logo web

Sinopsis & Review Film Spy (2015), Debutan Mata-Mata di Lapangan

Ditulis oleh Aditya Putra
Spy
3.5
/5
showpoiler-logo
PERHATIAN!
Artikel ini mengandung spoiler mengenai jalan cerita dari film/drama ini.

Di dunia intelijen, ada orang yang bertugas di lapangan dan ada yang bertugas di belakang meja. Orang yang bertugas di lapangan harus memiliki berbagai kemampuan spesial. Sementa

a orang yang bertugas di belakang meja, harus pintar dalam memberikan informasi dan membaca situasi. Kombinasi tersebut dapat membuat tugas intelijen berjalan sesuai rencana.

Bertugas menjadi mata-mata di lapangan memiliki resiko besar. Resiko terbesarnya adalah hilangnya nyawa. Bahkan beberapa nggak ditemukan jasadnya.

Kalau sudah seperti itu, agen pengganti harus segera disiapkan. Di film Spy, orang yang biasa bekerja di belakang meja harus menjadi pengganti untuk agen yang tewas. Sinopsis dan review filmnya bisa kamu simak di sini.

Sinopsis

spy-2_
  • Tahun Rilis: 2015
  • Genre: Action, Comedy
  • Produksi: Chernin Entertainment, Feigco Entertainment, TSG Entertainment
  • Sutradara: Paul Feig
  • Pemain: Melissa McCarthy, Jason Statham, Rose Byrne, Miranda Hart, Jude Law, Bobby Cannavale

Susan Cooper adalah seorang perempuan berusia 40 tahun yang masih lajang. Dia bekerja di bidang intelijen sebagai pemberi informasi bagi agen lapangan. Bradley Fine adalah agen yang bekerja sama dengan Cooper.

Fine ditugaskan menangkap penjual senjata ilegal, Tihomir Boyanov. Boyanov dianggap mengetahui lokasi koper yang dapat mengaktifkan nuklir.

Cooper menemukan bukti bahwa anak Boyanov, Rayna, berkomunikasi dengan Sergio De Luca. De Luca adalah penghubung penjualan senjata ilegal di Eropa.

Fine mencoba masuk ke dalam rumah Rayna. Sayang upayanya itu ketahuan. Rayna menembaki Fine. Ketika kejadian itu, Cooper hanya bisa mendengar lewat earphone di telinganya.

Kematian Fine nggak membuat Cooper berhenti menyelidiki kasus. Dia mengetahui dua agen lapangan yang handal, Rick Ford dan Karen Walker. Cooper meminta diterjunkan ke lapangan pada atasannya, Elaine Crocker. Crocker menyetujui permintaan Cooper dengan syarat ditemani agen lapangan yang handal. Ford malah menolak dan memutuskan berhenti menjadi mata-mata.

Cooper akhirnya terjun ke lapangan dengan bantuan sahabatnya, Nancy. Nancy akan memberi arahan mengenai lokasi yang harus didatangi oleh Cooper. Cooper datang ke Paris untuk mencari Rayna.

Ford tiba-tiba muncul. Dia mengatakan bahwa Cooper akan gagal karena nggak punya pengalaman sama sekali. Cooper dianggap nggak kompeten untuk menjadi agen yang bertugas di lapangan.

Cooper menemukan fakta bahwa kantor De Luca terbakar. Dia menemukan sebuah foto. Di foto itu ada seorang pria yang berdiri di dekat api. Cooper melihat pria di foto menggunakan tas yang sama dengan Ford.

Dia yakin bahwa tas Ford sudah ditukar dengan tas berisikan bom. Cooper pun mencari Ford. Mereka bertemu di sebuah acara musik. 

Cooper berhasil memperingatkan Ford tentang tasnya. Pria yang menukar tas itu melarikan diri. Cooper tanpa sengaja membunuh pria itu.

Dia menemukan bukti bahwa De Luca sedang dalam perjalanan menuju Roma. Di Roma, Cooper bertemu Aldo, salah satu kontak dari CIA. Cooper kemudian mendatangi pesta yang dihadiri De Luca dan Rayna. 

Ternyata Rayna menjadi incaran. Cooper berhasil menyelamatkan Rayna dengan bantuan Ford. Rayna nggak tahu bahwa Cooper adalah mata-mata.

Dia mengajak Cooper untuk terbang ke Budapest dengan menggunakan jet pribadi. Rayna mulai mencurigai gerak-gerik Cooper. Cooper menyangkal bahwa dia adalah agen CIA. 

Cooper mengaku sebagai orang sewaan ayah Rayna untuk melindungi Rayna. Di Budapest, Nancy turun tangan untuk membantu Cooper. Cooper diserang oleh orang misterius. Orang itu ternyata Karen. Karen menjual nama-nama agen pada. Rencananya orang yang ada dalam daftar nama itu akan dibunuh. Kemudian, Karen dibunuh oleh seorang sniper. 

Cooper, Nancy dan Aldo menemani Rayna ke sebuah pesta. Tujuan mereka adalah bertemu Lia. Lia dicurigai sebagai salah satu orang yang bergerak di dunia perdagangan senjata ilegal.

Nancy mencoba membuat jebakan tapi digagalkan Ford. Lia berhasil ditangkap oleh Cooper. Tapi Cooper nyaris tewas sebelum diselamatkan oleh Fine.

Fine ternyata masih hidup. Dia diam-diam merupakan kekasih Rayna. Rayna memenjarakan Cooper dan Aldo. Fine menemui Cooper. Dia mengatakan sudah mendapat kepercayaan Rayna. Dengan begitu, dia bisa mengetahui lokasi nuklir. Apakah benar Fine masih berpihak pada CIA? Bisakah Cooper menemukan lokasi nuklir?

Antitesis Dunia Mata-Mata

spy-3_

Ada banyak film tentang mata-mata yang populer. Mission: Impossible, James Bond dan Kingsman merupakan beberapa contohnya. Spy menjadi sebuah antitesis dari film mata-mata.

Pasalnya, karakter yang menjadi mata-mata adalah seorang perempuan yang terbiasa bekerja di belakang meja. Secara pendalaman pun, Cooper hanya digambarkan pernah menjadi lulusan terbaik CIA. 

Cooper bukan hanya menjadi antitesis karena dia adalah seorang perempuan. Dia juga digambarkan sering dianggap remeh.

Ford enggan bekerja sama dengan Cooper karena menganggap Cooper nggak punya pengalaman di lapangan. Beberapa karakter lain pun mengejek bentuk fisik Cooper yang dianggap nggak mumpuni sebagai mata-mata.

Action dan Komedi Seimbang

spy-4_

Spy mengusung genre action dan komedi. Hebatnya, kedua unsur itu dibagi dengan sangat baik. Untuk unsur action, ada nama Jason Statham yang memerankan Rick Ford. Unik

ya adalah Melissa McCarthy yang berperan sebagai Susan Cooper pun diceritakan harus melakoni adegan pertarungan. Terlepas dari penggunaan stunt, adegan yang dilakoni Cooper jauh lebih menarik. 

Secara sinematografi, film ini nggak memberi sajian spesial. Hanya saja, shot cukup pintar menangkap berbagai landscape menarik di kota-kota besar di Eropa.

Di film ini, Cooper memeragakan pertarungan dengan tangan kosong a la Jackie Chan. Ada juga adegan pertarungan di dapur. Alat-alat yang mereka gunakan sebagai senjata merupakan alat-alat dapur. 

Unsur komedi banyak dibawakan oleh McCarthy. Setiap ucapannya bisa dibalas dengan sesuatu yang memancing tawa. Termasuk ketika harus menyamar menjadi seorang perempuan paruh baya yang hidup dengan banyak kucing.

Statham pun nggak terlihat canggung ketika harus memancing tawa. Bahkan dia terasa seperti berada di zona nyamannya.

Memanfaatkan Cast dengan Baik

spy-5_

Melissa McCarthy menjadi nyawa dalam Spy. Perannya sebagai Susan Cooper berhasil dihidupkan dengan baik. Setiap adegan yang menampilkan sosoknya terasa benar-benar berwarna.

Jason Statham pun tampil cukup baik sebagai Ford. Sang aktor bisa masuk ke dalam sosok mata-mata yang temperamen. Selain itu, dia juga nggak sungkan untuk mengeluarkan umpatan pada atasannya.

Selain McCarthy dan Statham, Rose Byrne pun tampil memenuhi ekspektasi sebagai Rayna. Dia menjadi sosok antagonis yang nggak punya kemampuan spesifik. Interaksinya dengan McCarthy selalu menghibur.

Miranda Hart pun cukup memberi warna baru. Aktor asal Inggris itu berperan sebagai Nancy. Chemistry-nya dengan McCarthy sangatlah menghibur. 

Cooper dan Nancy sama-sama berada di dunia intelijen tapi nggak pernah terjun ke lapangan. Alhasil, mereka harus sering berdiskusi tindakan apa yang harus dilakukan.

Ketidaktahuan mereka dan konflik-konflik yang harus mereka hadapi di lapangan merupakan formula komedi yang menarik. Untungnya, sebagian besar adegan berhasil memancing tawa.

Spy bukanlah film mata-mata yang sempurna. Ketidaksempurnaan itulah yang menjadikan film ini begitu menghibur. Memadukan McCarthy dengan Statham terasa sulit dibayangkan.

Kenyataannya mereka bisa tampil sangat menghibur. Durasi selama 120 menit jadi nggak terasa lama. Film mata-mata dengan unsur komedi favorit kamu apa nih? Tulis di kolom komentar, yuk!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram