."

Di suatu tempat yang lain, yaitu di penthouse keluarga milik Cheewin (Noppachai Jayanama), Tan disambut dengan ramah oleh pelayan keluarga, Waew (Napapha Sukrit). Anehnya, ketika Tan enggak mengingat siapa Waew, pelayan itu justru mengenali Tan.

Rupanya istri Cheewin adalah saudari kembar Tan yang cantik, Tubtim, (Wannarote Sonthichai). Anehnya lagi, Tan sama sekali enggak mengenali kembarannya itu. Ditambah Cheewin yang menyatakan dengan tegas bahwa Tubtim enggak pernah bilang punya saudara kembar. Jadi, sebenarnya siapa Tan, siapa Cheewin, dan siapa Tubtim?

7. Long Live Love

Long Live Love d

Film dengan poster mentereng ini berjudul "Long Live Love" (2023). Ini adalah kisah pasangan yang berkecil hati, Sati (Sunny Suwanmethanont) dan Meta (Chompoo Araya). Keduanya dalam fase hampir berpisah karena hubungan mereka selama ini memang sudah renggang.

Tetapi, takdir mempermainkan mereka ketika Sati mengalami kecelakaan dan terbangun dengan amnesia. Satu-satunya cara untuk mengembalikan sebagian ingatannya adalah dengan mengambil kembali foto-foto lama mereka.

Meta pun dihadapkan pada masa lalunya yang mengerikan. Film ini diperankan juga oleh Becky Armstrong sebagai Namo, Peter Nopachai dan Nont Sadanont.

8. Kitarajanipon

Kitarajanipon 2015_

"คีตราชนิพนธ์" atau "Kitarajanipon" diangkat dari empat lagu dari buku lagu kerajaan "Yang Mulia Bhumibol Adulyadej" alias Raja Rama IX. Film ini dibuat oleh empat sutradara terkemuka Thailand untuk menginterpretasikan semangat dan makna ke dalam film pendek.

Nonkul Chanon berperan sebagai Kong di sub judul "Lollipop", Jannine Weigel sebagai Dao "Lollipop", Peter Nopachai sebagai Chaiyanam "Rain at Huai Kha Khaeng". Kemudian ada pula Au Tanakorn di sub judul "Star" dan Neeranuch Pattamasoot "The Singers".

9. The Life of Gravity

The Life of Gravity

Di film "The Life of Gravity" ini mengisahkan seorang wanita kantoran di perkotaan. Karena terlalu terlena dengan kehidupan metropolitan, pacarnya yang tinggal di pulau terpencil pun terlupakan.

Suatu ketika, mereka bertemu dengan seorang pertapa yang kasar, yang kesendirian dan ketidakterikatannya menyatukan mereka. Film ber-genre drama dan romansa ini diperankan oleh Peter Nopachai sebagai Singha dan Cris Horwang️️️️️️ sebagai Mook.

10. Together

Together_

"Together" mengambil lokasi di Provinsi Rayong, memberikan visual keindahan pegunungan yang asri. Tiga kisah cinta di sini terhubung oleh hujan. Cerita pertama, ada seorang wanita yang sudah menikah dikunjungi oleh ayahnya yang menelantarkannya saat kecil. Ayahnya kini sebatang kara dan menderita alzheimer.

Cerita yang kedua, ada pasangan muda yang keduanya sama-sama bekerja. Mereka mengalami kesulitan dalam perkawinan keduanya ketika sang suami tiba-tiba menjadi buta. Cerita yang ketiga, tentang sepasang kekasih SMA yang gadisnya hamil. Padahal mereka belum siap menjadi orang tua.

Film dengan judul lokal "Wan Di Rak" dimeriahkan oleh Peter Nopachai sebagai Chart, Saharat Sangkapreecha sebagai Nibhon, Nitit Warayanon sebagai Bhatompong dan Piyathida Woramusik sebagai Nuan.

Ya, itulah daftar film terbaik yang diperankan oleh Peter Nopachai. Ternyata selain "Hunger" yang ber-genre suspense dan psychological, Peter juga pernah berakting di film romansa dan drama. Menurutmu, apa film terbaik Peter Nopachai?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram