logo web

10 Film Terbaik Karya Sutradara Guntur Soeharjanto

Ditulis oleh Syuri K.N.
ARTIKEL INI ADA VERSI INGGRISNYA!
Jika meng-update artikel ini, WAJIB tulis link-nya di sheet ini

Jika membuat daftar sutradara Indonesia terbaik, nama Guntur Soeharjanto sudah pasti tidak akan terlewatkan. Guntur adalah seorang sutradara yang punya gaya khas dalam mengarahkan filmnya. Keterampilan Guntur dalam menginterpretasi cerita membuat film-filmnya menarik. 

Guntur juga dikenal sebagai sutradara yang gemar bereksplorasi dengan banyak tema. Itu sebabnya, karya-karya Guntur punya sisi unik yang menggugah rasa penasaran.

Genre yang paling sering dipakai dalam film karyanya adalah drama, romansa, religius, dan horor. Di bawah ini, saya akan membawa kamu menelusuri berbagai film karya sutradara Guntur Soeharjanto yang paling menarik untuk ditonton.

1. Suzzanna: Malam Jumat Kliwon

Guntur Soeharjanto (1)_

Suzzanna: Malam Jumat Kliwon adalah adaptasi bebas dari film Malam Jumat Kliwon yang dirilis pada tahun 1986, dan merupakan film kedua dari seri Suzzanna Reborn, setelah Bernapas Dalam Kubur yang dirilis pada tahun 2018.

Tapi, angsuran film sebelumnya disutradarai oleh Rocky Soraya dan Anggy Umbara. Baru lah di sekuelnya, Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, dipegang oleh Guntur Soeharjanto sebagai sutradara.

Ceritanya, ada sepasang kekasih, Suzzanna (Luna Maya) dan Surya (Achmad Megantara), akan segera melangsungkan pernikahan yang selama ini mereka impikan. Akan tetapi, karena orang tua Suzzanna berhutang pada Raden Aryo (Tyo Pakusadewo), orang paling kaya di desa itu, hubungan Suzzanna dan Surya merenggang.

Raden Aryo membuat penawaran, dia akan menganggap hutang orang tuanya lunas jika Suzzanna sudi menjadi istri keduanya. Suzzanna pun memutuskan hubungannya dengan Surya dan menerima perjodohan tersebut karena terpaksa.

Segera setelah dipersunting, Suzzanna mengandung anak pertama Raden Aryo. Minati (Sally Marcellina), istri pertama Raden Aryo yang tidak bisa memiliki anak, merasa iri pada Suzzanna.

Dia pun menyantet Suzzanna yang sedang hamil tua lewat dukun kepercayaannya. Suzzanna pun tewas akibat santet pada malam Jumat Kliwon, dan anak Suzzanna dibunuh oleh Minati. Akan tetapi, terjadi hal mengerikan ketika orang-orang yang terlibat atas kematian Suzzanna dihantui oleh sosok yang menyerupai Suzanna.

Sebenarnya, apa yang sedang terjadi? Mengapa Suzzanna yang sudah meninggal bisa bangkit kembali?

2. Makmum 2 

Film

Film Makmum yang pertama berhasil menembus box office Malaysia hingga meraih keuntungan Rp 19,5 Miliar. Jadi, wajar saja jika sekuel film horor Indonesia ini sangat dinanti oleh penikmat film.

Film ini merupakan sekuel dari Makmum yang dirilis tahun 2019 yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu. Barulah di angsuran keduanya, film Makmum disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Film yang dibuat oleh Blue Water Films dan Dee Company ini masih meneruskan cerita sebelumnya yang diangkat dari film pendek karya Riza Pahlevi.

Makmum 2 berkisah tentang Rini (Titi Kamal) yang suaminya baru saja meninggal dunia. Duka Rini semakin bertambah sebab Bude yang mengasuh Rini sejak kecil segera menyusul suaminya. Berniat melayat, Rini dan Hafis (Jason Bangun), putra Rini satu-satunya, pergi ke kampung sang Bude.

Anehnya, setibanya di sana, Hafis sempat hilang. Dia kemudian ditemukan di tengah hutan belantara dalam keadaan tidak sadarkan diri. Di sisi lain, Rini kembali mendapat gangguan dari sosok gaib yang menyerupai makmum salat, seperti dulu.

Sosok gaib itu kerap muncul dan mengganggu keimanannya. Karena sosok gaib itu pula, putra Rini kini dalam bahaya. Sekali lagi, Rini harus melawan sosok tak kasat mata tersebut dan melindungi satu-satunya keluarga yang tersisa yang dia miliki. 

3. Ayat-Ayat Cinta 2

Ayat-Ayat Cinta 2 guntur

Setelah sukses dengan film Ayat-Ayat Cinta pertama, Guntur Soeharjanto mencoba peruntungan dengan menggarap sekuelnya. Film ini dibuka dengan menampilkan Fahri bersama asistennya, Hulus (Pandji Pragiwaksono) yang pindah ke Edinburgh.

Ini adalah tahun ketujuh sejak Fahri (Fedi Nuril) merelakan Aisha menjadi relawan di Gaza. Naas, semenjak itu, dia tidak pernah bertemu dengan sang istri lagi. Fahri kini berprofesi sebagai dosen sekaligus pengusaha di Edinburgh. Kesibukannya sedikit dapat mengobati kerinduannya pada Aisha.

Di negeri Britania Raya itu, Fahri harus menghadapi sikap buruk yang diakibatkan oleh maraknya Islamofobia. Selain itu, Fahri harus mengurus rumah tangganya agar tetap berlanjut walau tanpa kehadiran Aisha. Kehidupan Fahri semakin rumit pasca munculnya Hulya (Tatjana Saphira) ke tengah-tengah kehidupannya.

Hulya sebenarnya sepupu Aisha yang kini sudah beranjak dewasa. Gadis itu sekarang menunjukkan ketertarikan kepada Fahri, yang justru membuatnya semakin sedih. Sebab, jika Fahri membuka hatinya untuk orang lain sama saja dengan mengakui bahwa Aisha sudah meninggal.

Dia yakin bahwa Aisha masih hidup dan berada di suatu tempat. Di tengah kesedihannya, orang-orang di sekitar Fahri malah mendorongnya untuk menjalin hubungan dengan Hulya. Pada akhirnya, Fahri dan Hulya pun menikah. Akan tetapi, ada satu wanita yang bersedih dengan berita tersebut, namanya Sabina.

Sabina tinggal di rumah Fahri sebagai asisten rumah tangga. Anehnya, dia sangat hafal kebiasaan dan kesukaan Fahri, namun tidak ada yang mengomentari hal tersebut. Dia merupakan salah satu orang yang mendukung Fahri untuk menikahi Hulya. Namun, setelah terjadi, dia tidak bisa menutupi perasaannya bahwa dia patah hati.

Ternyata, Sabina adalah Aisha (Dewi Sandra) yang menyamar sebagai wanita berwajah cacat. Sabina ditampung Fahri untuk tinggal bersama di rumahnya yang besar karena mengaku terlantar. Sabina sudah dianggap saudara oleh Fahri. Momen yang sangat menyedihkan karena dia tidak pernah tahu kalau Sabina adalah istrinya sendiri.

4. Ranah Tiga Warna

Guntur Soeharjanto

Ranah Tiga Warna diangkat dari novel karya Ahmad Fuadi yang merupakan trilogi dari novel Negeri 5 Menara. Film ini bercerita tentang perjalanan Alif Fikri (Arbani Yasiz) yang berusaha belajar ilmu teknologi di Institut Teknologi Bandung.

Alif mengidolakan figur terkenal dari Indonesia yang dulu berkuliah di ITB, yaitu B. J. Habibie. Maka dari itu, ITB dipilih Alif untuk memperlancar jalannya. Proses mencapai tujuannya tidak mudah, berbagai kendala muncul dan membuat Alif nyaris kehilangan peluang untuk mewujudkan keinginannya.

Seperti ijazahnya yang belum turun, ayahnya meninggal dunia, hingga masalah romansa anak muda. Bagaimana perjuangan Alif selanjutnya, apakah dia berhasil meraih impiannya?

Dilansir dari Wikipedia, Ranah Tiga Warna berhasil memenangkan Anugerah Khas Juri Filem Antar Bangsa dari Festival Film Malaysia (2022).

Belum selesai, film ini juga meraih anugerah Best Feature Film, Best Actor in a Supporting Role untuk Arbani Yasiz, dan tentunya Best Direction (Fiction) bagi Guntur Soeharjanto. Semua penghargaan itu dirilis oleh Asian Academy Creative Awards - National Winners pada tahun 2022.

5. 99 Cahaya di Langit Eropa 

99 Cahaya di Langit Eropa 

Film yang dirilis pada tahun 2013 ini merupakan salah satu film yang mengusung genre romantis dengan balutan nafas Islam. 99 Cahaya di Langit Eropa merupakan film termahal yang pernah diproduksi oleh Maxima Pictures dengan total biaya produksi lebih dari Rp 15 miliar. 

Film ini berfokus pada Hanum (Acha Septriasa), seorang jurnalis asal Indonesia pindah mengikuti suaminya yang sedang kuliah doktor di Vienna, Austria. Hanum tadinya bekerja di sebuah televisi swasta sebagai pembaca berita, namun dia resign karena ikut sang suami, Rangga Almahendra (Abimana Aryasatya), pindah ke Vienna. 

Suami istri itu harus beradaptasi dengan lingkungan baru dan orang-orang yang berasal dari negara lain. Lama kelamaan Hanum merasa jenuh karena tidak ada hal yang dia kerjakan. Oleh sebab itu, dia mencari pekerjaan dan bertemu dengan Fatma Pasha (Raline Shah). 

Perjalanan mereka di negeri orang membawa Hanum dan Pasha pada jejak-jejak Islam di Eropa, terutama jejak Islam yang dibawa oleh bangsa Turki dari Kesultanan Utsmaniyah. Selain itu, mereka juga banyak melakukan interaksi yang menarik dengan warga dari negara lain (tidak sedikit yang Islamophobic)

Tujuan Guntur sebagai sutradara adalah untuk menunjukkan, melalui media filmnya, bagaimana seseorang dapat merepresentasikan Islam secara efektif dalam masyarakat Eropa. Guntur berharap film ini tidak hanya sekedar mempertontonkan perjalanan spiritual yang dilakukan oleh sang tokoh utama, namun lebih dari itu.

6. Tampan Tailor

99 Cahaya di Langit Eropa 

Topan (Vino G. Bastian), seorang penjahit, baru saja kehilangan istri sekaligus toko jahit kecil-kecilan miliknya. Anaknya, Bintang (Jefan Nathanio), hampir dikeluarkan dari sekolah karena mereka tidak memiliki cukup uang. Walau mengalami kemalangan bertubi-tubi, Topan tidak menyerah.

Dengan bantuan sepupunya, Darman (Ringgo Agus Rahman), Topan mencoba berbagai pekerjaan untuk mendapatkan uang, mulai dari menjual tiket kereta api, bekerja di bidang konstruksi, hingga menjadi stuntman, pekerjaan paling berbahaya yang pernah dia lakukan.

Prita (Marsha Timothy), yang memiliki kios di samping stasiun kereta api, tertarik dengan semangat Topan. Dengan bantuan Prita, Topan akhirnya bisa bangkit dan mewujudkan semua mimpinya.

Dilansir dari Liputan 6, Guntur Soeharjanto setuju untuk menyutradarai film Tampan Tailor karena keunikannya. Film Tampan Tailor menggambarkan kehidupan pahit seorang penjahit. Bukan sembarang penjahit, Topan selaku tokoh utama piawai menjahit jas pria berkualitas tinggi.

Guntur menyebut penjahit sebagai pekerjaan yang unik karena dia tahu, membuat setelan jas yang bagus itu sulit. Film yang dibintangi oleh pasangan suami istri di dunia nyata, Vino dan Marsha, juga menggambarkan indahnya ikatan ayah dan anak.

Guntur mengatakan butuh waktu tiga bulan untuk menulis naskah dan kemudian menggarapnya di layar lebar untuk menyempurnakan cerita dalam film ini. Dia menambahkan Alim Sudio dan Cassandra sebagai penulis naskah aslinya untuk membantu memperkuat cerita.

7. Argantara

Argantara

Film drama aksi remaja tahun 2022 ini diangkat dari novel berjudul Argantara karya Falistiyana. Film produksi Hitmaker Studios ini dibintangi oleh bintang muda favorit, Aliando Syarief dan Natasha Wilona. Ceritanya berpusat pada Syera, seorang siswi SMA berusia 16 tahun, dijodohkan dengan Argantara, seorang siswa bandel yang dia benci.

Pihak sekolah tidak mengetahui pernikahan Argantara dan Syera, begitu pula teman-teman mereka. Pernikahan ini dirahasiakan sebab bisa membuat mereka dikeluarkan dari sekolah, jadi mereka harus berhati-hati.

Berbeda dengan Syera yang berprestasi dan mementingkan pendidikan, Arga merupakan ketua geng Agberos, geng motor yang urakan. Kehidupan mereka berdua pun berubah drastis setelah dinikahkan. Kepribadian dan cara pandang keduanya yang berbeda menyebabkan perselisihan dalam keluarga kecil mereka.

Ketika anggota gengnya terbunuh dalam tawuran dengan Baron, Arga pergi dari rumah. Konflik meradang ketika Syera hamil. Sampai kapan Syera dan Arga bisa menjaga rahasia mereka? Apakah anak usia 16 tahun bisa menghadapi pernikahan dan kehamilan sekaligus?

Dilansir dari Indozone, Guntur Soeharjanto sangat menikmati proses syuting film ini. Katanya, dia merasa "muda kembali" lantaran aktor dan aktris film ini kebanyakan anak muda semua. Menurut Guntur, syuting bersama anak-anak remaja dan dewasa muda selalu menyenangkan.

Karena para aktor yang asyik, sehingga mereka memberikan energi positif dalam proses syuting. Selain itu, sang sutradara berpikir film ini bisa memberikan pesan positif kepada orang tua dan anak-anak. Sebab, film ini membahas tentang pendewasaan diri dan bagaimana karakter harus bijaksana.

Guntur menekankan bahwa pernikahan dini merupakan hal yang salah. Pernikahan itu sulit, terutama jika dilakukan oleh seseorang yang terlalu muda. Film ini mengajarkan bahwa setiap pilihan ada konsekuensinya.

8. Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea 

a

Buku terlaris Jilbab Traveler karya Asma Nadia diangkat menjadi film berjudul Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea. Setelah Pesantren Impian, ini adalah film kedua yang diangkat dari buku karya Asma Nadia di tahun 2016. Bunga Citra Lestari, Morgan Oey, dan Giring Ganesha didapuk menjadi aktor utama dalam film ini.

Kisah Jilbab Traveler mengikuti seorang gadis bernama Rania (Bunga Citra Lestari), seorang penulis yang hobi jalan-jalan di dalam maupun ke luar negeri. Hobinya itu membuatnya dijuluki Jilbab Traveler. Suatu hari, Rania diberi misi oleh ayahnya yang jatuh sakit untuk bertualang ke wilayah Baluran.

Di sana, Rania bertemu dengan seorang fotografer berkebangsaan Korea bernama Hyun Geun (Morgan Oey). Keadaan membuat Rania dan Hyun Geun berpetualang bersama ke pelosok Jawa Timur.

Tepat di saat inilah sang ayah meninggal dan membuat Rania menyesal karena dia telah memilih untuk menjadi guide bagi Hyun Geun alih-alih segera pulang. Rania menyadari bahwa hatinya telah dibawa oleh Hyun Geun yang sudah pulang ke Korea, tapi di Indonesia ada seorang pria yang menantinya, yaitu Ilhan (Giring Ganesha).

Lalu, siapakah yang akan Rania pilih? Kebebasannya di Korea Selatan, atau kestabilannya di Indonesia?

9. Cinta Laki-Laki Biasa

Cinta Laki-Laki Biasa guntur soeharjanto_

Cinta Laki-Laki Biasa adalah sebuah film romantis bertema agama Islam. Film berdurasi 109 menit ini mengikuti kisah Nania (Velove Vexia) dan Rafli (Deva Mahenra) mulai dari berkenalan sampai hubungan mereka berkembang ke tahap yang lebih serius. 

Dalam proses menuju jenjang pernikahan, keduanya dihadapkan pada konflik yang hampir membuat hubungan mereka kandas. Apalagi konflik itu juga mengharuskan salah satu pihak berkorban demi kelangsungan hubungan mereka. Akan tetapi, pada akhirnya Nania dan Rafli tetap menikah juga.

Namun, masalah justru baru muncul setelah itu. Suatu ketika, Nania kecelakaan mobil yang menyebabkan dia kehilangan memorinya selama beberapa tahun ke belakang. Itu membuat Nania tidak mengingat anak-anaknya dan juga suaminya, Rafli.

Dia justru mengenali Tyo Handoko (Nino Fernandez), mantan calon suaminya dulu, yang disetujui oleh keluarganya. Rafli sangat kecewa, apalagi Tyo kebetulan yang menjadi dokter Nania, sehingga keduanya jadi akrab lagi seperti dulu. Rafli berusaha membuat Nania mengingatnya, tapi Nania malah semakin takut padanya.

Hingga pada akhirnya Nania memutuskan untuk keluar dari rumah Rafli dan akan pergi dengan Tyo. Apakah ini akhir dari pernikahan Rafli? Lalu, bagaimana dengan anak-anak Rafli dan Nania yang hatinya hancur karena sang ibu tidak mengenali mereka?

10. Rumput Tetangga

Rumput Tetangga Guntur Soeharjanto_

Seorang ibu rumah tangga bernama Kirana (Titi Kamal) dulunya adalah murid paling populer dan berbakat. Setelah bertahun-tahun jadi IRT, dia kehilangan kepercayaan dirinya. Selama ini, dia berjuang untuk menjadi ibu yang baik bagi Rega (Daffa Deddy) dan Windy (Aqila Herby), serta istri yang baik bagi Ben (Raffi Ahmad).

Tapi, Kirana selalu merasa walau hanya sebatas menjadi ibu rumah tangga pun, dia masih kurang becus. Diana, sahabatnya semasa SMA, sering mendengar keluh kesah Kirana. Berbanding terbalik dengan Kirana yang ke sana kemari seorang diri, Diana selalu diekori asisten pribadinya, Indra (Gading Marten).

Diana memang seorang wanita karir yang sukses. Tidak menikah, dia sudah menciptakan perusahaannya sendiri. Diceritakan Diana akan menyelenggarakan reuni SMA. Kirana sebenarnya enggan hadir, tapi Diana memaksanya karena tidak akan menyenangkan jika tidak ada sahabatnya di acara.

Saat berkumpul dengan teman-teman lama mereka, Diana berbohong kalau Kirana adalah seorang konsultan PR supaya Kirana tidak merasa rendah diri. Kirana senang dibela, tapi juga sedih karena harus berbohong. Ketika berjalan-jalan seorang diri, Kirana mengunjungi lapak ramalan Bu Sri Menyan di acara reuni.

Kirana menerima kartu "Mulai dari Titik Awal, Tak Bisa Kembali". Kartu itu bisa mewujudkan keinginan Kirana untuk menjadi wanita lajang yang sukses. Kirana pun terbangun di posisi Diana, awalnya dia sangat senang, tapi seiring waktu dia merindukan Ben dan anak-anaknya.

Betapa kagetnya Kirana ketika melihat Diana ada di posisinya dulu, yaitu sebagai istri Ben dan ibu anak-anaknya. Kirana sadar kalau kehidupan lamanya adalah yang terbaik, dan dia ingin mengambil kembali semuanya. Akan tetapi, Diana tidak mau mengembalikan kehidupan Kirana, karena sejak SMA dulu, Diana mencintai Ben.

Film yang satu ini merupakan personal favorite saya. Rumput Tetangga memang film komedi yang ringan, bahkan bisa dibilang ceritanya sangat sederhana, tapi justru itulah yang membuat filmnya memorable. Jika kamu seorang wanita, terutama telah berkeluarga dan tidak bekerja, film ini akan sangat relatable buatmu.

Nah, itulah beberapa film karya sutradara Guntur Soeharjanto yang bisa kamu tonton saat libur di akhir pekan. Sutradara yang lahir di Temanggung, 18 Maret 1976, itu dikenal sebagai salah satu pengarah film yang terbaik.

Beberapa film besutannya berhasil meraih banyak penghargaan bergengsi di ajang perfilman Indonesia. Tidak hanya film, Guntur pun sukses membawa FTV Sebatas Aku Mampu meraih piala Vidia untuk kategori Film Cerita Lepas Televisi pada FFI 2006.

Film Guntur yang mana saja yang sudah kamu tonton? Dan, film mana yang menjadi kesukaanmu?

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram