logo web

14 Film Terbaik Laura Basuki dengan Akting Luar Biasa

Ditulis oleh Suci Maharani R

Wajah blasteran Indonesia Tionghoa Laura Basuki sudah cukup banyak menghiasi dunia layar lebar Indonesia. Meski memulai karirnya sebagai model, bintang film berdarah Jawa, Tionghoa, dan Vietnam ini juga memiliki kualitas akting yang mumpuni hingga meraih Piala Citra.

Laura Basuki juga sudah memulai debut aktingnya di dunia layar lebar sejak tahun 2008 dan masih aktif membintangi berbagai judul film hingga saat ini. Sepanjang perjalanan karirnya, inilah deretan film terbaik Laura Basuki yang bisa menjadi rekomendasi tontonanmu.

1. Sleep Call

Sleep Call_

Dari sekian banyak film yang dibintangi oleh Laura Basuki, Sleep Call adalah film yang paling saya rekomendasikan. Bergenre thriller dan misteri, film yang diarahkan oleh Fajar Nugros ini bakal bikin jantung deg-degan.

Kisahnya berawal dari Dina (Laura Basuki), gadis yang bercita-cita jadi pramugari tapi harus melepaskannya demi mengurus sang ibu. Demi menafkahi keluarganya, Dina malah terjerumus ke gelapnya pinjaman online (pinjol). Sialnya lagi, Dina harus bekerja di pinjol tersebut untuk melunasi hutang-hutangnya. 

Sejak hari pertama bekerja, Dina dibuat pusing dengan kelakuan manajer dan bos pinjolnya. Mereka berusaha untuk mendekati Dina dengan berbagai macam cara, tapi hal ini malah membuat hidupnya makin sulit.  

Ingin mencari kebahagiaan, Dina pun memakai sebuah aplikasi kencan bernama “Sleep Call.” Dari sinilah Dina berkenalan dengan seorang pemuda bernama Rama (Bio One). Pemuda ini sangat romantis dan manis, dia selalu bisa membuat Dina nyaman. Tidak heran jika Dina semakin betah untuk ngobrol dengan Rama.

Namun, perlahan-lahan berbagai kejadian aneh dan misterius mulai menghantui Dina. Dia diteror dengan panggilan-panggilan aneh dan menakutkan. Puncaknya, sleep call yang biasa Dina lakukan membuat seseorang terbunuh. Sebenarnya apa yang terjadi antara Dina dan sleep call tersebut?

2. Berbalas Kejam

Berbalas Kejam_

Adam (Reza Rahadian) adalah seorang arsitek yang hidup bahagia bersama istri dan anaknya. Namun, segalanya berubah ketika Adam harus menyaksikan istri dan anaknya tewas mengenaskan di depan matanya. Malam itu, kawanan perampok menyatroni rumahnya dan membuat Adam kehilangan keluarganya. 

Dua tahun telah berlalu, akan tetapi Adam masih belum bisa lepas dari trauma dan depresinya. Dia tidak lagi bergairah untuk hidup, bahkan performa bekerjanya turun drastis. 

Suatu hari, Adam memutuskan untuk mendatangi seorang psikolog yang direkomendasikan temannya. Dia bernama Amanda (Laura Basuki), psikolog cantik ini secara perlahan dapat membuat Adam merasa nyaman untuk mengutarakan isi hati dan pikirannya. 

Kini Adam berada di persimpangan, antara melepaskan semua dendamnya atau menuntaskan dendamnya? 

Di sisi lain, Amanda pun menyimpan sebuah rahasia dari Adam. Psikolog yang baik hati ini secara tidak langsung berhubungan dengan masa lalu tragis Adam. Ternyata, kakak kandung Amanda adalah orang yang telah merampok dan membunuh keluarga Adam.

3. Cek Toko Sebelah 2

Cek Toko Sebelah 2_

Jadi pemeran utama di Cek Toko Sebelah 2, ternyata Laura Basuki menggantikan Gisella Anastasia untuk berperan sebagai Natalie. Penasaran seperti apa karakternya? Natalie yang sekarang jauh lebih dewasa dari karakter di film pertamanya. 

Natalie beradu argumen dengan ibunya, karena ia tetap ingin melanjutkan rencana pernikahannya dengan Erwin (Ernest Prakasa). Namun, sang ibu yang bernama Agnes (Maya Hasan) menentang keinginan Natalie. 

Bagi Agnes, Natalie dan Erwin memiliki perbedaan status sosial yang sangat jauh. Dia tidak yakin jika Erwin dapat membuat Natalie bahagia dan hidup makmur. Selain itu, Agnes pun tidak ingin jika Natalie merasakan kegagalan rumah tangga seperti dirinya. 

Di sisi lain, Erwin memilih untuk berbohong mengenai kondisi keluarganya sehingga ibu Agnes mau merestuinya dengan Natalie. Dia berkata kalau sang ayah memiliki bisnis yang mapan, kenyataannya Koh Afuk (Chew Kin Wah) sedang menikmati masa pensiunnya.

Kebohongan ini membuat Koh Afuk kecewa pada Erwin. Dia merasa, Erwin malu memiliki ayah dan keluarga seperti mereka. Hal serupa pun dirasakan oleh Yohan (Dion Wiyoko), sehingga pertengkaran antara kakak dan adik ini tidak terelakkan lagi.

4. Before, Now & Then

film laura basuki_Before, Now & Then_

Sukses membintangi Before, Now & Then, Laura Basuki membawa pulang banyak piala penghargaan termasuk dari Festival Film Internasional Berlin dan Festival Film Bandung. 

Adapun Before, Now & Then adalah film biopik yang diadaptasi dari bab pertama novel berjudul Jais Darga Namaku karya Ahda Imran. Kamila Andini bekerjasama dengan Fourcolours Film berhasil menyuguhkan sebuah film yang menggugah hati dan pikiran para penontonnya. 

Lantas, seperti apa ceritanya? Berlatar di tahun 1960-an, Raden Nana Suhani (Happy Salma) menikah dengan Raden Darga (Arswendy Bening Swara), seorang saudagar kaya raya di tanah Sunda. 

Namun, pernikahan ini tidak membuat Nana bahagia. Sebaliknya, Nana merasa sangat tersiksa karena hidup dalam sangkar emas Raden Darga. Kesehariannya hanya memasak, mengurus anak dan membantu suaminya bersiap-siap. Namun, rutinitas ini terganggu dengan hadirnya orang ketiga. 

Ternyata, Raden Darga telah berselingkuh dengan wanita yang lebih muda darinya. Gadis itu bernama Mak Iko (Laura Basuki), seorang pemotong daging yang bekerja di pasar. 

Meski hatinya sakit, Nana menemukan banyak kesamaan dan kecocokan dengan Iko. Dari sinilah persahabatan antara istri sah dan madunya terjalin. Keduanya memiliki mimpi untuk mendapatkan kebebasan, akan tetapi hal itu sulit untuk diwujudkan. 

5. 3 Hati 2 Dunia, 1 Cinta

3 Hati 2 Dunia, 1 Cinta

Rosid (Reza Rahadian), seorang muslim yang bercita-cita menjadi seniman terkenal seperti WS Rendra. Dia menjadikan rambut kribonya sebagai ciri khasnya. Sementara sang ayah, Mansur (Rosyid Karin), tidak menyukai ide tersebut dan meminta anak laki-lakinya itu untuk memangkas rambutnya. 

Rambut kribonya membuat Rosid tidak bisa memakai peci. Menurut Mansur, peci adalah simbol keimanan dan kepatuhan pada tradisi agama. Namun Rosid tidak setuju dengan pandangan itu. Ia merasa kepercayaannya tidak harus ditentukan oleh adat yang dianggap suci.

Rosyid pun menjalin kasih dengan seorang gadis beragama katolik yang bernama Delia (Laura Basuki). Kecantikan Delia memang sulit untuk ditolak. Meski begitu, baik Rosid dan Delia paham dengan konsekuensi cinta berbeda keyakinan ini. Namun, orang tua mereka tidak bisa menerima cinta mereka. 

Mereka pun berusaha untuk memutuskan hubungan Rosid dan Delia. Orang tua Delia berencana untuk mengirimnya bersekolah ke Amerika. Sementara Mansur mencoba untuk menenangkan Rosid dengan meminta bantuan sepupunya. Ibu Rosid, juga ikut campur. Muzna (Henidar Amroe), berusaha mencarikan jodoh seorang gadis muslim yang cantik untuk Rosid. 

Lalu, bagaimana kelanjutan kisah cinta beda keyakinan antara Rosid dan Delia? Kamu dapat mencari jawabannya dalam film Indonesia berjudul 3 Hati Dua Dunia, Satu Cinta.

6. Susi Susanti: Love All

Susi Susanti: Love All
Tahun Rilis 2019
Genre , ,
Sutradara
Pemeran Laura Basuki Dion Wiyoko

Susi Susanti adalah legenda bulutangkis Indonesia. Dari generasi ke generasi, tidak ada yang tidak mengenal Susi Susanti sebagai peraih medali emas di Olimpiade Musim Panas 1992 Barcelona. 

Usaha Susi Susanti dari kecil hingga naik ke podium tertinggi di olahraga bulutangkis dapat kita lihat dalam film Susi Susanti: Love All. Mau tahu siapa yang memerankan karakter Susi Susanti di film ini? Jawabannya adalah Laura Basuki, yang rela berlatih bulu tangkis selama berbulan-bulan agar pergerakannya luwes seperti Susi Susanti asli.

Beralih ke alur ceritanya, saat itu Susi Susanti baru berusia 14 tahun dan baru bergabung ke klub bulu tangkis pertamanya di Jaya Raya, Jakarta. Namun, sejak hari pertama berbagai hal kurang menyenangkan kerap berdatangan padanya. 

Sebagai atlet keturunan Tionghoa, rupanya masyarakat di Jakarta cukup rasis kepadanya. Bahkan, hal ini berlanjut hingga Susi Susanti bersiap untuk mengikuti Olimpiade Musim Panas 1992 di Barcelona. Statusnya sebagai keturunan Tionghoa membua orang-orang memandang remeh dan merendahkannya.

Mulai dari kewarganegaraannya yang masih digantung oleh negara, hingga usaha warga Indonesia untuk menghancurkan mentalnya. Rasis yang diterima Susi Susanti tidak berakhir meski dia berhasil membawa pulang medali emas di olimpiade tingkat dunia. Tidak hanya rasis, Susi Susanti pun dihadapkan dengan permasalah ekonomi dan cinta yang cukup menguras emosinya.

7. Madre

Madre

Tansen (Vino G. Bastian) adalah seorang surfer berusia 27 tahun yang mendapat warisan berupa kunci lemari dari kakeknya. Ternyata, lemari tersebut menyimpan adonan biang roti tua bernama Madre, yang sudah berusia 70 tahun. Adonan dibuat sendiri oleh kakeknya, Tan Sin Gie, yang berdarah Tionghoa dan India. 

Kakeknya berharap jika Tansen bisa menghidupkan kembali toko rotinya Tan De Bakker, yang sudah tutup sejak tahun 60-an. Tapi Tansen tidak tertarik dengan warisan itu. Cowok tampan ini lebih suka menjalani hidupnya yang bebas dan penuh petualangan untuk mencari ombak terbesar untuk diselancari. 

Ia juga menulis blog tentang pengalamannya sebagai "Sang Pencari Ombak". Lewat blog itu, ia bertemu dengan Mei (Laura Basuki), pemilik toko roti bernama Fairy Bread, yang ingin membeli Madre. Tansen setuju untuk menjual Madre, tapi Mei malah menawarkan kerjasama untuk membuat roti klasik bersama. 

Tansen pun terpaksa bekerja di Tan De Bakker bersama Pak Hadi (Didi Petet) dan mantan-mantan karyawan toko roti itu. Di sana, ia mulai merasakan kehangatan keluarga dan persahabatan. Ia juga mulai jatuh cinta pada Mei, meski wanita itu sudah memiliki tunangan. 

Mulai kerasan, Tansen mulai bingung dengan perasaannya. Ia harus memilih antara hidupnya yang bebas atau hidup baru bersama Mei dan Tan De Bakker?

8. Haji Backpacker

Haji Backpacker

Film Haji Backpacker merupakan film drama yang mengambil setting lokasi di 9 negara berbeda, mulai dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Tiongkok, India, Tibet, Nepal, Iran, hingga Arab Saudi. Pada film ini, Laura Basuki berperan sebagai karakter Su Chun, seorang putri dari ustadz yang berada di Tiongkok.

Film Haji Backpacker berfokus pada perjalanan Mada (Abimana Aryasatya), pemuda asal Indonesia yang marah pada kenyataan hingga memilih meninggalkan Tuhan dan keluarganya.

Mada mengalami tragedi cinta yang sangat menyakitkan. Pernikahan yang sudah direncanakan dengan matang batal terjadi. Ia tak tahan merasa malu di depan penghulu dan tamu undangan, setelah mengetahui Sophia (Dewi Sandra), lari sebelum akad nikah.

Kejadian itu membuat Mada kehilangan arah. Dia benar-benar tidak percaya lagi pada Tuhan karena merasa terzalimi. Iman dan keyakinannya runtuh. Mada pun tak lagi mau shalat dan memilih untuk mabuk-mabukan. 

Ingin melupakan semua masalahnya, Mada bertolak ke Thailand. Di sana, dia berkenalan dengan wanita pemijat bernama Marbel (Laudya Cynthia Bella) yang menawarkan jasa pijat plus-plus. Mada tertarik dan mulai menjalin hubungan dengan Marbel. 

Setelah itu, Mada terus berpetualang dari satu negara ke negara lainnya, mencari sensasi dan kesenangan dunia. Namun, di balik semua itu, Mada menyadari bahwa di setiap langkahnya Tuhan selalu menjaga dan mencintainya. Mada pun memutuskan untuk bertaubat dan bersimpuh di hadapan Tuhan, memohon untuk diberikan hidayah dan kekuatan menjalani kehidupan yang baru.

9. Terbang: Menembus Langit

 Terbang: Menembus Langit

Film ini menceritakan kehidupan Onggy (Dion Wiyoko), seorang pemuda yang berasal dari Tarakan, Kalimantan. Dia memiliki mimpi yang sangat besar, yaitu ingin melihat dunia yang begitu luas. 

Onggy terlahir dari keluarga Tionghoa, dia bersama keluarganya hidup sederhana, rukun dan rendah hati. Sejak kecil, Ongky memang dipenuhi rasa ingin tahu dengan berbagai hal yang ada di luar sana. Demi meraih impiannya, Ia nekat untuk menuntut ilmu di Surabaya hingga berhasil meraih gelar sarjana. 

Di sana, Onggy juga mengalami berbagai macam rintangan dan masalah. Ia harus berjuang untuk bertahan hidup dengan berbagai cara, seperti menjajakan apel, jagung bakar, dan kerupuk di pinggir jalan. Namun, ia tidak pernah menyerah atau melupakan ajaran ayahnya (Chew Kin Wah) tentang bagaimana menjalani hidup dengan baik dan bermartabat. 

Suatu ketika, hidup Onggy berubah ketika ia bertemu dengan Candra (Laura Basuki), seorang wanita cantik yang mencuri hatinya. Onggy langsung terpesona oleh kecantikan dan kepribadian Candra. Ia pun segera mengajak Candra untuk menikah dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik. 

10. Republik Twitter

Republik Twitter

Republik Twitter merupakan film drama yang mengangkat tema mengenai dunia sosial media yang tak serupa dengan dunia nyata. Film ini diproduksi tahun 2012, tapi alur ceritanya tetap relate dan dipenuhi dengan fenomena-fenomena maya yang lumrah di kalangan pecinta sosial media. 

Bikin penasaran kan? Nah, film ini bercerita tentang Sukmo (Abimana Aryasatya), seorang pria asal Yogyakarta yang punya cita-cita tinggi, humoris dan pintar. Sukmo menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer. Lewat komputernya, Sukmo bisa bertemu dan jatuh cinta kepada Hanum (Laura Basuki), seorang wanita cantik yang pendiam, yang ia kenal lewat Twitter. 

Bagi Sukmo, Twitter adalah dunia yang menunjukkan jati dirinya, tanpa basa-basi. Sedangkan bagi Hanum, Twitter adalah tempat untuk melampiaskan kegundahan hatinya, sebagai penutup bagi kebahagiaan yang tak kunjung datang di kehidupan nyatanya. 

Mereka menjadi akrab dan saling berbagi cerita, namun, dunia maya tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka yang sebenarnya hidup di dunia nyata. Tapi, Sukmo tetap nekat untuk pergi ke Jakarta demi bisa bertemu langsung dengan Hanum. Namun, Sukmo lupa kalau di dunia nyata ada perbedaan kelas sosial, dan itu baru ia sadari ketika ia bertemu dengan Hanum. 

Maka mulailah usaha keras Sukmo untuk menunjukkan dirinya lebih berharga, lebih percaya diri dan lebih dekat dengan Hanum. Lalu, berhasilkan usaha Sukmo untuk mendapatkan cinta gadis impiannya dari media sosial ke dunia nyata?

11. D.O.A: Cari Jodoh

D.O.A: Cari Jodoh

Beralih ke film komedi, D.O.A: Cari Jodoh adalah film yang terinspirasi dari komik strip di harian Pos Kota. Komik ini sangat iconic, ada tiga karakter utamanya yang melambangkan keberagaman budaya dan suku di Indonesia. Sementara ceritanya, fokus mengisahkan usaha tiga pemuda yang hidup di ibu kota dengan berbagai masalah hidup mereka yang nyeleneh. 

Doyok (Fedi Nuril), Otoy (Pandji Pragiwaksono), dan Ali Oncom (Dwi Sasono) adalah trio sahabat yang tidak punya pekerjaan tetap. Sebenarnya kepribadian mereka sangat berbeda satu sama lain, tapi dari sinilah tingkah laku yang lucu mereka muncul.

Doyok adalah seorang lajang keturunan bangsawan Jawa yang hidup pas-pasan, suka membahas politik dan minder terhadap perempuan. Otoy adalah seorang suami yang malas-malasan dan bergantung pada istrinya, Eli (Nirina Zubir) dan orang tuanya. Sementara Ali Oncom adalah seorang playboy yang sudah punya pacar bernama Yuli (Jihane Almira), namun tidak pernah melewatkan kesempatan untuk menggoda perempuan lain. 

Merasa iba melihat Doyok yang masih jomblo, kedua sahabatnya sepakat untuk mencarikan pasangan yang sesuai. Namun, Doyok bukannya selektif tapi takut untuk berhadapan dengan wanita. 

Awalnya Doyok kencan dengan Ayu (Laura Basuki), gadis cantik yang dikenal dari situs biro jodoh online yang ternyata seorang waria.

Lalu, ketiga sahabat ini sempat tertipu oleh Suci (Titi Kamal), pegawai kantor kecamatan yang cantik yang menjebaknya demi kepentingan politik pacarnya. Bahkan, mereka terlibat dalam organisasi perdagangan organ tubuh manusia yang dipimpin oleh Monic (Brianna Simorangkir). Lalu, bagaimana akhir dari kisah hidup mereka bertiga?

12. Love and Faith

Love and Faith

Seperti judulnya, Love and Faith adalah film yang mengisahkan tekad, keyakinan dan pertobatan salah satu tokoh finansial besar di Indonesia yaitu Karmaka Surjaudaja. Buat kamu yang tidak mengenal Karmaka Surjaudaja, beliau adalah sosok yang berjasa dalam dunia perbankan sekaligus pendiri dari Bank OCBC NISP.

Film ini diarahkan oleh sutradara beken, Benni Setiawan, jadi soal kualitas tidak perlu diragukan lagi. Sementara karakter Karmaka Surjaudaja atau Kwee Tjie Hoei ini diperankan dengan sangat baik oleh Rio Dewanto. Sementara Laura Basuki memerankan karakter bernama Lim Kwei Ing, istri Karmaka Surjaudaja.

Ceritanya berlatar di tahun 1937, saat itu Kwee Tjie Hoei masih berusia 10 bulan bertolak ke Bandung bersama ibunya untuk menyusul ayahnya. Hidup dalam keterbatasan, Kwee Tjie Hoei kecil memilih untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan sekolahnya dan adiknya. 

Bahkan, saat dewasa Kwee Tjie Hoei terpaksa melepaskan mimpinya untuk berkuliah, karena keterbatasan biaya. Kwee Tjie Hoei memilih untuk bekerja demi membiayai kuliah kedokteran adiknya. 

Pasca dewasa, Kwee Tjie Hoei bekerja sebagai guru olahrasa di salah satu sekolah Tionghoa bernama Nan Hua. Di sanalah Kwee Tjie Hoei bertemu dengan cinta sejatinya, salah satu muridnya yang bernama Lim Kwei Ing. 

Berhasil menikahi Lim Kwei Ing, ayah mertuanya memberikan mandat kepada Kwee Tjie Hoei untuk menyelamatkan bank miliknya. Dulunya bank tersebut adalah bank terbesar di Bandung, namun saham mereka terus merosot. Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Kwee Tjie Hoei dan Lim Kwei Ing untuk menyelamatkan bank warisan keluarga tersebut?

13. The Returning

The Returning_

Tidak hanya romcom atau drama, Laura Basuki juga pernah membintangi film bergenre horor. Film tersebut berjudul The Returning, yang dibintanginya bersama Ario Bayu, Tissa Biani dan Muzakki Ramdhan. 

Seperti apa ceritanya? Natalie (Laura Basuki) merasakan kesedihan yang mendalam setelah mendengar kabar bahwa suaminya, Colin (Ario Bayu) hilang tanpa jejak dan diduga terjatuh dari tebing. 

Kehidupan keluarganya yang dulu bahagia dan harmonis kini berubah menjadi suram dan berantakan. Tapi, Natalie masih berharap bahwa suaminya tetap hidup dan akan kembali ke pelukannya, meskipun semua orang di sekitarnya sudah menyerah..

Anak-anak mereka, Dom (Muzakki Ramdhan) dan Maggie (Tissa Biani) juga merasakan kecemasan dan kebingungan melihat ibu mereka terpuruk dalam depresi. Natalie sering mengalami mimpi buruk yang membuatnya ketakutan. Namun ada juga mimpi yang membuatnya bahagia, yaitu mimpi bersama Colin yang terasa begitu nyata dan indah. 

Keajaiban pun terjadi, saat Colin tiba-tiba muncul kembali di rumahnya, sehat walafiat dan tanpa luka sedikit pun. Kehadiran Colin disambut dengan sukacita oleh keluarganya. Colin tampak tidak berubah sama sekali, masih memiliki tubuh terlihat bugar, serta sikap yang lembut dan penuh cinta. Setidaknya itulah yang dirasakan oleh Natalie.

Namun seiring berjalannya waktu, hal-hal ganjil mulai terjadi di rumahnya. Ada sosok lain yang ikut masuk ke rumah itu bersama dengan Colin. Sosok yang tidak terlihat oleh siapa pun kecuali Natalie. Siapakah sosok itu?

14. Di Timur Matahari

 Di Timur Matahari

Mazmur (Simson Sikoway), Thomas (Abetnego Yigibalom), dan beberapa anak lainnya sedang berada di lapangan terbang tua yang sudah tidak berfungsi lagi. Mereka berharap ada guru pengganti yang datang untuk mengajar mereka di kampung terpencil di Papua. 

Namun, setelah Mazmur melihat wajah Bapak Yakob yang muram, ia tahu bahwa harapan mereka sia-sia. Bapak Yakob adalah orang tua yang masih menghormati adat dan budaya setempat. Mazmur segera berlari ke sekolah dan memberitahu teman-temannya bahwa tidak ada guru yang datang. 

Mereka merasa kecewa, tetapi tidak putus asa. Mereka memilih untuk belajar sendiri dengan menyanyi dan mengamati alam sekitar mereka. Mereka juga mendapat bantuan dari beberapa orang dewasa yang baik hati, seperti pendeta Samuel (Lukman Sardi), dokter Fatimah (Ririn Ekawati), om Ucok (Ringgo Agus Rahman) dan om Jolex (Yullex Sawaki).

Namun, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Suatu hari, ayah Mazmur dibunuh oleh Joseph, ayah Agnes dan paman Yokim dan Suryani. Joseph marah karena ayah Mazmur menolak untuk menjual tanahnya kepada perusahaan tambang. Peristiwa itu memicu konflik antara dua kampung yang berbeda. 

Menurut adat, kampung Mazmur harus membayar denda atau membalas dendam atas kematian ayahnya. Kabar buruk itu sampai ke telinga Michael (Michael J), adik ayah Mazmur yang sudah lama tinggal di Jakarta bersama istri Jawa-nya, Vina (Laura Basuki). Michael terkejut dan sedih mendengar kabar itu. Ia memutuskan untuk pulang ke Papua dan mencoba menengahi masalah ini.

Di Timur Matahari merupakan film drama yang mengangkat tema mengenai pendidikan Indonesia. Film ini mengambil setting lokasi di pedalaman Papua yang memiliki fasilitas pendidikan terbatas.

Saat menontonnya, kamu dapat melihat dan meresapi, kalau di Indonesia pendidikan itu mahal harganya. Bukan soal uang, akan tetapi harga tersebut harus di bayar oleh jarak, adat istiadat, nyawa dan berbagai perbedaan lainnya.

Itulah beberapa film terbaik dari Laura Basuki, aktris yang telah membuktikan kualitas aktingnya dengan membintangi berbagai genre film hingga meraih dua Piala Citra. Apakah kamu sudah menonton rekomendasi film tadi? Manakah peran Laura Basuki favoritmu? Ceritakan di kolom komentar ya!

cross linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram