logo web

12 Film Indonesia yang Kontroversial dan Menuai Pro & Kontra

Ditulis oleh Erfah Nanda SW

Setiap membuat film para sineas Tanah Air perlu memikirkan dampak bagi penonton. Apakah film yang mereka buat mempunyai pesan dan makna tersirat. Fakta ini membuktikan bahwa film sebagai wadah untuk memberikan pesan kepada khalayak. Mulai dari hubungan percintaan, pergaulan remaja, hingga persahabatan.

Akan tetapi tidak semua penonton dapat menerima pesan dari sebuah film dengan baik. Ada kalanya justru pesan yang disampaikan tuai pro dan kontra. Seperti yang terjadi dengan film-film Indonesia di bawah ini.

Masuk ke dalam daftar film Indonesia yang dianggap kontroversial. Kira-kira ada apa saja? Simak daftarnya di bawah ini. Check this out!

1. Like & Share

film kontroversial indo_Like & Share_

Like & Share sebenarnya salah satu film terbaik Indonesia, hanya saja salah satu pemerannya terkena skandal perselingkuhan. Akibatnya banyak penonton film Indonesia yang berbondong-bondong memboikot film garapan Gina S. Noer ini.

Dibintangi oleh Aurora Ribero, Arawinda Kirana, Aulia Sarah dan Jerome Kurnia, film ini memberikan pesan penting untuk remaja perempuan Indonesia. Kisahnya berputar pada dua gadis remaja bernama Lisa dan Sarah. Dua bersahabat ini harus menghadapi kejamnya dunia di usia yang masih sangat muda.

Lisa yang kecanduan pornografi membuatnya hidup dalam tekanan sang ibu. Sementara Sarah yang baru merasakan cinta, malah jadi korban pelecehan seksual ketika video asusilanya tersebar di media sosial.

2. Para Betina Pengikut Iblis

film kontroversial indo_Para Betina Pengikut Iblis_

Beralih ke film horor, dari judulnya saja sudah dipastikan Para Betina Pengikut Iblis bakalan jadi film yang kontroversial. Bagi Sebagian warganet, mereka mendiskusikan alasan pihak produksi dan sutradara memilih kata “Betina” untuk merepresentasikan tiga karakter wanitanya.

Adapun film garapan Rako Prijanto ini mengisahkan aksi persekutuan manusia dengan setan. Filmnya bakalan dibintangi oleh deretan aktor papan atas Indonesia, mulai dari Mawar de Jongh, Hanggini, Sara Fajira, dan Adipati Dolken.

Mengisahkan tiga wanita di sebuah desa, Sumi yang berusaha bertahan hidup memutuskan menjual gulai daging manusia pada masyarakat. Sementara Sari dan Asih memutuskan memuja setan untuk membalaskan dendam dan mendapatkan kekayaan.

3. Jagal

film kontroversial indo_ Jagal_

Digarap oleh sutradara Amerika, Jagal atau yang dikenal juga dengan judul The Act of Killing adalah salah satu film kontroversial Indonesia. Alasannya karena dokumenter ini menyoroti kehidupan para pembunuh PKI tahun 1965 hingga 1966.

Bikin Indonesia ketar-ketir, film ini berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi dan jadi nominasi Film Dokumenter Terbaik pada Academy Awards ke-86. Film dokumenter ini mengisahkan para anggota PKI pasca mereka dituduh oleh TNI sebagai pelaku G30S-PKI.

Anwar Congo dan kawan-kawannya naik pangkat, dari preman kelas teri jadi pembunuh pasukan khusus. Anwar mengisahkan tujuan hingga inspirasi dar pembunuhan keji yang dilakukannya. Bahkan mereka terkesan tidak takut akan apapun, para anggota PKI ini dengan lantang bercerita.

4. Kucumbu Tubuh Indahku

Kucumbu Tubuh Indahku

Awal penayangan film Kucumbu Tubuh Indahku tidak ada masalah apa-apa. Akan tetapi enam hari kemudian, film ini dapat petisi dari masyarakat karena dianggap bertentangan dengan budaya Indonesia. Alhasil film ini pun dilarang tayang di Padang, Palembang, Pekanbaru, Depok, Garut, Kubu Raya, dan Pontianak.

Alur cerita film Kucumbu Tubuh Indahku ini berasal tentang seorang pria yang berprofesi sebagai penari Lengger. Dirinya menjadi gemblak seorang warok dalam tradisi klasik penari Reog.

Berkat cerita yang unik, film Kucumbu Tubuh Indahku berhasil raih 12 nominasi Festival Film Indonesia 2019 dan memenangkan kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, hingga Penata Musik Terbaik.

5. Dua Garis Biru

Dua Garis Biru

Dua Garis Biru hadir sebagai salah satu film edukasi untuk anak muda tentang kehamilan di luar nikah. Akan tetapi, siapa sangka film garapan Gina S. Noer ini justru tuai pro dan kontra dari masyarakat luas.  Bahkan saat merilis teaser, film Dua Garis Biru dapat petisi yang menuliskan, “Jangan loloskan film yang menjerumuskan! Cegah dua garis biru di luar nikah!”.

Tidak gentar dapat petisi kurang mengenakan, film Dua Garis Biru tetap tayang di bioskop nasional. Bahkan film ini  meraih 12 nominasi dan 2 penghargaan di Festival Film Indonesia 2019.  Salah satunya memenangkan Skenario Asli Terbaik.

6. Virgin

Virgin

Film Virgin salah satu tontonan hits yang pernah tayang pada tahun 2004 silam. Hal ini berkat akting para pemain dan alur cerita yang related dengan kehidupan anak muda. Ya, film Virgin ini mengusung tema pergaulan bebas di kota besar, Jakarta.

Awal cerita berasal dari tiga serangkai, Stella (Ardina Rasti), Katy (Angie Yulia), dan Biyan (Laudya Cynthia Bella) sebagai remaja yang paham kehidupan malam. Mulai dari sering ke diskotik sampai melepas keperawanan mereka. Namun hanya Biyan yang mempertahankan keperawanannya.

Dari alur cerita membuat Virgin tuai pro dan kontra. Misalnya di kota Makassar film ini sempat ditarik dari edaran. Akan tetapi di balik kontroversi, film Virgin justru menyabet beberapa penghargaan. Misalnya di Festival Film Indonesia kategori Film Indonesia Terlaris dan Tata Artistik Terbaik.

7. Satu Kecupan

film kontroversial indo_ Satu kecupan_

Di tahun yang sama, ada film berjudul Buruan Cium Gue yang mengisahkan tentang kisah asmara remaja yang mendambakan ciuman pertama dari sang kekasih. Namun film ini dianggap kontroversi karena dianggap mengandung adegan pornoaksi. Hal itu membuat film Buruan Cium Gue ditarik dari edaran.

Akan tetapi pada Maret 2005, film ini kembali ditayangkan di bioskop nasional dengan judul baru, Satu Kecupan. Pihak rumah produksi dan Lembaga Sensor Film kembali melakukan penyensoran setiap scene di film Satu Kecupan.

8. Akibat Pergaulan Bebas

film kontroversial indo_ akibat pergaulan bebas_

Selanjutnya ada film yang berjudul Akibat Pergaulan Bebas. Film yang dibintangi oleh Uli Auliani ini mengisahkan kehidupan anak muda yang berprofesi sebagai wanita tuna susila atau pelacur. Akan tetapi kehidupan itu tidak semudah yang dibayangkan.

Namun film Akibat Pergaulan Bebas ini justru tuai pro dan kontra. Bahkan Majelis Ulama Indonesia sempat protes dan menganggap film ini dapat menyesatkan penonton. Bahkan MUI meminta untuk film Akibat Pergaulan Bebas ditarik dari edaran.

Menjawab protes MUI, Firman Bintang selaku produser film Akibat Pergaulan Bebas menjawab bahwa hanya Lembaga Sensor Film yang dapat menarik dari edaran. Bahkan Lembaga Sensor Film sendiri sudah meloloskan film Akibat Pergaulan Bebas tanpa potongan.

9. Something in the Way

Something in the Way

Something in The Way mengisahkan Ahmad (Reza Rahadian) yang mempunyai gangguan libido. Hal ini membuat Ahmad sulit menahan nafsu saat melihat lawan jenis. Akhirnya Ahmad mencari pekerja komersial, Kinar (Ratu Felisha).

Dari alur ceritanya membuat film Something in The Way dianggap ganggu iman seseorang dan dinilai mengandung unsur seksualitas. Hal tersebut membuat film yang dibintangi Reza Rahadian ini dilarang tayang di bioskop Indonesia. Meski begitu, akhirnya film ini berhasil tayang di Berlin.

10. Salawaku

Salawaku

Menyuguhkan pesona alam Indonesia bagian Timur tapi film Salawaku justru dianggap tidak layak tayang di bioskop nasional. Bukan karena mengandung unsur SARA atau pornografi, film Salawaku ditolak tayang karena rumah produksi tidak terkenal dan tergolong masih baru.

Meski demikian Kamala Film Production tidak berhenti berjuang. Salawaku akhirnya berhasil jadi film Indonesia yang diputar di Tokyo International Film Festival 2016. Di Tanah Air, film Salawaku masuk nominasi film terbaik di Festival Film Indonesia2016  dan memenangkan Apresiasi Film Indonesia kategori Film Panjang Bioskop Terbaik.

Usai mengukir prestasi bergengsi akhirnya film Salawaku tayang di bioskop Indonesia pada 23 Februari 2017 silam.  Wah ternyata meski berasal dari rumah produksi baru, film Salawaku tidak diragukan kualitasnya!

11. Makmum

Makmum

Siapa sangka film Makmum jadi buah bibir netizen bahkan tuai pro dan kontra. Film ini dinilai kontroversi karena dianggap membuat orang takut salat. Meski beberapa kali diprotes tapi film Makmum tetap beredar di bioskop.

Tidak hanya di Indonesia, film Makmum juga sukses ditayangkan di bioskop negara tetangga. Misalnya, seperti Singapura, Malaysia, hingga Brunei Darussalam. Ternyata protes-protes yang didapat film Makmum hanya perspektif sekelompok orang saja!

12. Pocong

film-kontroversial-indo_Pocong_

Diproduksi SinemArt, Pocong (2006) menjadi film kontroversial Indonesia lainnya yang dilarang tayang oleh Lembaga Sensor Film Indonesia.

Alasannya karena film garapan Rudi Soedjarwo ini menyuguhkan adegan-adegan kerusuhan Mei 1998 yang mengandung unsur sara dan pelecehan seksual. Tak ingin film buatannya gagal tayang, pihak produksi langsung merombak alurnya agar sesuai aturan.

Pocong (2006) mengisahkan Maya dan sang adik, Andin, yang hidup sebatang kara. Mereka berniat mencari tempat tinggal baru, hingga mendapatkan sebuah apartemen bertarif murah.

Sejak pertama kali pindah, Andin kerap menemukan hal-hal aneh di apartemen mereka. Puncaknya Maya dan Andin tahu bahwa mereka diganggu sosok Pocong dan apartemen yang ditinggalinya sebenarnya tidak pernah ada.

Nah itulah tadi jajaran film Indonesia yang sempat dianggap kontroversi. Meski demikian beberapa film dari daftar di atas berhasil tayang hingga sampai mancanegara. Bahkan berhasil mengantongi beberapa penghargaan bergengsi! Kalau kamu sudah nonton film yang mana aja nih?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram