logo web

8 Rekomendasi Film dengan Latar Waktu di Zaman Prasejarah

Ditulis oleh Dhany Wahyudi

Zaman prasejarah adalah periode dimana kehidupan manusia belum memiliki catatan sejarah. Kita sering menamakannya dengan istilah zaman batu. Masa ini diperkirakan dimulai sekitar lebih dari 3 juta tahun yang lalu, sesuai dengan penemuan simbol, tanda dan gambar tertua yang ada di dalam gua di benua Afrika.

Dengan tidak adanya catatan yang lengkap dan pasti tentang kehidupan manusia purba pada zaman itu, perkiraan cara hidupnya hanya berdasarkan dari berbagai fosil yang ditemukan.

Industri film sendiri sudah sejak lama menggarap film dengan latar waktu zaman prasejarah, meski jumlahnya tidak banyak. Berikut ini adalah deretan film dengan latar waktu zaman prasejarah yang terbaik.

Baca juga: 10 Film tentang Binatang Buas Paling Menegangkan, Berani Nonton?

1. Alpha

Alpha

Di penghujung zaman es, Keda ikut berburu dengan sukunya. Terjatuh dari tebing, dia dianggap sudah tewas dan ditinggalkan. Dalam kondisi patah kaki, Keda harus kembali kepada sukunya. Bertemu dengan seekor serigala, mereka berteman dan berjalan beriringan melewati berbagai rintangan di alam bebas.

Film petualangan karya Albert Hughes ini menampilkan kisah bertahan hidup yang sangat menggugah jiwa. Didukung sinematografi yang ciamik, akting Kodi Smit-McPhee sangat apik dan mampu membuat kita terikat pada jalan ceritanya. Film ini adalah salah satu film yang wajib kalian tonton, ya!

2. Quest for Fire

Quest for Fire

Di Eropa pada zaman Paleolitikum, api kecil yang dijaga suku Ulam mendadak mati saat mereka diserang suku Wagabu. Tiga orang diutus untuk mencari api.

Dalam perjalanan, mereka melihat ada api di tengah suku Kzamm. Masalahnya suku ini termasuk golongan kanibal yang sadis. Mereka berhasil melarikan diri dan dibawa ke suku Ivaka yang bisa membuat api dengan menggesek batu.

Film fantasy adventure arahan Jean-Jacques Annaud ini tampil dengan kisah yang mendalam, meski para karakternya tidak berbahasa sama sekali.

Petualangannya cukup seru dengan kehadiran berbagai suku berbeda budaya. Lewat film peraih Oscar di kategori Best Makeup ini, kita akan dibuat mengerti betapa pentingnya api bagi umat manusia.

3. Iceman

Iceman

Kelab memburu tiga orang yang menyerang kediamannya dan membunuh seluruh anggota keluarganya, kecuali bayi yang baru lahir.

Dengan membawa bayi di punggungnya dan seekor kambing untuk diperah susunya, dia berjalan di antara pegunungan bersalju. Bertemu beberapa orang dalam perjalanan, dia akhirnya berhasil membalaskan dendam. Tapi akhir hidupnya bernasib tragis.

Film Iceman (2017) ini dibuat berdasarkan penemuan fosil manusia purba di Pegunungan Otztal, Italia, pada tahun 1991. Diperkirakan manusia purba itu hidup di zaman Neolitikum pada 5.300 tahun lalu.

Kesan autentiknya sangat kuat karena dialognya menggunakan akar bahasa Rhaetian yang kini sudah punah. German Film Critics Association memberikan penghargaan Best Film Score pada film karya Felix Randau ini.

4. One Million Years B.C

One Million Years B.C.

Tumak dari suku Rock diusir ke padang gurun. Dia sampai di sebuah pantai yang dihuni oleh suku Shell dan jatuh cinta kepada salah satu gadisnya, Loana.

Setelah hidup cukup lama bersama suku Shell, Tumak kembali ke suku Rock dengan ditemani oleh Loana. Sakana hendak mengkudeta Akhoba bertepatan dengan kedatangan Tumak dan meletusnya gunung berapi.

Film fantasy adventure ini mengedepankan sensualitas Raquel Welch yang memerankan karakter Loana. Kisah petualangan dengan banyak kehadiran hewan purba tampil cukup seru, meski efek visual dengan teknik stop-motion terlihat masih kasar.

Para ahli sejarah mencemooh film ini yang mempertemukan Homo Sapiens dengan dinosaurus, padahal mereka berbeda zaman.

5. Caveman

Caveman

Atouk selalu menjadi korban perundungan di sukunya. Dia diasingkan bersama Lar dan bertemu dengan Tala serta Gog yang menemaninya bertualang di alam liar penuh dengan hewan purba.

Dalam petualangannya, mereka menemukan obat penenang, api, cara memasak telur, musik dan senjata. Setelah berhasil menggulingkan Tonda, Atouk menjadi kepala suku dengan Tala sebagai pendampingnya.

Film slapstick comedy ini dibintangi oleh personil The Beatles Ringo Starr, aktor Hollywood Dennis Quaid, komedian wanita Shelley Long dan Barbara Bach, bond girl di film The Spy Who Loved Me (1977).

Meski didukung deretan pemeran terkenal, namun selera humor yang disuguhkan gagal membuat penonton tergelitik lucu, apalagi efek visualnya yang menghadirkan dinosaurus dengan kualitas buruk.

6. The Clan of the Cave Bear

The Clan of the Cave Bear

Ayla cilik terpisah dari bangsa Cro-Magnon setelah gempa bumi besar di zaman Paleolitikum. Dia diasuh oleh bangsa Neanderthal. Iza yang menjadi ibu angkatnya mengajarkan ilmu pengobatan kepada Ayla dengan harapan dia bisa menjadi ahli medis.

Ayla mendapat perlakuan kasar dari Broud, putra kepala suku, yang memperkosanya hingga hamil. Ayla mengalahkan Broud setelah melahirkan seorang putra.

Film petualangan ini cukup akurat dilihat dari fakta sejarah dengan mempertemukan dua bangsa manusia di zaman Paleolitikum, yaitu Cro-Magnon dan Neanderthal.

Selain itu, sinematografi film ini hadir dengan indah. Namun naskah yang terlalu ringan dan klise membuat raihan Oscar sebagai Best Makeup dan performa Daryl Hannah terasa sia-sia.

7. Year One

Year One

Zed dan Oh diusir dari sukunya. Mereka pergi melihat dunia yang belum pernah mereka rambah sebelumnya. Mereka menyaksikan Cain membunuh Abel dan mengikuti Cain hingga menjadi budak di kota Sodom.

Mereka sempat melarikan diri dan bertemu Abraham yang hendak menyembelih putranya. Dengan bantuan Abraham, Zed dan Oh menyerang Sodom demi merebut Maya dan Eema.

Film komedi petualangan di zaman prasejarah ini menampilkan duet kocak Jack Black dan Michael Cera. Sumber kelucuannya berdasarkan beberapa tokoh dari kisah Alkitab yang sebenarnya cukup sensitif untuk digunakan.

Konsep film ini tidak jelas karena merusak tatanan sejarah yang ada dimana manusia prasejarah berjumpa dengan tokoh-tokoh Alkitab. Bahkan dilihat dari sudut pandang sejarah, Cain dan Abraham tidaklah sezaman namun di film ini mereka bertemu. Semua yang disajikan disini memang sah-sah saja karena ini hanyalah film komedi.

8. 10,000 BC

10,000 BC

Pada tahun 10.000 SM, hiduplah suku pemburu mammoth di Pegunungan Ural. D’Leh yang mencintai Evolet harus menempuh perjalanan jauh ketika kekasihnya diculik oleh suku pengendara kuda. Menyelamatkan seekor Smilodon, kelak dia menemukan fakta tentang sosok ayahnya yang selama ini selalu diejek oleh kaumnya.

Film action adventure ini memang adalah film karya Roland Emmerich yang terburuk, semua karena mengacaukan fakta sejarah sehingga dicibir oleh para ahli sejarah.

Bagaimana bisa manusia purba bertemu dengan manusia modern yang sudah memasuki zaman besi dan berkuda? Padahal mammoth dan kuda tidaklah satu zaman, apalagi dua spesies manusia yang jauh berbeda zaman.

Tapi setidaknya di setengah film awal sebelum pasukan berkuda hadir, kita disuguhkan keindahan alam zaman purba meski memang dibuat dari polesan CGI dalam menciptakannya. Efek visual film ini memang bermasalah dan semakin buruk menjelang akhir film.

Itulah deretan film yang memiliki latar waktu di zaman prasejarah. Para sineas sudah berusaha mengerahkan kemampuan mereka untuk menyuguhkan cerita fiktif demi menggambarkan kehidupan di zaman yang belum mengenal tulisan tersebut. Beberapa film di atas memiliki sinematografi yang indah dan desain kostum primitif yang mengesankan.

Memang tidak ada dari film di atas yang menampilkan fakta akurat secara menyeluruh, bahkan beberapa diantaranya dicibir oleh ahli sejarah karena membenturkan beberapa zaman yang berbeda masa. Tapi tidak ada salahnya kita menikmati film-film ini yang memiliki kisah jauh sebelum kita dilahirkan. Selamat menonton, ya!

Kategori:
cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram