logo web

Sinopsis & Review Paa (2009), Drama Komedi Menyentuh Hati

Ditulis oleh Suci Maharani R
Paa
3.5
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Amitabh Bachchan dan Abhishek Bachchan dikenal sebagai ayah dan anak paling terkenal di Bollywood. Tapi bagaimana jika keduanya berganti peran? Hal ini bisa kamu saksikan saat menonton film berjudul Paa (2009).

Film yang mengisahkan hidup Auro (Amitabh Bachchan) yang tidak sengaja bertemu dengan ayah kandungnya yaitu Amol Arte (Abhishek Bachchan). Auro mengalami penyakit langka bernama progeria, meski mentalnya tetap seperti anak seusianya, tapi tubuh seperti pria tua.

Untuk perannya sebagai Auro, Amitabh Bachchan harus menghabiskan waktu selama tujuh jam hanya untuk bermakeup. Selain itu Vidya Balan berhasil mendapatkan piala Filmfare Awards pertamanya sebagai aktris terbaik, untuk penampilannya di film ini.

Baca juga: 20 Rekomendasi Film India Paling Inspiratif Sepanjang Masa

Sinopsis

 Sinopsis

Auro (Amitabh bachchan) adalah anak berusia 12 tahun, namun ia memiliki fisik layaknya pria tua. Hal ini disebabkan karena Auro terlahir dengan penyakit langka bernama progeria. Auro terlihat lima tahun lebih tua dari usia aslinya, namun ia tetaplah seperti kebanyakan anak lainnya.

Auro sangat ceria, cerdas dan jenaka, ia terlihat sangat bahagia meski tinggal bersama ibu dan neneknya saja. Memiliki penampilan yang berbeda, sebenarnya Auro tidak memiliki masalah selama bersekolah. Hingga satu anak pindahan menjerit ketakutan saat bertemu dengannya, sejak saat itu Auro selalu berusaha menjauh darinya.

Auro juga tidak pernah mengenal siapa ayahnya, karena ia hanya tinggal bersama ibunya Vidya (Vidya Balan) dan sang nenek (Arundhati Nag). Baik ibu dan neneknya tidak pernah menyinggung, siapa dan kenapa ayah Auro tidak tinggal bersama mereka.

Hal paling penting, Auro, ibu dan neneknya tinggal bersama dan hidup dengan sangat bahagia tanpa kekurangan apapun. Hingga suatu hari seorang politikus bernama Amol Arte (Abhishek Bachchan) tiba-tiba saja mengunjungi sekolahnya.

 Ia memberikan penghargaan “Visionary of india”, kala itu Auro yang menjadi pemenangnya. Namun hal ini membuat hidupnya tidak nyaman, pasalnya kondisi Auro membuat media memburunya.

Auro mengirimkan email dan mengatakan, bahwa ia kesal pada Amol sambil menulis “I Hate You”. Amol membaca pesan tersebut, ia memberikan perlindungan agar Auro tidak diganggu oleh media tanpa izin.

Lewat telepon Amol meminta maaf dan berjanji akan memberikan apa yang diinginkan oleh Auro. Saat itulah Auro mengatakan bahwa ia ingin melihat kediaman presiden, Amol mengindahkan hal ini bahkan sudah membuat jadwal kepergian. Sayangnya karena masalah politik, Amol gagal menemui Auro dan membawa anak itu pergi ke kediaman presiden.

Auro kesal dan kehilangan rasa percayanya pada Amol, namun setelah masa sulit lewat mereka pergi ke Delhi bersama-sama. Dalam perjalanan itu Auro tiba-tiba saja berkata, ia membutuhkan waktu untuk memaafkan kesalahan pertama Amol. Saat mendengarnya ia merasa aneh, Amol tidak paham dengan apa yang dikatakan oleh Auro.

Namun anak itu jelas mengetahui bahwa Amol ternyata ayah kandungnya yang telah meninggalkan mereka. hingga pada hari ulang tahun Auro yang ke 13, anak ini masuk rumah sakit karena komplikasi. Auro berusaha menyatukan kembali kedua orang tuanya, namun Vidya menolak hal ini. Sebenarnya apa yang terjadi antara Amol dan Vidya di masa lalu?

Kenapa Vidya sampai tidak ingin untuk bertemu dan mengakui Amol sebagai ayah dari putranya? Lalu bagaimana dengan media, jika mereka mengetahui bahwa Auro adalah putra kandung dari Amol Arte si politikus muda yang sedang naik daun?

Hampir Sempurna, Jika Hal Kecil Tidak Dilupakan

Hampir Sempurna, Jika Hal Kecil Tidak Dilupakan

Tidak bisa dipungkiri, ketika menonton Paa (2009) saya merasa sedang menonton The Curious Case of Benjamin Button (2008). Film yang pernah dibintangi oleh Brad Pitt ini memang memiliki kesamaan dengan film arahan R. Balki. Pasalnya mereka mengangkat kisah mengenai seorang anak yang terlahir dengan penyakit langka bernama “Progeria”.

Progeria adalah sebuah penyakit langka yang menyebabkan anak mengalami penuaan dini sejak usianya menginjak dua tahun. Namun untuk Paa (2009) film ini menitik beratkan perjuangan seorang ibu tunggal dan putranya yang terlahir dengan progeria.

Auro yang diperankan oleh Amitabh Bachchan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan anak-anak usia 12 tahun lainnya. Hanya saja penampilannya yang lima kali lebih tua dan berbagai penyakit berat yang dideritanya membuat anak ini agak terkekang.

Auro adalah anak yang cerdas dan banyak bertanya tentang berbagai macam hal, ia juga terkadang sangat nakal. Karakter Auro menjadi salah satu titik penting yang berhasil digambarkan dengan sempurna.

Hidup bersama ibunya dan neneknya, kemistri mereka terjalin dengan sangat erat dan solid. Semua orang terlihat bisa bekerja sama, dengan kualitas akting dan penjiwaan yang sangat baik. Sayangnya bagi saya sutradara terlalu bernafsu untuk membuat kisah hidup Vidya dan Auro dramatis.

Alhasil kehadiran Amol yang seharusnya menjadi plot twist, malah jadi fakta yang lewat begitu saja (flat). Diceritakan sebagai ayah kandung Auro, karakter Amol tidak memiliki pengembangan yang baik dan kemistri yang baik dengan seluruh karakter yang ada.

Memang harus ada kecanggungan, namun khusus untuk Amol dan Auro seharusnya ada kemistri lebih kuat sebagai pasangan ayah dan anak. Tapi babak kedua film ini malah flat dan kehilangan nyawa, hal ini bertahan hingga penghujung film.

Lalu beberapa sub cerita yang diangkat terutama soal politik, bagi saya hal ini sangat tidak memiliki impack. Setelah memasuki sesi kedua, ceritanya menjadi sangat lambat dan cukup berputar-putar, sehingga terasa membosankan.

Makanya saya hanya menikmati 10 menit awal dan 10 menit akhirnya saja, setidaknya untuk soundtrack dan sinematografinya sangat baik.

Kehadiran Dua Bachchan dengan Vibes Berbeda

Kehadiran Dua Bachchan dengan Vibes Berbeda

Kehadiran duo ayah dan anak paling terkenal di Bollywood, sempat membuat kisah anak pengidap progeria tersisihkan. Sebenarnya hal ini sangat wajar, pasalnya Amitabh Bachchan dan putranya Abhishek Bachchan memang sangat terkenal.

Apalagi keduanya kini bergantian peran, dalam film ini Abhishek yang memerankan sosok ayah, untuk karakter yang diperankan oleh Amitabh Bachchan.

Terdengar mustahil, tapi Paa (2009) berhasil merealisasikannya dengan sangat baik dengan cerita dan makeup yang mumpuni. Bayangkan saja, Amitabh Bachchan harus duduk di hadapan meja rias selama lima jam untuk terlihat seperti Auro. Lalu ia menghabiskan waktu sekitar dua jam lagi, hanya untuk menghapus makeup setiap harinya.

Makeup prostetik Amitabh Bachchan juga dipegang langsung oleh makeup artist terkenal Hollywood Christien Tinsley. Ia dikenal berkat keahlian makeupnya untuk film trilogi The Lord of The Rings, Catwoman (2004) dan The Passion of the Christ (2004).

Jujur saja Amitabh Bachchan sangat keren, kualitas aktingnya tidak diragukan lagi meski plot filmnya kurang greget. Tapi karakter Amol Arte yang diperankan oleh Abhishek Bachchan entah mengapa terasa sangat kosong. Saya tidak merasakan adanya soul, baik Amol Arte sebagai seorang politisi muda maupun sebagai ayah dari Auro.

Penampilan Abishek menjadi salah satu hole yang bikin film ini kurang greget, padahal tensi ceritanya sedang naik tapi little Bachchan sepertinya kurang masuk dengan karakternya. Perbedaan performa ini menjadi hal yang cukup krusial, karena karakter mereka memang sama pentingnya untuk film ini.

Saya mengapresiasi bagaimana R. Balki berusaha mengarahkan ceritanya dan memberikan sisi lain dari Amitabh Bachchan yang tidak pernahk dilhat sebelumnya. Tapi penampilan Abhishek dan pemilihan jalan ceritanya, menjadi lubang yang cukup besar.

Vidya Balan sebagai Wanita Kuat Tanpa Ikatan Tradisi

Vidya Balan sebagai Wanita Kuat Tanpa Ikatan Tradisi

Sudah tidak aneh jika berbagai film India selalu saja mengambil kisah hidup para wanita sebagai kritik sosial. Namun dalam Paa (2009) ada hal lain dari karakter seorang wanita yang ingin ditunjukkan, bahwa wanita tetap bisa kuat meski tanpa bantuan seorang pria dan lingkungan.

Inilah yang dirasakan oleh karakter Dr. Vidya yang diperankan oleh Vidya Balan saat membesarkan Auro. Menjadi ibu tunggal yang bukan karena bercerai atau karena suaminya meninggal, tapi ia ditinggalkan oleh pacarnya saat sedang mengandung.

Vidya tidak dinikahi oleh siapapun, ia bertemu dengan pria brengsek di London dan pulang ke India dalam keadaan hamil. Alih-alih menggugurkan kandungannya seperti keinginan si pria, Vidya memilih untuk tetap melahirkan putranya.

“Sudah jatuh tertimpa tangga”, inilah yang dirasakan Vidya ketika Auro lahir dengan penyakit langka bernama progeria. Hanya bisa bekerjasama dengan sang ibu, Vidya bekerja sambil membesarkan putranya dengan keadaan yang spesial ini.

Setelah sekian lama kini Vidya dihadapkan dengan kenyataan, ketika Amol Arte ternyata pria yang telah meninggalkannya di London dan juga ayah dari Auro.

Dari sini kita bisa melihat bahwa, sebenarnya wanita sangat mampu untuk menjalani hidupnya sendiri. Apalagi jika lingkungan sosial dan tradisi tidak membelenggu, karena hal inilah yang terkadang menyulitkan.

Tapi Vidya berhasil menunjukkan, ketika wanita memiliki tanggung jawab mereka akan menyelesaikannya hingga akhir, tanpa meminta bantuan sedikitpun.

Paa (2009) menjadi salah satu film keluarga yang cukup mengharukan, apalagi ada edukasi soal penyakit langka bernama progeria. Sayangnya plot twist mengenai siapa Amol bagi Auro, seharusnya bisa disimpan untuk bagian akhirnya saja. Bagaimana menurutmu? Jangan lupa bagikan pendapatmu mengenai film ini di kolom komentar di bawah ini.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram