logo web

Sinopsis & Review Gadis Kretek, Upaya Kesetaraan dan Cinta

Ditulis oleh Sera Serinda A
Gadis Kretek
4
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Walau sudah banyak drama atau web series Indonesia yang diadaptasi dari novel, kemunculan Gadis Kretek di platform streaming Netflix sangatlah dinantikan oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang pernah membaca novel fenomenal berjudul sama karya Ratih Kumala tersebut.

Terdiri dari 5 episode, drama ini akan mengajak penonton pada kisah pencarian jati diri, perjuangan kesetaraan, dan romansa dari sang “Gadis Kretek”. Dengan alur maju-mundur dan melibatkan deretan aktor dan aktris ternama Indonesia, seperti apa kisah yang ditawarkan serial ini? Silahkan cari tahu dengan membaca ulasan berikut!

Sinopsis

Review gadis kretek__

Jakarta, Tahun 2001

Seorang pria paruh baya tiba-tiba terbangun dengan keadaan panik dari kasurnya tanpa memperhatikan sekitarnya. Ia kemudian mencari suatu barang dengan penuh kegelisahan. Setelah menemukan kaleng kecil yang usang, sang pria memberikan benda itu pada anaknya yang juga berada di kamar, dan menyuruh anaknya mencari seseorang yang dipanggil Jeng Yah.

Meskipun awalnya tidak mengerti maksud ayahnya, Lebas bertekad untuk mematuhi permintaan tersebut. Rasa penasaran Lebas semakin memuncak ketika keesokan harinya ia menemukan sebuah foto usang dan sepucuk surat di ruang kerja ayahnya.

Lebas jadi semakin penasaran akan maksud perintah ayahnya. Sayangnya, ketika Lebas berbagi rencananya dengan dua kakaknya, Tegar dan Karim, ia malah diremehkan.

Ketika mengonfirmasi perintah tersebut kepada sang ayah pun, Lebas malah dimarahi karena dinilai tidak sopan menyentuh barang-barangnya. Meski awalnya tidak ingat apa yang sedang dilakukan pada Lebas, akhirnya Seoraja jujur dan meminta bantuan Lebas untuk menemukan Jeng Yah.

Lebas memulai perjalanannya dengan mengunjungi Museum Kretek di Kota M. Di sana, ia bertemu dengan pengelola museum sebelum akhirnya diperkenalkan kepada salah satu donatur museum, seorang dokter muda bernama Arum. Arum mengakui bahwa ibunya berada dalam foto usang yang dibawa oleh Lebas, yang dimiliki oleh Soeraja.

Review gadis kretek_11_

Arum menjelaskan bahwa ibunya, Rukayah, beserta kakek, nenek, dan budenya, terdapat dalam foto tersebut. Namun, Arum tidak mengetahui siapa sebenarnya Jeng Yah. Namun, Lebas memohon pada Arum untuk membantunya menemukan Jeng Yah, menjelaskan bahwa ini adalah permintaan dari ayahnya yang sedang sakit keras.

Arum, yang awalnya menganggap permintaan itu konyol pun menjadi serius ketika mengetahui ayah Lebas tengah menderita kanker. Ia pun setuju untuk membantu pemuda itu menemukan apa yang dicarinya.

Perlahan tapi pasti, mereka mulai menemukan lembaran surat demi surat dengan tulisan tangan yang mirip dengan surat yang dipegang Lebas, yang juga milik ayahnya. Surat-surat itu mengisahkan kehidupan bude dari Arum, Dasiyah, di masa lalu. Soeraja, ayah Lebas, juga turut menjadi bagian dari cerita tersebut. Dan, ya, Dasiyah adalah Jeng Yah yang tengah mereka cari.

Setelah menemukan identitas Jeng Yah, tak terasa hari sudah malam. Arum memperkenankan Lebas untuk menginap di rumahnya, yang juga merupakan rumah tempat keluarga ibunya tinggal dahulu.

Lebas tidur di kamar yang dulunya milik Jeng Yah. Namun, ketika hendak menanyakan sesuatu pada Arum mengenai isi surat yang dibacanya, Lebas bertemu dengan ibu Arum, Rukayah, yang tiba-tiba panik melihat wajah Lebas dan menjadi sangat histeris, sebelum akhirnya jatuh pingsan.

Ternyata, Rukayah menderita Demensia dan menyimpan rapat-rapat sejarah keluarganya karena terlalu menyakitkan baginya.

Rukayah kemudian memberikan sebuah kaleng berisi surat-surat usang kepada Arum. Di antara surat-surat tersebut, terdapat sebuah foto yang mengejutkan Arum. Pasalnya, dalam foto tersebut terlihat bahwa Arum bayi sedang digendong oleh budenya.

Arum merasa aneh dengan foto yang ditemuinya. Ia lalu mencari sesuatu di rumahnya yang berhubungan dengan foto tersebut. Tak lama kemudian, Arum menemukan hubungan sebenarnya antara dirinya dan budenya, Dasiyah.

Kota M, Tahun 1965

review gadis kretek_1_

Dasiyah adalah putri dari pemilik bisnis kretek rumahan Merdeka Djaja. Meskipun terlibat dalam mengelola bisnis tersebut, sebagai seorang wanita, Dasiyah tidak diizinkan untuk meracik campuran "saus" yang digunakan untuk meningkatkan cita rasa kretek.

Proses peracikan saus kretek hanya diperbolehkan bagi para pria, sehingga Dasiyah tidak diizinkan masuk ke ruangan tempat saus tersebut diracik. Padahal, ia memiliki renjana dan ambisi untuk meracik saus kretek serta menghasilkan kretek terbaik.

Pada saat itu, pekerjaan yang diperbolehkan bagi wanita hanya terbatas pada pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menjahit, mencuci piring, dan sebagainya. Parahnya lagi, para wanita dipaksa untuk mengikuti perjodohan yang diatur oleh orang tua mereka, persis seperti yang sedang dihadapi oleh Dasiyah.

Umurnya yang terbilang matang, membuat kedua orang tua Dasiyah geregetan untuk segera menikahkannya. Padahal Dasiyah sendiri hanya terpaku pada tujuannya yang ingin membuat kretek terbaik. Akan tetapi, pemikiran itu berubah ketika ia berjumpa dengan seorang pria yang tengah dipukuli oleh para berandalan di pasar.

Pria berpenampilan sangat lusuh itu tak sengaja bertukar pandangan dengan Dasiyah. Tak lama setelah keributan selesai, ternyata pria itu pun datang ke rumah Dasiyah karena diselamatkan oleh ayahnya, Idroes Moeria. Pria tersebut memperkenalkan dirinya sebagai Soeraja dan mulai ikut bekerja di pabrik kretek rumahan Merdeka Djaja.

Kedatangan Soeraja sedikit banyak membantu bisnis kretek Idroes yang mengalami kemunduran karena persaingan dari rival bisnisnya, Soedjagad, yang juga memproduksi kretek rumahan dengan merek Proklamasi.

Soeraja juga kerap mendorong Dasiyah untuk mengejar impian-impiannya. Ia bahkan memberikan secara sembunyi-sembunyi kunci ruang saus kepada Dasiyah, yang memungkinkan gadis itu untuk membuat saus racikannya sendiri. Karena inilah hubungan keduanya semakin dekat.

Pesona Soeraja ini pun berhasil menarik perhatian Poerwanti, putri dari Soedjagad sekaligus sahabat dari adik Dasiyah, Rukayah. Namun, hati Soeraja tetap terpaut pada Dasiyah, meskipun ia merasa belum pantas untuk gadis tersebut karena statusnya hanya sebagai pekerja.

Sayangnya, perjodohan Dasiyah tak bisa dihentikan. Idroes bermaksud untuk menikahkan putrinya itu dengan putra dari rekan bisnisnya. Hal ini ia lakukan demi menyelamatkan bisnisnya yang tengah dilanda krisis. Pertunangan Dasiyah dengan Seno pun tak bisa dihindari, dan Soeraja hanya bisa manatap pilu perjodohan itu.

Meski sudah resmi bertunangan, perasaan menggebu Dasiyah pada Soeraja nyatanya tak pernah padam. Begitu juga dengan Soeraja. Alhasil, keduanya menghabiskan malam bersama, saling meyakinkan kalau kasih itu tak pernah hilang.

Review gadis kretek_7_

Keesokan harinya, Dasiyah membulatkan tekad untuk memilih Soeraja, dan karena itulah dia memberanikan diri mengungkapkan kebenaran pada Seno. Untungnya, pria yang berprofesi sebagai tentara itu mau memahami situasi.

Sayangnya, pengertian ini tidak diperoleh Dasiyah dari kedua orang tuanya. Sang ayah sangat marah sehingga mengusir Soeraja dari rumahnya. Dua sejoli itu pun kembali dipisahkan keadaan.

Kini, Soeraja bekerja untuk mengantarkan kretek Merah milik salah satu partai politik, yaitu Partai Merah. Meskipun tidak lagi bekerja untuk keluarga Dasiyah, tekadnya untuk meminang gadis itu tidak pernah surut.

Tak lama setelah peristiwa tersebut, Idroes mendatanginya di tempat kerja. Ayah Dasiyah itu mencoba untuk membicarakan hubungan sang putri dengannya. Dan setelah mendengar keyakinan Soerja yang tidak berubah, bahkan mendukung renjana putrinya terhadap kretek, Idroes akhirnya memberikan restu.

Sayangnya, kebahagiaan ini tidak berlangsung lama ketika pada suatu malam, daerah tempat tinggal mereka mengalami pemeriksaan terhadap orang-orang yang terlibat dalam Partai M.

Partai M ternyata terkait dengan kasus Lubang Buaya yang tengah menghebohkan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah berusaha untuk memberantas para anggota Partai M yang berkeliaran. Dan nahas, seseorang memasukkan nama Idroes ke dalam daftar orang yang terlibat dengan partai tersebut.

Mengetahui bahwa ayahnya akan diamankan oleh aparat, Dasiyah memberontak karena tahu ayahnya tidak pernah terlibat lebih dalam dengan Partai M. Namun, tindakan ini justru menyebabkan Idroes terkena tembakan dari aparat dan pingsan.

Soeraja sendiri tak bisa berbuat banyak, apalagi setelah Dasiyah memintanya untuk kabur. Pasangan itu pun akhirnya terpisah. Namun, Soeraja bersumpah untuk mencari tahu keberadaan Dasiyah bagaimana pun caranya.

Lantas, apakah pada akhirnya dua sejoli ini akan bertemu? Dan, bagaimana nasib keluarga Dasiyah? Tonton serial ini sampai selesi untuk tahu ending-nya, ya!

Perlawanan Sikap Diskrimatif terhadap Perempuan

Review gadis kretek_10_

Sebagai protagonis utama, karakter Dasiyah sangat merepresentasikan perjuangan anti-diskriminatif terhadap para perempuan. Image perempuan yang hanya diasosiasikan dengan riasan wajah, pekerjaan rumah dan perjodohan, runtuh dengan kemampuannya dalam meramu saus kretek terbaik, yang ternyata juga sangat disukai para pria. Apek tersebut tentu menyentil tradisi yang sangat melekat di tanah air sejak zaman dahulu ini.

Keteguhannya untuk membuat kretek terbaik membuka pikiran kita bahwa tujuan apa pun bisa diraih oleh siapa saja terlepas dari gender mereka. Tekad kuatnya ini juga tak menjadikan Dasiyah “ditakuti” oleh para pria. Malah, Soeraja dan Seno sangat terpikat dengan kemampuan Dasiyah dan siap menjadi lini terdepan dalam mendukungnya meraih cita-cita tersebut.

Sarat akan Sejarah dan Tradisi Bangsa Indonesia

Review gadis kretek_9_

Dengan alur maju-mundur, Gadis Kretek menyampaikan banyak fakta sejarah yang telah dilalui oleh bangsa Indonesia, terutama yang terkait dengan peristiwa sekitar tahun 1965. Pada tahun tersebut, Indonesia mengalami sejumlah peristiwa mengerikan seperti Peristiwa Lubang Buaya dan Gerakan 30 September.

Meski tidak secara eksplisit ditampilkan, namun fakta-fakta sejarah ini juga menjadi bagian dari konflik yang dilalui Dasiyah dan keluarganya. Alhasil, kompleksitas ceritanya jadi meningkat, memperdalam pemahaman kita terhadap tantangan yang dihadapi oleh Dasiyah.

Tak hanya konflik nasionalis, Gadis Kretek juga kental akan tradisi yang menjadi identitas Dasiyah sebagai keturunan Jawa. Para wanita yang mengenakan kebaya, konde, dan berbicara dengan logat khas mengingatkan kita akan kekayaan dan keindahan budaya di Indonesia, suatu warisan yang mungkin hampir terlupakan oleh generasi muda saat ini.

Romansa yang tak Sepenuhnya Menginspirasi

Review gadis kretek_8_

Setelah menonton semua episode dari Gadis Kretek, ada satu hal yang membuat saya kurang puas dengan serial ini, yakni narasi romansanya.

Memulai cerita dengan banyak nilai positif, saya tak menyangka bahwa hubungan Dasiyah dan Soeraja malah berakhir menjadi cinta terlarang. Padahal, perjuangan awal mereka yang ingin bersama walau terhalang perbedaan status ekonomi sangatlah menarik dan menginspirasi.

Sejujurnya, saya bukanlah pembaca novel Gadis Kretek sehingga tidak bisa memastikan apakah kisah ini datang dari cerita aslinya atau mengalami perubahan setelah diadaptasi menjadi serial. Namun, bagi saya pribadi, adanya narasi perselingkuhan sedikit merusak nilai-nilai positif yang ingin disampaikan oleh serial ini.

Itu dia ulasan saya tentang serial Gadis Kretek yang tayang di Netflix. Secara keseluruhan saya menyukai serial ini karena membuka mata saya soal isu diskriminasi juga menampilkan keindahan budaya sekaligus kelamnya sejarah Indonesia.

Saya sendiri tidak akan membahas secara rinci para aktor dan aktris yang berperan dalam serial ini karena sangat puas dengan kualitas akting mereka yang luar biasa. Dian Sastro tampil sangat ikonis dalam perannya sebagai Dasiyah, begitu juga dengan Ario Bayu yang memerankan Soeraja, Putri Marino sebagai Arum, dan Arya Saloka sebagai Lebas.

Para pemeran pendukung juga memberikan penampilan yang sangat mumpuni, mengingat serial ini melibatkan sejumlah nama populer dan legendaris di Indonesia. Oleh karena itu, saya tidak memiliki keraguan terhadap kemampuan mereka dalam membawakan peran mereka dengan baik.

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram