logo web

Sinopsis & Review Film Ant-Man and the Wasp (2018)

Ditulis oleh Dhany Wahyudi
Ant-Man and the Wasp
3.7
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Secercah asa timbul di hati Dr. Hank setelah Ant-Man bisa kembali dari alam kuantum. Tiga tahun riset dilakukannya untuk membuka portal menuju alam tersebut. Namun banyak masalah yang mereka hadapi, antara lain Scott yang menjalani tahanan rumah dan munculnya sosok Ghost yang memiliki rencana sendiri dengan alam kuantum.

Ant-Man and the Wasp adalah film superhero karya Peyton Reed yang dirilis oleh Walt Disney Pictures pada 6 Juli 2018. Merupakan sekuel Ant-Man (2015) dan film ke-20 di Marvel Cinematic Universe, kali ini Scott Lang berkolaborasi dengan Hope Van Dyne yang dipercaya ayahnya mengenakan kostum Wasp dalam menjalankan misi berbahaya.

Film sekuel ini merupakan sebuah keharusan seiring naiknya popularitas Ant-Man di semesta Marvel. Apakah film ini mampu melebihi pencapaian kualitas film pertamanya? Simak review berikut untuk mendapatkan ulasannya secara lengkap.

Baca juga: Sinopsis & Review Ant-Man and the Wasp: Quantumania (2023)

Sinopsis

Sinopsis

Setelah berhasilnya Scott Lang kembali dari alam kuantum saat bertarung melawan Yellowjacket, Dr. Hank Pym dan Hope van Dyne memiliki harapan yang sangat besar untuk bisa mencari Janet van Dyne disana. Mereka terus menerus melakukan riset untuk membuka portal menuju alam tersebut.

Sementara itu, dua tahun sudah Scott Lang menjadi tahanan rumah terkait aksi pelanggaran Perjanjian Sokovia bersama sebagian anggota Avengers.

Belakangan ini dia seperti mendapat penglihatan bayangan masa lalu seseorang yang tidak dia ketahui. Setelah beberapa waktu, dia baru sadar, bahwa bayangan itu adalah cara Janet menghubunginya dari alam kuantum.

Meski tinggal beberapa hari lagi masa hukumannya selesai, Scott nekat pergi dari rumah untuk memberi tahu hal ini kepada Hank. Menempatkan seekor semut raksasa di rumahnya untuk mengenakan monitor kaki menggantikannya, Scott pergi bersama Hank dan Hope untuk melakukan misi penjemputan Janet.

Mereka kemudian membangun lorong kuantum sebagai pintu untuk memasukkan alat-alat dan kendaraan ke alam kuantum demi memudahkan pencarian Janet.

Mereka berencana membeli suku cadang yang dibutuhkan melalui Sonny Burch, makelar pasar gelap. Tapi ketika mengetahui kegunaan penting benda ini, Sonny berkhianat kepada mereka.

Menggunakan kostum Wasp, Hope berusaha menangani pengkhianatan ini dan mengambil benda penting tersebut. Tapi tidak diduga, dia diserang oleh sosok wanita bertopeng yang misterius. Scott mencoba melawan wanita ini, namun dia berhasil lolos dengan mengecilkan ukuran tubuhnya.

Hank kemudian membawa Scott dan Hope menemui Bill Foster, mantan rekan kerjanya. Dia mengantar mereka ke sebuah laboratorium dimana Ava Starr, wanita misterius yang menyerang Ant-Man dan Wasp, telah menunggu mereka. Ternyata Ava adalah putri dari rekan Hank yang tewas saat melakukan eksperimen.

Kehilangan kedua orang tuanya, Ava selamat namun berimbas pada kondisi tubuhnya yang tidak stabil. Bill menjelaskan bahwa dia berusaha mengobati Ava dengan menggunakan energi kuantum milik Janet.

Mengetahui hal ini membahayakan nyawa Janet dan misi mereka, Hank, Hope dan Scott melarikan diri beserta laboratorium tersebut.

Berhasil membuka portal menuju alam kuantum, Janet memberikan titik koordinat yang tepat untuk memudahkan pencarian mereka. Namun mereka hanya memiliki waktu dua jam saja, sebelum ketidakstabilan alam itu akan mengurung mereka di dalamnya selama berabad-abad lamanya.

Ketiga teman Scott dipaksa berbicara oleh Sonny yang ingin merebut kembali benda penting yang pernah ada di tangannya itu. Sonny kemudian menghubungi FBI untuk menjebak Scott. Namun berkat informasi dari Luis, Scott berhasil tiba tepat waktu di rumah saat Agen Jimmy Woo memulai pemeriksaan.

Namun Hank dan Hope berhasil ditangkap oleh FBI dan laboratoriumnya berhasil dibawa oleh Ava. Scott membantu Hank dan Hope melarikan diri. Mereka berhasil menemukan laboratorium, dimana Scott dan Hope bertarung melawan Ava sementara Hank masuk ke alam kuantum untuk menjemput Janet.

Pertarungan mereka diusik oleh kedatangan Sonny dan anak buahnya yang membuat mereka terlibat aksi kejar-kejaran di sepanjang jalanan kota San Francisco. Perhatian teralihkan, membuat Ava berhasil merebut kembali laboratorium dan memulai mengambil energi kuantum Janet secara paksa.

Bagaimana cara Scott dan Hope untuk menghalangi aksi Ava? Berhasilkah Hank dan Janet keluar dari alam kuantum? Keseruan ini harus dituntaskan dengan menyaksikan filmnya hingga usai.

Dan seperti biasa, jangan beranjak dulu sebelum film benar-benar berakhir karena akan ada adegan singkat yang menghubungkan kisah ini ke film Avengers: Endgame (2019).

Kisah yang Ringan dan Segar

Kisah yang Ringan dan Segar

Ant-Man and the Wasp melanjutkan formula yang sama dengan film pertamanya, yaitu menyuguhkan cerita superhero yang ringan dan menghibur. Paul Rudd dengan empat screenwriter baru mengolah cerita yang sudah tersirat di film pertamanya, yaitu Hope sebagai Wasp dan harapan Hank menjemput Janet di alam kuantum.

Selagi Scott Lang bergabung dengan Avengers di sisi Captain America dalam film Captain America: Civil War (2016), Hank dan Hope melakukan riset untuk menciptakan portal menuju alam kuantum.

Tahanan rumah yang diterima oleh Scott menjadi pondasi kondisi yang terus menerus menjadi sumber kelucuan di sepanjang film ini.Dengan kondisi seperti itu, Scott bersusah payah mengelabui FBI agar bisa membantu usaha Hank menjemput istrinya di alam kuantum.

Hal ini menjadi penting karena hanya Scott yang bisa dihubungi oleh Janet dengan cara memasuki pikirannya. Kelucuan penuh haru akibat rasa rindu terjadi ketika Scott menjadi Janet saat berbicara dengan Hank dan Hope.

Dan seperti di film sebelumnya, Michael Pena sebagai Luis berhasil sekali lagi menjadi pencuri perhatian dengan keunikan penuturannya dalam berbicara. Walau hanya kebagian durasi tampil yang minim, namun Michael Pena, Tip Harris dan David Dastmalchian cukup efektif menyegarkan film ini dengan kelucuan mereka.

Kesan ringan ini juga terbawa ke setiap adegan aksinya. Meski ada beberapa adegan aksi yang serius, namun mayoritas pertarungan yang dijalani Ant-Man dan Wasp mampu mengundang sedikit senyuman, mungkin juga tawa.

Adegan kejar-kejaran di jalanan kota dimana Ant-Man membesarkan tubuh dan menunggangi sebuah truk hanyalah salah satu aksi yang mampu memancing tawa dengan keseruannya.

Perpaduan Kharisma Dua Pemeran Utamanya

Perpaduan Kharisma Dua Pemeran Utamanya

Seperti para aktor pemeran superhero di semesta MCU lainnya, Paul Rudd tetap mampu mempertahankan kharismanya di film sekuel ini. Scott adalah seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya, bahkan dalam kondisi menjadi tahanan rumah sekalipun.

Dia membuat wahana bermain sederhana yang spektakuler bagi anak seusia Cassie di dalam rumahnya. Namun sebuah amanat penting dari Janet membuatnya harus beraksi dan mengelabui FBI yang menahannya. Kharisma Paul Rudd di film ini didukung oleh pesona Evangeline Lilly.

Berdua mereka menyajikan perpaduan apik sebagai pasangan superhero dalam misi penyelamatan anggota keluarga mereka. Dengan chemistry seperti ini, tentunya kita akan terus mengharapkan aksi mereka di Marvel Cinematic Universe.

Apalagi hanya mereka superhero yang bisa masuk ke alam kuantum yang indah namun sangat berbahaya. Kita tunggu saja aksi mereka di alam ini dalam film ketiga mereka.

Kesinambungan Penting bagi Kisah Semesta Marvel

Kesinambungan Penting bagi Kisah Semesta Marvel

Masih sama seperti film pertamanya, Ant-Man and the Wasp masih mengusung premis yang minimalis. Kedua superhero ini belum bertemu dengan villain yang memiliki ambisi untuk menguasai dunia.

Bahkan misi utama mereka di film ini terkesan personal, yaitu menjemput Janet di alam kuantum yang tidak meninggalkan konsep kekeluargaan dalam alur ceritanya.

Tapi ternyata cerita keluarga ini menyimpan hal penting dalam kesinambungan kisah di Marvel Cinematic Universe yang semakin mendekati penghujung fase ketiga dan menutup The Infinity Saga.

Sebelum film ini dirilis, kisah MCU berada pada titik kelam dimana setengah dari populasi penduduk bumi menghilang akibat jentikan jari Thanos, termasuk di dalamnya beberapa superhero pun ikut menghilang.

Dengan pengalamannya masuk ke alam kuantum di film ini, Scott memiliki ide yang kemudian dijalani oleh anggota Avengers yang tersisa. Semua kisah ini terjadi di film Avengers: Endgame (2019) yang dirilis setahun kemudian.

Hal inilah yang membuat Ant-Man menjadi sosok penting dalam menyelamatkan umat manusia dan mengalahkan Thanos di film tersebut. Ant-Man and the Wasp sekali lagi tampil menghibur dengan adegan aksi spektakuler dan selera humor yang menyentil dengan cerdas.

Chemistry Paul Rudd dan Evangeline Lilly semakin padu dan kehadiran Michelle Pfeiffer sebagai Janet yang selamat dari alam kuantum akan membuka pintu bagi cerita dalam skala yang lebih besar di film selanjutnya.

Secara keseluruhan, film ini tampil sedikit lebih baik dari film pertamanya dengan lingkup cerita yang sedikit lebih besar pula. Penghasilan yang diraih juga luar biasa. Angka $216 juta dari peredarannya di bioskop Amerika sudah menjadi bukti bahwa Ant-Man semakin disukai oleh para fans Marvel.

Nuansa kekeluargaan masih kental terasa dan sepertinya menjadi faktor utama yang tidak akan dihilangkan dalam kisah Ant-Man. Tentu saja hal ini membuat film dengan durasi 1 jam 58 menit ini sangat cocok untuk ditonton oleh seluruh anggota keluarga. Sekarang sudah bisa disaksikan lagi di Disney+ Hotstar. Selamat menonton!

Kategori:
Tag:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram