logo web

Sinopsis & Review Midnight Series: Moonlight Chicken

Ditulis oleh Syuri K.N.
Midnight Series: Moonlight Chicken
4.7
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Bagian terakhir dari Midnight Series perdana tayang pada 8 Februari 2023. Dengan sub judul Moonlight Chicken, serial ini memiliki inti cerita dan vibes yang sama sekali berbeda dengan kedua Midnight Series lainnya.

Jika dua Midnight Series lainnya berkutat seputar crime dan heist, Moonlight Chicken ya bisa dibilang sama-sama membahas uang dan masyarakat kecil Thailand. Tapi, ceritanya lebih kepada slice of life. Nuansa yang ditawarkan juga berbeda dari dua series sebelumnya yang lebih modern dan pop culture banget.

Moonlight Chicken berlatarkan di Pattaya, area turis paling populer di Thailand. Lebih khususnya area pecinan di sana, karena tokoh-tokohnya punya China roots yang kental. Penasaran dengan ceritanya? Simak sinopsis dan ulasan Moonlight Chichken di bawah ini.

Sinopsis

#MoonlightChickenEP1

Moonlight Chicken (7)_

Kondisi setelah pandemi COVID-19 mereda enggak berdampak baik bagi Thailand. Perekonomian mereka belum juga kembali seperti semula. Pattaya, kota pariwisata paling terkenal di Thailand, juga mengalami kemerosotan. Biaya hidup semakin mahal, harga bahan pokok naik, hingga mau enggak mau harga makanan di kedai-kedai pun meroket.

Walau begitu, tetap ada beberapa pemilik tempat makan yang enggan menaikkan harga, karena mengerti kalau orang-orang di sana juga sedang kesulitan. Salah satunya adalah Moonlight Chicken atau Midnight Chicken Rice, kedai Nasi Ayam Hainan yang buka pada malam hari.

Seakan belum cukup dermawan, pemilik Moonlight Chicken juga memperbolehkan pengunjung menambah porsi, tapi enggak perlu membayar biaya tambahan! Puas dengan ulasan televisi yang mengunjungi sekaligus mempromosikan Moonlight Chicken, 'Uncle' Jim (Earth Pirapat) langsung dibombardir oleh keponakan, pegawai, dan 'teman'nya.

Gaipa (Khaotung Thanawat), teman Jim yang sebenarnya berusia lebih muda dari Jim, datang untuk menagih hutang, tapi dalam keadaan santai dan full senyum. Li Ming (Fourth Nattawat) meminta uang pada pamannya itu untuk membeli kuota internet.

Moonlight Chicken  (2)

Walau enggak punya uang banyak, Jim puas karena bisa melayani pelanggan dan menghidupi keluarga kecilnya. Malam itu, saat hendak menutup kedai, Jim terhenti karena ada satu pelanggannya yang mabuk enggak sadarkan diri. Ialah Wen (Mix Sahaphap), pria yang mengaku mabuk karena ingin merayakan pencapaiannya dalam pekerjaannya.

Jim enggak mau meninggalkan Wen sendiri, jadinya dia ikut duduk bersama Wen sambil menunggu teman Wen datang menjemput. Namun, teman Wen enggak kunjung datang. Jim pun menawari mengantar Wen ke ujung jalan, karena khawatir dengan kondisinya yang mabuk. Mereka malah berakhir menghabiskan waktu berdua lebih lama lagi.

Saat sampai di persimpangan jalan, Wen malah tertidur di mobil Jim. Baterai ponsel Wen juga habis, sehingga Jim enggak bisa menghubungi teman Wen. Akhirnya Jim membawa Wen pulang ke rumahnya dalam itikad baik. Bisa ditebak, mereka menghabiskan malam panas bersama.

Moonlight Chicken a (3)_

Sejak awal Jim sudah mewanti-wanti kalau hubungan ini akan menjadi one night stand saja. Namun, sangat terlihat kalau Wen siap untuk sesuatu yang lebih. Setelah drop Wen di jalan utama keesokan harinya, Jim menuju pasar untuk membeli ayam. Rupanya hutang yang ditagih Gaipa adalah uang pembelian ayam di ibunya, Ny. Hong.

Jim terlihat sangat akrab dengan vendor di pasar, terutama Ny. Hong dan Gaipa. Uniknya, Ny. Hong tampak mengerti kalau anaknya menaruh rasa pada si Uncle Jim. Ia bahkan 'mendukung' anaknya untuk PDKT. Sayang, sepertinya Jim enggak mengerti atau pura-pura enggak tahu dengan perasaan Gaipa.

Moonlight Chicken (12)_

Keluar pasar, Jim mampir di kedai bubur. Rupanya Wen belum pulang, dia sedang makan bubur juga di sana. Jim pun memesan semangkuk untuknya dan duduk berhadapan dengan Wen. Dengan konteks masih belum mengetahui nama masing-masing, Wen terus melancarkan jurus flirting-nya. Tapi dia enggak memaksa keadaan dan pergi lebih dulu.

Wen pulang ke condo-nya yang terlihat sangat berbanding terbalik dengan rumah Jim. Kediaman Wen modern tapi simpel, sementara rumah Jim sangat terlihat kental nuansa Cina-Thailandnya. Wen sama sekali enggak bisa melupakan Jim. Walaupun denial, sebenarnya Jim juga sama.

jim wen

Di Moonlight Chicken, "Leng" Saleng (Mark Pakin), pegawai Jim, menolak mengantarkan nasi ayam Hinan ke rumah Senior Sergeant Major Supoch karena dia berhutang pada Ny. Jintana (Sui Pornnapa), istri sersan mayor. Tugas itu pun dikerjakan Li Ming. Karena enggak ada yang menjawab bel, Li Ming nyelonong masuk ke dalam rumah sersan.

Di sana ada seorang cowok yang kira-kira seusianya, Heart (Gemini Norawit). Anehnya, Heart seperti enggak mendengar panggilan Li Ming sejak tadi. Ketika menyentuh Heart supaya dinotis, Heart terkejut hingga menjatuhkan botol minuman yang sedang dipegangnya. Rupanya Heart bisu & tuli.

Moonlight Chicken (13)_

Karena sama-sama panik dan Li Ming juga enggak mengerti bahasa isyarat, Li Ming segera pergi dari rumah itu setelah menaruh pesanan nasi Hainan. Ternyata masalah enggak selesai di situ. Heart mengaku pada orang tuanya kalau Li Ming yang memecahkan liquor ayahnya. Li Ming tentu saja enggak mau disalahkan begitu saja.

Bagi Li Ming, Heart yang salah. Ia enggak mau mengaku sudah mencicipi minuman keras ayahnya, lalu menjatuhkan kesalahan padanya. Li Ming kesal karena pamannya percaya padanya, tapi tetap saja mereka berdua 'kalah' jika melawan sersan yang seorang anggota polisi. Pada akhirnya, mereka hanya orang miskin yang enggak punya power.

li ming_

Sayang, karena enggak ada bukti yang membuktikan Li Ming inosens, biaya liquor dibagi dua antara sersan dan Jim. Ia harus membayar sekitar 7.000 Baht (Rp 3,1 juta). Li Ming enggak mau membuat pamannya berhutang demi dirinya. Ia pun menawarkan diri bekerja di kediaman sersan untuk membayar biaya minuman keras yang telah pecah itu.

Enggak adanya Li Ming di kedai membuat Jim membuka lamaran pekerjaan sebagai waiter di Moonlight Chicken. Malamnya, Wen datang saat kedai sudah tutup. Ia berdalih datang untuk minum bir, tapi sebenarnya ia hanya ingin bertemu Jim. Ia juga melihat ada kesempatan baginya untuk selalu dekat dengan Jim, yaitu bekerja di sana.

Wen pun mengajukan diri untuk mengisi posisi yang kosong di kedai mungil Jim, dan Jim menerimanya. Dengan syarat, enggak akan ada hubungan lebih dari mereka, hanya bos dan pegawai saja.

#MoonlightChickenEP2

Moonlight Chicken ep 2 (1)

Saleng bercerita kekasihnya ingin sepatu baru. Kemudian Lung a.ka Uncle Jim menyuruh Saleng untuk pergi mengantar pacarnya. Saleng bingung kenapa Jim membiarkan dia pergi, sementara enggak ada Li Ming yang membantu di kedai. Ternyata ada pegawai baru, yang enggak lain dan enggak bukan, Wen.

Sementara itu, Saleng berpapasan dengan Li Ming saat anak SMA itu pulang sekolah. Mereka pun berjalan bersama ke kedai sambil berbincang. Saleng menanyakan setelah lulus Li Ming mau kuliah di mana, tapi tampaknya Li Ming berpikiran untuk bekerja di luar negeri saja, mengingat perekonomian pamannya enggak bagus.

Saleng dan Li Ming sepertinya seumuran, atau Leng lebih tua sedikit dari Li Ming. Diceritakan Saleng enggak melanjutkan SMA-nya, tapi dia memang enggak berniat melanjutkan studi walau disuruh Jim untuk mengambil Paket C. Sesampainya di kedai, Li Ming mengingat wajah Wen dari malam di mana Wen mabuk dan menginap di rumah Jim.

heart

Bukan hanya Wen yang mengalami first day at work, Li Ming juga mulai bekerja di kediaman Sersan Supoch hari ini. Li Ming dan Jim sempat terlibat perdebatan alot antar paman dan keponakan, karena ada masalah yang dipendam Li Ming, dan Jim enggak mengerti anak muda zaman sekarang. Anyway, Li Ming tiba di kediaman sersan sore itu.

Tugasnya adalah bersih-bersih rumah dan menemani Heart. Tapi kalau orang tua Heart sudah pulang, Li Ming boleh pulang. Di hari pertamanya bekerja, Li Ming sudah 'berantem' lagi dengan Heart, tapi kali ini Li Ming berhasil membuat Heart menurutinya untuk membersihkan 'kesalahan mereka berdua' bersama-sama.

Besoknya, Leng dan Praew pergi ke pasar, membeli ayam di gerai Gaipa. Cowok itu menyadari tulisan tangan di catatan belanja bukan milik Jim, dan Leng memberi tahu ada pegawai baru bernama Wen. Siangnya, Gaipa datang ke Moonlight Chicken dan bertemu Wen secara langsung. Jim, Wen, dan Gaipa pun terlibat percakapan yang awkward.

gaipa

Di sekolah, teman Li Ming membicarakan ingin kuliah di mana. Mereka juga bisa 'santai' pacaran. Li Ming merasa enggak pantas mendapatkan kesenangan karena hidupnya enggak mudah. Dia ingin bekerja di luar negeri, mungkin sambil kuliah karena dia menonton vlog Kayavine a.k.a Kay Lertsittichai, YouTuber Thailand yang kuliah di Amerika.

Tapi, dia enggak bisa mengatakan keinginannya pada sang paman, karena menurutnya pamannya 'enggak akan mengerti'. Sementara Jim sebagai adik dari ibu kandung Li Ming merasa bertanggung jawab atas masa depan keponakannya itu. Dia ingin Li Ming belajar dan masuk universitas.

kayavine

Konflik antara paman dan keponakan pun sering terjadi. Wen yang menyaksikan perdebatan keduanya memilih diam. Enggak sengaja dia melihat pamflet bekerja di luar negeri dan langsung mengerti keinginan Li Ming, padahal mereka enggak related. Mungkin karena faktor usia Wen yang masih muda, jadi bisa tahu pola pikir remaja seperti Li MIng.

Di kediaman Heart, pemuda pemilik rumah itu mengajak Li Ming untuk duduk menonton TV bersamanya. Li Ming takut Heart mengadu lagi pada orang tuanya, dan Heart meminta maaf. Dia kira orang tuanya enggak mengenal Li Ming, jadi dia melimpahkan kesalahan pada Li Ming atas pecahnya botol minuman keras ayahnya.

Eh, ternyata mereka saling mengenal yang membuat Li Ming dalam masalah. Tapi, justru Li Ming enggak masalah karena dia memang enggak mau ada di kedai Moonlight Chicken terlalu lama, karena dia sering sebal pada pamannya yang 'cerewet'.

Moonlight Chicken ep 2 li ming

Sementara itu di rumah Jim, dia sedang melihat list pengeluaran, dan ada catatan dari Gaipa kalau dia sudah membayar sebagian hutang Jim. Tapi, ada hutang Jim yang belum Gaipa bayar, jadi Gaipa meminta Jim untuk enggak lupa mengembalikan jumlah pinjaman yang dia ambil. Kemudian Jim kalut antara Gaipa dan Wen.

Jika menginginkan kestabilan hidup dan ekonomi yang lebih baik, tentu saja Gaipa pilihan yang paling tepat, bukan? Tapi, deep down, Jim tahu hatinya menginginkan Wen. Belum selesai dari rasa kalutnya, tiba-tiba Leng dan Praew datang ke rumah Jim. Mereka mengadu kalau Praew hamil.

Moonlight Chicken ep 2 (2)_

Praew ingin Leng menikahinya, karena orang tuanya enggak akan setuju membiarkan dirinya hidup dengan anak, tapi tanpa status resmi bersama Leng. Sementara Leng kebingungan karena enggak punya tabungan dan kedua orang tuanya telah meninggal dunia. Dia berpikir untuk berhutang pada Jintana, istri sersan sekaligus ibu Heart.

Tapi, Jim khawatir Leng enggak akan bisa membayar bunganya. Keesokan harinya, seharusnya Jim membayar cicilan asuransi mobilnya. Tapi, dia malah menggunakan uangnya itu untuk membeli perhiasan sebagai mahar, agar Praew dan Leng bisa menikah.

Moonlight Chicken ep 2 (22)_

Di mall, Jim enggak sengaja melihat Wen sedang melakukan pekerjaan utamanya, yaitu sebagai art director di mall tersebut. Mereka pun berakhir makan siang bersama dan Wen berjanji untuk datang nanti malam membantu di diner Jim. Enggak lupa Wen membelikan Jim buah potong dan memintanya untuk memakannya.

Kembali di mall, Wen berpapasan dengan Li Ming yang saat itu sedang terpaku melihat stall di mall tentang bekerja di luar negeri. Li Ming merasa sangat senang bertemu Wen yang mengerti dan mendukung keinginannya. Mereka juga bertukar ID chat agar Li Ming bisa bertanya soal apapun kepadanya yang dia kurang nyaman diskusikan dengan Jim.

Moonlight Chicken

Di Moonlight Chicken, Jim memberikan kalung emas yang dia beli kepada Leng. Itu membuat Leng terharu dan sangat senang, dia pun langsung pulang untuk memberitahukan hal tersebut pada Praew. Wen tiba-tiba mendapatkan telepon yang mengharuskan dia kembali ke mall. Dia diantar oleh Jim menggunakan mobil.

Sayang saat parkir, mobil Jim menabrak pengendara motor. Mereka 'mengaku' kesakitan dan meminta ganti rugi 3.000 THB (Rp 1,3 juta). Jim buru-buru menghitung uang cash yang dia punya di dompet, tapi ternyata uang itu sudah dibayarkan oleh Wen.

Moonlight Chicken ep 2 (23)_

Jim enggak langsung pulang, tapi menunggu Wen selesai bekerja. Jim melihat kehidupan Wen yang sangat berbeda dengannya. Wen masih muda, social butterfly, dan perekenomiannya lebih baik darinya. Jim juga menginginkan Wen, tapi dia enggak mau menarik Wen ke lingkaran setan yang akan membuat hidup Wen sulit ke depannya.

#MoonlightChickenEP3

Di kantor Wen, pembahasan tentang Marina Food Court sedang dilangsungkan. Ternyata pembangunan food court itu sudah tertunda cukup lama akibat COVID-19. Sang ketua proyek menginginkan Wen yang turun tangan, padahal dia juga sedang mengurus proyek acara Loi Krathong.

Baru memperhatikan slide presentasi, Wen ngeh kalau foto kedai Moonlight Chicken ada di sana. Wen bertanya apa maksudnya, dan ternyata gedung tersebut akan dibabat habis untuk pembangunan Marina Food Court. Wen dan beberapa rekan kerjanya turun ke pasar untuk berbicara pada penyewa tempat di area yang akan dihancurkan.

collage2_

Ternyata Ny. Hong lah yang menjadi perantara pihak Marina Mall dengan warga lokal yang berjualan di pasar. Dan mengejutkannya, enggak ada masalah apapun, semuanya berkooperasi dengan baik.

Tinggal orang-orang yang menyewa di gedung Chinese Opera saja yang belum didatangi. Salah satu penyewa gedung tersebut adalah Jim. Itu membuat Wen dan Gaipa yang ada di sana menjadi sangat awkward.

friend

Sementara itu, Li Ming menemani Heart di rumah, seperti biasa, karena orang tua Heart belum pulang. Mereka mengobrol lewat notes, dan itu membuat keduanya senang.

Li Ming senang punya teman baru, apalagi Heart pernah ke luar negeri. Begitu pula Heart yang senang karena setelah dia menjadi bisu & tuli, dia berhenti sekolah dan enggak diperbolehkan ke luar oleh orang tuanya. Sehingga dia kesepian tanpa teman.

Malamnya, Wen tiba di Moonlight Chicken untuk melanjutkan shift dua-nya. Dia melihat Jim sedang kerepotan karena ada banyak pesanan. Wen pun membantu Jim membawakan pesanan itu.

hainan

Eh, ternyata, itu bukan order-an seseorang, melainkan Jim memberikannya secara cuma-cuma kepada Vihara setempat, khususnya bagi pengurus acara Loi Krathong serta warga sekitarnya. Dan, menurut percakapan yang Wen dengar, ini bukan kali pertama Jim menyumbang makanan seperti itu.

Jim bahkan menolak namanya disebut sebagai donatur, dia betul-betul ikhlas memberikan nasi ayam Hainan-nya secara cuma-cuma. Itu membuat Wen semakin berpikir tentang hidupnya, tentang pekerjaan utamanya, yang sebenarnya sudah lama dia kerjakan 'tanpa pakai hati'.

Moonlight Chicken (10)_

Setelah berdoa di Vihara, Jim menyadari ada yang Wen pikirkan. Dia berusaha membantu meringankan pikiran Wen dengan mengajaknya mengobrol. Jim menceritakan kegundahan rutinnya, yakni kesulitan melunasi hutang dan menghidupi dirinya serta keluarganya.

Jika sedang begitu, Jim akan sedekah, seperti membagikan makanan yang dia lakukan tadi. Dia percaya setelah itu, 'Yang Suci' akan menolong, atau sudah menolongnya.

jim beam_

Wen kemudian menanyakan tentang kejelasan hubungan mereka berdua. Itu membuat Jim mengingat kembali masa lalunya, Beam (Papang Phromphiriya), pria yang pernah mengisi hati dan harinya. Beam bukan hanya kekasih Jim, tapi mereka membuka Moonlight Chicken bersama-sama.

Mereka sangat serius, bahkan sampai tinggal seatap di rumah Jim dan sudah bertukar cincin. Namun, suatu hari, Jim mengetahui kalau Beam selingkuh. Dia menceritakan semuanya pada Wen, berharap pria muda itu mengerti 'sisi'nya.

jim

Di tempat lain, Wen galau dengan karirnya sebagai art director dan pegawai Moonlight Chicken. Sementara itu, Song, pemilik gedung yang disewa Jim, mengatakan pada Jim untuk segera memikirkan masa depan bisnisnya karena Song berniat menjual gedungnya pada pihak Marina.

Tepat ketika Song akan pergi, Li Ming pulang dari sekolah. Dia kesal karena pamannya memberikan makanan gratis lagi, terutama pada orang yang lebih kaya dari mereka. Kemudian Saleng memberi tahu Li Ming kalau Moonlight Chicken akan dihancurkan. Jim enggan memberi tahu keponakannya karena menurutnya, "Anak kecil tidak perlu tahu."

moonlight

Namun sertelah didesak Saleng, akhirnya Jim buka-bukaan. Song bersedia menjual gedung ini pada Jim dengan harga 300.000 THB (Rp 132 juta), kalau enggak mau Moonlight Chicken dibeli pihak Marina.

Wen memutuskan untuk memberi tahu Jim tentang pekerjaannya. Malam pertama kali mereka bertemu adalah hari Wen dipromosikan. Dan proyek pertamanya adalah Marina Food Court yang menghantui Jim. Mendengar itu, Jim mengaku enggak marah, tapi dia mengatakan pada Wen untuk enggak datang ke kedai malam itu.

wen

Malamnya, Gaipa datang menghampiri Jim. Dia berusaha menyemangati Jim soal masa depan Moonlight Chicken. Dia bersedia membantu lewat ibunya, juga meminta Jim untuk pergi bersamanya saat perayaan Loi Krathong.

Suatu hari, Jim datang ke sekolah Li Ming atas concern gurunya. Nilai-nilai Li Ming sangat di bawah standar sehingga gurunya khawatir akan masa depan pendidikan Li Ming. Jim pun mendesak Li Ming untuk mengambil kelas tambahan dan memberitahunya mau kuliah di mana.

gaipa

Akhirnya Li Ming jujur ingin pergi ke Amerika. Itu membuat Jim marah. Karena, bagaimana bisa Li Ming pergi ke negeri yang jauh dengan GPA seadanya? Lalu, uang dari mana yang bisa membuat Li Ming sampai di sana? Jim semakin kesal ketika mendengar Li Ming cuma mau pergi saja, enggak punya rencana yang matang.

Li Ming kabur ke Marina Mall, dan dia berpapasan lagi dengan Wen. Li Ming mengaku mau membeli case HP, jadi Wen izin melihat HP Li Ming dan mengatakan kalau dia enggak perlu beli, soalnya Wen punya banyak case HP model tersebut di rumahnya, karena dulu Wen menggunakan ponsel yang sama.

college wen

Tepat setelah itu, ada telepon masuk dari Uncle Jim yang enggan Li Ming angkat. Wen menyadari kalau paman-keponakan itu sedang berantem.

Li Ming bercerita tentang percakapannya dengan sang paman. Wen juga tampak sedikit frustasi mendengar Li Ming yang orangnya 'gimana nanti', tapi dia berusaha memahami Li Ming. Kalau dulu juga dia pernah galau dalam memilih jurusan kuliah.

Di Moonlight Chicken, Saleng dan Praew sedang membuat flower basket untuk festival nanti. Terlihat Praew menggunakan kalung emas yang dibelikan Jim tempo hari. Jim bingung karena Li Ming enggak mengangkat teleponnya. Lalu Praew mengatakan kalau dia melihat Li Ming bersama Wen di Marina Mall.

school

Li Ming enggak pulang ke Moonlight Chicken, dia juga enggak menelepon pamannya balik. Kalut, dia memutuskan pergi ke pantai sebentar. Di sana dia merasa iri melihat orang-orang sebayanya bisa bersekolah dengan layak (sekolah dengan sistem lebih bagus darinya), juga bisa bebas berpacaran. Setelah itu, Li Ming pergi ke kediaman Heart.

Ternyata orang tua Heart pulang malam karena ada pesta. Mengetahui hal itu, Heart mengajak Li Ming untuk mencicipi alkohol ayahnya. Li Ming menolak awalnya, tapi akhirnya mengiyakan ajakan Heart. Setelah berbuat 'nakal' tadi, mereka merayakan Loi Krathong dengan membuat perahu kertas.

mabuk

Di restoran, Wen bertemu dengan Chawin, ayah sambungnya. Ya, orang tua kandung Wen bercerai, tapi dia dekat dengan ayah sambungnya. Wen bahkan bisa membicarakan tentang percintaan dengan ayah sambungnya itu.

Dia juga mengatakan mendapatkan turunan silver tounge dari ayah sambungnya, padahal mereka enggak ada hubungan darah sama sekali. Tiba-tiba ada telepon dari Jim yang menanyakan soal Li Ming.

Kemudian sepertinya Jim meminta bertemu, dan Wen izin ke ayahnya apakah temannya boleh ikut makan atau enggak, dan ayahnya memperbolehkan. Sang ayah bahkan menganggap itu cara Wen mengenalkan pacar barunya pada dirinya.

ayah

Jim takjub bagaimana Wen bisa sangat dekat dengan ayah tirinya, sementara dia enggak bisa dekat dengan keponakan kandungnya sendiri. Mereka juga sedikit membahas struggle masing-masing, tapi bagi Jim kesulitan orang miskin enggak bisa dibandingkan dengan kesulitan orang kaya, alias Wen.

Tadinya Wen mau membeli keranjang bunga untuk diapungkan bersama Jim. Tapi ternyata Jim sudah membawa keranjang bunga buatan Praew yang seharusnya untuknya dan Li Ming. Jim pun mengingkari janjinya untuk melakukan Loi Krathong bersama Gaipa, dan akhirnya Gaipa mengapungkan keranjang bunga dengan ibunya lagi.

alan

Saat pulang ke condo, Wen tampak tersemyum memandang ponselnya dan juga kaleng bir yang biasa dia minum bersama Jim. Dia pun pergi mandi setelah men-charge HP-nya. Ternyata Alan (First Kanaphan), kekasih Wen, sudah pulang dan sedang tertidur di kasur. Yang Wen enggak tahu, Alan hanya berpura-pura tidur.

#MoonlightChickenEP4

alan wen

Mantan kekasih Wen yang masih tinggal seatap dengannya, Alan, meminta Wen datang ke acara teman mutual mereka. Tapi, Alan terkesan memaksa dan put the blame on Wen ketika dia menolak datang.

Jika diperhatikan, Alan sering gaslighting Wen, mungkin karena itulah cinta yang dimiliki Wen perlahan memudar. Wen sudah lama menganggap hubungan mereka berdua telah usai, walau entah mengapa mereka tetap tinggal bareng.

gong wen

Tapi, bagi Alan sepertinya mereka masih berpacaran. Di kantor, Wen terus memikirkan bagaimana caranya untuk pursue Uncle Jim yang enggak percaya orang sepertinya bisa jadi 'rumah' bagi seseorang.

Kemudian Gong, teman Wen, menyarankan untuknya menyelesaikan hubungan pertamanya dulu untuk bisa lanjut ke hubungan yang kedua. Bukannya Wen enggak mencoba, tapi dia sudah memutuskan Alan, tapi Alannya yang enggak menggubris Wen dan terus mengikatnya.

alan

Di gym, Gong dihampiri oleh Alan. Ternyata Gong adalah teman keduanya. Alan menanyakan soal cowok barunya Wen. Sementara Gong enggan memberitahu Alan apapun, karena itu seharusnya urusan mereka berdua.

Tapi, karena dipojokkan oleh Alan, akhirnya Gong mengatakan kalau Wen memang sedang berbicara dengan seseorang. Kemudian Alan menanyakan cowok yang di-posting Wen di SnapGram, dan ya.. Gong mengenali pria itu.

li ming

Di rumah Jim, Li Ming baru saja pulang setelah menghilang semalaman. Itu membuat Jim sangat khawatir. Mereka terlibat pertengkaran lagi, tapi kali ini sepertinya Jim lebih berusaha untuk mengerti sisi keponakannya. Li Ming langsung pergi ke rumah Heart lagi untuk kabur dari Jim sekalian bekerja.

Heart menyadari kalau temannya itu sedang bad mood dan berusaha membuatnya tersenyum lagi. Itu berhasil. Tiba-tiba Li Ming mendapat telepon dari Wen yang meminta bantuan. Ternyata itu hari ulang tahun Jim, dan Wen ingin memberi surprise.

moonlight chicken ep 4 (2)_

Wen juga ingin momen tersebut menjadi ajang 'komunikasi' bagi keponakan dan paman tersebut. Acara ulang tahun Jim berlangsung sederhana dengan orang-orang terdekatnya saja, minus Gaipa, yang hanya menitipkan kado saja. Malam itu Wen menginap di kamar Jim.

Jim terlihat tersenyum memandang ponselnya, ternyata dia sedang membaca chat Gaipa yang meminta maaf enggak bisa datang karena harus menemani ibunya. Jim tersenyum lagi melihat fotonya dengan sang keponakan yang akhirnya sudah akur. Wen kemudian memvalidasi perasaan Jim sebagai paman yang 'khawatiran'.

jim

Tapi, Wen juga berharap Jim enggak overthinking dan percaya kalau Li Ming bisa mengambil keputusan sendiri. Wen kemudian memberi kado limited edition, sebuah kaos yang di-print sendiri olehnya. Sepertinya desainnya juga dibuat sendiri oleh Wen. Dia juga pembicaraan mereka kembali lagi pada perasaan masing-masing.

Wen masih terus berusaha maju mendekati Jim. Tapi Jim masih trauma terhadap masa lalunya, sehingga enggak menyambut Wen yang hendak menciumnya. Wen lagi-lagi menghargai keputusan Jim, walau begitu dia berbesar hati dengan enggak kabur, dia tetap tinggal hingga keesokan harinya.

moonlight chicken ep 4 (12)_

Bahkan setelah bangun, mereka sempat akan menonton film kesukaan Jim di DVD. Tapi, ternyata DVD-nya rusak, jadi Wen meminta Jim menceritakannya saja. Ternyata isi film tersebut mirip dengan kisah Jim dan Wen sendiri.

Di condo, Alan menunggu kepulangan Wen. Dia marah karena Wen menginap di tempat lain tanpa mengabarinya, bahkan teleponnya pun enggak diangkat. Kemudian Wen mengatakan dia menemukan condo baru dan akan segera pindah. Itu membuat Alan semakin marah, karena yakin Wen bukan menemukan apartemen baru, tapi pacar baru.

gong wen

Gaipa datang ke rumah Jim karena mereka sudah berjanji akan mengurus asuransi mobil Jim hari itu. Tapi Jim lupa mau ke bank, jadi agenda mereka berdua terpisah: Gaipa ke dealer mobil dan Jim ke bank. Seperti takdir, bank tersebut merupakan tempat Alan bekerja sebagai Head of Loan Credit Department.

Alan menyadari kalau Jim adalah pria yang sedang dekat dengan Wen. Tapi, dia bersikap profesional dengan enggak mengamuk di tempat kerja. Scene berpindah ke rumah Gaipa. Dia tampak senang sudah membantu Jim untuk kesekian kalinya. Ibunya menyadari itu.

moonlight chicken ep 4 (4)_

Hingga mereka mencapai percakapan, "Apakah Mama menyesal punya anak gay?", dan ibu Gaipa berkata dia enggak menyesal. Dia hanya ingin anaknya bahagia dan enggak kesepian tanpa pacar. Makanya dia selalu mendukung Gaipa mendekati Jim, walau sampai sekarang belum membuahkan hasil.

gaipa mom

Wen datang ke Moonlight Chicken sebelum sore hari, enggak biasanya, apalagi besok malam natal. Katanya, dia ingin merayakan natal bersama Jim, dan kedai juga belum ada dekorasi natalnya sama sekali. Jadi dia membawa sisaan dekor mall untuk menata kedai nasi ayam Hainan tersebut.

Malamnya, Li Ming bersembunyi di kamar Heart. Ternyata mereka sudah berniat untuk pergi ke suatu tempat. Kenapa diam-diam? Karena Heart enggak pernah diizinkan keluar rumah oleh orang tuanya. Mereka jajan street food, memandang pantai.

moonlight chicken ep 4 (9)_

Tapi, agenda mereka belum selesai. Sebab, Li Ming punya satu tempat lagi buat Heart datangi, dan itu adalah puncak acara 'kabur dari rumah' mereka malam ini. Ternyata Li Ming membawa Heart ke misa malam natal komunitas tunarungu di Gereja Paolo! Li Ming membuat Heart untuk pertama kalinya keluar dari 'penjara' rumahnya.

Membuat Heart enggak merasa sendirian di dunia karena ada banyak orang sepertinya, bahkan Li Ming membuat Heart mengerti lagu yang dinyanyikan dengan menerjemahkannya dalam bahasa isyarat. Li Ming juga berkonsultasi pada Romo gereja tersebut tentang orang-orang tunarungu, karena dia ingin jadi teman yang lebih baik bagi Heart.

heart

Itu semua Li Ming lakukan atas keinginannya sendiri, bukan karena dia bekerja di bawah ayah dan ibu Heart. Berbanding terbalik dengan keponakannya yang sedang bahagia, di Moonlight Chicken, Jim dan Wen yang sedang menghias kedai sambil bersenda gurau dikejutkan dengan kehadiran Alan.

gong wen

Alan membuat keributan, kemudian Jim kecewa karena, betul saja, Wen memiliki hubungan. Walau Wen mengatakan sebenarnya mereka sudah putus, tapi Jim enggak mau mendengarkan dan meminta keduanya pergi.

Kemudian adegan beralih kepada kesulitan yang tiap orang alami. Alan, Jim, Wen, Li Ming, Heart, ibu Gaipa, Saleng, semua orang, memendam kesulitan mereka walau di luar mungkin mereka tersenyum.

#MoonlightChickenEP5

alan wen

Kilasan balik memperlihatkan hubungan Alan dan Wen ketika mereka masih baik-baik saja. Rupanya mereka telah bersama sejak tahun 2016. Tahun 2022 menjadi anniversary mereka yang ke-6. Itu adalah puncak keretakan hubungan mereka berdua. Wen sudah lama mengakhiri hubungan mereka, tapi Alan enggak pernah mengubrisnya.

Alan terus berusaha memperbaiki apa yang ada, meminta Wen menjelaskan apa yang salah agar bisa dia perbaiki. Tapi Wen bilang "Aku sudah selesai membahasnya." yang menandakan mungkin Wen sudah pernah bilang, tapi Alan enggak mendengarkan, atau Wen hanya sudah lelah.

alan wen

Alan 'menahan' Wen dalam hidupnya. Ketika dia bilang "Kita bisa jadi teman.", menurut Wen dia enggak pernah memperlakukan Wen sebagai teman. Bahkan mereka masih berhubungan badan walau sudah 'putus'. Wen juga enggak bisa pergi dari kehidupan Alan, mereka masih tinggal bersama karena dia masih peduli padanya.

Itulah yang dipikir Alan sebagai 'harapan' dalam hubungan mereka, makanya dia terus berusaha. Tapi, setelah pertengkaran hebatnya yang terakhir dengan Wen, dia berjanji akan berusaha menganggap mereka berteman saja, tanpa perasaan lebih.

Walau, tentu saja itu hanya janji kosong, karena Alan masih menganggap mereka memiliki hubungan hingga detik ini. Kembali ke masa sekarang, September 2022, Wen enggan pulang ke condo-nya setelah keributan di Moonlight Chicken. Tapi, dia enggak punya pilihan lain karena di apartemen Gong ada pacarnya, jadi Wen enggak bisa menginap.

alan_

Lagipula Gong sudah capek melihat Alan dan Wen jalan di tempat, dan memberi masukan agar Wen jadi lebih tegas. Wen pun pulang ke apartemennya, dan tentu saja ada Alan di sana. Alan menyapa Wen dan mengatakan akan membantu membersihkan luka di dahinya.

Wen menurut, dia duduk di kursi di samping Alan dan menunggu mantan kekasihnya itu mengobati dahinya. Alan meminta maaf telah menoreh luka di dahi dan juga di hatinya. Lalu dia bertanya, apa yang Jim miliki yang enggak ada di dirinya, tapi Wen enggak punya jawaban untuk itu.

gaipa

Suatu pagi, Jim tengah sarapan bubur bersama Li Ming. Kemudian Gaipa enggak sengaja lewat dan diajak makan bareng oleh Li Ming. Gaipa kebetulan memang mau bicara pada Jim. Dia telah meyakinkan ibunya untuk meminjamkan uang pada Jim, kalau Jim mau membeli gedung Moonlight Chicken dari Tuan Song.

Mengetahui Jim akan menolak ide tersebut, Gaipa sudah membawa surat tanah milik ibunya. Mereka bersedia meminjamkan surat tanah tersebut agar Jim bisa meminjam uang ke bank. Tiba-tiba Li Ming memanggil seseorang lagi, dan itu ternyata Wen yang sedang ada di area tersebut bersama rekan kerjanya dari Marina Mall.

Li Ming mengajak mereka makan bersama, tapi Wen menolak karena sedang bersama teman kantornya. Dan, tentu saja karena masalahnya dengan Jim belum clear. Setelah makan, Li Ming menemani pamannya belanja ke pasar. Dalam kesempatan itu, dia bertanya pada pamannya, apakah Wen enggak bekerja lagi di Moonlight Chicken.

liming jim

Dia juga 'menggoda' pamannya dengan bilang kalau Wen itu pria yang.. oke. Setelah itu Li Ming kabur membawa dua bubble tea yang baru saja dibelinya, meninggalkan Jim sendirian. Ternyata Li Ming pergi ke rumah Heart. Mereka menonton video YouTube tentang orang tunawicara. Kemudian Li Ming menanyakan Heart ingin kuliah di jurusan apa.

Percakapan mereka berlanjut pada pekerjaan. Heart sadar suatu saat nanti dia harus berdiri sendiri, bekerja untuk menghasilkan uang buat dirinya, sambil membantu ibunya. Li Ming pun mengajak Heart bekerja sambilan di mall, dan Heart menyukai ide tersebut. Di mall, dua remaja itu berpapasan dengan Wen.

kerja

Li Ming ternyata sudah berniat mengurangi beban Jim dengan menabung uangnya sendiri demi mengikuti program ke luar negeri. Caranya ya dengan bekerja sambilan. Mereka lanjut mengobrol, karena Wen enggak ke kedai, Gaipa lah yang sering membantu di sana. Itu membuat Wen paham.

Kemudian ada adegan manis ketika Li Ming dan Heart meminta tolong Wen untuk memfotokan mereka berdua, Wen menghitung "1, 2, 3" dengan jari juga karena Heart enggak bisa mendengar. Li Ming terlihat sangat nyaman berada di dekat Wen, karena dia tahu Wen mengerti dirinya dan enggak akan mengadukan apapun pada Jim.

wen

Adegan berpindah ke bank. Jim jadi mengajukan pinjaman dengan akta tanah kepemilikan Ibu Gaipa. Dan, yang mengurus pinjaman itu tentu saja enggak lain dan enggak bukan, Alan. Suasana cukup tegang di ruangan Alan, yang juga terbawa hingga condo Alan dan Wen.

Malam itu tumben sekali Wen pulang cepat, lebih dulu dari Alan. Wen menanyakan soal pinjaman ke bank, yang dijawab Alan seprofesional mungkin. Hingga Wen menyebutkan tentang Jim, Alan jadi sedikit menjengkelkan dengan menjawab seolah-olah dia enggak akan menyetujui permohonan pinjaman Jim.

alan jim

Di kantor Marina Mall, Fase 3 dimana pembelian gedung-gedung di sekitar pembongkaran akan segera dilaksanakan. Itu membuat Wen semakin khawatir, karena dia tahu Jim enggak mau merelakan gedung tersebut. Tapi, dia juga belum tentu dapat pinjaman uang dari bank untuk membeli gedungnya dari Tuan Song.

Karena teleponnya enggak diangkat terus, Wen langsung datang ke Moonlight Chicken, hanya untuk melihat langsung Jim me-reject teleponnya. Mereka akhirnya bicara empat mata, Wen menanyakan Jim ingin dia melakukan apa, dan Jim mengatakan sejak awal dia enggak mau apa-apa dari Wen.

wen

Dia enggak ingin terlibat dalam hubungan yang membingungkan, terutama ketika Jim mengetahui hubungan Wen dan Alan yang 'belum selesai'. Menyadari hal itu, Wen mengajak Alan untuk makan malam bersama. Mereka berbicara tentang hubungan mereka di sana. Ternyata sejak awal Wen 'memaksakan' diri untuk bersama Alan.

Dia memang mencintai Alan, sepenuh hati malah pada waktu itu, tapi dia enggak bisa jadi diri sendiri. Dia memaksakan diri untuk suka apa yang Alan suka, untuk mentolelir kekurangan Alan, dan itu terus dia lakukan bertahun-tahun hingga dia enggak tahan lagi.

alan putus

Wen menyadari kalau bukan hanya Alan yang menahannya, tapi dia juga menahan Alan. Mereka saling mengikat satu sama lain, karena jauh di lubuk hati masing-masing, mereka ingin hubungan mereka membaik seperti dulu lagi. Tapi, ternyata itu enggak bisa.

Wen meminta maaf karena menjadi orang yang lebih dulu kehilangan rasa cinta di antara mereka, meminta maaf karena sikapnya selama ini seakan-akan memberi Alan harapan, tapi sekarang Wen secara resmi mengakhiri semuanya dan mengembalikan cincin dari Alan. Akhirnya, kisah Alan dan Wen benar-benar selesai.

heart

Di sisi kota yang lain, ada Li Ming dan Heart yang sedang memandangi pantai Pattaya. Ya, lagi-lagi Li Ming membawa Heart kabur dari rumahnya. Li Ming membuat Heart merasa seperti orang normal, hingga mengajari Heart cara mengendarai motor sendiri.

Awalnya Heart bisa, tapi ketika mencoba membawa motor sendiri, dia celaka. Heart pun dilarikan ke IGD. Kedua remaja itu enggak bisa menutupi kecelakaan ini karena jelas sekali lengan Heart diperban, dan kemudian orang tua Heart akan bertanya-tanya tentang itu.

Moonlight Chicken ep 2 (12)_

Akhirnya mereka pun jujur. Dan, sesampainya mereka di rumah Heart, sudah ada Jim di sana yang sedang duduk dalam keheningan bersama orang tua Heart. Ibu Heart meminta Li Ming menjelaskan, dan ya, Li Ming memberi tahu semuanya. Dia mengaku bersalah karena mengajari Heart naik motor, atas permintaan Heart sendiri.

Ibu Heart marah karena dia enggak akan pernah menyetujui anaknya belajar mengendarai kendaraan sendiri, karena anaknya tuli. Jim lagi-lagi enggak membela keponakannya, tapi meminta Li Ming diam, berhenti mengutarakan pendapatnya. Hingga Ibu Heart menuduh Li Ming bisa berbicara seenaknya karena tahu Heart bisu.

ibu heart

Ucapan ibu Heart membuat Li Ming kesal, karena dia tahu orang-orang seperti Heart enggak suka disebut seperti itu. Heart sedari tadi enggak mengerti apa yang diperdebatkan mereka semua, dan meminta Li Ming menuliskannya untuk Heart. Setelah mengerti, Heart mengutarakan semua kekesalannya pada orang tuanya.

Tapi, percuma karena ayah dan ibu Heart enggak mengerti bahasa isyarat. Anak mereka sudah menjadi tunarungu dan tunawicara selama tiga tahun, tapi mereka sebagai orang tua enggak ada yang bahkan mencoba untuk belajar bahasa isyarat. Mereka enggak pernah ada untuk Heart, mereka jelas-jelas malu memiliki anak seperti Heart.

jimwen

Makanya Heart dikurung di rumah semenjak kecelakaan yang merenggut kemampuan mendengar dan bicara Heart. Bahkan untuk mengerti keluh kesal Heart saja, ayah ibunya mengandalkan Li Ming, yang baru mengenal Heart sebentar tapi sudah menguasai bahasa isyarat dan mengerti isi hati Heart.

Li Ming dan Jim akhirnya pulang ke rumah mereka. Sempat terlibat adu mulut lagi, kemudian tiba-tiba Jim mendapat telepon dari Wen, yang enggan dia angkat. Tapi, ternyata Wen sudah ada di depan rumahnya, dalam keadaan enggak punya rumah lagi untuk pulang. Jim pun menerima Wen ke dalam pelukannya.

#MoonlightChickenEP6

Moonlight Chicken EP 6 (3)_

Setelah diperbolehkan menginap satu malam di kamar Jim, Wen ditanya apa rencana selanjutnya. Wen akan tinggal di hotel jika Jim keberatan dia tinggal terus di sana, lalu Jim bilang kalau Wen bisa tinggal bersamanya hingga mendapatkan tempat baru.

Li Ming sedikit terkejut terbangun melihat Wen di rumahnya. Wen mengajak Li Ming makan bersama, tapi dia menolak dan langsung berangkat kerja ke rumah Heart. Wen langsung mengerti kalau paman-keponakan itu pasti habis berantem lagi. Di rumah Heart, tumben sekali ada ibu Heart di sana. Dia mengajak Li Ming mengobrol soal anaknya.

Moonlight Chicken EP 6 jimbo

Li Ming meminta maaf karena membawa Heart keluar rumah diam-diam. Dia menjelaskan alasannya, kegiatan yang mereka lakukan, dan tempat mana saja yang Li Ming tunjukkan pada Heart. Ibu Heart akhirnya mengerti, kalau anaknya butuh itu semua.

Akhirnya Li Ming enggak perlu kerja lagi di rumah itu, tapi bebas datang untuk mengunjungi Heart. Mereka juga diperbolehkan keluar bareng, asal bilang dulu pada orang tua Heart supaya bisa diantarkan dan enggak membuat khawatir. Li Ming pun izin pada ibu Heart untuk mengajak anaknya bermain di rumahnya.

Moonlight Chicken EP 6 (10)_

Siang itu, Jim dan Wen datang ke Moonlight Chicken bersama. Saleng langsung menggoda mereka, menanyakan kejelasan hubungan keduanya, yang dijawab 'hanya teman' oleh Jim. Setelah selesai bekerja di kedai, Jim dan Wen bersantai sebentar di pinggir Pantai Pattaya.

Mereka berbincang tentang masa lalu, mengapa Wen pindah dari Bangkok ke Pattaya, juga tentang Jim. Waktu muda dulu, Jim berani mengambil resiko seperti layaknya Wen. Itulah yang membuat Jim dan Jam, kakak perempuan Jim, kabur dari rumah.

Moonlight Chicken EP 6 (12)_

Kini Jam hanya menghubungi Jim sesekali. Lagi-lagi pembicaraan mereka disambungkan Wen pada hubungan mereka berdua. Wen mencoba mencium Jim, tapi, Jim kembali 'menolak'. Wen pun menanyakan alasan, mengapa begitu sulit menembus dinding yang dibangun Jim.

Jim mengingat kembali masa lalunya dengan Beam, pria kota yang tampak baik, rela resign demi membangun kedai nasi ayam Hainan bersamanya, ternyata selingkuh di balik punggungnya. Di rumah, Jim menonton berita di televisi yang mengabarkan kapal ferry dari Pattaya kecelakaan.

Moonlight Chicken EP 6 (13)_

Empat belas orang meninggal dunia dan beberapa orang dinyatakan menghilang. Beam menaiki kapal tersebut menuju 'rumah'nya yang lain siang itu. Dan, ya, salah satu korban yang tewas adalah Beam.

Itu membuat Jim merasa bersalah, karena memori terakhir mereka adalah pertengkaran, Jim mengetahui perselingkuhan Beam, dan enggak membiarkan Beam menjelaskan. Jim juga bertanya-tanya Itu membuat sesuatu tertinggal, ada yang kurang, sehingga dia enggak pernah bisa move on sampai sekarang.

Jim dipanggil ke bank, Alan mengatakan permohonan pinjaman uangnya enggak diterima, karena Alan mengaku enggak bisa profesional memisahkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Jim diberi rekomendasi bank lain oleh Alan, tapi Jim enggak mengambil rekomendasi itu dan memutuskan pergi.

alan jim

Gaipa menelepon Jim, mengajaknya mampir ke rumah untuk makan bersama. Belum selesai dengan Wen dan dirinya sendiri, Gaipa tiba-tiba confess pada Jim. Gaipa berusaha terlihat baik-baik saja dengan mengajak Jim lanjut makan, tapi tentu saja sebenarnya hatinya hancur.

Gaipa diam-diam menangis, yang jelas terlihat oleh Jim, tapi dia enggak melakukan apapun untuk menenangkan Gaipa. Dia malah mengembalikan akta tanah milik keluarga Gaipa dan mengatakan akan meminjam surat kepemilikan kakaknya saja.

Moonlight Chicken EP 6 (14)_

Malam itu pergantian tahun, Jim menghias rumahnya untuk mengundang kebaikan ke rumah. Wen tiba tepat waktu untuk membantu Jim. Setelah selesai, Wen ingin tiduran di pangkuan Jim, dan Jim membiarkannya.

Bahkan Jim mengelus kepala Wen, yang menandakan ada kemajuan dalam hubungan mereka. Esok paginya, Jim hendak pergi ke kuil, dan Wen meminta untuk ikut.

Moonlight Chicken EP 6 (16)_

Selain berdoa, Jim juga melayat makam Beam di sana. Wen mendukung apapun yang Jim lakukan. Bahkan Wen menyarankan Jim untuk bertemu dengan selingkuhan Beam, agar dia bisa melanjutkan hidupnya tanpa ada perasaan yang mengganjal lagi. Wen membantu Jim menemukan perempuan itu lewat Facebook Beam, dan akhirnya Jim bisa bertemu dan mengobrol dengannya.

Wen menemani Jim hingga kafe tempat mereka janjian, tapi hanya Jim yang pergi mengobrol dengan perempuan itu, yang ternyata bernama Khwan (Maxine Inthiporn Tamsukhin). Sepertinya sekarang Khwan mengelola kafe di pinggir pantai tersebut, dan ternyata Khwan sekarang sudah menikah dan memiliki anak.

Moonlight Chicken EP 6 (19)_

Khwan menceritakan kalau dia tahu soal Beam dan Jim, sementara Jim baru mengetahuinya di akhir. Khwan dan Beam sudah berpacaran sejak kuliah, yang berarti Jim lah perusak rumah tangga di dalam hubungan ini.

Tapi, itu semua enggak penting lagi, toh Beam sudah tiada. Setelah mendapatkan jawaban yang dia butuhkan, Jim siap menata hidupnya untuk maju ke depan, dan mungkin turut membawa Wen juga ke dalamnya.

Moonlight Chicken EP 6 (30)_

Pada malam pergantian tahun, ketika rumah kosong karena Jim pergi dengan Wen, Li Ming mengundang Heart ke rumahnya. Li Ming dikejutkan dengan Heart yang mencoba mengatakan nama kucing di rumah itu, Jimbo.

Li Ming sangat bahagia melihat Heart yang mulai percaya diri untuk berbicara. Mereka jadi semakin dekat dan dekat, hingga berpegangan tangan dan berciuman. Jim tiba di rumah tepat ketika dua remaja itu tengah ciuman, dan itu membuat Jim tertegun dan memutuskan untuk 'pura-pura belum pulang'.

Moonlight Chicken EP 6 (23)_

Ketika keluar lagi untuk menemui Wen, Jim kembali diberi 'kejutan' dengan Wen yang meminta dirinya mengantarkan Wen ke rumah sakit. Bukan dia yang sakit, tapi Alan kecelakaan, dan dia dihubungi untuk segera ke sana.

Karena Gong enggak bisa menemani Alan, tentunya Wen turun tangan untuk itu. Tapi, sebelunya dia 'izin' pada Jim, dan Jim justru menyarankan Wen untuk tinggal merawat Alan.

#MoonlightChickenEP7

alan wen

Kondisi Alan ternyata cukup parah. Tangan dan kakinya patah, yang membuat Alan harus dirawat oleh seseorang dalam kurun waktu cukup lama. Dan, ya, hanya Wen satu-satunya orang yang bisa membantu Alan. Jadi, dengan berat hati Wen menawarkan diri.

Tapi, Alan enggak ingin merepotkan Wen, sehingga memutuskan untuk tinggal dengan kakak iparnya, Jeab. Dalam perjalanan pulang, Alan melihat Wen berbincang dengan Jim, pemandangan yang tentu saja membuat hatinya sakit.

Saat makan siang, Wen menanyakan hal yang sama pada Jim, yaitu tentang hubungan mereka. Kini dia sudah benar-benar selesai dengan masa lalunya. Dan Jim siap membuka hati untuk Wen, perlahan-lahan.

ibu gaipa

Di sisi lain, Gaipa membantu ibunya di pasar. Tapi dia berusaha menghindari Jim. Ny. Hong, ibu Gaipa, mengerti anaknya sakit hati. Tapi dia juga enggak menyalahkan Jim, bahkan dia tetap baik seperti biasanya. Di kediaman Jim, tiba-tiba datang Jam (Lookwa Pijika Jittaputta), kakak kandung Jim yang berarti ibu Li Ming.

Ini enggak ada sangkut pautnya dengan Jim yang hendak meminjam surat-surat kepemilikan harta benda kakaknya untuk meminjam uang ke bank. Jam datang karena dia membawa kabar, kalau dia akan menikah lagi. Calon suaminya orang yang berkecukupan, sehingga dia menginginkan Li Ming untuk tinggal bersamanya kembali.

li ming

Tapi, tentu saja enggak semudah itu. Li Ming memang sering berantem dengan Jim, tapi dia enggak pernah dekat dengan ibunya sama sekali, sehingga dia enggak menginginkan hal tersebut. Ketika Li Ming pamit ke rumah Heart, Jim mencegahnya lalu menanyakan apa hubungannya dengan Heart, karena Jim melihat keduanya berciuman tempo hari.

Jim enggak ingin Li Ming jadi gay, karena dia sudah merasakannya, miskin dan gay di saat bersamaan di Thailand merupakan hal yang sulit. Li Ming meminta pamannya untuk mengurusi urusannya sendiri saja dengan Wen, lalu pergi. Percakapan mereka didengar oleh ibu Li Ming yang ada di lantai dua. Jim enggak tahu ada kakaknya di rumah.

jam

Jam menyalahkan Jim atas seksualitas anaknya. Karena Jim gay, Jam merasa Li Ming mengkopi pamannya. Walau membela diri dan menolak disalahkan, tapi Jim ternyata kepikiran juga, dan mendiskusikan hal ini dengan Wen. Seperti biasa, Wen selalu bisa menenangkan siapa saja yang curhat padanya, termasuk Jim.

Suatu hari di pasar, ada keributan dari arah toko Gaipa. Saleng dan Gaipa yang tadinya sedang mengobrol langsung berlari dan menemukan ibu Gaipa enggak sadarkan diri. Saat dibawa ke rumah sakit, semuanya terlambat, karena ibu Gaipa sudah tiada. Gaipa hancur bukan main, tapi dia masih memiliki orang-orang yang peduli dan siap membantunya.

Moonlight Chicken (2037)_

Jim, Li Ming, Saleng, bahkan Wen dan Heart membantu proses pemakaman dan doa di kuil. Kemudian Alan juga datang karena ternyata ibu Gaipa meninggalkan asuransi untuk Gaipa klaim setelah dia meninggal dunia. Mungkin ini akan menjadi titik mula baru bagi Gaipa dan Alan di masa depan. Tapi, itu belum diketahui akan terjadi atau enggak.

Ketika hendak pulang, Alan kesulitan berjalan karena menggunakan gips. Tapi dia enggak ingin mengganggu Wen yang sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya secara remote. Ketika kruk Alan terjatuh, Jim yang berada di dekatnya membantu mengambilkan kruk itu. Situasi jadi sangat canggung.

gaipa alan

Jim berterimakasih karena Alan enggak cuma datang sebagai pihak bank Ny. Hong, tapi juga tinggal untuk mendoakannya. Kemudian Alan kembali menyalahkan Jim atas putusnya dia dengan Wen. Tapi, Jim membela dirinya, dia mengatakan Alan dan Wen sudah lama putus jauh sebelum dia bertemu Wen.

Walau begitu, Jim tetap meminta maaf karena merasa bersalah. Hidup terus bergulir. Ada beberapa keputusan diambil oleh para pemeran di serial ini. Li Ming menolak tinggal kembali dengan ibunya, Wen mengembalikan kunci condo sepenuhnya pada Alan..

Moonlight Chicken (2029)_

Jim enggak jadi meminjam akta kepemilikan untuk meminjam uang dan akhirnya Moonlight Chicken terpaksa pindah dari gedung Tuan Song karena dia menjualnya pada pihak Marina Mall. Episode selanjutnya menjadi penutup dari serial ini.

#MoonlightChickenEP8

Jim betul-betul memutuskan untuk menutup Moonlight Chicken, dia bersyukur Jam sedang berkunjung sehingga bisa merasakan nasi ayam Hainan buatannya untuk terakhir kali. Jim merencanakan day out bersama Jam dan Li Ming, tapi kemudian Jim 'kabur' karena ingin anak dan ibu itu melakukan quality time bersama sebelum Jam pulang.

li ming mom

Jam berusaha mengisi kekosongan yang selama ini enggak bisa dia berikan pada Li Ming, dia merasa sedih karena selama ini enggak berusaha mengenal dan memenuhi kebutuhan anaknya. Tapi, sepertinya setelah ini hubungan Jam dan Li Ming akan terus membaik dan jadi lebih dekat.

jim wen

Sementara Jim bertemu dengan Wen, yang mengajak Jim pergi ke condo barunya. Wen menyebut condo itu 'our home', dan Jim menyetujuinya. Kemudian Jim, Wen, Gaipa, dan Saleng berdoa bersama di kuil. Saat hendak pulang, Wen mengajak Gaipa datang ke 'pesta penutupan' Moonlight Chicken.

gaipa wen

Tapi, setelah melihat Jim dan Wen saling tersenyum, Gaipa mengerti dan memutuskan untuk enggak datang. Ini saatnya Gaipa untuk merelakan Jim. Pesta itu hanya dihadiri Wen, Saleng, Li Ming, dan Heart. Jim merasa campur aduk, tapi dia juga terlihat lega.

moonlight chicken

Di apartemen Alan, dia dan kakak iparnya sedang packing. Tampaknya Alan juga akan pindah dari condo itu. Ketika sang kakak menanyakan foto Alan dan Wen mau dikemanakan, Alan bilang simpan saja di sana, enggak perlu dibawa pindahan.

collage (3)_ alan wen

Ini adalah jadwal Alan membuka gipsnya. Ternyata di rumah sakit sudah ada Wen yang menunggu untuk membantu Alan, tapi kemudian Alan mengatakan dia sudah enggak apa-apa, jadi Wen enggak perlu membantunya lagi. Mereka mengerti mungkin ini terakhir kalinya mereka berjumpa.

heart mom

Di kediaman Heart, Li Ming membantu menjelaskan pada Ny. Jintana kalau Heart ingin kuliah. Li Ming menunjukan selebaran kampus bagi anak-anak berkebutuhan khusus seperti Heart, dan Ny. Jintana menyetujui keinginan Heart. Setelah itu, Heart izin mengajak Heart ke kuil untuk melakukan offering bersama.

barongsai

Beres berdoa, Li Ming mempertontonkan kebolehannya sebagai barongsai. Itu membuat Heart tertegun. Tampaknya dia semakin menyadari kalau dia menyukai Li Ming lebih dari sekedar teman. Setelah membicarakan hal tersebut, Li Ming dan Heart resmi berpacaran.

heart li ming

Bukan hanya dengan ibunya, hubungan Li Ming dengan Jim juga jadi lebih baik setelah mereka bicara hati ke hati. Li Ming bahkan mengatakan kalau dia sangat berterimakasih dan begitu mencintai pamannya itu.

li ming jim

Jim dan Wen tengah duduk-duduk di atas mini truck Jim di tepi pantai. Mereka membicarakan masa depan, dan Jim bingung dia akan melakukan apa setelah ini. Sebab, perkataan Li Ming ada benarnya, kalau Jim enggak yakin membuat nasi Hainan adalah mimpinya atau bukan.

Wen menawarkan bantuan dana jika Jim membutuhkannya, tapi Jim lebih memilih untuk menjual truknya demi mendapatkan uang tambahan. Mereka pun berfoto dengan truk kesayangan Jim untuk terakhir kalinya sebelum dijual.

jim wen pantai

Dua bulan kemudian, cobaan datang ke hubungan Jim dan Wen. Menyusul proyek baru kantornya, Wen dipromosikan untuk pindah ke kantor cabang di Provinsi Rayon, karena Wen dipercaya mampu naik tingkat dari Art Director jadi Project Manager. Diiming-imingi kenaikan gaji, akankah Wen mengambil promosi itu?

wen

Di bank, Gaipa sedang mengurus asuransi ibunya di ruangan Alan. Setelah semua selesai, Alan meminta ID chat Gaipa dengan alasan 'kalau pihak bank membutuhkan dokumen lain'. Ya, sepertinya setelah keduanya move on dari love interest masing-masing, Gaipa dan Alan siap untuk memulai lembaran baru.

gaipa alan

Seperti Jim yang ternyata memutuskan membeli food truck untuk melanjutkan usaha nasi ayam Hainan-nya. Kini kedainya jadi perpaduan tradisional dan modern, bahkan ada pemandangan ojol yang lagi pick up order-an makanan juga. Sepulang kerja, Wen masih seperti dulu, membantu Jim di kedai.

Malam itu Saleng datang berkunjung. Sekarang dia bekerja sebagai staf taman rekreasi air. Dia tampak senang dengan pekerjaan barunya.

Dia juga terbukti semangat mencari nafkah untuk istri dan anaknya, sampai-sampai dia mendapatkan penghargaan best employee. Ada kejutan dari Saleng yang membelikan Jim kalung emas sebagai pengganti mahar yang dulu dibelikan oleh Jim untuk Praew.

friend

Jim, Wen, Li Ming dan Heart datang ke kediaman Jam. Di sana ada Tong, pacar Jam, dan juga anak perempuan yang sepertinya anak Tong (tapi sudah memanggil Jam sebagai sebutan ibu). Jim dengan bangga mengenalkan Wen sebagai pacarnya ke keluarganya. Li Ming juga mengakui Heart sebagai pacarnya ketika sang ibu bertanya.

li ming mom

Selain dalam rangka liburan dan berkenalan dengan keluarga, Li Ming datang untuk memberi tahu ibunya kalau dia akan pergi ke Amerika bersama Heart. Dia akan belajar sambil bekerja di sana, sekalian menemani Heart yang akan masuk kampus untuk orang-orang tunarungu.

Ibunya bertanya berapa biaya yang dibutuhkan. Dengan santainya Li Ming menjawab sekitar 100 ribu Baht (Rp 44 juta). Tapi, Li Ming bahkan enggak meminta pada ibunya, dia mengatakan kalau Jim sudah meminjamkan 30 ribu Baht dari hasil menjual truknya.

Li Ming juga sudah menabung sejak lama, dan setelah ini dia akan bekerja dengan Saleng di waterpark, karena gajinya lumayan besar. Ibunya tampak sedih sekaligus bangga karena anaknya sangat mandiri di usianya yang masih belia.

li ming mom

Jam diam-diam memberikan pada Jim akta kepemilikan apartemen Tong yang tempo hari akan menjadi jaminan Jim meminjang uang, tapi enggak jadi dia gunakan. Jam ingin Jim mengambil pinjaman uang untuk modal Li Ming ke Amerika, tapi nanti yang membayar cicilannya Jam, bukan Jim.

Dia ingin untuk pertama kalinya mengerjakan 'tugas ibu', demi menebus dosa kekurangan kasih sayang dan kehadiran sosok ibu di hidup Li Ming. Jim tadinya ingin menolak, tapi karena Jam ingin merasa jadi 'ibu yang berguna', akhirnya Jim mengiyakan.

mobil

Kembali ke Pattaya, Moonlight Chicken Food Truck tiba-tiba didatangi Alan. Wen dan Alan terkejut ketika melihat masing-masing setelah pertemuan mereka yang terakhir di rumah sakit. Rupanya Alan janjian dengan Gaipa untuk mengurus dokumen yang kurang lengkap.

Gaipa bingung melihat Alan tampak kenal dengan Wen, tapi kemudian Alan memperkenalkan Wen sebagai temannya. Jim menghampiri ketiga orang itu dan mengajak Alan makan malam bersama. Di sana ada Saleng, Praew, dan Jason anak mereka.

jimwen

Juga datang Li Ming dan Heart, jadi semua tokoh utama kita ada di Moonlight Chicken. Mereka memiliki kisah yang enggak sempurna, tapi itulah hidup, terus berusaha maju dan menjadi versi terbaik dari masing-masing. Dan, ya, tentu saja Jim dan Wen berakhir bahagia, semoga untuk selamanya.

Peningkatan Sinematografi dari GMMTV

collage moonlight chicken

Bagi penonton sinema dan serial besutan GMMTV, kalian pasti sudah khatam dengan bagaimana agensi dan perusahaan produksi ini mengambil gambar. Biasa saja. Bahkan kualitasnya enggak beda jauh dengan sinetron Indonesia. Semua itu karena kurangnya kuantitas dan kualitas kamera, serta kemampuan orang di balik layarnya.

Namun, Midnight Series memang cukup berbeda. Seperti besutan dan janji baru dari GMMTV, kalau mereka juga bisa memproduksi serial yang sinematografinya mumpuni. Ketiga Midnight Series yakni Midnight Hotel, Dirty Laundry, dan Moonlight Chicken, semuanya di-shoot dengan baik.

Tapi, kalau mau ambil favorit, saya lebih suka bagaimana Dirty Laundry dan Moonlight Chicken dibuat. Dirty Laundry identik dengan elemen seperti di serial cyber punk. Kalau Moonlight Chicken kebalikannya, serial ini sangat kalem, earthy, dan apa adanya. Cocok dengan pemilihan tempat yang memiliki latar belakang Cina di Thailand yang kental.

Class Struggle yang Relateable

Moonlight Chicken ep 2

Kalau digambar garis lurusnya, Midnight Series memang menceritakan tentang perjuangan kelas. Tapi, di Moonlight Chicken ini yang 'paling kerasa', karena jalan ceritanya yang natural, jadi relate banget sama kehidupan sehari-hari.

Lihatlah komplain Praew (View Benyapa) pada Leng, yang katanya enggak punya uang tapi masih bisa beli rokok. Ini sering kita dengar di kehidupan sehari-hari orang Indonesia juga, kan? Sering kali orang 'mengorbankan' uang makan demi rokok. Padahal, bukankah lebih penting makanan daripada benda tersebut?

Jika dianalisis lebih dalam, Praew dan Leng merupakan contoh orang yang kurang biaya dan kurang berpendidikan. Mereka putus sekolah dan memilih untuk bekerja. Tentunya mereka enggak bisa mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan banyak uang dengan ijazah seadanya.

Mereka juga tinggal bareng dan enggak berhati-hati hingga Praew hamil yang enggak direncanakan. Bukankah contoh seperti ini banyak sekali terjadi di kehidupan nyata? Di mana pasangan muda enggak terlalu memikirkan masa depan, dan akhirnya terjebak dalam masalah karena perbuatan mereka sendiri.

Moonlight Chicken ep 2 (19)_

Sementara itu, percakapan Li Ming dan Jim di episode pertama memperlihatkan betapa lemahnya mereka sebagai bagian dari masyarakat biasa tanpa kekayaan, sehingga bisa diinjak-injak oleh mereka yang kaya, bahkan pihak kepolisian (sudah bukan rahasia bagaimana kepolisian di Thailand bekerja, ya..)

Kemudian dialog Gaipa dan Jim, di mana mereka mendiskusikan pembangunan pemerintah di daerah Pattaya. Pembangunan food court itu akan meluas hingga 'menelan' pasar tradisional yang menjadi sumber matapencaharian Gaipa dan ibunya, juga banyak penduduk lokal lainnya.

Pembangunan Marina Food Court juga bisa berdampak pada kedai kecil seperti Moonlight Chicken. Para pengunjung mungkin akan lebih suka datang ke tempat baru yang menjadi pusat wisata kuliner, bukan?

Kedai terpencil milik Jim tentu akan sangat terpengaruh karena mereka enggak bisa pindah vendor ke food court tersebut, mengingat Jim enggak memiliki dana untuk itu. Pembahasan seperti ini merupakan 'sentilan' bagi pemerintahan negara setempat yang kadang enggak memikirkan masyarakat golongan bawah.

Kisah Li Ming & Heart yang Menarik

li ming

Selain main couple JimWen, serial ini juga mengangkat cerita dua anak remaja, Li Ming dan Heart. Mereka berdua masih sangat belia, tapi sudah mengalami kepahitan hidup. Li Ming dirundungi kemiskinan, dia terkekang oleh pamannya yang kolot, dan enggak punya orang tua. Sementara Heart kebalikan Li Ming.

Heart kaya raya, dia masih punya orang tua lengkap, tapi semenjak kecelakaan yang merenggut kemampuan bicara dan mendengarnya, kehidupannya jungkir balik. Heart seperti terpenjara, karena orang tuanya enggak memperbolehkan sang anak ke luar rumah setelah dia menjadi bisu & tuli. Seakan mereka malu punya anak seperti itu.

Parahnya, orang tua Heart selalu absen. Mereka bahkan enggak berusaha untuk belajar bahasa isyarat maupun hanya sekedar 'ada'. Mereka hanya berbicara pada Heart lewat sobekan kertas notes yang mereka tempel di dinding atau mereka asongkan ke bawah pintu kamar untuk Heart baca. Mereka enggak peduli terhadap anaknya.

notes

Karena nasib yang hampir sama membuat Li Ming dan Heart semakin dekat, walau hubungan mereka diawali hal yang enggak mengenakan. Heart senang karena punya teman di rumah. Enggak hanya sekedar hadir, Li Ming juga betul-betul berbicara padanya. Apalagi kian hari Li Ming sedikit demi sedikit belajar bahasa isyarat juga.

Bukan hanya itu, Li Ming bahkan membawa Heart ke acara natal bagi orang-orang dengan gangguan pendengaran seperti Heart. Itu sangat berarti tentu saja, terutama Li Ming juga mencoba menarasikan lirik lagu di sana sebisanya kepada Heart. Bagi Heart yang selama ini enggak dimanusiakan oleh orangtuanya sendiri, ini adalah hal besar.

Heart juga menjadi sosok teman yang belum pernah Li Ming miliki selama ini. Heart menjadi satu-satunya orang yang mengerti dirinya tanpa Li Ming harus bercerita banyak. Heart juga enggak pernah memandang Li Ming lebih rendah karena lebih miskin. Dia juga enggak pernah men-judge impian Heart, dia justru mendukungnya.

Li Ming dan Heart sama-sama remaja yang kalut. Mereka memiliki masalah berat masing-masing, dan enggak tahu masa depan akan jadi seperti apa.

Saya ingin mengapresiasi akting Gemini dan Fourth sebagai Heart dan Li Ming. Karena, sebagai aktor muda, mereka jelas bisa diverse dalam mengeksekusi akting mereka.

Tentu enggak mudah bagi Gemini untuk berakting tanpa dialog dan harus belajar bahasa isyarat. Fourth juga mengaku mengalami kesulitan dalam berakting di sini, tapi ternyata dia bisa melakukannya dengan baik. Banyak penonton yang setuju kalau Heart dan Li Ming 'scene stealer; di Moonlight Chicken.

Natural Makeup Penuh Pujian

natural makeup_

Jika kamu penikmat serial GMMTV, tentu hapal banget kalau riasan dan wardrobe yang dikenakan aktor dan aktrisnya kebanyakan terlalu modern dan dreamy. Soalnya GMMTV memang lebih banyak menggarap cerita-cerita ringan percintaan anak sekolahan.

Tapi, untuk cerita slice of life atau yang berlatarkan 'bukan perkotaan' seperti Moonlight Chicken, A Tale of A Thousand Stars (yang juga diperankan oleh Earth dan Mix), Not Me, dan Never Let Me Go misalnya, mereka menggunakan makeup senatural mungkin. Pakaian, aksesoris, dan lokasi syuting juga sangat sesuai dengan ceritanya.

Terutama untuk Moonlight Chicken yang berlatarkan kisah orang-orang miskin, tentunya enggak masuk akal jika Uncle Jim terlihat sangat mentereng, kan? Untungnya tim wardrobe dan makeup Moonlight Chicken understood their assignment!

Mereka membuat Jim pakai setelan 'murah', sangat terlihat kontrasnya dengan Wen yang 'lebih kaya' darinya. Untuk riasan wajah juga enggak ada yang terlalu dibuat cakep/cantik, tapi menyesuaikan dengan adegan dan waktu. Misalnya Jim sudah capek seharian bekerja, mukanya dibuat berminyak!

Begitu pula dengan Wen, yang kalau siang-siang masih segar, kalau malam hari riasan wajahnya terlihat seperti sudah worn out. Detail seperti ini tentu patut diacungi jempol, ya..

Penuh Alegori Ciamik

Moonlight Chicken ep 2 (16)_

Dari awal series sampai selesai, saya notice banyak banget majas retorika yang disisipkan penulis naskah. Seperti charger di condo Alan dan Wen.

Di sana ada dua charger ponsel, yang menandakan satu milik Alan dan satu lagi milik Wen. Saat hari pertama Wen bertemu Jim, 'daya' di dalam hati Wen mulai terisi lagi, sementara Alan masih stay di sana di dalam kekosongan.

Lalu adegan pulpen di ruangan Alan di bank. Ketika Alan dan Jim bertemu lagi setelah scene adu mulut di Moonlight Chicken, Jim enggak sengaja membawa pulpen Alan yang baru saja dia pakai untuk tanda tangan berkas. Alan meminta pulpennya kembali, dan Jim mengatakan dia enggak sadar telah 'mengambil milik Alan'.

Dengan sarkastik, Alan menjawab, karena sekarang Jim sudah tahu tolong kembalikan 'miliknya' alias Wen. Pintar banget enggak, tuh, memasukkan cerita ke dialognya? Di episode terakhir juga ketika Li Ming mengupas kulit jeruk, itu bisa saja menandakan dia yang mulai membuka diri pada ibunya.

Kemudian ibunya meneruskan mengupas jeruk itu untuk Li Ming, yang bisa berarti mulai sekarang dia akan selalu ada untuk membantu Li Ming. Wah, kalau dibahas satu per satu ada banyak banget makna tersirat di serial ini. Kamu harus menontonnya sendiri untuk mencoba memahami setiap pesan tersembunyinya.

Color Grading Sarat Makna

warna 2_

Ketiga serial Midnight Series memang memiliki color grading-nya masing-masing, dan tampak jelas kalau mereka ingin mengedepankan hal tersebut. Kadang coloring-nya terasa 'mengganggu' karena membuat tone warnanya berubah total. Tapi, saya yakin color grading seperti ini ada maksudnya.

Warna biru teal merepresentasikan suasana gelap, dingin, kekalutan, ketakutan, keraguan, dan sebagainya. Sementara warna earth tone seperti sunset menggambarkan kehangatan, segala yang berbanding terbalik dengan tone biru.

Bisa diperhatikan kalau warna biru sering dipakai untuk Jim, rumah Heart ketika awal series, condo AlanWen, dan kondisi-kondisi menegangkan seperti ketika karakternya sedang bertengkar. Sementara warna terang identik dengan Wen, Li Ming, dan kondisi yang lebih ceria.

Bukan Cerita Coming of Age

mature series, not coming of age_

Definisi genre coming of age biasanya meliputi konflik yang dihadapi remaja, jadi ada pertumbuhan di dalam hidup mereka secara psikologis dan juga moral. Biasanya ceritanya tentang transisi dari masa remaja ke dewasa muda. Kalau kisah protagonis utama Moonlight Chicken, Jim dan Wen, tentu saja bukan coming of age, kan?

Sejak episode pertama penonton sudah bisa berasumsi (dan kemudian dikonfirmasi pada episode 5) kalau usia Jim jauh lebih tua dari Wen. Jim berusia 30 tahunan menjelang 40 tahun, sementara Wen 20 tahunan menjelang 30 tahun. Dari segi usia mereka sudah jauh dari masa remaja.

Jadi, tentu saja cerita mereka berdua bukan lagi tentang meraba-raba perasaan dan jati diri, tapi mereka sudah tahu mereka seperti apa, juga apa yang mereka suka dan enggak suka, apa yang mereka inginkan dan enggak mereka inginkan. Keduanya sudah tahu tentang itu.

Kemudian pada episode 5, Jim mengatakan pada Wen, kalau di usianya yang hampir 40 tahun dia enggak mau sesuatu yang rumit. Sementara bagi Wen yang masih muda, mungkin punya waktu dan 'tenaga' untuk mengejar sesuatu yang menyulitkan.

Age gap antara Jim dan Wen memperlihatkan juga bagaimana mereka menjalani hidup dan memutuskan pilihan-pilihan di dalam hidup mereka. Tapi, penonton juga bisa melihat sisi coming of age di dalam serial ini, kok. Walau, bukan dari orang-orang dewasanya, melainkan dari anak muda seperti Praew-Saleng dan Li Ming-Heart.

Tapi, kalau dipikir-pikir, mungkin Jim juga mengalami kemajuan dalam dirinya walau di usia yang enggak lagi muda. Sebab, terjadi perubahan yang signifikan di dalam dirinya. Seperti dia yang akhirnya bisa mengerti Li Ming, juga dirinya yang memikirkan tentang mimpinya.

Mencintai dengan Concent

Moonlight Chicken ep 2 (4)_

Segala sesuatu harus mendapatkan perizinan dulu agar bisa dilakukan, bukan? Begitu pula dengan cinta. Hubungan antar manusia ini kadang membuat orang lupa akan batasan. Wen memang persistent mengejar Jim. Tapi, dia selalu menghormati batasan. Ketika Jim 'mundur', Wen enggak akan force himself pada Jim.

Saya cukup respect dengan tindakan Wen tersebut. Detail dalam cerita ini tentang ciuman antara Wen dan Jim juga patut diacungi jempol. Sebab, pada proses syuting, Earth dan Mix dibuat berciuman saat melakukan one night stand.

Tapi, adegan itu dihapus karena menurut Backaof Noppharnach Chaiwimol selaku sutradara, Jim dan Wen bukan tipe orang yang bakal ciuman ketika 'enggak dilakukan dengan cinta'. Jim dan Wen baru berciuman setelah beberapa bulan resmi berpacaran, setelah mereka (atau lebih tepatnya Jim) yakin akan membangun masa depan bersama.

Product Placement Enggak Terlalu Ganggu

Moonlight Chicken EP 6 jimbo

Sudah bukan rahasia lagi kalau serial GMMTV itu pasti banyak 'iklan'nya. Tipe ngiklannya itu mirip seperti sinetron Indonesia yang diselipkan ke adegan di series, jadi sering banget ganggu. Mulai dari dialog yang enggak natural, hingga scene yang terkesan dipaksakan. Tapi, untuk Moonlight Chicken ini buat saya enggak terlalu 'maksa', kok.

Pengiklan utama di serial ini adalah brand makanan kucing, yang memang brand ambassador-nya Earth dan Mix selaku pelakon utama. Kemudian diceritakan Jim punya kucing, jadi ya masuk-masuk saja iklannya ke dalam adegan ketika para karakter bermain dengan si kucing.

Walau, kadang ada dialog jualannya juga, yang sepertinya enggak akan orang katakan kalau cuma lagi ngobrol biasa. Kembali lagi, kalau dibandingkan dengan Midnight Series lainnya, yaitu Midnight Motel dan Dirty Laundry, Moonlight Chicken masih mending banget dalam memasukkan product placement-nya.

Soalnya kalau di Midnight Motel, karakternya lagi ngobrol terus ngasih minum, dan tiba-tiba mempromosikan produk. Di Dirty Laundry juga kurang lebih begitu cara ngiklan-nya. So, penyisipan iklan Moonlight Chicken ini yang paling smooth di antara Midnight Series lainnya.

OST. Dinyanyikan Cast

Moonlight Chicken soundtrack_

Sebenarnya sudah enggak aneh kalau soundtrack serial GMMTV dinyanyikan oleh artis yang berperan di dalam proyek tersebut. Memang sudah pasti, seperti satu paket yang ditawarkan oleh agensi raksasa Thailand itu kalau ada series ya pasti sekalian ada lagu original yang dinyanyikan sama aktor-aktrisnya.

Saya enggak akan mengomentari kepiawaian para aktor ini dalam bernyanyi, tapi saya mau mengapresiasi kecocokan lagu dengan cerita. Vibes Moonlight Chicken itu tradisional dan kental dengan nuansa Cinanya. Dan OST. "The Moon Represents My Heart" dibuat dengan musik dan bahasa Cina, loh!

Character Development yang Indah

Moonlight Chicken (2038)_

Yang menarik dari Moonlight Chicken adalah, bagaimana tiap karakternya dibuat enggak sempurna. Jim, lakon utama kita, bisa dibilang cukup menjengkelkan dengan segala ke-boomer-annya (padahal dia juga enggak tua-tua amat). Dia enggak pernah mau mendengarkan apa keinginan dan pendapat Li Ming.

Dia juga menyetir kehidupan keponakannya dengan dalih 'itu yang terbaik untuknya'. Tapi, di sisi lain, dia sangat selfless. Dia enggak pernah memikirkan dirinya dulu, selalu mendahulukan orang lain. Li Ming, Saleng, Praew, Beam, banyak sekali orang yang telah Jim bantu, padahal dia 'orang enggak punya'.

Wen, banyak orang pasti mencap dia enggak jelas, tukang selingkuh, dan image buruk lainnya karena dia kok bisa tetap tinggal dengan mantan pacarnya terus beberapa kali berhubungan badan juga. Sebenarnya Wen enggak bisa disalahkan karena dia fall out love, bukan?

Mungkin yang membuat penonton geram karena Wen enggak tegas dengan Alan, dan seakan-akan menjerumuskan Jim ke dalam lingkaran setan yang diciptakannya. Padahal Wen sosok yang dibutuhkan dalam hidup Jim, agar dia menyadari kalau menjadi egois demi diri sendiri itu enggak apa-apa.

Wen mengajarkan Jim untuk lebih santai, terutama pada Li Ming. Setiap kali Jim dan Li Ming bertengkar, Wen lah yang menengahi mereka. Wen jadi sumber kenyamanan bagi Li Ming, selain jadi kebahagiaan Jim yang baru.

Keluarga Heart kini sudah menguasai bahasa isyarat. Mereka juga enggak malu untuk mengenalkan Heart pada orang-orang. Bahkan, orang tua Heart mengizinkan anaknya pergi ke Amerika bersama Li Ming (mereka tahu Li Ming dan Heart berpacaran, loh..) Orang tua Heart jadi lebih mengerti bagaimana cara menyayangi anaknya seutuhnya.

Begitu pula keluarga Nueangna-uam a.k.a Jim, Li Ming, dan Jam. Walau hanya dibahas singkat saja di episode 7, tapi ini merupakan titik balik kehidupan mereka. Li Ming enggak membenci ibunya, dia senang ibunya mau menikah lagi, tapi dia enggak mau tinggal bersama dengannya.

Dia lebih memilih tinggal dengan Jim hingga dia akan memutuskan mau melakukan apa di masa depan. Sang ibu pun akhirnya mengerti dan membiarkan anaknya untuk berbuat apapun yang dia suka.

Hubungan Li Ming dengan Jim juga jadi lebih terbuka setelah mereka berbicara hati ke hati dan Jim menganggap Li Ming sebagai 'orang dewasa'. Semuanya mengalami perubahan baik pada diri masing-masing, and that's how a story supposed to end.

Saya enggak menyangka, GMMTV bisa membuat serial sebagus ini! Cerita orisinilnya, penyutradaraannya, akting para pemerannya enggak ada yang gagal, pesan moralnya, wah, serial ini paket lengkap. Sekali lagi saya ingin memuji akting para pemeran, terutama EarthMix yang sangat terlihat lebih baik daripada proyek-proyek mereka sebelumnya.

Gemini dan Fourth juga, mereka masih baru di dunia akting tapi sudah cukup bagus. Apalagi Gemini yang berakting tanpa dialog sama sekali, tapi harus belajar bahasa isyarat dan merepresentasikan orang tunarungu dengan sempurna. Tentu itu enggak mudah.

Saya juga mau menambahkan betapa detailnya series ini dibuat! Adegan malam tahun baru ketika Li Ming membuka party popper, Li Ming tersentak sedikit karena terkejut dengan suaranya. Sementara Heart sama sekali enggak bergeming! Ya memang seharusnya begitu, bukan, karena Heart enggak bisa mendengar?

Midnight Series: Moonlight Chicken merupakan serial terbaik dari GMMTV sejauh ini. Apa kamu setuju dengan pendapat di atas?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram